Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Minuman Herbal Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum) untuk Penurunan Derajat Desminorea Rici Gusti Maulani; Ridni Husnah; Tinta Julianawati; Lim Susan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i1.305

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah gejala umum yang menyerang sekitar 60% wanita menstruasi. Diklasifikasikan menjadi dismenorea primer dan sekunder. Pada Dismenorea Primer, nyeri kram menstruasi terjadi tanpa adanya patologi panggul, sedangkan pada dismenorea sekunder, terdapat periode nyeri yang disertai patologi yang mendasarinya. Dismenore primer, merupakan nyeri menstruasi tanpa adanya gangguan organik pada sistem reproduksi, dapat sangat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan baik, dismenore primer dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian menggunakan Pre-Eksperimental dengan design One-Group Pre test-Post. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2024 dengan jumlah sampel 30 orang siswi di Nam Islamic Boarding School Kota Batam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dari pemberian minuman herbal kayu manis (cinnamomum zeylanicum) untuk penurunan derajat desminorea. Kesimpulan: Kayu manis berpengaruh untuk menurunkan nyeri disminorea karena kayu manis mengandung senyawa utama yang memiliki efek anti inflamasi yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri. Hal ini dikarenakan terdapat zat utama yang terkandung dalam kayu manis yaitu komponen utama minyak atsiri dari batang kayu manis  cinnamaldehyde dan eugenol yang mana meringankan peradangan.
Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Masa Nifas Berbasis Video Terhadap Kemampuan Perawatan Mandiri Ibu Nifas di TPMB Narfin Makassar Syamsuriyati, Syamsuriyati; febiola, Febi; Syarief, Sutrani; Husnah, Ridni
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.292

Abstract

Masa nifas masih dinyatakan masa yang kritis bagi ibu setelah melahirkan. Diperkirakan 60% kematian ibu terjadi setelah persalinan dan 50% diantaranya terjadi dalam selang waktu 24 jam pertama. Penanganan komplikasi nifas sering terlambat karena masih banyak ibu tidak mengetahui kemampuan perawatan mandiri ibu nifas yang dapat di deteksi secara dini. Untuk mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas berbasis video terhadap kemampuan perawatan mandiri ibu nifas di TPMB Narfin Sudiang Kota Makassar Tahun 2023Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian yang digunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest- posttest design. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel sebanyak 30 pada ibu nifas yang berkujung ke TPMB. Rata-rata pengetahuan ibu nifas terhadap kemampuan perawatan mandiri sebelum diberikan pendidikan kesehatan berbasis video yaitu 73.23 dengan standar deviasi 8.060 nilai terendah 50,00 dan tertinggi 10,00. Sedangkan rata-rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan berbasis video untuk Post-Test sebesar 79.41 dengan standar deviasi 10.714. Nilai terendah 60,00 dan tertinggi 80,00. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh signifikan pengetahuan ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan masa nifas berbasis video dilihat dari p=0,000 lebih kecil dari α=0,05 sehingga diputuskan Ho ditolak dan Ha diterima yang bermakna bahwa terdapat pengaruh yang singnifikan Pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas berbasis video terhadap kemampuan perawatan mandiri ibu nifas.
AKSI EDUKASI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN REMAJA PENTING NYA STATUS GIZI DALAM PENCEHAGAN ANEMIA PADA REMAJA Fitriani; Husnah, Ridni
Awal Bros Journal of Community Development Vol 4 No 1 (2023): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v4i1.318

Abstract

The problem of nutrition in Indonesia is still an unfinished homework. The problem of micronutrient deficiencies such as anemia is one of several problems that occur in Indonesia. The purpose of this community service activity is to provide nutrition education and increase youth knowledge in anemia prevention. The activity method consists of three, namely planning, implementation and evaluation. Planning includes coordination with partners, preparation of educational materials and equipment. Evaluation uses a questionnaire to measure knowledge before and after education. The partners for this activity are teenagers in Pulau Panjang, Kec. Galang, Batam City. This activity carries out education with various methods, namely lectures, videos and leaflets. The implementation will be carried out on March 30, 2023. There were 35 young women who attended. The results of the post-test showed that there was an increase in the knowledge of young women before and after education, which was 8.67 points. In educational activities on nutritional status in preventing anemia there is an increase in knowledge which can occur one of them due to the use of various media. Education runs smoothly and can increase adolescent knowledge in preventing anemia. This activity received support from the Head of the Long Island RT and the participants were very enthusiastic in participating in this community service.
PENGENALAN PRILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA REMAJA Husnah, Ridni; Andolina, Nuari
Awal Bros Journal of Community Development Vol 4 No 1 (2023): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v4i1.320

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a movement or program launched by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia with the aim of improving the quality of public health. This situation requires the community, especially adolescents to be more sensitive to health and personal hygiene. Education about PHBS on this island is felt to be very necessary so that adolescents can maintain personal hygiene and health, so as to avoid various viruses and diseases. Some PHBS that need to be conveyed to adolescents are how to wash hands properly and correctly, how to apply cough ethics, how to practice physical distancing, and how to maintain personal hygiene. This community service was carried out on Panjang Island, Saturday, June 10, 2023 at 14.00 WIB until it was completed with the theme of PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) counseling in Realizing a Healthy Care Generation in the Islands. This activity was organized by a team of lecturers and students of Awal Bros. University participants. The purpose of PHBS is to carry out community service as a form of atmosphere building in the Youth Islands. As a result of the counseling, adolescents become more aware of the importance of clean and healthy living behavior. The conclusion of the implementation of this community service program is that there is an increase in students' understanding by 95% of the importance of clean living behavior.
Pendidikan Kesehatan Tentang Imunisasi Dasar Lengkap bagi orang Tua Husnah, Ridni; Julianawati, Tinta; Olivia, Dita Cahya; Kumalasari, Fitri; Fitriani, Fitriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.301

Abstract

Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan pemberantasan penyakit menular.  Berdasarkan  masih  rendahnya cakupan imunisasi dasar pada bayi tersebut. tim pengabdian masyarakat  mengadakan penyuluhan tentang pentingnya  imunisasi  dasar  lengkap  bagi  bayi/balita. Tujuan  pengabdian  masyarakat  ini  untuk  meningkatkan pengetahuan  orangtua  melalui  Pendidikan  Kesehatan  tentang  Imunisasi Dasar Lengkap bagi Orang Tua Balita. Metode  yang  digunakan  yaitu  penyuluhan.  Kegiatan ini sangat memberikan  manfaat  untuk  masyarakat,  sehingga  masyarakat  mengetahui secara jelas imunisasi dasar dan cara penanganan awal efek samping imunisasi dasar. Sehingga masyarakat dapat menepis isu-isu yang berkembang dalam masyarakat mengenai imunisasi ini untuk meningkatkan derajat kesehatan anak.
Optimizing the Role of Adolescents in Preventing Early Marriage Through Advocacy of Reproductive Health Rights. Fitriani, Fitriani; Husnah, Ridni; Fariningsih, Erika; Kartika, Adila Citra
Society : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2025): Juli
Publisher : Edumedia Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55824/jpm.v4i4.589

Abstract

Wedding age early Still become challenge serious in Indonesia because its complex impact to health , education and welfare social teenagers. Activities devotion public This aiming For optimize role teenager in prevention wedding age early through advocacy rights health reproduction. Activities implemented at SMAN 7 Batam in May 2025, with involving 32 teenagers age 14–18 years. The method used covering education interactive, discussion group, training advocacy , as well as simulation and formation group peers. Evaluation is carried out through pre-test and post-test, observation participatory, as well as interview. The results show improvement significant to knowledge teenager related health reproduction (62.5%), impact wedding age early (71.87%), rights adolescents (68.75%), and advocacy strategies (81.25%). In general qualitative, teenagers show better understanding comprehensive and attitude critical to practice wedding age early. They also showed initiative For share information and form group Advocacy. Activities This prove that teenager own potential big as agent change in effort prevention wedding age early, and advocacy rights health reproduction is an effective strategy in empowerment teenager For create change positive social.   
Pemberdayaan Kader Remaja Melalui Peningkatan Sarana Pemeriksaan Kesehatan Dasar di Posyandu Remaja Husnah, Ridni; Andolina, Nuari; Adienda, Syfanea
J.Abdimas: Community Health Vol. 5 No. 2 (2024): J.Abdimas: Community Health - November 2024
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v5n2.1072

Abstract

Adolescence is a time of storm and stress so it requires health services that care for teenagers. Youth Posyandu is one of the Community Resource Health Efforts (UKBM) that is managed and organized by, for, for and with the community, including adolescents in the implementation of health development. The Youth Posyandu in Bengkong Indah Village, Batam City has been formed, but there is still a lack of knowledge of peer cadres and infrastructure for basic examination of the Youth Posyandu, so that the Youth Posyandu runs less than optimally. The purpose of this activity is to give me a lesson for youth cadres on how to conduct an initial examination during the youth posyandu and complete the facilities of the youth posyandu that are not yet available. The activity was carried out at the Healty teenagers posyandu, Bengkong indah village, Batam city with a target of 7 peer cadres. The form of activities is the restructuring of peer cadres, health education and training for peer cadres. The activity was carried out well and smoothly, where the Youth Knowledge using the basic examination tool of the youth posyandu after being given training increased to 4 people or (57%), while the knowledge of adolescents decreased from 5 people (71%) after being given training to 1 person (14%). After this activity ends, it is hoped that the youth posyandu will be more optimal in the implementation of its examinations and activities will run regularly with the support of the health center.
Pengembangan Model Intervensi Bidan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja dalam Mengadvokasi Hak Kesehatan Reproduksi Fitriani, Fitriani; Yulinda Laska; Ridni Husnah; Nuraini Amalia Zakiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.158

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang masih menghadapi berbagai tantangan, tingginya angka kehamilan remaja, infeksi menular seksual, dan rendahnya literasi reproduksi. Remaja kerap menghadapi keterbatasan akses informasi, dan kurangnya keterampilan dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Bidan sebagai tenaga kesehatan primer memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi, namun peran tersebut belum optimal secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi bidan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 43 siswa yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan antara partisipasi dalam program intervensi bidan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap kesehatan reproduksi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa partisipasi dalam intervensi bidan secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan baik (88,9%), sikap positif (88,9%), dan tindakan yang baik (92,6%) terhadap kesehatan reproduksi. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 pada seluruh indikator dengan rasio prevalensi tinggi (RP = 90,0 untuk pengetahuan, RP = 22,0 untuk sikap, dan RP = 60,0 untuk tindakan). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak mengikuti program meningkatkan risiko pengetahuan rendah (RP = 25,0) dan praktik buruk (RP = 15,5). Kesimpulan: Model intervensi bidan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan advokasi remaja terkait hak kesehatan reproduksi. Peran aktif bidan dalam edukasi berbasis sekolah dapat menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Pengaruh Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Ridni Husnah; Syamsuriyati; Fitriani; Angellisa Lammabue Panjaitan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.162

Abstract

Anemia merupakan keadaan tubuh dengan jumlah sel darah merah yang sedikit sehingga mempengaruhi kadar hemoglobin dan berada di bawah batas normal. Remaja menjadi salah satu kelompok rentan mengalami anemia karena remaja sedang berada dalam fase di mana pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan cepat, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi pun mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk mengurangi anemia dengan memberikan pengertian pada remaja mengenai pentingnya meminum tablet Fe ketika mengalami menstruasi dan menganjurkan remaja rutin mengkonsumsi madu. Madu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hemoglobin dan tidak memiliki efek samping dalam mengonsumsinya. Madu memiliki kandungan besi 1 gram dalam setiap 100 gram. Metode Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan Desain Penelitian Pre and Post-Test With Countrol Group. Sampel yang digunakan adalah Remaja Putri yang Anemia sebanyak 30 dipilih secara perposive sumpling. Peneiltian dilaksanakan di Universitas Awal Bros dengan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan tentang Perbandingan Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Remaja Putri didapatkan kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar Hemoglobin sebelum dan setelah pemberian Madu dan Tablet Fe pada kelompok intervensi yang meningkat secara signifikan. Tujuan untuk mencegah anemia pada remaja putri dengan pemberian Madu dan Tablet Fe
Pengaruh Kompres Hangat Aromaterapi Lavender terhadap Nyeri Dismenore Remaja Putri SMAN 20 Batam Devia Esther Leona Siagian; Rici Gusti Maulani; Ridni Husnah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.541

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan salah satu keluhan paling umum yang dialami oleh remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas harian maupun prestasi belajar. Pendekatan non-farmakologis seperti kompres hangat dan aromaterapi lavender dinilai berpengaruh dalam mengurangi nyeri haid. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres hangat aromaterapi lavender terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di SMAN 20 Kota Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Jumlah responden sebanyak 20 orang yang diberikan perlakuan berupa kompres hangat dengan aromaterapi lavender. Intensitas nyeri diukur menggunakan skala Numerical Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (p = 0,000). Kesimpulan: Pemberian kompres hangat aromaterapi lavender berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang mudah diterapkan di UKS (Unit Kesehatan Sekolah) maupun di rumah.