Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI SIKAP SOSIAL SISWA KELAS 2 KECAMATAN LEDOKOMBO JEMBER Wijaksono, Agus; Stefani, Stefani
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh interaksi antara model PBL dan sikap sosial terhadap hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas 2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objek penelitiannya di SDN Lembengan 01 Ledokombo Jember tepatnya dikelas 2 yang berjumlah 28 siswa. Adapun model pembelajaran PBL sebagai variabel bebas, sikap sosial sebagai variabel moderator, dan bahasa indonesia sebagai variabel terikat. Terdapat pengaruh penggunaan model PBL terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia dengan tarap signifikansi sebesar Sig 0,001< 0,05 untuk hipotesis pertama, sedangkan untuk hipotesis kedua terdapat perbedaan hasil belajar penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL dengan sikap sosial tinggi sebesar 83,97 lebih tinggi dari pada nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional dengan sikap sosial tinggi yaitu sebesar 77,69. Hasil uji anava menunjukkan bahwa nilai nilai F hitung sebesar 22,284 > F tabel yang sebesar 3,93 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia
Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Peserta Didik di SD Islam Puspa Bangsa Banyuwangi Agus Wijaksono; Mushoffa Mushoffa
Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI) Vol. 1 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v1i2.70

Abstract

National education management in Indonesia as a whole still remains to be centralized, so that less encouraging democratization and decentralization of education. Basically, education management issues concerning the efficiency in the utilization of existing resources National education management is a neat strategy to overcome the negative effects of globalization. Hence strengthening it will steer globalization in a positive direction for the development of the nation. Centralized management system of education that has been proven to not bring significant progress to improve the quality of education in general. Even in certain cases, the centralized management of education had led to limit creativity in various types and levels of education.
LITERATURE REVIEW : PERSPEKTIF FILSAFAT TENTANG PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN RELEVANSINYA PADA ERA 5.0 Wijaksono, Agus; Suastra, I Wayan; Tungga Atmaja, Ananta Wikrama; Tika, I Nyoman
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5779

Abstract

Penelitian ini diawali dari permasalaahn mengenai pro dan kontra tentang kurikulum merdeka di Indonesia. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memahami tentang kurikulum merdeka terhadap kesesuaian zaman 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kepustakaan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber tertulis dan tidak tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan. Hasil dari penelitian ini adalah Kurikulum merdeka belajar hadir sebagai jawaban atas terjadinya transformasi komprehensif pada keseluruhan aspek, terutama tuntutan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan beradaptasi. Pembelajaran yang bersifat monoton menjadi penghalang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan serta kompetensinya. Kurikulum merdeka belajar akan mengganti metode belajar yang awalnya dilaksanakan di ruang kelas menjadi pembelajaran di luar kelas. Model pembelajaran era 5.0 juga menekankan siswa untuk membentuk keterampilannya secara mandiri. Guru dapat menggunakan model pembelajaran abad ke 21 dalam penerapan kurikulum merdeka belajar di sekolah. Pendidikan di era ini juga menuntut pengetahuan (knowledge) dan teknologi (technology) dalam perkembangan siswa yang akan menjadi sumber daya manusia di masa depan. Maka siswa diharapkan memiliki keterampilan 4C yang terdiri dari critical thinking, communication, collaboration, dan creativity untuk dapat beradaptasi dalam keadaan apapun.
PERAN PENDIDIK DALAM MENERAPKAN KONEKTIVISME TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA: STUDI KOMPARATIF DI BERBAGAI TINGKAT PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUWANGI Wijaksono, Agus; Adnyana, Putu Budi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5449

Abstract

Pendidik memiliki peran krusial dalam menerapkan konektivisme di kelas. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu siswa membangun jaringan pembelajaran mereka sendiri. Hal ini mencakup pengelolaan sumber daya digital, mendorong kolaborasi antar siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendidik dari berbagai tingkat pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, serta observasi langsung di kelas. Alat pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner dan catatan lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah pendidik di sekolah dasar, menengah, dan tinggi, dengan sampel yang diambil secara purposive untuk memastikan representativitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian ini terdapat prinsip-prinsip utama konektivisme yang mencakup : pengetahuan terdistribusi di seluruh jaringan, pembelajaran terjadi melalui interaksi dengan orang lain dan sumber daya, keputusan belajar bergantung pada konteks dan situasi dan pembelajaran adalah proses yang terus-menerus dan dinamis. Dalam konteks pendidikan, prinsip-prinsip ini mengharuskan pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan interaksi antar siswa. Hal ini penting karena siswa tidak hanya belajar dari pengajaran langsung, tetapi juga dari pengalaman dan diskusi dengan teman sebaya mereka.
MENINGKATKAN HASIL KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MAPEL SBDP MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK ORIENTASI THK KELAS V Wijaksono, Agus; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Made Astawa, Ida Bagus
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5778

Abstract

Penelitian membahas tentang permasalahan kurangnya peningkatan hasil belajar peserta didik yang bertujuan untuk meningkatkan hasil kreativitas sbdp dengan menggunakan metode penelitian Tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek berbasis THK dan hasil yang didapatkan Prasiklus, Siklus 1 dan Siklus 2 adapun acuan rata rata pada prasiklus peserta didik dengan jumlah 24 mendapatkan rata rata 61,91667 dengan total nilai keseleruhan berjumlah 1.486. untuk Langkah selanjutnya menggunakan nilai siklus 1 peserta didik mendapatkan rata rata 69,625 dengan jumlah total nilai keseluruhan berjumlah 1.671, Adapun untuk Langkah terahkir adalah menggunakan siklus 2 peserta didik mendapatkan rata rata 74 dengan total nilai keseluruhanya berjumlah 1.776 . untuk Langkah pertama peneliti masih belum berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan target nilai kkm maka menggunakan siklus 1 adapun pada siklus ke 2 peserta didik yang berjumlah 24 telah berhasil memenuhi nilai kkm dengan kategori keterangan hasil belajar amat baik.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL SOSIOLOGI Wijaksono, Agus; Sriartah, Putu; Mudana, Wayan; Pageh, I Made
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5777

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Pada pembelajaran sosiologi bagi Siswa Kelas X. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Pada Pembelajaran Sosiologi X di MA Gembolo. Sumber data penelitian adalah siswa kelas X MA Gembolo Banyuwangi sebanyak 16 siswa. Waktu penelitian dari tanggal 23 September sampai dengan 17 Oktober 2024. Penelitian dilakukan selama 2 (dua) siklus. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil tes formatif pada setiap siklus. Sedangkan data kualitatif berupa data observasi pada tiap siklus pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dikonsultasikan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada prasiklus hanya 3 siswa (19%) yang mencapai ketuntasan yaitu 70. Pada siklus I meningkat menjadi 7 orang (44%) dan pada siklus II meningkat menjadi 16 orang (100%). Kesimpulan dari penelitian perbaikan menggunakan metode Think Pair and Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Sosiologi.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI PERPINDAHAN PANAS IPA KELAS IV Lestari, Emil; Arrasyid, Harun; Wijaksono, Agus
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 16 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v16i1.7161

Abstract

The background to the problem of this research is that science learning in class IV SDN 2 Kebaman Srono is still less effective and is delivered conventionally by the teacher. As a result, students do not want to listen to the teacher's explanation and their interest and learning outcomes also decrease. As a result, research must be conducted to improve the quality of learning by using approaches that can increase student interest. This Classroom Action Research (PTK) aims to explain the use of experimental methods in science learning and increase the interest and learning outcomes of class IV students after the method is applied. SDN 2 Kebaman Srono is the subject of this qualitative research. The sequence of research activities includes (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. The research results are as follows: (1) the application of the experimental method in science learning was carried out in two cycles; (2) the application of experimental methods in science learning can increase student interest and learning outcomes, as shown by the increase in learning completeness in Cycle I (60%) and Cycle II (85%).
PENGEMBANGAN MODUL MIKROBIOLOGI BERBASIS INKUIRI TERBIMBING BERDASARKANHASIL PENELITIAN BAKTERI ENDOFIT DARI TUMBUHAN Mushoffa Mushoffa; Andi Wapa; Agus Wijaksono
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 1 No. 1 (2022): April : Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.713 KB) | DOI: 10.55606/jurrimipa.v1i1.293

Abstract

This research and development aims to develop a valid and effective Microbiology module based guide inquiry on research on Isolation and Identification of Endophytic Bacteria from Ciplukan. The microbiology module was developed in reference to the ADDIE research and development model. The module drafting phase includes:1) the analyzing step through interviews with lecturers and the questionnaire of needs analysis by student respondents; 2) The step of designing learning modules to improve cognitive knowledge and process skills; 3) The step of developing by using module validation; 4) The step of applying which consists of module implementation in learning; 5) The evaluation step which consists of evaluating the validity of modules, cognitive learning outcomes and student science process skills. The results of the study show that the microbiology module developed accordance with the standards of validity, feasibility and practicality.
Penerapan Model Cooperatif Tipe Jigsaw Meningkatkan Hasil Belajar IPA pada Materi Pencernaan Pada Manusia dan Hewan Kelas V SDN 2 Kalisari Wijaksono, Agus; Dharmawan, Yudhi; Mushoffa, Mushoffa
MUNAQASYAH : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pembelajaran Vol 5 No 1 (2023): MUNAQOSYAH: MEI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) STIB Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58472/munaqosyah.v5i1.160

Abstract

The use of a jigsaw type cooperative learning approach to increase the science learning scores of fifth grade students at SD Negeri 2 Kalisari is the problem discussed in this research. The author teaches in class V at SD Negeri 2 Kalisari, students in this case have only reached 39%, based on the results of daily tests where the average score is 62. Even though the KKM chosen is 73, this shows that learning still needs to be improved. The jigsaw type cooperative learning methodology will be used to increase the scientific education value of class V students at SDN 2 Kalisari. He conducted a qualitative investigation of this problem using a research design with a class action perspective. Participants in this research were 18 class V students at SDN 2 Kalisari who were registered in the first semester of the 2023–2024 academic year, with a total of 11 boys and 7 girls. This shows how the jigsaw type cooperative learning paradigm has increased student learning scores in science. It has been proven that the jigsaw type cooperative learning model can improve the learning outcomes of fifth grade science students cooperatively
IMPLEMENTASI MENEJEMEN PEMBELAJARAN KELAS RANGKAP DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA DI SEKOLAH DASAR Wijaksono, Agus; Suroya, Ananda; Septafi, Gesita
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2024): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i1.4154

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran kelas rangkap dengan metode pembelajaran kelas rangkap di sekolah dasar. Penelitian ini termasuk penelitian studi pustaka (library search). Teknik pengumpulan data menggunakan buku, jurnal dan majalah/modul. Pembelajaran Kelas Rangkap adalah satu bentuk pembelajaran yang mempersyaratkan seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih, dalam saat yang sama, dan menghadapi dua atau lebih tingkat kelas yang berbeda. PKR juga mengandung makna, seorang guru mengajar dalam satu ruang kelas atau lebih dan menghadapi murid-murid dengan kemampuan belajar yang berbeda-beda. Dengan menggunakan model pembelajaran dalam kelas rangkap dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa karena didalamnya terdapat motivasi belajar baik dari kakak atau adek kelas yang menjadi satu kelas.