Articles
PERAN BIDAN DALAM MEMBERIKAN ASUHAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI PMB WILAYAH NAGOYA KOTA BATAM
Purba, Netty Herawaty;
Husnah, Ridni;
Nuraina, Siti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 2 (2023): JUNI
Publisher : NHM PRESS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Reproductive health is a state of complete physical, mental and social health, not solely free from disease or disability related to the reproductive system, functions and processes. The purpose of this study was to determine the role of midwives in providing adolescent reproductive health care at PMB Nagoya Region, Batam City. The research method used in this study is a qualitative descriptive research design. The selection of informants was determined using a purposive sampling technique. By conducting interviews with 5 midwives and 5 adolescents. The results of this study are the role of midwives as communicators, namely providing information related to reproductive health, providing information related to balanced nutrition and providing information about menstrual disorders in adolescents. The midwife's role as a motivator is by advising good things related to the disorders they experience such as maintaining cleanliness, avoiding stress, getting enough rest for cases of menstrual disorders that often appear in adolescents. The midwife's role as a facilitator is to provide a place for adolescents regarding adolescent reproductive health, besides that midwives also provide HB checks and provide FE tablets to adolescents who need them. The role of midwives as counselors is to provide counseling to adolescents regarding reproductive health, where midwives always listen to adolescent complaints well and provide information to adolescents according to complaints experienced. The conclusion from this study is that midwives have provided care in accordance with the midwife's role in providing reproductive health care to adolescents
Optimalisasi Penyuluhan Buah Bit Dalam Menurunkan Anemia Pada Remaja
Husnah, Ridni;
Fitriani, Fitriani;
Panjaitan, Angellisa Lammabue
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 10 (2023): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v1i10.564
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan tentang buah bit merupakan upaya peningkatan pengetahuan pada remaja di posyandu remaja bengkong. Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama Negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Buah bit memiliki banyak kelebihan bagi kesehatan maupun pengobatan sehingga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi anemia. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara berkordinasi dengan Kader Posyandu kemudian tim melakukan wawancara kepada Remaja, dengan penyebaran kuisinoer dan melakukan pemeriksaan Kadar hemoglobin pada remaja. Keberhasilan kegiatan ini ditujukan untuk memberikan informasi tentang buah bit dan pembagian biscuit dengan bahan olahan utama buah bit secara berkala untuk mengatasi anemia pada remaja khususnya remaja Wanita. Kesimpulan kegiatan ini Teknik penyuluhan dengan menggunakan metodeh ceramah dan sesi tanya jawab dapat meningkatkan pengetahuan Remaja tentang Anemia dan pemanfaatan buah bit, dengan demikian diharapkan remaja dapat memahami pentingnya buah bit untuk menjadi salah satu alternatif mengatasi dan mencegah terjadinya anemia. Saran agar kegiatan ini dapat dilakukan secara periode sehingga menanamkan rasa kepedulian remaja terhadap Anemia dan lebih peka terhadap pemenuhan kebutuhan asupan gizi pada remaja untuk menghindari anemia.
Peningkatan Kualitas Generasi Sadari Kesehatan Reproduksi Remaja Putri
Husnah, Ridni;
Fitriani, Fitriani;
Sitompul, Elmay Satifa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1126
Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, menurut Praturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mereka, diharapkan siswi SMPN 34 Batam dapat secara aktif dan mandiri dalam menjaga kesehatan reproduksinya dan menjadi generasi yang sadar kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Perencanaan dan persiapan kegiatan ini meliputi identifikasi responden, persiapan materi dan perlengkapan penyuluhan, kemudian pelaksana mengidentifikasi hal- hal yang akan disampaikan saat penyuluhan kepada remaja. Kegiatan penyuluhan dilakukan di SMPN 34 Batam pada 27 April 2024. Kegiatan dihadiri oleh siswa-siswi SMPN 34 Batam dengan rentang usia remaja yang berjumlah 40 orang. Pelaksanaan kegiatan tersebut meliputi kegiatan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab dengan peserta penyuluhan dan diakhiri dengan evaluasi. Hasil evaluasi setelah dilakukan penyuluhan menunjukkan bahwa 85% remaja mengetahui definisi remaja, 90% remaja mengetahui perbedaan perubahan fisik remaja, 88% remaja mengetahui perbedaan perubahan psikologis remaja.
Upaya Penanggulangan Masalah Kesehatan Reproduksi Pada Remaja
Fitriani, Fitriani;
Husnah, Ridni;
Nurhaliza, Siti;
Tampubolon, Agnes Jelita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1153
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan yang sehat baik sosial, fisik, dan mental yang berkaitan dengan fungsi reproduksi, peran dan sistem reproduksinya. Minimnya informasi menganai kesehatan reproduksi membuat remaja bingung dan tidak mengetahui pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sehingga kondisi tersebut membuat remaja rentan dan berisiko terhadap gangguan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual berisiko. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi kepada remaja guna mewujudkan upaya penanggulangan masalah kesehatan reproduksi remaja. Metode penyuluhan dilakukan di SMPN 34 Batam melalui diskusi kelompok 34 siswa dan siswi menggunakan teori Health Belief Model digunakan untuk memahami perilaku kesehatan remaja dalam menerima dan mengadopsi informasi tentang kesehatan reproduksi. Evaluasi hasil kegiatan dengan Post Test. Adapun output kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan siswa dan siswi tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja dan upaya pencegahan gangguan kesehatan reproduksi dan perilaku seksual berisiko yang dapat dilihat dari hasil kuesioner pre dan post test.
AKSI EDUKASI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN REMAJA PENTING NYA STATUS GIZI DALAM PENCEHAGAN ANEMIA PADA REMAJA
Fitriani;
Ridni Husnah
Awal Bros Journal of Community Development Vol 4 No 1 (2023): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54973/abjcd.v4i1.318
The problem of nutrition in Indonesia is still an unfinished homework. The problem of micronutrient deficiencies such as anemia is one of several problems that occur in Indonesia. The purpose of this community service activity is to provide nutrition education and increase youth knowledge in anemia prevention. The activity method consists of three, namely planning, implementation and evaluation. Planning includes coordination with partners, preparation of educational materials and equipment. Evaluation uses a questionnaire to measure knowledge before and after education. The partners for this activity are teenagers in Pulau Panjang, Kec. Galang, Batam City. This activity carries out education with various methods, namely lectures, videos and leaflets. The implementation will be carried out on March 30, 2023. There were 35 young women who attended. The results of the post-test showed that there was an increase in the knowledge of young women before and after education, which was 8.67 points. In educational activities on nutritional status in preventing anemia there is an increase in knowledge which can occur one of them due to the use of various media. Education runs smoothly and can increase adolescent knowledge in preventing anemia. This activity received support from the Head of the Long Island RT and the participants were very enthusiastic in participating in this community service.
PENGENALAN PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA REMAJA
Ridni Husnah;
Nuari Andolina
Awal Bros Journal of Community Development Vol 4 No 1 (2023): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54973/abjcd.v4i1.320
Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a movement or program launched by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia with the aim of improving the quality of public health. This situation requires the community, especially adolescents to be more sensitive to health and personal hygiene. Education about PHBS on this island is felt to be very necessary so that adolescents can maintain personal hygiene and health, so as to avoid various viruses and diseases. Some PHBS that need to be conveyed to adolescents are how to wash hands properly and correctly, how to apply cough ethics, how to practice physical distancing, and how to maintain personal hygiene. This community service was carried out on Panjang Island, Saturday, June 10, 2023 at 14.00 WIB until it was completed with the theme of PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) counseling in Realizing a Healthy Care Generation in the Islands. This activity was organized by a team of lecturers and students of Awal Bros. University participants. The purpose of PHBS is to carry out community service as a form of atmosphere building in the Youth Islands. As a result of the counseling, adolescents become more aware of the importance of clean and healthy living behavior. The conclusion of the implementation of this community service program is that there is an increase in students' understanding by 95% of the importance of clean living behavior.
Pengaruh Kader Remaja Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja
Husnah, Ridni;
Amir, Eka Fitri;
Sari, Yunita Asmala
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 7 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v7i2.197
Masa remaja merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, yang disertai dengan berbagai perubahan baik secara fisik, psikis maupun secara sosial. Tujuan dilakukannya Penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh kader remaya terhadap peningkatan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi. Jenis penelitian ini merupaan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study (potong silang). populasinya adalah semua remaja pada Posyandu Remaja Healthy Teenagers. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel yaitu 30 orang. Analisis data mengunakan uji Chi-Square, Hasil Penelitian diperoleh ada pengaruh kader remaja terhadap pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan nilai P= 0,000, dengan demikian peneliti berharap agar semua posyandu remaja di Kota Batam membina kader remaja atau konselor sebaya agar dapat membuat pelatihan pada kader remaja agar lebih bisa melakukan konseling dan mengatasi masalah lain pada remaja.
Screening Gangguan Kesehatan Mental Remaja Menggunakan Web SICHI Pada Remaja Di Kota Batam
Ichi Salsabila Anggreswari;
Eka Fitri Amir;
Ridni Husnah;
I Wayan Eka Budi Utama
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.239
Latar Belakang: SICHI adalah singkatan dari Screening Adolesscent Mental Health Indonesia. SICHI ini merupakan alat berupa media website yang dikembangkan oleh peneliti sebagai alat bantu untuk melakukan skrining gangguan kesehatan mental seperti stres pada remaja. Kesehatan mental merupakan keadaan kesehatan mental yang memungkinkan seseorang untuk melakukan hal yang terbaik, bisa kerja secara efektif dan berkontribusi dalam hal positif terhadap lingkungan, bahkan ketika menghadapi situasi kehidupan yang penuh dengan tekanan. Remaja termasuk salah satu kelompok umur yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan website yang mempermudah dalam melakukan screening gangguan kesehatan mental pada remaja dan melakukan screening secara mandiri. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang mahasiswa prodi sarjana kebidanan tingkat 1 di Universitas Awal Bros yang diminta untuk mengisi data dengan login di website yang telah berisi pertanyaan terkait tingkat stres remaja serta sudah dilakukan uji validitas dan reabilitas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa website SICHI dapat menampilkan skrining tingkat stres remaja secara real time. Kesimpulan: didapatkan hasil sebanyak 17 orang (47,2%) responden berada pada kategori stres berat, hal ini membuktikan bahwa website SICHI dapat digunakan untuk skrining gangguan kesehatan mental remaja secara real time.
Pemberdayan Kader Remaja Melalui Peningkatan Sarana Pemeriksaan Kesehatan Dasar di Posyandu Remaja: Pemberdayan Kader Remaja Melalui Peningkatan Sarana Pemeriksaan Kesehatan Dasar di Posyandu Remaja
Ridni Husnah;
Nuari Andolina;
Syfanea Adienda
J.Abdimas: Community Health Vol 5 No 2 (2024): J.Abdimas: Community Health - November 2024
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30590/jach.v5n2.1072
Adolescence is a time of storm and stress so it requires health services that care for teenagers. Youth Posyandu is one of the Community Resource Health Efforts (UKBM) that is managed and organized by, for, for and with the community, including adolescents in the implementation of health development. The Youth Posyandu in Bengkong Indah Village, Batam City has been formed, but there is still a lack of knowledge of peer cadres and infrastructure for basic examination of the Youth Posyandu, so that the Youth Posyandu runs less than optimally. The purpose of this activity is to give me a lesson for youth cadres on how to conduct an initial examination during the youth posyandu and complete the facilities of the youth posyandu that are not yet available. The activity was carried out at the Healty teenagers posyandu, Bengkong indah village, Batam city with a target of 7 peer cadres. The form of activities is the restructuring of peer cadres, health education and training for peer cadres. The activity was carried out well and smoothly, where the Youth Knowledge using the basic examination tool of the youth posyandu after being given training increased to 4 people or (57%), while the knowledge of adolescents decreased from 5 people (71%) after being given training to 1 person (14%). After this activity ends, it is hoped that the youth posyandu will be more optimal in the implementation of its examinations and activities will run regularly with the support of the health center.
Pengaruh Pemberian Minuman Herbal Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum) untuk Penurunan Derajat Desminorea
Rici Gusti Maulani;
Ridni Husnah;
Tinta Julianawati;
Lim Susan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54100/bemj.v8i1.305
Latar Belakang: Dismenorea adalah gejala umum yang menyerang sekitar 60% wanita menstruasi. Diklasifikasikan menjadi dismenorea primer dan sekunder. Pada Dismenorea Primer, nyeri kram menstruasi terjadi tanpa adanya patologi panggul, sedangkan pada dismenorea sekunder, terdapat periode nyeri yang disertai patologi yang mendasarinya. Dismenore primer, merupakan nyeri menstruasi tanpa adanya gangguan organik pada sistem reproduksi, dapat sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan baik, dismenore primer dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan design One-Group Pre test-Post. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 dengan jumlah sampel 30 orang siswi di Nam Islamic Boarding School Kota Batam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari pemberian minuman herbal kayu manis (cinnamomum zeylanicum) untuk penurunan derajat desminorea. Kesimpulan: Kayu manis berpengaruh untuk menurunkan nyeri disminorea karena kayu manis mengandung senyawa utama yang memiliki efek anti inflamasi yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri. Hal ini dikarenakan terdapat zat utama yang terkandung dalam kayu manis yaitu komponen utama minyak atsiri dari batang kayu manis cinnamaldehyde dan eugenol yang mana meringankan peradangan.