Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

ANALISIS BAGI HASIL BRILINK DAN JENIS PERJANJIAN BRILINK DALAM MEKANISME LAYANAN KEUANGAN TANPA KANTOR ( Studi kasus di Desa Sukasari dan Desa Gandasari Kecamatan Kadupandak) Yulianti, Devi; Suwiryo, Darmo H
Jurnal Akuntansi Kompetif Vol. 5 No. 3 (2022): Inovasi, Efektivitas, dan Tantangan Akuntansi di Sektor Publik, Pendidikan, dan
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/akuntansikompetif.v5i3.1006

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem bagi hasil agen BRILink di Desa Sukasari dan Desa Gandasari Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur dalam Mekanisme Officeless Financial Service. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian dari data yang diperoleh dianalisis dan dibahas untuk menjawab permasalahan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sistem Bagi Hasil Agen BRILink menggunakan sistem Sharing Fee. Biaya agen BRILink di Desa Sukasari dan Desa Gandas Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur merupakan sistem bagi hasil atau fee jasa antara BRI dengan agen BRILink dengan prosentase fee 50%:50%. 50% untuk agen dan 50% untuk BRI. Jenis Perjanjian Agen BRILink dalam agen BRILink dan perjanjian kerjasama BRI memuat pengertian agen BRILink, ruang lingkup perjanjian, wilayah operasional Agen BRILink, Jangka Waktu Kerjasama, Layanan Agen, Hak dan kewajiban Agen BRILink, hak-hak dan kewajiban Bank, kegiatan yang dilarang dan sanksi. hukum, pembayaran, klasifikasi Agen BRILink, Kerahasiaan, pemeriksaan, pembatasan transaksi, penyelesaian sengketa, keadaan memaksa, lain-lain, pemutusan perjanjian. Analisis Bagi Hasil BRILink dan Jenis Perjanjian BRILink pada Mekanisme Officeless Financial Services di Desa Sukasari dan Desa Gandasari Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur sudah sesuai dengan unsur pelayanan yaitu unsur tugas pelayanan, sistem atau prosedur pelayanan, kegiatan pelayanan, pelayanan pelaksana.
Peningkatan Kapasitas Sasaran Pelaksana Program Persiapan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Dalam Pelaksanaan Strategi Untuk Mengurangi Angka Kematian Ibu (AKI) di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung Yulianti, Devi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i1.49

Abstract

Tujuan umum yang dicapai dalam kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian/kajian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya utuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun kerjasama dan kemitraan dengan masyarakat sebagai perwujudan dan pengembangan kompetensi sosial di kalangan para dosen. Sedangakan tujuan khususnya adalah meningkatkan kapasitas sasaran pelaksanaan P4K di Puskesmas Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung dalam mengurangi AKI. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan diskusi. khalayak sasaran kegiatan seminar tentang peningkatan kapasitas sasaran pelaksana untuk menjalankan P4K adalah penanggung jawab dan pengelola program KIA Provinsi dan Kabupaten/Kota, bidan koordinator, kepala puskesmas, dokter, perawat, bidan, kader, forum peduli KIA (forum P4K/ pokja posyandu, dll). Lokasi kegiatan pengabdian ini adalah di Puskesmas Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung. Hasil kegiatan pengabdian membawa peningkatan kemampuan dasar peserta. Peningkatan terendah sebesar 10% dan peningkatan tertinggi sebesar 20%. Rata-rata peningkatan adalah sebesar 14,8%. Berdasarkan hasil dan evaluasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1). Kemampuan peserta pelatihan pada aspek kognetif dan afektif mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 14,8%., 2).Hasil evaluasi menunjukan peserta memiliki persepsi positif dan motivasi yang tinggi untuk menjalankan point penting dalam pelatihan untuk membenahi metode dan proses pelaksanaan strategi untuk mengurangi angka kematian ibu, 3).Peserta menghendaki adanya pelatihan lanjutan.
PENINGKATAN KAPASITAS DAN PEMBERDAYAAN KELOMPOK PEREMPUAN PKK (PEMBINAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA) MELALUI PENCIPTAAN USAHA STRATEGIS BERBASIS POTENSI DAERAH (STUDI PADA KELOMPOK PEREMPUAN PKK DESA SUKAJAYA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWA Yulianti, Devi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v3i2.110

Abstract

Tujuan umum yang dicapai dalam kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian/kajian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya utuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membangun kerjasama dan kemitraan dengan masyarakat sebagai perwujudan dan pengembangan kompetensi sosial di kalangan para dosen. Sedangakan tujuan khususnya adalah untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan memberdayaan kelompok perempuan PKK Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran untuk menciptakan usaha strategisnya berbasis potensi daerah sehingga usaha tersebut berkelanjutan dan dapat meningkatkan perekonomian perempuan serta bermanfaat bagi pembangunan desanya. Dalam pelaksanaan kegiatan akan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Metode ceramah dan diskusi serta FGD di dalam ruangan yang digunakan untuk menyajikan materi. Adapun khalayak sasaran kegiatan seminar tentang penciptaan usaha strategis yang berkelanjutan dengan menggunakan analisis SWOT adalah kelompok perempuan yang termasuk dalam PKK. Tetapi kegiatan ini tidak menutup kemungkinan untuk pihak pengamat lain dalam mengikuti kegiatan. Lokasi kegiatan pengabdian ini adalah di Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi khalayak sasaran yaitu memahami potensi daerahnya, memahami usaha strategis dan menciptakan langkah untuk memulai usaha tersebut. Hasil kegiatan pengabdian membawa peningkatan kemampuan dasar peserta. Peningkatan terendah sebesar 5% dan peningkatan tertinggi sebesar 40%. Rata-rata peningkatan adalah sebesar 17,5%. Berdasarkan hasil dan evaluasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1). Kemampuan peserta pelatihan pada aspek kognetif dan afektif mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 17,8%., 2). Hasil evaluasi menunjukan peserta memiliki persepsi positif dan motivasi yang tinggi untuk menjalankan point penting dalam penciptaan usaha strategis berbasis potensi daerahnya, 3).Peserta menghendaki adanya pelatihan lanjutan.
The Relationship Between The Regularity Of Antenatal Care Examinations And Disaster Preparedness In Pregnant Women Arinta, Illa; Yulianti, Devi; Efendi, Marsha Insyira; Putri, Thesya Eka
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23885

Abstract

Latar Belakang: Kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan sangat menentukan kondisi bayi yang lahir. Perdarahan pascapersalinan dikaitkan dengan anemia pada masa remaja dan selama kehamilan. Ibu hamil dengan anemia berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Jika BBLR (Perdarahan Pascapersalinan) tidak ditangani dengan benar, hal ini berisiko menyebabkan kematian dan stunting. WHO mengeluarkan rekomendasi untuk pelayanan antenatal yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kehamilan yang positif bagi ibu dan mengurangi angka kematian dan kesakitan ibu dan anak yang disebut sebagai Model ANC WHO 2016, ANC dilakukan minimal 6 kali dengan minimal kontak dengan dokter 2 kali untuk skrining faktor risiko/komplikasi kehamilan pada trimester pertama dan 1 kali skrining faktor risiko persalinan pada trimester ketiga.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara keteraturan pemeriksaan perawatan antenatal dan kesiapsiagaan bencana pada ibu hamil di Puskesmas Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran.Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan survei analitis di Puskesmas Kemayoran pada satu waktu yang sama. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan sampel dalam penelitian ini berupa incidental sampling, yaitu seluruh ibu hamil di Puskesmas Kebon Kosong, Kabupaten Kemayoran.Hasil. Responden dengan kesiapan baik yang secara rutin melakukan kunjungan antenatal berjumlah 5,8% dan responden dengan kesiapan buruk tetapi tidak teratur dalam melakukan kunjungan antenatal berjumlah 38,2%. Sementara itu, responden dengan kesiapan kurang tetapi secara rutin melakukan kunjungan antenatal berjumlah 26,6% dan terdapat 29,4% responden dengan kesiapan kurang tetapi tidak teratur dalam melakukan kunjungan antenatal. Sementara itu, nilai p adalah 0,035 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan perawatan antenatal dan kesiapsiagaan bencana.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan perawatan antenatal dan kesiapsiagaan bencana dengan nilai p sebesar 0,035 0,05. Kata kunci: ANC, Kesiapsiagaan, Bencana ABSTRACT Background: The mother's condition before and during pregnancy greatly determines childbirth with the condition of the baby being born. Postpartum bleeding is associated with anemia in adolescence and during pregnancy. Pregnant women with anemia are at risk of giving birth to babies with low birth weight. If BBLR is not handled properly, it has a risk of death and stunting. WHO issued a recommendation for antenatal services that aims to provide  a positive pregnancy experience for mothers and reduce maternal and child mortality and morbidity rates referred to as the 2016 WHO ANC Model, ANC is carried out at least 6 times with a minimum of contact with a doctor 2 times for screening for risk factors/pregnancy complications in the 1st trimester and 1x screening for childbirth risk factors in the 3rd trimester.Objective: To find out the relationship between the regularity of antenatal care examinations and disaster preparedness in pregnant women at the Kebon Kosong Village Health Center, Kemayoran District.Method. This study uses a quantitative descriptive method with a cross sectional  approach with an analytical survey at the Kemayoran District Health Center at one time at the same time. The instrument used was a questionnaire with the sample in this study being incidental sampling, namely all pregnant women at the Kebon Kosong Village Health Center, Kemayoran District.Result. Respondents with good preparedness who regularly conduct antenatal care visits with a percentage of 5.8% and respondents with poor preparedness but irregular in conducting antenatal care visits are 38.2%. Meanwhile, respondents with less preparedness but regularly in conducting antenatal care visits with a percentage of 26.6% and there were 29.4% of respondents with less but irregular preparedness in conducting antenatal care visits. Meanwhile, the p-Value is 0.035 0.05 which means that there is a significant relationship between antenatal care examination and disaster preparednessConclusion : There was a significant relationship between antenatal care examination and disaster preparedness with a p-Value of 0.0350.05. Keywords: ANC, Preparedness, Disaster 
Pengaruh Gadget terhadap Sikap Disiplin dan Minat Belajar pada Anak Sekolah Dasar Yulianti, Devi; Sena Mushoffa, Nadia; Dewi, Yunika; Heryati, Yeti; Mardiah, Dede
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22738

Abstract

Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar semakin umum seiring perkembangan teknologi masa kini. Kondisi tersebut memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, seperti kemampuan sosial, emosional, moral, dan terutama perilaku disiplin serta minat belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penggunaan gadget berdampak pada kedisiplinan dan ketertarikan belajar siswa, serta melihat sejauh mana frekuensi dan cara penggunaannya memengaruhi perilaku belajar mereka. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui studi literatur, menggunakan 20 artikel yang diperoleh dari Google Scholar. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemakaian gadget secara berlebihan berpotensi menimbulkan ketergantungan, mengurangi keterlibatan anak dalam aktivitas fisik, memengaruhi kestabilan emosi, serta menyebabkan berkurangnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Selain itu, tingginya intensitas bermain gadget berdampak pada menurunnya konsentrasi, berkurangnya minat belajar, dan penurunan prestasi akademik. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi dan membimbing anak dalam menggunakan gadget melalui pendampingan, pemberian batasan waktu, serta penggunaan gadget untuk kegiatan positif. Oleh karena itu, pengawasan yang tepat dari orang tua diperlukan agar anak dapat menggunakan gadget secara bijak dan tetap memiliki perilaku belajar yang baik dan disiplin.
IMBANGAN RUMPUT GAJAH DAN KONSENTRAT MENGANDUNG RUMPUT LAUT TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL, KINETIKAGAS, DAN PRODUKSI GAS METAN (IN VITRO): Ratio of Elephant Grass and Concentrate Containing Seaweed to Total Gas Production, Gas Kinetics, and Methane Gas Production (In Vitro) Yulianti, Devi; Hidayat, Rahmat; Hidayat Tanuwiria, Ujang; Rosani, Urip
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.2744

Abstract

Sektor peternakan memiliki peranan yang signifikan dalam emisi gas rumah kaca, dengan gas metan (CH4) sebagai salah satu kontributor utama yang dihasilkan melalui proses fermentasi dalam rumen. Sebagai langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, pemanfaatan rumput laut telah dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi antara rumput gajah dan konsentrat yang mengandung rumput laut terhadap produksi gas total, kinetika gas, serta produksi gas metan secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang melibatkan empat perlakuan dan lima kelompok. Perlakuan yang diuji meliputi: RG1 = 80% rumput gajah dan 20% konsentrat, RG2 = 60% rumput gajah dan 40% konsentrat, RG3 = 40% rumput gajah dan 60% konsentrat, serta RG4 = 20% rumput gajah dan 80% konsentrat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam serta uji jarak berganda Duncan. Hasil perlakuan menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi gas total dan kinetika gas, namun tidak berpengaruh nyata terhadap produksi gas metan CH4 dalam menurunkan gas metan. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan rumput laut sebanyak 16% dalam ransum atau pada proporsi rumput gajah 20% dan konsentrat 80% dapat meningkatkan produksi gas total dan kinetika gas, meskipun tidak mempengaruhi produksi gas metan (CH4).   Kata kunci: gas metan, gas total, Gracilaria sp, kinetika gas
Birokrasi dan Revolusi Industri 4.0: Mencegah Smart ASN menjadi Mitos dalam Agenda Reformasi Birokrasi Indonesia: Bureaucracy and Industrial Revolution 4.0: Preventing The Myth of Smart ASN In Indonesia's Bureaucratic Reform Agenda Faedlulloh, Dodi; Maarif, Syamsul; Meutia, Intan Fitri; Yulianti, Devi
Jurnal Borneo Administrator Vol. 16 No. 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v16i3.736

Abstract

This research is motivated by the idea of Smart ASN which was introduced by the government as a step to face the industrial revolution 4.0. The government must face the industrial revolution 4.0. The apparatus must adapt to technological transformation. The purpose of this research is to explore critically the roots of the Smart ASN idea. This research method uses PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). The results show that the Smart ASN idea still has an inherent problem that is not yet optimal use of information technology. In other words, the Smart ASN idea does not have a solid foothold. The result of the alternative analysis that needs to be done is to optimize the presence of the millennial generation by 1) Providing jobs that are in accordance with their competencies and potential; 2) Provide opportunities to open perspectives and learn new knowledge in work through various methods; 3) Providing space for the new idea; 4) Building a humanistic work culture; and 5) Providing opportunities for capacity building for young apparatuses. Meanwhile, to support the management of human resources, the idea of ASN Corporate University can be implemented to achieve the goal of Smart ASN. Keywords: Bureaucracy, Smart ASN, Industrial Revolution 4.0 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gagasan Smart ASN yang dikenalkan pemerintah sebagai langkah menghadapi era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 adalah fase terkini yang harus dihadapi oleh pemerintahan Indonesia. Para aparatur dipaksa untuk beradaptasi terhadap transformasi teknologi agar pelayanan publik lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri secara kritis akar gagasan Smart ASN, menggali aspek yang masih menjadi kekurangan dalam Smart ASN. Metode penelitian ini menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan Smart ASN masih memiliki problem inheren yakni belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam birokrasi. Dengan kata lain, gagasan Smart ASN tidak memiliki pijakan yang kuat sehingga diperlukan langkah mengisi kekosongan yaitu dengan mengoptimalkan momentum hadirnya generasi milenial di lingkungan birokrasi dengan cara pengelolaan SDM di era digital yang bersifat pemberdayaan pegawai: yaitu 1) Memberikan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan potensi diri; 2) Memberikan peluang untuk membuka perspektif dan mempelajari pengetahuan baru dalam pekerjaan melalui berbagai metode; 3) Memberikan ruang produksi gagasan; 4) Membangun budaya kerja yang humanis; dan 5) Memberikan peluang peningkatan kapasitas bagi para aparatur muda. Sedangkan untuk menunjang pengelolaan SDM, gagasan ASN Corporate University bisa dilaksanakan untuk mencapai tujuan Smart ASN Kata Kunci: Birokrasi, Smart ASN, Revolusi Industri 4.0
The Influence of Job Rotation and Work Motivation on the Performance of Employees at the Faculty of Economics and Business, University of Lampung Sunarsih, Sri; Kagungan, Dian; Yulianti, Devi
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 8 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19475641

Abstract

This study aims to analyze the influence of job rotation and work motivation on employee performance at the Faculty of Economics and Business, University of Lampung. The background of this research is based on the importance of employee performance in supporting the achievement of organizational goals, as well as the phenomenon of fluctuations in performance and employee discipline levels, where job rotation and work motivation are considered factors that have the potential to significantly influence employee performance. This study uses a quantitative approach with an associative method, and the population consists of all 70 employees of the Faculty of Economics and Business, University of Lampung. The data analysis technique employs multiple linear regression using SPSS software, including classical assumption tests, t-test (partial), F-test (simultaneous), and coefficient of determination test (R²). The results show that partially, job rotation does not have a significant effect on employee performance (sig. 0.182 0.05), although it has a positive relationship direction, while work motivation has a positive and significant effect on employee performance (sig. 0.000 0.05) with a regression coefficient of 0.573, making it the dominant variable in this study. Simultaneously, job rotation and work motivation have a significant effect on employee performance with an F-value of 55.022 and a significance level of 0.000. The coefficient of determination (R²) value of 0.625 indicates that 62.5% of the variation in employee performance can be explained by these two variables, while the remaining is influenced by other factors outside this study. This research confirms that work motivation has a more dominant role than job rotation in improving employee performance.