Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Membuang Sampah Sembarangan Pada Peserta Didik Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022 Putri Maulidar; Radhiah Zakaria; Syarifuddin Anwar
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1212

Abstract

Anak usia sekolah yang memiliki kebiasaan membuang sampah sembarangan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan terutama di lingkungan sekolah yang dapat menggangu proses belajar mengajar menjadi tidak nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada peserta didik di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini peserta didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang berjumlah 292 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan tekhnik simple proportional sampling dan diperoleh sampel sebanyak 74 orang responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 25 Februari - 01 Maret 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian, selanjutnya dilakukan uji statistik dengan uji chi-square. Penelitian menunjukkan bahwa 67,6% peserta didik berperilaku membuang sampah sembarangan, 43,2% peserta didik berpengetahuan kurang baik, 70,3% peserta didik bersikap negatif, 60,8% peserta didik tidak ada pemanfaatan tempat sampah, 41,9% guru tidak berperan dan 48,6% orangtua tidak berperan. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,000), sikap (p-value=0,020), pemanfaatan tempat sampah (p-value=0,002), peran guru (p- value=0,000), peran orangtua (p-value=0,005) dengan perilaku membuang sampah sembarangan pada peserta didik di SMPN 2 Ingin Jaya Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar Tahun 2022.
Efektivitas Media Leaflet Dan Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang 5 M Pencegahan Covid-19 Pada Santri Dayah Insan Qurani Aneuk Batee Aceh Besar Tahun 2022 Fardhi Aqlizar; Eddy Azwar; Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i1.1221

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-12. Perlunya upaya pencegahan untuk penularan Covid-19 yaitu menerapkan protokol kesehatan 5M untuk Pencegahan Covid-19 guna memutuskan rantai penularan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang 5M untuk Pencegahan Covid-19 adalah sumber informasi yang terbatas dalam lingkungan pesantren karena . Media Leaflet dan Audio Visual adalah media yang dapat digunakan dalam penyampaian informasi pendidikan kesehatan tentang 5M Pencegahan Covid-19. Penelitian bertujuan mengetahui Efektivitas Media Leaflet Dan Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Tentang 5M Pencegahan Covid-19 Pada Santri Dayah Insan Qurani Aneuk Batee Aceh Besar Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan rancangan Pre TestPost Test two group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri putra kelas VIII di Dayah Insan Qur’ani Aneuk Batee Aceh Besar sebanyak 88 santri. Peneliti mengambil sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah 88 santri dan semua dijadikan sebagai responden, dibagi menjadi 44 santri Media Leaflet dan 44 santri Media Audio Visual. Hasil Uji T dependent pengetahuan santri tentang 5M Pencegahan Covid-19 di Dayah Insan Qur’ani Aneuk Batee Aceh Besar dengan menggunakan Media Leaflet dan Media Audio Visual sebelum dan sesudah diberikan intervensi meningkat. Dilihat dari Uji T Independent nilai post test pada Audio Visual 25.14 dan nilai pada Leaflet 24.36. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Media Audio Visual lebih Efektif dari Media Leaflet. Diharapkan kepada pihak Dayah khususnya dibagian tenaga kesehatan yang melakukan penyuluhan sebaiknya lebih banyak menggunakan Media Audio Visual dibandingkan Media Leaflet dalam peningkatan pengetahuan tentang 5M agar dapat cepat untuk meningkatkan pengetahuan santri.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Terhadap Keselamatan Kerja Perawat Unit Gawat Darurat (UGD) Dan Rawat Inap (RANAP) Rumah Sakit Teungku Fakinah Selama Masa Pandemi Covid-19 Wahyu Zulkiram; Ibrahim Laweung; Radhiah Zakaria
Journal of Health and Medical Science Volume 2 Nomor 3 Juli 2023
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jhms.v2i3.1402

Abstract

Pengetahuan penggunaan APD harus dimiliki oleh perawat agar dapat memahami potensi risiko bahaya infeksi, tidak hanya pengetahuan tetapi perawat juga harus memiliki sikap yang positif penggunaan APD yang baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang baik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap perawat dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) terhadap keselamatan kerja perawat Unit Gawat Darurat (UGD) dan Rawat Inap (RANAP) Rumah Sakit Teungku Fakinah selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional . Penelitian dilaksanakan di Unit Gawat Darurat (UGD) dan Rawat Inap (RANAP) Rumah Sakit Teungku Fakinah tanggal 01-12 Desember 2021. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 perawat yang diambil dengan total populasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 58.3% responden pengetahuan berada pada kategori baik dan 41.7% responden pengetahuan berada pada kategori kurang baik, sedangkan untuk sikap menunjukkan sebesar 58.3% responden yang sikapnya berada pada kategori positif dan 41.7% responden yang sikapnya berada pada kategori negatif. Hasil uji statistik ada hubungan antara pengetahuan perawat terhadap keselamatan kerja nilai p value 0,000 dan ada hubungan antara sikap perawat terhadap keselamatan kera nilai p value 0,001. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para perawat, dan bagi Rumah Sakit Teuku Fakinah untuk tetap memakai APD dalam menangani klien.
Determinants of Diabetes Mellitus Complication Prevention in Rural Communities Hurmia Hurmia; Fahmi Ichwanyah; Radhiah Zakaria; Meutia Zahara; Maidar Maidar
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 4 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i4.2120

Abstract

Diabetes mellitus is a major global public health problem that contributes significantly to morbidity, mortality, and decreased quality of life due to its long-term complications. Rural communities are particularly vulnerable to diabetes mellitus complications because of limited access to healthcare services, inadequate health education, low socioeconomic status, and insufficient preventive health behaviors. The purpose of this study is to analyze the determinants of diabetes mellitus complication prevention in rural communities. This quantitative study with a cross-sectional design in May 2025. The study population consisted of 348 respondents with a sample of 186 respondents selected using random probability sampling. Data were collected through questionnaires. The results showed that all questionnaire items were valid, with r-count values ranging from 0.412 to 0.845, exceeding the r-table value. Reliability testing was conducted using Cronbach’s Alpha, and all variables demonstrated good internal consistency, including diabetes complication prevention (0.892), knowledge (0.846), motivation (0.874), and health examination (0.831). Analyzed using logistic regression. The results showed a significant relationship between education (0.000), type of employment (0.000), income level (0.00), knowledge (0.000), attitude (0.000), self-motivation (0.000), family support (0.000), and access to health services (0.000) with efforts to prevent DM complications. In contrast, age (0.067), gender (0.291), and anxiety level (0.080) were not significantly related. The most dominant variable was self-motivation with an OR of 144.7. The conculsion is education, occupation, income, knowledge, attitude, family support, healthcare access, and especially self-motivation significantly influenced diabetes complication prevention efforts in rural communities.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI UPTD PUSKESMAS TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA Eka Safitri; Radhiah Zakaria; Anwar Arbi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58104

Abstract

Aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas menghasilkan beragam limbah medis yang dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat apabila pengelolaannya  kurang tepat. Penelitian ini berttujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai pengelolaan limbah medis pada UPTD Puskesmas Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan jumlah informan 6 orang terdiri dari  Ketua Pengelola Kesehatan Lingkungan,  dokter,  Kepala IGD,  Kepala Ruang Rawat Inap,  Perawat Gigi dan Bidan. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Informasi dalam penelitian didapatkan dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview) dan FGD kepada Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan dan Petugas/Pegawai Puskesmas Tanah Luas, dianalisis menggunakan metode studi kasus dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis di Puskesmas Tanah Luas menghadapi sejumlah tantangan yang signifikan. Hal ini meliputi kurangnya pemahaman tentang jenis limbah medis, kurangnya pelatihan yang memadai untuk pengelolaan limbah, infrastruktur yang kurang memadai, dan kurangnya kesadaran akan risiko lingkungan dan kesehatan yang terkait dengan limbah medis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengelolaan limbah medis pada Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara dapat dikatakan belum sesuai dengan pengelolaan limbah medis menurut Permenkes RI No. 18 Tahun 2020. Saran kepada Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara agar memperbaiki pengelolaan limbah medis, sehingga dapat menjaga kesehatan lingkungan dan masyarakat sekitar Puskesmas.