Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Kekerasan Seksual pada Remaja Suharmanto Suharmanto; Septia Eva Lusina; Ratri Mauluti Larasati; Terza Aflika Happy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2333

Abstract

Tingkat kekerasan seksual terhadap remaja sangat tinggi, yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan kekerasan seksual pada remaja. Tulisan ini berisikan review arikel dari beberapa penelitian baik nasional maupun internasional selama 10 tahun terakhir. Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Google Scholar, Proquest dan PubMed. Kata kunci yang digunakan adalah “kekerasan seksual” dan “remaja”. Hasil penelusuran didapatkan sebanyak 40 artikel dan yang memenuhi kriteria sebanyak 15 artikel. Peneliti melakukan analisis dengan membuat resume serta kesimpulan hasil penelitian sebagai bentuk interpretasi hasil penelitian. Faktor risiko kekerasan seksual antara lain faktor individu, hubungan, keluarga, lingkungan. Dampak kekerasan seksual dapat mengakibatkan trauma ginekologi, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, disfungsi seksual, HIV, depresi, stres, kecemasan, kesulitan tidur, keluhan somatik, perilaku bunuh diri, gangguan panik, kematian karena bunuh diri.
Hubungan Jarak Mata Saat Bermain Game Online dengan Keluhan Mata Suharmanto Suharmanto; Suryani Agustina Daulay; Atri Sri Ulandari; Hesti Yuningrum
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2334

Abstract

Remaja pecandu game online menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja sebagian besar kurang baik yang menunjukkan adanya penyimpangan dari perkembangan remaja yang optimal. Tujuan penulisan ini adalah untuk menggambarkan kekerasan seksual pada remaja. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian akan dilakukan di Kota Bandar Lampung, dengan sampel 346 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jarak mata saat bermain game online variabel terikat keluhan mata. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner tentang jarak dan keluhan mata saat bermain game online yang dilakukan uji validitas terlebih dahulu dengan nilai alpha Cronbach 0,96. Pengolahan data dalam penelitian ini mengikuti langkah-langkah editing, coding, entry, tabulating dan cleaning. Analisis data penelitian ini meliputi analisis univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Analisis mendapatkan bahwa sebagian besar responden bermain game online pada jarak 30 cm sebanyak 79,5% dan ada keluhan mata sebanyak 75,4%. Analisis mendapatkan sebagian besar yang keluhan ringan adalah dengan jarak mata 50 cm (36,6%) dan keluhan sedang adalah dengan jarak mata 30 cm (78,5%). Analisis mendapatkan ada hubungan jarak mata dengan keluhan kesehatan akibat bermain game online (p=0,013)
Antiretroviral drug adherence among patients with HIV/AIDS based on socio-demographic characteristics Mela Liberti Octoriani Simaremare; Suharmanto Suharmanto; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti Susianti; Betta Kurniawan
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i3.11649

Abstract

Background : The government has set a target for accelerating the prevention of HIV/AIDS in Indonesia, namely zero new infections, zero people dying from HIV/AIDS, and zero stigma and discrimination. Stigma against people living with HIV has a major impact on HIV/AIDS prevention and control programs, including the quality of life for people living with HIV. Good knowledge will reduce the stigma that appears. Adherence to the use of ARV (antiretroviral) is one of the factors that can significantly extend the life expectancy of people living with HIV (people living with HIV AIDS). ARVs work against infection by slowing the reproduction of HIV in the bodyPurpose: To identify the factors that influence the adherence of people living with HIV to taking ARVs. Method: This is an observational, descriptive, and quantitative research project with a cross-sectional approach. The research will be conducted at the Sukabumi Health Center in Bandar Lampung in 2021. The population in this project is 103 HIV patients. The sampling technique used is total sampling.Results: Meanwhile, there are more PLHIV patients from urban areas than from rural areas. People living with HIV usually need ARV if the CD4 level is 350 mm3.Conclusion: The univariate variables of age group, occupation, education, gender, and origin of residence did not affect whether people living with HIV were non-adherent to treatment.
People Living with HIV/AIDS (PLWHA) based on clinical characteristics Yudhi Atmajaya; Suharmanto Suharmanto; Jhons Fatriyadi Suwandi; Susianti Susianti
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i2.11640

Abstract

Background : Since it was discovered and identified ten years ago, the Human Immunodeficiency Virus (HIV) has the potential to produce the immunodeficiency syndrome condition known as Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). In the 2020-2024 National Medium-Term Development Plan (RPJMN), one of the policy and strategy directions is to increase access and quality of health services towards universal health coverage. Improving disease control, where HIV AIDS and sexually transmitted infections are part of the policy direction. In order to improve the quality of services for PLWHIV, it is necessary to have a comprehensive perspective of the medical officers, so there is a need for patient mapping based on the characteristics of the patients being treated.Purpose: To determine the description of the clinical stage based on characteristics of PLWHIV at the Sukabumi Public Health Center, Bandar Lampung in 2021.Method: This study is a quantitative descriptive observational study with a cross-sectional approach.Results : The results of the study, it is known that the characteristics of PLWHIV based on gender that's male are 67%, there 41.7% of PLWHIV are 31-40 years old, level of education PLWHIV are 67% have a senior high school, 52.4% as private employees, and 62,1% of PLWHIV live in cities. The results showed that at stage 1 the age group was 21-30 years old, the clinical stage 2 patients were 31-40 years old, the clinical stage 3 patients were 31-40 years old, and the clinical stage 4 patients were 21-30 years old. The results of the study also revealed that most of the patients in stages 1–4 had a senior high school education, worked as private employees, and lived in urban areas
The Hubungan antara Kadar Trigliserida dengan Kadar HbA1c Pada Pasien DM Tipe II Ahmad Hafid; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v10i2.614

Abstract

Background; Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease characterized by hyperglycemia is caused by a lack of insulin production or ineffectiveness of the insulin. The higher the level of sugar in the blood will cause the accumulation of abdominal adipose tissue which is more easily lipolytic, resulting in an increase in triglyceride levels. Purpose: This study aims to describe the relationship between HbA1c and triglyceride levels in patients with type 2 diabetes. Method: The method used in this study is retrospective observational analytic which uses a cross-sectional approach, using secondary data. The number of respondents was 1,360 DM patients who visited health services in Lampung Province in 2020. Research Result: the analysis between triglyceride levels and HbA1c levels showed the result of p=0.000, Because the value of p=0.000 <0.05, it can be stated that Ha is accepted and Ho rejected or there is a significant relationship between triglyceride levels and HbA1c levels. Conclusion: showed that there was a positive relationship between triglyceride levels and HbA1c levels according to the National Glycohemoglobin Standardization Program (NGSP)
Faktor Sosiodemografi Pada Wisatawan Dengan Perilaku Pencegahan Malaria Di Daerah Endemis Malaria Provinsi Lampung Aprilina Sunardi; Betta Kurniawan; Jhons Fatriyadi Suwandi; Bayu Anggileo Pramesona; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24006

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis, termasuk kawasan pesisir Provinsi Lampung yang berkembang sebagai destinasi wisata. Wisatawan merupakan kelompok berisiko akibat mobilitas tinggi dan aktivitas luar ruang, namun kepatuhan terhadap pencegahan malaria masih rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dengan perilaku pencegahan malaria pada wisatawan di daerah endemis malaria Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional cross sectional dan dilaksanakan pada Agustus–November 2025 di kawasan wisata pesisir endemis malaria Kabupaten Pesawaran, meliputi Kecamatan Punduh Pidada, Marga Punduh, dan Teluk Pandan. Sampel sebanyak 107 wisatawan domestik yang menginap minimal satu malam diperoleh melalui teknik consecutive sampling. Variabel yang diteliti meliputi tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan, dengan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan (p=0,865; OR=0,8), pekerjaan (p=0,715; OR=0,7), maupun pendapatan (p=0,465; OR=0,6) dengan perilaku pencegahan malaria. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pencegahan malaria pada wisatawan tidak hanya dipengaruhi faktor sosiodemografi, sehingga diperlukan pendekatan berbasis perilaku dan persepsi risiko dalam upaya eliminasi malaria di kawasan wisata.
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Terapi Hormonal: Studi Cross-Sectional Di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto; Reni Zuraida; Khairun Nisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.24456

Abstract

Kanker payudara merupakan masalah kesehatan utama dengan tingkat kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Kepatuhan pengobatan merupakan perilaku pasien dalam menjalani pengobatan sesuai anjuran medis yang menentukan keberhasilan terapi, terutama pada terapi hormonal yang berlangsung jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal. Metode penelitian menggunakan observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Populasi dan teknik sampling yaitu pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal dengan jumlah 120 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Uji Chi-Square dan regresi logistik digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (P-value 0,027), dukungan sosial (P-value 0,050), efikasi diri (P-value 0,002), efek samping pengobatan (P-value 0,001), hubungan dengan tenaga kesehatan (P-value 0,033), dan aksesibilitas pelayanan kesehatan (P-value 0,019) dengan kepatuhan pengobatan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa efek samping pengobatan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung dengan OR 4,022 (CI 95%: 1,705-9,488) yang artinya pasien dengan efek samping ringan berpeluang 4,022 kali lebih tinggi untuk patuh dibandingkan dengan pasien yang mengalami efek samping sedang-berat. Temuan ini menyoroti pentingnya mengelola efek samping untuk meningkatkan kepatuhan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Petani Waluyo Rudiyanto; Suharmanto Suharmanto
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.505

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan saluran pencernaan yang disebabkan oleh multifaktor seperti gaya hidup, kondisi psikologis dan mental serta lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan membuat model prediksi kejadian GERD. Penelitian merupakan kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Marga Agung Lampung Selatan bulan Mei-Oktober 2025. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani sebanyak 470 orang dengan jumlah sampel sebanyak 95 petani menggunakan simple random sampling. Variabel bebas adalah gaya hidup (pola makan, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok), kecemasan dan stress dan variabel terikat adalah kejadian GERD. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner yang sudah valid dan reliabel dengan nilai r=0,768-0,854 dan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,981. Data yang telah terkumpul kemudian dilakukan analisis menggunakan nilai rata-rata dan persentase, uji Chi-Square dan analisis regresi logistik ganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar responden berusia 41-60 tahun (47,7%), perempuan (75,8%), pendidikan SMA (40%), aktivitas fisik ringan (54,7%), tidak merokok (83,2%), pola makan baik (94,7%), tidak minum alkohol (100%), tidak mengonsumsi jamu herbal (58,9%), psikis tidak terganggu (86,3%), tidak cemas (95,8%) dan mengalami gejala GERD (50,5%). Analisis mendapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang diteliti. Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian GERD adalah kondisi psikis.  
Strategi Pencegahan Bullying pada Remaja di Sekolah Suharmanto Suharmanto; Waluyo Rudiyanto; Exsa Hadibrata
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.620

Abstract

Penelitian di Indonesia tercatat 67,9% remaja SLTA dan 66,1% remaja SLTP mendapatkan perilaku bullying. Pencegahan bullying dapat dilakukan melalui peningkatan sosialisasi dan edukasi, dukungan sosial dan membuat kebijakan di sekolah terkait pencegahan bullying. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan strategi pencegahan bullying pada remaja di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang dilakukan di SMK Bintang Nusantara Marga Agung Lampung Selatan pada bulan April-September 2025. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru BK dan siswa/i di SMK Bintang Nusantara Marga Agung Lampung Selatan sebanyak 12 orang, menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility, transferability, dependability, dan confirmability. Analisis menggunakan analisis tematik. Pencegahan bullying dan kekerasan pada anak di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah, sekolah, orangtua, dan masyarakat.
Dampak Status Sosial Ekonomi terhadap Insiden Demam Tifoid: Literatur Review Evandra Athallah Pramana; Suharmanto Suharmanto; Chicy Widya Morfi; Dian Isti Angraini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1058

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama akibat kondisi lingkungan dan sosial ekonomi yang belum memadai. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi dengan insiden demam tifoid berdasarkan berbagai penelitian yang telah dipublikasikan. Proses pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui beberapa basis data ilmiah yang kredibel, seperti PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, serta Portal Garuda untuk publikasi nasional. Selain itu, dokumen resmi dari lembaga kesehatan dunia seperti WHO digunakan sebagai sumber pelengkap. Kata kunci pencarian dirumuskan dalam kombinasi Boolean, antara lain “typhoid fever”, “Salmonella Typhi”, “socioeconomic status”, “poverty”, “WASH”, “incidence”, dan “risk factors dengan artikel 10 tahun terakhir (2015-2025). Peneliti menemukan 645 artikel dan 12 artikel yang memenuhi syarat. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi demam tifoid karena sering terpapar air minum yang tidak layak, sanitasi buruk, serta kurangnya edukasi mengenai praktik kebersihan yang benar. Selain itu, hambatan ekonomi dalam memperoleh pemeriksaan dan pengobatan juga menyebabkan keterlambatan penanganan sehingga meningkatkan risiko penularan dalam komunitas. Ketidakmerataan akses vaksinasi tifoid turut memperberat beban penyakit pada populasi rentan. Temuan ini menegaskan bahwa perbaikan kondisi sosial ekonomi merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian demam tifoid. Intervensi yang direkomendasikan meliputi peningkatan infrastruktur air bersih dan sanitasi, edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, pemerataan akses layanan kesehatan, serta perluasan jangkauan vaksinasi. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkeadilan sosial, penurunan insiden tifoid dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Co-Authors Aditya Kusumaningtyas Hudisaputeri Agus Supinganto Agusta Saraswati Agusta Saraswati Ahmad Hafid Aila Karyus Aila Karyus Alberto Taolin Amalia Febriyanti Aprilina Sunardi Ari Rosmala Dewi Asep Sukohar Asep Sukohar Atri Sri Ulandari Bahjatun Nadrati Bara Ade Wijaya Suprayitno Bayu Anggileo Pramesona Bayu Anggileo Pramesona Betta Kurniawan Betta Kurniawan betta kurniawan Betta Kurniawan Betta Kurniawan, Betta Budiana, Irwan Chicy Widya Morfi Dian Isti Angraini Dwi Indria Anggraini Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Endro Prasetyo Wahono Erwan Sani Elbands Eryati Darwin Evandra Athallah Pramana Exsa Hadibrata Exsa Hadibrata Exsa Hadibrata Exsa Hadibrata Feliatra Fitria Saftarina Gigih Setiawan Hajri, Zuhratul Hendra Tarigan Sibero Hendri Busman Hesti Yuningrum Hotman Natama Nainggolan Intanri Kurniati Irwan Budiana Jhons Fatriyadi Suwandi Jhons Fatriyadi Suwandi Joko Apriyono Khaironi Fitriany Khairun Nisa Khairun Nisa Kusniyati Utami Laisa Azka Lalu Dedy Supriatna Mars Dwi Tjahyo Maya Ganda Ratna Mela Liberti Octoriani Simaremare Muhamad Arif Rianto Muhammad Agus Muljanto Muhammad Alwi Andi Muhammad Fitra Wardhana Nisrina Anindya Taufik Nistita Abighail Nora Wilya Ovalia Novita Carolia Oktafany Oktafany Otta Nur Kirana Otta Nur Kirana Poppy Monika Sari Raden Ahmad Dedy Mardani, Raden Ahmad Dedy Raimunda Woga Ratri Mauluti Larasati Reni Zuraida Rika Lisiswanti Rini Puspasari Risal Wintoko Risal Wintoko Risal Wintoko Risti Graharti Rizqina Fara Amelia Rodiani Satya Wydya Yenny Septia Eva Lusina Shakira Shafa Namira Shinta Mayasari Siti Mutmainnah Sri Suryani Suryani Agustina Daulay Susianti Susianti Sutarto Sutarto Ta Larasati Terza Aflika Happy Tetra Arya Saputra Thoyibah, Zurriyatun Umniya Umniya Waluyo Rudiyanto Waluyo Rudiyanto Wulandari, Marita Yan Wirasati Yudhi Atmajaya Yulita Yulita Zuliardi, Zuliardi