Claim Missing Document
Check
Articles

Perkembangan Sektor Pertanian Kabupaten Kerinci 2009-2019 Ilham Pratama; Yulia, Refni; Kurniawan Junaidi, Juliandry
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12747

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Perkembangan Sektor Pertanian Kabupaten Kerinci 2009-2019. Adapun rumusan permasalahan dari penelitian yaitu: 1) bagaimana keadaan pertanian kabupaten kerinci 2009, 2) bagaimana keadaan pertanian Kabupaten Kerinci 2019. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui keadaan pertanian Kabupaten Kerinci 2009, untuk mengetahui keadaan pertanian Kabupaten Kerinci 2019 Penelitian ini termasuk penelitian sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu, 1) heuristic, 2) kritik sumber, 3) interpretasi, dan 4) historiograf. Selain itu penelitian ini juga menggunakan sejarah lisan dengan melakukan wawancara dengan pihak terkait dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini yaitu mengetahui keadaan dari pertanian pada tahun 2009 kondisi pertanian yang dilihat dari data-data yang diperoleh baik itu dalam pertanian kentang yang menjadi sector petanian unggulan, kondisi pertanian yang pasang surut. Sedangan keadaan pertanian pada tahun 2019 yang semakin maju dengan dengan adanya pembukaan jalan menuju wilayah pertanian. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang lebih mengfokuskan pada sector pertanian.
Memori Kolektif Masyarakat dalam Peristiwa Gempa di Kabupaten Pasaman Amelia, Solda; Zulfa , Zulfa; Yulia, Refni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15190

Abstract

Peristiwa gempa 1977-2022 di Pasaman Barat yang merupakan Gempa yang begitu besar dampaknya di rasakan oleh warga Pasaman Barat dan Pasca Gempa 1977-2022 Pasaman Barat mengalami kerusakan yang begitu besar dan meninggalkan rasa trauma tersendiri bagi masyarakat Pasaman Barat. Tujuan dari Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ingatan masyarakat dalam peristiwa gempa 1977-2022 di Kabupaten Pasaman Barat, serta dampak Gempa di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memori kolektif masyarakat dalam peristiwa gempa 1977 dan 2022 di Kabupaten Pasaman Barat, kejadian Gempa beserta dampaknya yang menyebabkan banyak kerusakan seperti: lahan pertanian, bangunan pemerintah, khususnya banyak bangunan masyarakat yang roboh dan rusak parah, kemudian banyak orang yang terluka akibat terkena runtuhan bangunan sampai memakan korban jiwa, dampak yang begitu besar dari gempa tersebut adalah masyarakat menjadi trauma dan takut untuk pulang kerumahnya karna khawatir akan ada gempa susulan kembali.
BIOGRAFI MARTIN : PENGUSAHA KOPI CAP MATAHARI (2001-2023) Yani, Illi; Erawati, Meri; Siska, Felia; Yulia, Refni
Puteri Hijau : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 1 (2025): PUTERI HIJAU: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH
Publisher : Department of History Education, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ph.v10i1.64671

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Biografi Martin Pengusaha Kopi Cap Matahari pada tahun 2001-2023, yang merupakan permasalahan dalam skripsi ini adalah : Latar belakang kehidupan sosial dan ekonomi keluarga Martin. Adapun tujuan penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana latar belakang kehidupan sosial dan ekonomi keluarga Martin, mengetahui bagaimana usaha Martin dalam melanjutkan usaha Kopi Cap Matahari yang dirintis keluarganya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Sejarah yang tersusun dalam empat tahap yaitu : heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa. Martin merupakan generasi kedua yang mewarisi usaha Bubuk Kopi Cap Matahari ini yang berkembang hingga saat ini, alasan kenapa Martin yang meneruskan usaha bubuk kopi ini karena saudara Martin tidak ada yang bersedia menerima tawaran dari orang tua yaitu Rusli karena menurut Martin lebih pantas saudaranya yang lain usaha bubuk kopi ini. Tetapi pemahaman yang disampaikan oleh Rusli bahwa ini pesan turun temurun dari kakeknya untuk meneruskan usaha ini dan jangan sampai meninggalkan usaha bubuk kopi ini. dan juga dilatarbelakangi oleh pendidikan yang ditempuh Martin yang lulusan DIII dari Teknik Industri Universitas Negeri Padang (UNP), jadi sedikit banyaknya ilmu yang didapat bisa dipergunakan untuk perkembangan usaha bubuk kopi ini. Martin mengembangkan pola pemasaran yang berbeda dari ayahnya, yakni melalui media online seperti Shoppe dan Tokopedia, sehingga produksi Kopi Martin banyak dikenal banyak masyarkat luas. Sejalan itu, permintaan terhadap kopinya semakin meningkat sehingga Martin merekrut banyak karyawan. Sehingga tahun 2014 Martin berhasil mendapatkan juara satu pada event UKM AWARD tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat, Bubuk Kopi Matahari ini sudah mendapatkan penghargaan sebagai industri pangan terbaik. Di bawah kepemimpinannya, usaha bubuk kopi Cap Matahari telah menjangkau pasar luar Sumatera Barat seperti Riau dan Sumatera Utara.
Increasing and Decreasing Development of Integrated Modern Islamic Boarding School (PMT) Prof. Dr. Hamka Batang Anai in 2016–2022 Indah, Seri; Kaksim, Kaksim; Yulia, Refni; Wiranata, Adi
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.11106

Abstract

This study aims to examine the rise and fall of Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka, focusing on the temporary relocation of student learning activities from Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, to Pesantren Modern Terpadu (PMT) Prof. Dr. Hamka II in Kota Padang. The research employs historical methods, including heuristics, source criticism, analysis, and historiography. Data were gathered through interviews with relevant figures, as well as document and literature studies. The findings reveal that the pesantren, established in 1991, experienced significant development before facing a decline marked by a decrease in the number of students, ultimately leading to the relocation of its educational activities. This study provides insights into the internal dynamics of the pesantren in responding to the challenges of social and institutional change.
Historical Review of the Role of Saparua Chinese in the Spice Trade from the Colonial to the Reformation Sari, Risa Junita; Nugraha, M. Satria; Ersi, Livia; Yulia, Refni
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 6 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v6i2.1852

Abstract

This study analyzes the role of ethnic Chinese in the island of Saparua's spice trade. Spices are among the trade commodities with the highest prices. For decades, Chinese traders have been among the distributors of Asian spices to Europe. The progress of maritime routes also affected spice trade activities in the archipelago. In the 16th century, Europeans such as the Portuguese were directly involved in the trade in the Maluku, followed by a trade monopoly by Dutch companies. With the times, spices are no longer a priority in international trade. So, after independence, until the reform of spice prices, it experienced ups and downs. During the colonial government until the reform, Chinese traders played a vital role in the spice trade, especially on Saparua Island. It is necessary to analyze the role of ethnic Chinese in the island of Saparua's spice trade during the colonial and reform periods. Through a historical review using historical methods, from source collection to criticism, interpretation, and historiography, it was found that the role of Chinese traders in Saparua was as merchants as well as channels or distributors between local traders and buyers outside the island.