Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume.): ISOLATION AND IDENTIFY OF ETHANOL EXTRACT OF MAREME LEAVES (Glochidion arborescens Blume.) Niati Ambarsari; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022): Forthcoming Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.407

Abstract

Mareme (Glochidion arborescens Blume.) merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pekarangan. Daun Mareme dapat digunakan sebagai obat tradisional dan diduga mengandung senyawa aktif antioksidan golongan flavonoid dan fenol. FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) merupakan metode yang digunakan untuk identifikasi gugus fungsi pada suatu sampel dan salah satu metode yang sering digunakan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat daun Mareme. Serbuk daun Mareme diekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak kental diuji skrining fitokimia dan difraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum serta diisolasi menggunakan kromatotron. Isolat daun Mareme diidentifikasi menggunakan FT-IR. Ekstrak kental daun Mareme diperoleh sebanyak 95,52 gram dan mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, tannin dan polifenolat. Fraksi non polar diperoleh sebanyak 3,75 gram, fraksi semi polar sebanyak 3,90 gram dan fraksi polar sebanyak 3,25 gram, serta diperoleh isolat sebanyak 850 mg. Isolat daun maeme memiliki gugus fungsi -OH, - CH alifatik, -C=O ester, dan -C-O, dari hasil analisis FT-IR isolat daun Mareme mengandung senyawa flavonoid.
Isolasi dan Identifikasi Senyawa dari Ekstrak Etanol Daun Mareme (Glochidion arborescens Blume.) H Haryoto; Niati Ambarsari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mareme (Glochidion arborescens Blume.) is one of wild plants growing in yard. The leaves are able to be used as traditional medicine since it is considered containing secondary metabolites, such as flavonoids, phenols, alkaloids, saponins, tannins, steroids, triterpenoids, as well quinones. FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) is used to identify the functional groups in a sample and secondary metabolites of medicinal plants. The objective of study was to identify Mareme leaves (Glochidion arborescens Blume.) isolate seen from functional group. Mareme (Glochidion arborescens Blume.) leaves powder was extracted using maceration method, and then thick extract was fractionated using Vacuum Liquid Chromatography (VLC) and isolated using a chromatotron. FT-IR was used to identify Mareme leaves isolate. Mareme leaves (Glochidion arborescens Blume.) thick extract obtained was 95,52 grams, non-polar fraction was 3,75 grams, semi-polar fraction was 3,90 grams, polar fraction was 3,25 grams, as well isolate was 850 mg. The analysis results by using FT-IR indicate that -OH, -CH aliphatic, -C=O ester and -C-O, active isolates of Mareme leaves (Glochidion arborescens Blume.) are suspected of containing flavonoid compound of flavone group.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI EKSTRAK ETANOL DAUN MAREME (Glochidion arborescens Blume.): ISOLATION AND IDENTIFY OF ETHANOL EXTRACT OF MAREME LEAVES (Glochidion arborescens Blume.) Niati Ambarsari; Haryoto
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.407

Abstract

Mareme (Glochidion arborescens Blume.) merupakan tumbuhan liar yang banyak tumbuh di pekarangan. Daun Mareme dapat digunakan sebagai obat tradisional dan diduga mengandung senyawa aktif antioksidan golongan flavonoid dan fenol. FT-IR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy) merupakan metode yang digunakan untuk identifikasi gugus fungsi pada suatu sampel dan salah satu metode yang sering digunakan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam isolat daun Mareme. Serbuk daun Mareme diekstraksi menggunakan metode maserasi, ekstrak kental diuji skrining fitokimia dan difraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum serta diisolasi menggunakan kromatotron. Isolat daun Mareme diidentifikasi menggunakan FT-IR. Ekstrak kental daun Mareme diperoleh sebanyak 95,52 gram dan mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin, steroid, terpenoid, tannin dan polifenolat. Fraksi non polar diperoleh sebanyak 3,75 gram, fraksi semi polar sebanyak 3,90 gram dan fraksi polar sebanyak 3,25 gram, serta diperoleh isolat sebanyak 850 mg. Isolat daun maeme memiliki gugus fungsi -OH, - CH alifatik, -C=O ester, dan -C-O, dari hasil analisis FT-IR isolat daun Mareme mengandung senyawa flavonoid.
Formulation and evaluation of Lip Scrub preparation from lemon peel extract Citrus Limon (L.) Osbeck Niati Ambarsari; La Malihi; Nur Fadilah
Oshada Vol. 2 No. 1 (2025): Oshada Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/7gmff845

Abstract

Dry and chapped lips are a common disorder of the lips. Common causes of dry and chapped lips are damage to keratin cells due to sunlight and dehydration. This research aims to determine the physical properties of lip scrub preparations from lemon peel (Citrus limon L.) Osbeck and which concentration is the best. This research method was carried out experimentally, namely making extracts using the maceration method, then formulating lip scrub preparations with varying extract concentrations and physical stability testing which included organoleptic, homogeneity, pH and spreadability tests. The results obtained in this research, namely the organoleptic test evaluation, were light brown in color, had the smell of oleum ricini, and had a bitter sweet taste and semi-solid form. Homogeneity test to determine the homogeneity of the lip scrub preparation with the absence of lumpy materials that are not dissolved. The pH test obtained was a semi-solid lip scrub preparation that was stable, namely at an average pH of 5.5. The spreading power test obtained a diameter of 4-5 cm. Based on the evaluation results, lip scrub preparations that have good and stable physical quality are F3 with a lemon peel extract concentration of 6%.
PENGARUH KONSUMSI AIR SERAI (CYMBOPOGON CITRATU), JAHE (ZINGIBER OFFICINALE), JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIIFOLIA) DAN MADU HANGAT DALAM MENGATASI HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Lusy Pratiwi; Niati Ambarsari; Ani Nuraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i1.252

Abstract

Pada paruh pertama hingga tiga perempat masa kehamilan, mual dan muntah dialami oleh sekitar lima puluh persen hingga tujuh puluh lima persen wanita Indonesia, menurut statistik dari Kementerian Kesehatan. Terdapat metode farmakologis dan nonfarmakologis untuk menurunkan hiperemesis . Infus jahe, madu, serai, dan jeruk nipis merupakan salah satu jenis pengobatan herbal yang tidak mengandung bahan farmasi. Penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design untuk penelitian pendahuluannya. Hiperemesis gravidarum dialami oleh 25 wanita hamil trimester pertama yang menjadi subjek penelitian ini. Metode pengambilan sampel menggunakan strategi pengambilan sampel yang komprehensif. Sebelum dan sesudah diberikan seduhan air serai, jeruk nipis, jahe, dan madu, partisipan akan mengisi kuesioner observasi pada lembar instrumen PUQE-24. Data akan dianalisis menggunakan metode univariat dan bivariat. Nilai p sebesar 0,000 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara hiperemesis gravidarum dengan trimester pertama kehamilan dan konsumsi infus serai, jeruk nipis, jahe, dan madu oleh ibu hamil. Karena nilai p kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan, ibu hamil trimester pertama dapat terbebas dari hiperemesis gravidarum setelah minum campuran jahe, serai, jeruk nipis, dan madu.
PENGARUH PEMBERIAN OLAHAN DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PMB “N” TANGERANG Desy Qomarasari; Niati Ambarsari; Neng Euis Komala Rizki
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i1.251

Abstract

Salah satu bahan makanan asli, daun kelor, mengandung senyawa metabolit sekunder berupa steroid dan alkaloid (sterol). Zat kimia ini memiliki aksi laktagogum, yang berarti zat ini merangsang alveoli untuk menghasilkan ASI dengan cara memengaruhi refleks prolaktin. Mengetahui bagaimana suplai ASI ibu pascapersalinan berubah setelah mengonsumsi daun kelor olahan menjadi pendorong utama penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain eksperimen yang dikenal sebagai Two Group Pretest Posttest pada dua kelompok partisipan yang terpisah. Wanita pascapersalinan di PMB "N" merupakan populasi yang terdiri dari 30 orang yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan total sampling untuk memilih 30 partisipan; dari jumlah tersebut, 15 orang secara acak dimasukkan ke dalam kelompok intervensi dan 15 orang dimasukkan ke dalam kelompok kontrol. Daun kelor olahan diberikan kepada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan tersebut. Uji-T Sampel Independen digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Dengan 30 peserta, penelitian menemukan bahwa kelompok intervensi menghasilkan rata-rata 975 mL ASI, sedangkan kelompok kontrol menghasilkan rata-rata 490,63 mL. Kedua kelompok dipisahkan oleh rata-rata 484,37. Perbedaan substansial dalam produksi ASI terlihat antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, seperti yang ditunjukkan oleh temuan uji Shapiro-Wilk, yang memperoleh nilai p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa suplai ASI ibu pascapersalinan secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah daun kelor olahan yang diberikan kepada mereka. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata sebesar 484,37 dalam suplai ASI antara ibu pascapersalinan yang menerima daun kelor olahan dan yang tidak.
THE INFLUENCE OF ELECTRONIC PRESCRIPTIONS ON PRESSRIBING ERROR IN THE CLINIC X JAKARTA PHARMACY INSTALLATION: PENGARUH RESEP ELEKTRONIK TERHADAP PRESCRIBING ERROR DI INSTALASI FARMASI KLINIK X JAKARTA Ambarsari, Niati; Kadek Dwi Parwati, Ni
Journal of Pharmacy Tiara Bunda Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy Tiara Bunda (JPTB)
Publisher : Politeknik Tiara Bunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62619/jptb.v1i2.90

Abstract

Electronic prescriptions play a role in preventing medication errors, which means failures in the treatment process that have the potential to result in harm and endanger the patient. Prescribing errors are errors in drug selection, such as errors in dosage, quantity, indications and contraindications for treatment. This study aims to determine the effect of electronic prescriptions on prescribing errors in improving pharmaceutical services at clinic X Jakarta. The research method used was descriptive research with a random sampling technique, using 250 electronic prescriptions and 250 manual prescriptions in January – May 2023. The results of the study showed prescribing errors in electronic prescriptions, namely 15 prescriptions (no dose (2%), incorrect instructions). usage (2%), no dosage form(2%)). In manual prescriptions, 41 prescribing errors occurred (unclear writing (2%), no patient name (2%), no weight (1.6%), no medication dose (2.8%), no exact instructions for use (2%), no dosage form (2%), no patient age (4%), no prescription date (2%)). The conclusion from this research is that the use of electronic prescriptions in clinic X Jakarta has a very big influence on prescribing errors. Of the 250 manual prescriptions and 250 electronic prescriptions, the largest prescribing error was found, namely 41 prescriptions (18.40%) for manual prescriptions, while only 15 prescription errors for electronic prescriptions (6%).
Perbandingan Efektivitas Paracetamol dan Ibuprofen untuk Terapi Penurun Demam pada Usia 6 Bulan sampai 18 Tahun di RSUD Kota Depok periode Juni 2023 sampai Juni 2024 Rahayu, Mustika; Ambarsari, Niati; Fadilah, Nur
Journal of Pharmacy Tiara Bunda Vol. 4 No. 2 (2024): Journal of Pharmacy Tiara Bunda (JPTB)
Publisher : Politeknik Tiara Bunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62619/jptb.v1i2.103

Abstract

Fever has been noted as a precursor or characteristic of the disease. Conditions that aggravate fever often result in therapeutic failure or a poor prognosis. This study aims to analyze the comparison of single therapy administration of Paracetamol, Ibuprofen and a combination of both in treating fever and/or pain in patients aged 6 months to 18 years. The results of the study showed that using Ibuprofen alone was better at reducing fever in the first 4 hours than Paracetamol alone, however, the combination therapy of the two was not much different from using Ibuprofen alone. To treat pain accompanied by fever, using Ibuprofen alone has been proven to provide a longer pain-free period compared to using Paracetamol alone, and the combination of the two is not much different from Ibuprofen
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK GEL EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.): FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK GEL EKSTRAK ETANOL DAUN MURBEI (MORUS ALBA L.) Ambarsari, Niati; Tulak Rerung , Lola'
Journal of Pharmacy Tiara Bunda Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Pharmacy Tiara Bunda (JPTB)
Publisher : Politeknik Tiara Bunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62619/jptb.v5i2.22

Abstract

The use of plants as medicines in Indonesia has been going on for a long time. One example is mulberry leaves (Morus alba L.) which are traditionally used to treat burns. Mulberry leaf extract (Morus alba L.) contains secondary metabolites such as alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids. The presence of these contents in mulberry leaves has the potential as anti-inflammatory, antibacterial and antioxidant. This research aims to prepare and test the physical properties of mulberry leaf extract gel (Morus alba L). The extraction method used is maceration. The gel formula is made with three extract concentrations, namely F I (1.5%), F II (2%) and F III (2.5%). The physical properties of the gel include organoleptic tests, pH, homogeneity, adhesion and spreadability. The results of all physical properties tests on formulas I, II and II met the requirements for gel preparations, but the spreadability test for formula I did not meet the requirements for gel preparations. From the results of the physical properties test of the ethanol extract gel of mulberry leaves (Morus alba L.) it can be concluded that formula III is the best and optimal formula.
PENGARUH PEMBERIAN OLAHAN DAUN KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PMB “N” TANGERANG Qomarasari, Desy; Ambarsari, Niati; Rizki, Neng Euis Komala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i1.251

Abstract

Salah satu bahan makanan asli, daun kelor, mengandung senyawa metabolit sekunder berupa steroid dan alkaloid (sterol). Zat kimia ini memiliki aksi laktagogum, yang berarti zat ini merangsang alveoli untuk menghasilkan ASI dengan cara memengaruhi refleks prolaktin. Mengetahui bagaimana suplai ASI ibu pascapersalinan berubah setelah mengonsumsi daun kelor olahan menjadi pendorong utama penelitian ini. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain eksperimen yang dikenal sebagai Two Group Pretest Posttest pada dua kelompok partisipan yang terpisah. Wanita pascapersalinan di PMB "N" merupakan populasi yang terdiri dari 30 orang yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan total sampling untuk memilih 30 partisipan; dari jumlah tersebut, 15 orang secara acak dimasukkan ke dalam kelompok intervensi dan 15 orang dimasukkan ke dalam kelompok kontrol. Daun kelor olahan diberikan kepada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan tersebut. Uji-T Sampel Independen digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Dengan 30 peserta, penelitian menemukan bahwa kelompok intervensi menghasilkan rata-rata 975 mL ASI, sedangkan kelompok kontrol menghasilkan rata-rata 490,63 mL. Kedua kelompok dipisahkan oleh rata-rata 484,37. Perbedaan substansial dalam produksi ASI terlihat antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, seperti yang ditunjukkan oleh temuan uji Shapiro-Wilk, yang memperoleh nilai p sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa suplai ASI ibu pascapersalinan secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah daun kelor olahan yang diberikan kepada mereka. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan rata-rata sebesar 484,37 dalam suplai ASI antara ibu pascapersalinan yang menerima daun kelor olahan dan yang tidak.