Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Internet Sehat tentang Bahaya Phising dan Dampak Negatifnya bagi Siswa SMK N 4 Payakumbuh Agus Nur Khomarudin; Romy Aulia; Jamaluddin Jamaluddin; Rina Novita; Muhammad Ikhsan; Muhammad Naufal Afif; Herdiansyah Suherlan
Interaksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Interaksi - Juni
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/interaksi.v2i1.254

Abstract

Tindak kejahatan phishing adalah metode kejahatan siber (cybercrime) berupa social engineering di mana pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya (bank, media sosial, lembaga pemerintah), untuk mencuri data sensitif seperti username, password, kartu kredit, dan data pribadi lainnya. Tindak kejahatan phising dapat menimbulkan berbagai dampak meliputi: Dampak terhadap Data dan Akun Kehilangan akses akun & data pribadi, Dampak Finansial, Kerusakan Reputasi & Kepercayaan, dan Dampak Sosial & Sistemik. Tren phishing kini lebih canggih, tersebar luas, dan menggunakan teknik rekayasa sosial serta AI. Dengan kemampuan AI untuk menyusun konten personalisasi secara otomatis dan realistis, serangan phishing kini tidak hanya masif, tetapi juga sangat terarah dan mampu mengelabui pengguna maupun sistem keamanan tradisional. Sebagai bentuk pencegahan terhadap tindak kejahatan phising, dilakukan kegiatan preventif yaitu: dengan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM). Kegiatan PkM ini telah berhasil memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada para guru dan siswa SMK N 4 Payakumbuh, dengan materi tentang “Penyuluhan Internet Sehat tentang Bahaya Phising dan Dampak Negatifnya bagi Siswa SMK N 4 Payakumbuh”. Hasil analisis angket efektivitas kegiatan PkM menunjukkan rata-rata sebesar 82,71%, yang termasuk dalam kategori "baik". Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan PkM dinilai efektif oleh para peserta penyuluhan, dalam hal ini para guru dan beberapa sampel siswa SMK N 4 Payakumbuh.
Mobile App for Incubator Monitoring to Optimize Quail Egg Production Agus Nur Khomarudin; Indra Farhan; Rabby Nazli; Rina Novita; Romy Aulia; Sholihah Ayu Wulandari
Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan Vol 13 No 1 (2026): June
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtit.v13i1.471

Abstract

Incubation is a crucial process in egg hatching, where eggs must be maintained under optimal temperature and humidity conditions. To ensure the stability of these parameters, a monitoring system is needed one that operates continuously, provides sufficient accuracy, and is easily accessible to users. This study aims to design a Mobile Application for Monitoring Temperature and Humidity in Quail Egg Incubators that is both valid and effective, as a means to enhance and optimize quail egg production. The research follows the Agile Method, consisting of the following phases: Plan, Design, Develop, Test, Deploy, Review, and Launch. The Mobile App for Incubator Monitoring to Optimize Quail Egg Production underwent product testing, including a validity test conducted by several experts in computer and mobile applications. The test resulted in a score of 0.78, which falls into the valid category. The effectiveness test yielded a score of 0.35, indicating a moderate level of effectiveness. The implementation of this monitoring application has shown a significant positive impact on operational efficiency in quail farming, particularly at Nisya Farm. User experience was evaluated through direct observation and interviews with respondents. Overall, users reported that the app is easy to use, thanks to its simple and intuitive interface. User feedback strengthens the argument that technological integration not only brings technical benefits but also boosts farmers’ confidence in managing the incubation process. This is essential, as the success of technology adoption heavily depends on how comfortable and user-friendly it is for its intended users.
Workshop E-Learning kepada Guru TK dan SD Excellent Bukittinggi Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Profesional Dan Digital Agus Nur Khomarudin; Rina Novita; Romy Aulia; Ega Evinda Putri
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 2 (2023): JISS - Juni
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.006 KB) | DOI: 10.59435/jiss.v1i2.81

Abstract

Selama pandemi covid-19 melanda Indonesia beberapa waktu lalu, para guru harus berjibaku dalam menyediakan dan mengelola pembelajaran secara maya, jarak jauh atau online. Hal ini dilakukan guru agar para pelajar tetap dapat mengikuti pembelajaran yang sebagian besar dilakukan dalam jaringan atau daring dengan menggunakan media e-learning. E-learning adalah suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan mengunakan media internet maupun jaringan komputer lainnya. E-learning merupakan pembelajaran dengan menggunakan media elektronik dan teknologi komputer yang memiliki akses internet. E-learning dapat membawa suasana baru dalam ragam pengembangan pembelajaran. Pemanfaatan e-learning dengan baik dapat meningkatkan hasil pembelajaran dengan maksimal. Selain itu, E-learning juga memudahkan siswa dalam mengakses materi pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar yang beragam. Proses interaksi antara sesama peserta didik dapat terjalin dengan lebih baik dengan memanfaatkan berbagai sistem aplikasi yang dapat lebih memantapkan siswa dalam penguasaan materi yang diberikan baik di dalam maupun di luar kelas. Berdasarkan uraian tentang pemanfaatan e-learning yang dapat meningkatkan hasil pembelajaran, maka kondisi ini melatarbelakangi timbulnya gagasan kreatif dari pelaksana PkM untuk mengadakan sebuah workshop. Kegiatan workshop dalam PkM ini bertujuan unutk meningkatkan kemampuan IPTEK bagi para guru TK dan SD Excellent Bukittinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan melek terhadap kemajuan Teknologi Informasi, memberikan bekal kepada para guru agar dapat mengelola pembelajaran secara daring, pendampingan terhadap para guru untuk dapat meningkatkan kompetensi profesionalnya.
Penerapan Internet Of Things (IOT) Di Lingkungan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota Romy Aulia; Indra Laksmana; Trinovita Zuhara Jingga; Rina Novita; Hendra Hendra; Harmailis Harmailis; Rosda Syelly
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 1 No. 3 (2023): JISS - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v1i3.177

Abstract

Pertanian hidroponik adalah salah satu metode modern dalam budidaya yang semakin populer. Untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pengelolaan sumber daya dalam pertanian hidroponik, saat ini sudah bisa menggunakan kemajuan teknologi, contohnya penggunaan Internet Of Things (IoT). Teknologi IoT telah diterapkan dalam berbagai aspek pertanian hidroponik, termasuk pemantauan nutrisi tanaman, pengelolaan air, iklim, dan pengendalian hama. Sensor IoT memungkinkan petani untuk memantau tingkat nutrisi dalam larutan nutrisi secara real-time. Ini membantu dalam mengoptimalkan pemupukan tanaman, mengurangi limbah nutrisi, dan memastikan tanaman menerima nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan yang maksimal. Pengelolaan air adalah faktor kunci dalam hidroponik. Dalam pengendalian iklim, penggunaan IoT memungkinkan petani untuk mengawasi dan mengontrol suhu, kelembaban, dan cahaya di lingkungan pertanian secara otomatis. Ini memberikan tanaman kondisi yang optimal sepanjang waktu, yang pada gilirannya meningkatkan hasil dan kualitas panen. Secara keseluruhan, penggunaan teknologi IoT pada petani hidroponik di lingkungan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota ini dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan.
Pemanfaatan Media Sosial untuk Sarana Promosi dan Penjualan Produk UMKM Romy Aulia; Dahriansah Dahriansah; Yori Apridonal M
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.587

Abstract

Abstract: Digital marketing is a marketing or promotion activity through the internet or online digital media. The purpose of this community service activity is to provide an understanding of the role of digital marketing in an effort to increase the sales of MSME products that have an impact on the welfare of the community in Silom-Lom Village, Simpang Empat District, Asahan Regency, especially in Koowe's business. Koowe, which is engaged in snacks, was founded in 2019. Because he is still a beginner, the marketing has not been maximized, namely selling his products to consumers in the surrounding area, so that it cannot attract consumers more widely. This is the goal of this community service activity, namely to provide an understanding of digital marketing in marketing Koowe products so that it can increase product sales. Abstrak: Digital marketing merupakan kegiatan pemasaran ataupun promosi melalui media internet ataupun digital secara online. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk memberikan pemahaman mengenai peran digital marketing dalam upaya meningkatkan penjualan produk UMKM yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Desa Silom-Lom, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, terutama pada usaha Koowe. Koowe yang bergerak dalam bidang makanan ringan ini berdiri tahun 2019. Dikarenakan masih pemula, pemasaran yang dilakukan belum maksimal yaitu menjual produknya kepada para konsumen yang ada di wilayah sekitarnya saja, sehingga belum dapat menarik konsumen secara lebih luas. Hal inilah yang menjadi tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini, yaitu untuk memberikan pemahaman mengenai digital marketing dalam memasarkan produk Koowe sehingga dapat meningkatkan penjualan produk. Kata kunci: Digital Marketing; Koowe; UMKM 
Integration of the MobileNetV2 Convolutional Neural Network Architecture into a Sorting System for Citrus Fruit Maturity Classification Fitri Aisah Pohan; Romy Aulia; Syukriadi Syukriadi
Fusion : Journal of Research in Engineering, Technology and Applied Sciences Vol. 3 No. 1 (2026): Fusion - April
Publisher : PT. Faaslib Serambi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66341/fusion.v3i1.359

Abstract

This research aims to develop an automated sorting system for post-harvest oranges to address subjectivity and the risk of errors caused by human fatigue. The method employed involves developing an automated sorting conveyor prototype based on an ESP32 microcontroller integrated with deep learning technology via a webcam. The continuous ripeness classification process utilizes a Convolutional Neural Network (CNN) with the MobileNetV2 architecture to categorize the fruit into ripe and half-ripe stages. The detection results are then transmitted serially to the ESP32 to drive the sorting servo in real-time. Based on testing with 50 orange samples, the MobileNetV2 CNN model achieved an accuracy of 90% with an F1-Score of 0.90. The implementation of this system is proven to significantly increase post-harvest productivity by reducing processing time by 63.3% compared to manual methods. Additionally, the data counter feature for the Ripe and Half-Ripe categories operates simultaneously to standardize production output monitoring. This study demonstrates that the integration of MobileNetV2 and ESP32 is effectively applied to a prototype-scale sorting system.
INKUBATOR CERDAS TELUR PUYUH BERBASIS IOT DENGAN ESP32-CAM DAN INTEGRASI TELEGRAM Wendi Irawan; Agus Nur Khomarudin; Romy Aulia; Rina Novita; Ega Evinda Putri
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.3780

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan sumber protein hewani yang bergizi dan memiliki harga terjangkau terus mengalami peningkatan. Salah satu komoditas unggas yang memiliki prospek menjanjikan adalah burung puyuh, yang dikenal mampu menghasilkan daging dan telur dengan kandungan gizi tinggi serta nilai jual yang kompetitif. Meski demikian, peluang ini masih dihadapkan pada tantangan serius, yaitu rendahnya tingkat keberhasilan dalam penetasan telur puyuh. Salah satu faktor utama penyebabnya adalah proses inkubasi yang belum berjalan secara optimal, terutama jika masih dilakukan secara manual. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk problem solving dengan melakukan atau merancang alat inkubator otomatis untuk telur puyuh berbasis ESP32-CAM yang terhubung dengan aplikasi Telegram. Metode penelitian ini yaitu Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang merupakan singkatan dari (Analysis – Design – Development – Implementation – Evaluation). Hasil uji inkubator dalam penelitian ini yang dilakukan secara per unit, meliputi: uji sensor, uji aktuator, dan uji komunikasi dengan telegram menunjukkan bahwa semua komponen berjalan dengan baik. Dan selanjutnya dilakukan uji coba inkubasi dengan 100 butir telur puyuh, didapatkan hasil bahwa 83 dari 100 telur menetas (85%). Tingkat penetasan ini meningkat dibanding metode manual yaitu (±65%). Dengan kata lain inkubator cerdas ini dapat meningkatkan persentase penetasan ±20% dibandingkan metode manual.
PENGEMBANGAN APLIKASI WISTLE BLOWING SYSTEM (WBS) PPNP DENGAN AGILE METHOD Agus Nur Khomarudin; Amrizal Amrizal; Rina Novita; Romy Aulia
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4772

Abstract

Abstract: The effective implementation of a Whistleblowing System (WBS) reflects an organization’s commitment to the principles of good governance and compliance with applicable laws and regulations. In order to realize good governance at Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (PPNP), various efforts are required to overcome barriers that may hinder the achievement of the institution’s vision. One such barrier may take the form of violations. Therefore, any potential violations within the PPNP environment need to be prevented and identified at an early stage. As a preventive and early detection measure against misconduct, PPNP needs to implement a Whistleblowing System as a reporting medium for violations committed by members of the academic community. This study aims to develop a WBS application that can be used as a reporting platform for violations within the PPNP environment. The research adopts stages from the Agile Method, which include the following phases: Plan, Design, Develop, Test, Deploy, Review, and Launch. In general, this study has produced a product in the form of a WBS system for PPNP, which has been tested for both validity and effectiveness. The validity test of the product yielded a score of 0.90, categorized as Valid, while the effectiveness test produced a score of 0.91, classified as High-g or highly effective. Based on these test results, it can be concluded that the WBS developed in this study is feasible and can be implemented at Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh as a means to support the realization of good governance within the institution. Keyword: Whistleblowing System; Good Governance; Agile Method. Abstrak: Implementasi Whistleblowing System (WBS) secara efektif mencerminkan komitmen organisasi terhadap prinsip good governance dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, diperlukan berbagai upaya untuk mengatasi hambatan yang dapat menghalangi pencapaian visi institusi. Salah satu hambatan tersebut dapat berupa terjadinya pelanggaran. Oleh karena itu, pelanggaran yang mungkin terjadi di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh perlu dicegah dan diidentifikasi sejak dini. Sebagai langkah preventif dan deteksi awal terhadap pelanggaran, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh perlu mengimplementasikan sistem Whistleblowing sebagai media pelaporan pelanggaran yang dilakukan oleh warga kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi wbs yang dapat digunakan sebagai media pelaporan pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan tahapan yang diadopsi dari tahapan pada Agile Method, yang terdiri dari tahap: Plan, Design, Develop, Test, Deploy, Review dan Launch. Secara umum penelitian ini telah menghasilkan sebuah produk yaitu sistem WBS pada PPNPdan telah diuji meliputi uji validitas dan efektifitas. Hasil uji validitas produk memperoleh nilai 0,90 dengan kategori Valid dan Uji efektifitas memperoleh nilai 0,91 dengan kriteria “High-g” atau efektifitas tinggi. Berdasarkan hasil uji produk maka dapat disimpulkan bahwa sistem WBS dalam penelitian ini layak dan dapat diterapkan pada kampus PPNP dalam rangka mewujudkan tata kelola yang baik di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Kata kunci: Whistleblowing System; Good Governance; Agile Method.
RANCANG BANGUN SISTEM IRIGASI TETES DAN PENGENDALIAN HAMA PADA CABAI RAWIT BERBASIS INTERNET OF THING (IOT) Sima Ramiatul; Romy Aulia; Agus Nur Khomarudin
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.6731

Abstract

Penyiraman dan penyemprotan pestisida pada budidaya cabai rawit umumnya masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien dan belum mempertimbangkan kondisi lingkungan tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem irigasi tetes serta pengendalian hama berbasis Internet of Things (IoT) pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Agile Methodology yang meliputi tahap plan, design, develop, test, deploy, dan review. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor kelembapan tanah, sensor hujan, sensor intensitas cahaya BH1750, modul relay, Firebase Realtime Database, serta aplikasi Android untuk monitoring dan pengendalian secara real-time. Logika penyiraman otomatis didasarkan pada kondisi kelembapan tanah, intensitas cahaya, dan status hujan, sedangkan penyemprotan pestisida dilakukan secara otomatis berdasarkan jadwal yang telah ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh sensor, aplikasi, dan fungsi sistem bekerja sesuai dengan rancangan. Evaluasi sistem irigasi pada fase perkembangan vegetatif dan fase berbunga serta pembentukan buah memperoleh tingkat validitas sebesar 100%. Pengujian sistem penyemprotan pestisida juga menunjukkan tingkat validitas sebesar 100%. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu mendukung monitoring kondisi lingkungan tanaman secara real-time serta mengotomatisasi proses penyiraman dan penyemprotan pestisida sesuai dengan kebutuhan sistem.
PERSEBARAN TOURISM SPOT DI KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI BERBASIS WEBMAP Romy Aulia; Parini Parini; Yori Apridonal
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 4 No. 1 (2021): February 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v4i1.482

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang wilayahnya sangat luas mempunyai banyak potensi yang bisa dikembangkan, salah satunya adalah sektor pariwisata. Sektor pariwisata bisa di eksplorasi oleh setiap daerah sehingga bisa dijadikan sebagai tambahan pemasukan bagi keuangan daerah tersebut. Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu kabupaten di Republik Indonesia, lebih tepatnya terletak di Provinsi Sumatera Barat. Di Kabupaten Kepulauan Mentawai terdapat banyak objek wisata yang sangat indah. Namun banyak diantara objek wisata tersebut yang belum diketahui oleh masyarakat luas karena kurangnya informasi dan promosi. Seiring dengan perkembanagan teknologi, munculah Sistem Informasi Geografi yang bisa menyimpan data dan menunjukan informasi mengenai lokasi suatu tempat. Untuk itu dibuatlah webgis atau webmap tentang persebaran tourism spot di Kabupaten Kepulauan Mentawai agar dapat membantu pendataan dan memberikan informasi kepada para stackholder dan masyarakat terkait informasi persebaran tourism spot di Kabupaten Kepulauan Mentawai.