Articles
Peran Guru Penggerak dalam Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Dasar di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang
Sugeng Aliy Shahid;
Munthoha Nasuha;
Suriswo Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 19 No 2 (2025): Education, Multiculturalism and Management
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v19i2.508
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan peran Guru Penggerak (GP) terhadap pengetahuan pendidik yang memadai, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung penyelenggaraan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang. Subyek penelitian ini adalah beberapa SD yaitu SDN 01, 05 Kendalsari, SDN 03 Serang, SDN 01 Panjunan, SDN 10 Petarukan, dan SDN 01 Panjunan yang didalmnya terdapat GP yang dibedakan menjadi dua kategori yaitu lulusan tahun 2023 dan 2024. Pemilihan subyek tersebut didasarkan pada pertimbangan tahun lulus dan letak geografis kecamatan Petarukan yang membentang dari arah utara ke selatan sehingga dipilih enam SD tersebut yang dapat merepresentasikan kedua kriteria di atas. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis dilakukan terhadap data kualitatiif menghasilkan simpulan bahwa GP berperan dalam penyelenggaraan pendidikan SD khususnya pada: 1) pengetahuan yang memadai (85,50%), 2) pemanfaatan sarana prasarana sekolah (91,75%) dan lingkungan yang mendukung (92,00%).
The Effectiveness of Inquiry-Based Learning in Enhancing Student Creativity as a Dimension of Deep Learning and Its Impact on Learning Outcomes in Elementary Education
Ariyatun;
Suriswo;
Dewi Apriani
Jurnal Paedagogy Vol. 13 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/jp.v13i2.19439
This study aims to investigate the effectiveness of inquiry-based learning in enhancing students’ creativity as a dimension of deep learning and its impact on learning outcomes in elementary education. The research was conducted with sixth-grade students at SDN Wanamulya, Pemalang Regency. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The instruments included a creativity observation checklist and an IPAS learning achievement test. Data were analyzed using descriptive statistics and comparative analysis to examine changes in students’ creativity and learning outcomes before and after the implementation of inquiry-based learning. The findings indicate that students’ creativity improved following the implementation of inquiry-based learning, as reflected in the increase in the mean creativity score from 2.34 in the pretest to 3.54 in the posttest. Improvements were observed across several dimensions, including idea fluency, flexibility in problem-solving, originality, and elaboration. In addition, students’ learning outcomes showed a significant increase, with the class average score rising from 63.40 in the pretest to 82.15 in the posttest. The percentage of students achieving the minimum mastery criterion also increased from 45% to 85%. In conclusion, inquiry-based learning is effective in promoting meaningful learning and supporting deep learning by enhancing students’ creativity and improving learning outcomes in elementary education.
Metode Pembelajaran Inkuiri untuk Peningkatan Kemampuan Berpikir dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar
Suriswo Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2005)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v1i1.9
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan dasar kita dewasa khususnya dalam pembelajaran adalah adri sudut PBM di kelas yang dibangun oleh guru dalam pelajaran IPS ini cenderung terbatas pada penguasaan materi pelajaran atau bertumpu pada pengembangan aspek kognitif tingkat rendah. Untuk itu perlunya menerapkan metode pembelajaran inkuiri sesuai dengan tujuan pembelajaran IPS. Tujuan metode inkuiri ialah mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang dibutuhkan dengan memberikan permasalahan – permasalahan untuk dipecahkan. Metode inkuiri merupakan metode pembelajaran taraf tinggi karena memerlukan pemecahan masalah yang kompleks dan menuntut/mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pila. Metode pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran IPS di SD adalah di bangun atas dua sisi, yaitu sisi proses belajar sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan sisi hasil belajar untuk mengkontruksi pengetahuan atau penguasaan materi pembelajaran yang baru.
Peranan Manajemen dan Kepemimpinan MBS dalam Mensukseskan KBK di Sekolah
Suriswo Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2005)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v1i2.11
Rendahnya mutu pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah dalam sistem pendidikan kita. Manajemen dan kepemimpinan MBS bisa mengatasi masalah rendahnya mutu pendidikan. Implementasi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) di sekolah juga tergantung dari peranan manajemen dan kepemimpinan yang MBS tersebut. Keberhasilan implementasi KBK di sekolah tidak terlepas dari bagaimana pola manajemen yang digunakan dalam mensukseskan KBK di sekolah yakni Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS ini kiranya diharapkan mampu dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk itu maka peran manajemen dan kepemimpinan sekolah yang MBS merupakan usaha inovatif dalam mensukseskan KBK di sekolah. Sehingga pada giliran dapat meningkatkan mutu pendidikan. Tidak hanya peran kepala sekolah saja, melainkan guru dan masyarakat juga sangat berperan dalam ikut mensukseskan KBK di sekolah tersebut.
Pengembangan Konseling Sekolah Berbassis Life Skill
Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1 (2006)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v2i1.21
Masalah pendidikan di indonesia dari waktu ke waktu meliputi pemerataan mutu, revelansi, efeisiensi, dan efektifitas pendidikan. Konseling life skill sebagai upaya untuk membantu siswa agar mampu mengembangkan keterampilan membantu dirinya sendiri. Melalui konseling kecakapan hidup individu diharapkan mampu memahami kecakapan-kecakapan yang dimiliki, memahani kebutuhan masa depannya, menyusun alternatif-alternatif pemecahan masalah masa depannya berdasarkan potensinya dalam rangka mencapai kesuksesan dalam hidup. Tujuan konseling life skills adalah (1) membantu individu agar dapat mampu membantu dirinya dengan cara mengembangkan keterampilan berpikir (thinking skills) dan bertindak (action skills) sehingga dapat mengatasi masalah yang dialaminya sekarang, dan mampu mencegah terjadinya masalah di masa depan. (2) membantu individu agar menjadi “the skilled person†yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk hidup secara efektif dalam memghadapi berbagai aspek kehidupan
Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Perguruan Tinggi: Menuju Kompetensi Lulusan Tuntutan Masa Depan
Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.46
Manakala pada saat ini kualitass lulusan masih dipersoalkan banyak kalangan karena ketidak mampuannya berkompetisi dengan perguruan tinggi luar negeri maka jangalah secara membabi buta seratus persen menyalahkan pihak lembaga. Namun demikian, kasus ini bisa jadi merupakan bahan masukan yang berharga bagi pihak lembaga perguruan tinggi untuk berbenah diri guna semakain meningkatkan mutu terutama dalam rangka memasuki era kehidupan pasar bebas. Pengembangan kurikulum di perguruan tinggi yang berbasis kompetensi, maka tujuan, isi program, model implementasi, dan evaluasi pembelajaranya harus mengacu pada sejumlah kurikulum di Perguruan Tinggi yang berbasis kompetensi sangat dimungkinkan untuk dipakai satu bahan pertimbangan dalam upaya untuk meningkatkan lulusan masa depan.
Hambatan Implementasi Kurikulum 2013 oleh Guru Bimbingan dan Konseling di SMP Negeri 1 Kota Tegal
Dino Rozan;
Suriswo
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v9i1.81
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1). kondisi sarana dan prasarana yang mendukung layanan BK dalamimplementasi kurikulum 2013 di SMP 01 Kota Tegal. (2). Dukungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah serta guruguru dalam implementasi kurikulum 2013 dalam layanan BK di SMP 01 Kota Tegal. (3). Materi layanan BK dalamimplementasi kurikulum 2013 di SMP 01 Kota Tegal.Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian ini adalahpenelitian kasus. Variabel atau subyek yang diteliti yaitu guru-guru BK dan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dansiswa kelas VII SMP Negeri 01 Kota Tegal. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Dalampenelitian ini peneliti menggunakan triangulasi teknik pengumpulan data dan sumber data sebagai uji keabsahan data.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1). kondisisarana dan prasarana yang mendukung layanan BK dalam implementasi kurikulum 2013 di SMP 01 Kota Tegal adalahmenunjukkan cukup memadai (2). Dukungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah serta guru-guru dalam implementasikurikulum 2013 dalam layanan BK di SMP 01 Kota Tegal menunjukkan sangat apresiasif.(3). Materi layanan BK dalamimplementasi kurikulum 2013 di SMP 01 Kota Tegal menunjukkan sesuai dengan kemampuan dasar, bakat, dan minatpeserta didik, dan sudah sesuai dengan peminatan peserta didik. Hambatan-hambatan yang ditemukan dalam penelitianadalah (1).sarana layanan BK masih menggunakan kelas, (2). belum memiliki LCD khusus untuk guru BK. (3).terbatasnyadana dan sekolah tidak diperbolehkan memungut dana dari siswa, (4). materi layanan peminatan yang disampaikan kepadasiswa,dan guru BK mencari atau berusaha sendiri.
Kinerja Guru sebagai Pengembang Kurikulum 2013
Suriswo;
fikri aulia
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 11 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v11i2.123
The purpose of this study is to obtain empirical information about teacher competence, and teacher performance in planning, implementing and evaluating the curriculum 2013. The research is carried out using qualitative approach type case study. In accordance with the characteristics of the problem studied, this research activity is based on evaluative descriptive studies. Characteristics of qualitative research are characterized by activities to observe people in real situations both in the interacting environment, as well as to understand the behavior of the observed person. The location of this research is in SMP N 1 Kota Tegal Central Java Province and the subjects of this study are the principal of 1 person, 10 teachers, 1 student, vice head of curriculum 1 person in junior high school N 1 Tegal City Central Java Province From the results of this study it can be concluded that the performance of teachers as the developers of the 2013 curriculum is good but there are still many shortcomings about the understanding of the concept of learning contained in the curriculum 2013, the 2013 curriculum emphasizes the development of the character of learners, 2013 curriculum is very good for learners in developing the process of thinking and discussio.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Suriswo suriswo;
Manfur manfur
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v13i1.198
The aim of this research is to develop a learning model that can improve student achievement. Analyzing the effectiveness of the problem-based learning model (PBM) can improve student achievement higher than the previous learning outcomes that do not use PBL learning models in SD Negeri Kagok 01 Slawi District, Tegal Regency. Knowing the form of support from the principal, other teachers and facilities in the implementation of the PBM learning model. The target of this research is expected to find empirical data and facts is the desired product of this research and development in the form of PBM learning models. The research method will be implemented namely Field Prasurvey (factual model), collecting data relating to: (a) students; (b) teaching and learning process; (c) teacher and (d) facilities and environment. The draft model (a) design of the model, consists of formulating competencies, determining material, and preparing lesson plans, determining methods, media, and evaluation; (b) Application of the model by conducting a pre test. (c). Application of the model by conducting a post test. (d). Conduct analysis by comparing pre test and post test scores with t tests. From the results of calculations with the t test obtained, the empirical t test is greater than the t test in the table, so it is concluded that the PBM model is more effective.
Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Suriswo;
Sumartono
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24905/cakrawala.v15i1.277
In general , the purpose of this research is to apply a learning model that can improve student achievement . Specifically, the objectives of this study are to: (1). Know and analyze the learning conditions in SD Kagok before applying the CTL learning model. (2). Analyzing the effectiveness of the CTL learning model can improve student achievement which is higher than previous learning outcomes that are not using the CTL learning model at SD Negeri Kagok. Slawi District, Tegal Regency. Knowing the form of support from the principal, other teachers and facilities in the implementation of the CTL learning model. This research method uses a pre and post test experimental design. This phase includes several activities, namely; (a) conducting a pretest (pretest), (b) conducting an observation, interview/interview, (c) conducting a final test (posttest). Conducting a pretest (pretest) to one group/class before applying the CTL model. Conducting a final test (posttest) to the group/class after applying the CTL model. Perform analysis by comparing pre-test and post-test scores with t-test. From the results of calculations using the t-test, it is obtained that the empirical t-test is greater than the t-test in the table, so it can be concluded that the CTL learning model is more effective.