Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EFEKTIVITAS PROGRAM EDUKASI BODY POSITIVITY TERHADAP PENURUNAN STRES DAN PENINGKATAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI Siti Mutmainah; Niki Astria; Dwi Rahmawati; Gustien Siahaan; Devi Arista
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62438

Abstract

Remaja adalah masa perubahan fisik, mental, hormonal, dan sosial yang dapat mempengaruhi kesehatan mental dan reproduksi. Remaja perempuan lebih cenderung mengalami stres dan gangguan siklus menstruasi. Berpikir negatif tentang tubuh mereka dapat meningkatkan kebahagiaan diri mereka dan meningkatkan stres, yang pada pasangan dapat mempengaruhi siklus menstruasi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif pendidikan positivitas tubuh dalam mengurangi stres dan meningkatkan keteraturan siklus menstruasi remaja perempuan.. Metode: Penelitian kuantitatif dilakukan dengan cara yang hampir eksperimental untuk kontrol pasca-uji. Pengambilan sampel bertujuan digunakan untuk memilih sampel 80 siswa dari SMA Islam Al-Arief Sebapo. Kelompok tersebut terdiri dari empat puluh kelompok intervensi dan empat puluh kelompok kontrol. Sementara kelompok kontrol tidak menerima instruksi tentang body positivity, kelompok intervensi diberikan PowerPoint, poster, dan modul. Tingkat stres diukur dengan subskala stres DASS-42 dan lembar observasi untuk mengatur siklus menstruasi. Analisis dilakukan dengan metode uji Mann-Whitney. Hasil: 39 orang yang menjawab (48,8%) mengalami stres sedang, 21 orang (26,3%) mengalami stres berat, dan 20 orang (25,0%) mengalami stres ringan. Sebanyak 51 orang yang menjawab (63,7%) memiliki siklus menstruasi yang teratur, sedangkan 29 orang yang menjawab (36,3%) memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Tes Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keteraturan siklus menstruasi dan tingkat stres antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Kesimpulan: Program edukasi positivitas tubuh membantu remaja perempuan mengurangi stres dan memperbaiki keteraturan siklus menstruasi mereka.
EFEKTIVITAS KOMBINASI SENAM DISMINORE DAN MUSIK KLASIK MOZART TERHADAAP PENURUNAN NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI Angely Avriliana; Diane Marlin; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.62991

Abstract

Dismenore adalah nyeri yang dirasakan remaja putri saat menstruasi. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu cara untuk mengurangi nyeri tanpa obat adalah dengan senam dismenore dan musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi senam dismenore dan musik klasik terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Jumlah responden sebanyak 70 remaja putri. Nyeri diukur sebelum dan sesudahnya diberikan kombinasi senam dismenore dan musik klasik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 0,05. Rata-rata nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 4,97 ± 0,932, sedangkan setelah diberikan intervensi menurun menjadi 2,56 ± 0,605. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value < 0,001, sehingga terdapat perbedaan nyeri yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Kombinasi senam dismenore dan musik klasik efektif dalam membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Jauharul Falah Al-Islamy Tahun 2026.  
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIFPADA BAYI USIA 6–12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PONDOK MEJA TAHUN 2026 Anita Tamara; Eprina Intami; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63081

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu praktik penting dalam menunjang kesehatan serta pertumbuhan bayi secara optimal. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya berkaitan dengan kondisi kesehatan dan status gizi ibu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan yang diperoleh ibu dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6–12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pondok Meja Tahun 2026 serta mengetahui faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sekaligus menjadi sampel, yaitu sebanyak 50 ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner, lembar observasi, Buku KIA dan/atau rekam medis. Selanjutnya, data dianalisis melalui analisis univariat, analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kemaknaan α=0,05, serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa riwayat penyakit ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif (p=0,456). Sebaliknya, riwayat Hb trimester III (p=0,001), status gizi ibu (p=0,001), dukungan bidan (p=0,009), dan dukungan suami (p<0,001) menunjukkan adanya hubungan secara bivariat dengan keberhasilan ASI eksklusif. Pada analisis multivariat, dukungan suami menjadi satu-satunya variabel yang menunjukkan hubungan signifikan, dengan nilai p=0,026; OR=5,816; dan 95% CI=1,230–27,490. Dengan demikian, ibu yang memperoleh dukungan suami dalam kategori baik memiliki peluang sekitar 5,8 kali lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Berdasarkan hasil tersebut, dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam penelitian ini.
PENGARUH EDUKASI ASI BERBASIS MASYARAKAT TERHADAP PRAKTIK ASI EKSKLUSIF PADA IBU Leni Julianti; Yatmuah Yatmuah; Kristy Mellya Putri; Dwi Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Volume 4, Nomor 4, Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v4i4.63095

Abstract

ASI eksklusif merupakan praktik penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan perlindungan kesehatan bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Namun, penerapannya masih menghadapi berbagai hambatan, terutama di masyarakat pedesaan, seperti keterbatasan pengetahuan, persepsi mengenai produksi ASI yang tidak mencukupi, kendala dalam teknik menyusui, kelelahan ibu, dukungan keluarga, serta kepercayaan dan kebiasaan yang berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kontribusi edukasi ASI yang dilaksanakan berbasis masyarakat terhadap pelaksanaan ASI eksklusif pada ibu di Desa Suka Maju. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif eksploratif. Penelitian dilaksanakan di Desa Suka Maju, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, pada Juni sampai Juli 2026. Informan berjumlah 15 ibu menyusui yang dipilih menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data selanjutnya dianalisis secara tematik dengan menerapkan triangulasi sebagai upaya memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi melalui bidan, kader, posyandu, dan lingkungan masyarakat membantu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Dukungan suami dan keluarga turut memperkuat praktik menyusui, sedangkan mitos, persepsi ASI kurang, dan hambatan menyusui masih menjadi tantangan. Edukasi ASI berbasis masyarakat penting dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan ibu, keluarga, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat