Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Program Pawon Urip Sebagai Upaya Memenuhi Kebutuhan Pokok Pasca Pandemi Desa Dawuhan Wetan Andi Wapa; Wijaksono, Agus
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v1i1.2023.1-8

Abstract

Pawon Urip is a cultivation carried out by the Dawuhan Wetan community to overcome the post-pandemic problems that hit Indonesia. Pawon Urip consists of a type of vegetable vegetable plant that can be applied directly by the local community. Methods used in implementing the program include qualitative and quantitative data collection methods that involve observation and outreach to the oppressed population. The results of its development have overall developed very well in accordance with the expected plans. There are 7 types of plants used, including: spinach, kale, chilies, eggplant, mustard greens, and lemongrass. Pawon Urip was formed to increase the creativity and independence of residents who take part in this service
Penerapan (Tabel Pejumlahan Pintar) TAPEntar Terhadap Pembukuan Keuangan Usaha Tape Di Desa Pakem Bondowoso w, a; y, t; Wapa, Andi; Wijaksono, Agus; Yusuf, Thorieq Moh.
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v1i2.2024.94-102

Abstract

This community service aims to provide an understanding of simple bookkeeping for TAPE business actors in Pakem village, Pakem sub-district, Bondowoso district. Entrepreneurship is something that is very hotly discussed, starting from creating types of business such as permits from the relevant government to setting the concept which must be more measurable so that the business being developed becomes more useful and produces positive results. The method used is based on the criteria for achieving maximum understanding and outcomes regarding bookkeeping. so that business actors can do it well. Based on understanding through counseling activities and workshops regarding bookkeeping using the TAPEntar type, the pre-questionnaire results were 93.2% in the category of never having attended training, while the post-questionnaire results at the end could increase drastically to 98.2% who already understood bookkeeping using TAPEntar.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DITINJAU DARI SIKAP SOSIAL SISWA KELAS 2 KECAMATAN LEDOKOMBO JEMBER Wijaksono, Agus; Stefani, Stefani
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.4595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh interaksi antara model PBL dan sikap sosial terhadap hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas 2. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, objek penelitiannya di SDN Lembengan 01 Ledokombo Jember tepatnya dikelas 2 yang berjumlah 28 siswa. Adapun model pembelajaran PBL sebagai variabel bebas, sikap sosial sebagai variabel moderator, dan bahasa indonesia sebagai variabel terikat. Terdapat pengaruh penggunaan model PBL terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia dengan tarap signifikansi sebesar Sig 0,001< 0,05 untuk hipotesis pertama, sedangkan untuk hipotesis kedua terdapat perbedaan hasil belajar penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL dengan sikap sosial tinggi sebesar 83,97 lebih tinggi dari pada nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional dengan sikap sosial tinggi yaitu sebesar 77,69. Hasil uji anava menunjukkan bahwa nilai nilai F hitung sebesar 22,284 > F tabel yang sebesar 3,93 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia
Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Peserta Didik di SD Islam Puspa Bangsa Banyuwangi Agus Wijaksono; Mushoffa Mushoffa
Jurnal Pendidikan Indonesia (JOUPI) Vol. 1 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/joupi.v1i2.70

Abstract

National education management in Indonesia as a whole still remains to be centralized, so that less encouraging democratization and decentralization of education. Basically, education management issues concerning the efficiency in the utilization of existing resources National education management is a neat strategy to overcome the negative effects of globalization. Hence strengthening it will steer globalization in a positive direction for the development of the nation. Centralized management system of education that has been proven to not bring significant progress to improve the quality of education in general. Even in certain cases, the centralized management of education had led to limit creativity in various types and levels of education.
LITERATURE REVIEW : PERSPEKTIF FILSAFAT TENTANG PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA DENGAN RELEVANSINYA PADA ERA 5.0 Wijaksono, Agus; Suastra, I Wayan; Tungga Atmaja, Ananta Wikrama; Tika, I Nyoman
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5779

Abstract

Penelitian ini diawali dari permasalaahn mengenai pro dan kontra tentang kurikulum merdeka di Indonesia. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memahami tentang kurikulum merdeka terhadap kesesuaian zaman 5.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi kepustakaan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber tertulis dan tidak tertulis yang bisa dipertanggung jawabkan. Hasil dari penelitian ini adalah Kurikulum merdeka belajar hadir sebagai jawaban atas terjadinya transformasi komprehensif pada keseluruhan aspek, terutama tuntutan sumber daya manusia yang mampu bersaing dan beradaptasi. Pembelajaran yang bersifat monoton menjadi penghalang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan serta kompetensinya. Kurikulum merdeka belajar akan mengganti metode belajar yang awalnya dilaksanakan di ruang kelas menjadi pembelajaran di luar kelas. Model pembelajaran era 5.0 juga menekankan siswa untuk membentuk keterampilannya secara mandiri. Guru dapat menggunakan model pembelajaran abad ke 21 dalam penerapan kurikulum merdeka belajar di sekolah. Pendidikan di era ini juga menuntut pengetahuan (knowledge) dan teknologi (technology) dalam perkembangan siswa yang akan menjadi sumber daya manusia di masa depan. Maka siswa diharapkan memiliki keterampilan 4C yang terdiri dari critical thinking, communication, collaboration, dan creativity untuk dapat beradaptasi dalam keadaan apapun.
PERAN PENDIDIK DALAM MENERAPKAN KONEKTIVISME TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA: STUDI KOMPARATIF DI BERBAGAI TINGKAT PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUWANGI Wijaksono, Agus; Adnyana, Putu Budi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5449

Abstract

Pendidik memiliki peran krusial dalam menerapkan konektivisme di kelas. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu siswa membangun jaringan pembelajaran mereka sendiri. Hal ini mencakup pengelolaan sumber daya digital, mendorong kolaborasi antar siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi dan inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendidik dari berbagai tingkat pendidikan di Kabupaten Banyuwangi, serta observasi langsung di kelas. Alat pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner dan catatan lapangan. Populasi dalam penelitian ini adalah pendidik di sekolah dasar, menengah, dan tinggi, dengan sampel yang diambil secara purposive untuk memastikan representativitas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari data yang dikumpulkan. Hasil penelitian ini terdapat prinsip-prinsip utama konektivisme yang mencakup : pengetahuan terdistribusi di seluruh jaringan, pembelajaran terjadi melalui interaksi dengan orang lain dan sumber daya, keputusan belajar bergantung pada konteks dan situasi dan pembelajaran adalah proses yang terus-menerus dan dinamis. Dalam konteks pendidikan, prinsip-prinsip ini mengharuskan pendidik untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan interaksi antar siswa. Hal ini penting karena siswa tidak hanya belajar dari pengajaran langsung, tetapi juga dari pengalaman dan diskusi dengan teman sebaya mereka.
MENINGKATKAN HASIL KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MAPEL SBDP MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK ORIENTASI THK KELAS V Wijaksono, Agus; Sutajaya, I Made; Suja, I Wayan; Made Astawa, Ida Bagus
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5778

Abstract

Penelitian membahas tentang permasalahan kurangnya peningkatan hasil belajar peserta didik yang bertujuan untuk meningkatkan hasil kreativitas sbdp dengan menggunakan metode penelitian Tindakan kelas dengan menerapkan strategi pembelajaran berbasis proyek berbasis THK dan hasil yang didapatkan Prasiklus, Siklus 1 dan Siklus 2 adapun acuan rata rata pada prasiklus peserta didik dengan jumlah 24 mendapatkan rata rata 61,91667 dengan total nilai keseleruhan berjumlah 1.486. untuk Langkah selanjutnya menggunakan nilai siklus 1 peserta didik mendapatkan rata rata 69,625 dengan jumlah total nilai keseluruhan berjumlah 1.671, Adapun untuk Langkah terahkir adalah menggunakan siklus 2 peserta didik mendapatkan rata rata 74 dengan total nilai keseluruhanya berjumlah 1.776 . untuk Langkah pertama peneliti masih belum berhasil meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan target nilai kkm maka menggunakan siklus 1 adapun pada siklus ke 2 peserta didik yang berjumlah 24 telah berhasil memenuhi nilai kkm dengan kategori keterangan hasil belajar amat baik.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL SOSIOLOGI Wijaksono, Agus; Sriartah, Putu; Mudana, Wayan; Pageh, I Made
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2025): EDISI : MARET
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v5i1.5777

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana cara meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Pada pembelajaran sosiologi bagi Siswa Kelas X. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas penggunaan model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) Pada Pembelajaran Sosiologi X di MA Gembolo. Sumber data penelitian adalah siswa kelas X MA Gembolo Banyuwangi sebanyak 16 siswa. Waktu penelitian dari tanggal 23 September sampai dengan 17 Oktober 2024. Penelitian dilakukan selama 2 (dua) siklus. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil tes formatif pada setiap siklus. Sedangkan data kualitatif berupa data observasi pada tiap siklus pembelajaran. Data yang diperoleh kemudian dikonsultasikan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada prasiklus hanya 3 siswa (19%) yang mencapai ketuntasan yaitu 70. Pada siklus I meningkat menjadi 7 orang (44%) dan pada siklus II meningkat menjadi 16 orang (100%). Kesimpulan dari penelitian perbaikan menggunakan metode Think Pair and Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Sosiologi.
Strategi Pemasaran Digital Untuk Meningkatkan Penjualan UMKM Di Desa Sembulung Banyuwangi wijaksono, agus; Wapa, Andi; Hidayat, Imam
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v2i1.2024.44-52

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sembulung Village face challenges in enhancing their competitiveness and business sustainability in the digital era. These challenges include limited understanding and skills in utilizing digital platforms for effective product marketing. This community service aims to provide practical and applicable solutions through the implementation of relevant digital marketing strategies. The program also analyzes the potential of local products with high market value and strategies for optimizing digital platforms to reach a broader audience. The results are expected to significantly impact the increase in MSME product sales and local economic growth. Furthermore, this initiative contributes as a reference for MSME actors and related stakeholders in strengthening business competitiveness amidst the global marketing landscape transformation
Membangun Jiwa Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif pada Mahasiswa BEM Teknik 2025 wijaksono, agus; Andi Wapa
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 2 No 2 (2025): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v2i2.2025.80-89

Abstract

Leadership issues within student organizations often manifest as low adaptability to change, weak inter-divisional communication, and poor collaboration skills. These challenges reduce organizational effectiveness and hinder the holistic development of student leadership. To address this, a community service program was conducted to foster adaptive and collaborative leadership among the 2025 board members of the Student Executive Board (BEM) of the Faculty of Engineering, Universitas Bakti Indonesia. The training took place on May 28, 2025, at Vinus Tourism Area, Songgon, Banyuwangi, using an experiential learning approach that combined theoretical concepts with practical application through indoor and outdoor activities. The program included leadership theory sessions, case discussions, team problem-solving simulations, an outbound leadership challenge, and individual and group reflection. Evaluation was conducted through pre-tests, post-tests, observations, and participant reflections. Results showed a 24.4% average increase in post-test scores, particularly in understanding adaptive leadership, collaborative ability, and readiness to face organizational dynamics. Behavioral changes were also evident, including improved listening, crisis readiness, and greater awareness of cross-divisional teamwork. Visual documentation and participant reflections confirmed the program’s transformational impact. This training effectively shaped student leadership that is participatory, contextual, and relevant to 21st-century challenges. Similar programs are recommended to be held regularly, accompanied by post-training mentoring and expansion to other student organizations for broader and more sustainable impact.