Claim Missing Document
Check
Articles

Prioritas Pengelolaan Taman Wisata Alam Pulau Pombo Terhadap Keberlanjutan Ekosistem Terumbu Karang Rumasoreng, Samsul Bahri; Yulianda, Fredinan; Yulianto, Gatot
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 20, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v20i2.17525

Abstract

Penetapan skala prioritas dalam pengelolaan memiliki peran krusial sebagai pedoman bagi pengelola kawasan dalam mengoptimalkan pengelolaan Taman Wisata Alam Pulau Pombo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam Pulau Pombo bagi keberlanjutan ekosistem terumbu karang dengan menggunakan metode jejaring Analitik (Analytic Network Process). Permasalahan dan solusi dalam menentukan prioritas pengelolaan dikategorikan ke dalam empat cluster utama, yaitu: ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan. Masing-masing cluster terdiri dari sub-cluster yang disusun berdasarkan hasil wawancara dengan para ahli dan pemangku kepentingan, menggunakan metode purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa masalah prioritas utama pengelolaan adalah cluster ekologi dengan nilai normalized sebesar 0.3659, nilai Kendall’s (W) yakni W=0,904, yang berarti 90,4% responden sepakat bahwa prioritas masalah pengelolaan adalah cluster ekologi, sedangkan prioritas solusi dari setiap cluster menunjukkan cluster ekologi menjadi prioritas utama dengan nilai normalized sebesar 0.3606, nilai Kendall’s (W) yakni W=1, yang berarti 100% responden sepakat fokus utama yang paling relevan dalam mengatasi pengelolaan Taman Wisata Alam Pulau Pombo bagi keberlanjutan ekosistem terumbu karang adalah prioritas cluster ekologi. Prioritas pengelolaan dengan mempertimbangkan aspek ekologi, ekonomi, sosial dan kelembagaan yang dapat dilakukan melalui: (i) rehabilitasi ekosistem terumbu karang; (ii) tingkatkan infrastruktur penunjang pengelolaan kawasan; (iii) program edukasi konservasi; dan (iv) pengadaan peralatan penunjang fasilitas pengawasan.Title: Priority Management of Pombo Island Natural Tourism Park on the Sustainability of Coral Reef EcosystemsThe determination of priority scales in management has a crucial role as a guideline for area managers in optimizing the management of Pombo Island Natural Tourism Parks. This study aims to analyze the management priorities of the Pombo Island Nature Tourism Park area for the sustainability of coral reef ecosystems using the Analytic Network Process method. Problems and solutions in determining management priorities are categorized into four  main clusters, namely: ecological, economic, social, and institutional. Each cluster consists of sub-clusters that are compiled based on the results of interviews with experts and stakeholders, using the purposive sampling method. The results of the analysis showed that the main priority problem of management was the ecological cluster  with a normalized value  of 0.3659, the Kendall's value (W) was W = 0.904, which means that 90.4% of respondents agreed that the priority of the management problem was the ecological cluster, while the priority of the solution of each cluster showed  the cluster Ecology is the top priority with  a normalized value  of 0.3606, Kendall's value (W) is W=1, which means that 100% of respondents agree that the most relevant main focus in overcoming the management of the Pombo Island Nature Tourism Park for the sustainability of coral reef ecosystems is the cluster priority ecology. Management priorities by considering ecological, economic, social and institutional aspects that can be carried out through: (i) coral reef ecosystem rehabilitation; (ii) improve infrastructure to support regional management; (iii) conservation education programs; and (iv) procurement of supporting equipment for surveillance facilities.
Penilaian kinerja pengolahan limbah cair di konteks pulau kecil: evaluasi multi-aspek Pulau Tidung Besar, Indonesia Prayoga, Gatot; Yulianto, Gatot; Effendi, Hefni
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.9.3.265-289

Abstract

Small islands face unique sustainability challenges in domestic wastewater management (DWM) due to limited resources, confined space, and high ecological vulnerability, yet comprehensive multi-dimensional assessments remain scarce. This study addresses this gap through a multi-aspect assessment of the DWM system on Tidung Besar Island, Indonesia, integrating technical, institutional, environmental, and social dimensions in a densely populated tourism-based small island. An exploratory-descriptive approach was employed, combining field observations, stakeholder interviews, questionnaires, and secondary data analysis from March 2024 to August 2025. Data were analyzed through triangulation methods, descriptive statistics, and qualitative synthesis. The study reveals a critical paradox that despite strong community acceptance and established infrastructure comprising four wastewater treatment plants serving 831 house connections, the system faces severe environmental challenge. Ammonia and total coliform exceed quality standards by up to 163 and 137 times. Technical challenges include overcapacity in high-demand zones, equipment failures, and incomplete service coverage, while institutional monitoring remains weak. Socially, most residents lack wastewater knowledge yet report high satisfaction based on visible improvements. This reveals that community acceptance alone cannot serve as a reliable indicator of system success. The study also demonstrates that small island wastewater management requires integrated solutions addressing interconnected challenge across all dimensions simultaneously.
DEVELOPMENT OF MARINE ECOTOURISM WITH THE APPROACH OF SUITABILITY OF NATURAL RESOURCES AND CARRYING CAPACITY IN CEMARA BEACH, WAKATOBI: PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI DENGAN PENDEKATAN KESESUAIAN SUMBERDAYA ALAM DAN DAYA DUKUNG DI PANTAI CEMARA WAKATOBI Ardila, Ardila; Yulianda, Fredinan; Yulianto, Gatot
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.17.38-48

Abstract

Kawasan Pantai Cemara di Pulau Wangi-Wangi memiliki potensi sumber daya hayati yang masih relatif tinggi. Potensi tersebut tercermin dari keberadaan ekosistem terumbu karang, ikan karang, dan perikanan tangkap. Selain berperan penting secara ekologis, ekosistem ini juga menawarkan nilai estetika yang signifikan, menjadikannya aset yang ideal untuk wisata bahari. Namun sampai saat ini pemanfaatan sumberdaya alam belum memiliki aturan terkait pembatasan pengunjung, sehingga menyebabkan degradasi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian dan kapasitas daya dukung ekowisata bahari di Pantai Cemara, Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi, khususnya untuk aktivitas snorkeling dan diving yang dapat dimanfaatkan. Pengumpulan data berdasarkan zona rataan (reef flat) dan zona tubir (reef slope) dipilih secara purposive sampling, yaitu berdasarkan keberadaan dan representasi ekosistem terumbu karang dengan metode manta tow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori ekowisata bahari di lokasi tersebut sangat sesuai dan sesuai dengan tutupan karang hidup berkisar antara 46–76%, jenis life form dan kelimpahan ikan karang menunjang serta kecerahan perairan yang tinggi. Kapasitas daya dukung untuk kegiatan snorkeling adalah 240 orang/hari dengan luas area pemanfaatan sebesar 5,93 ha, sementara kegiatan diving memiliki luas area pemanfaatan 1,83 ha dan kapasitas yaitu 60 orang/hari. Dengan demikian, total kapasitas daya dukung untuk kedua jenis kegiatan tersebut adalah 300 orang/hari. Guna menjaga keberlanjutan terumbu karang dan wisata bahari di Pantai Cemara, perlu dilakukan pengelolaan wisata yang berkelanjutan melalui pembatasan kapasitas pengunjung, zonasi, dan regulasi ketat.
Distribusi Spasial–Temporal Produksi Sampah di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Cituis: Distribusi temporal produksi sampah di Pangkalan Pendaratan Ikan(PPI) Cituis Effendi, Hefni; Hariyadi, Sigid; Yulianto, Gatot; Admiral Farouk Sabzevar, Andi
Habitus Aquatica Vol 7 No 1 (2026): Habitus Aquatica : Journal of Aquatic Resources and Fisheries Management
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/HAJ.7.1.25

Abstract

This study aims to analyze garbage waste data by day in a week at the Cituis Fish Landing Base (PPI Cituis), identify the causes of waste issues, and provide recommendations for waste management and handling. The research was conducted over two weeks of observation. Data were collected through waste characterization, total and average garbage waste volume measurements, the number of waste containers, and waste type composition from several source points. The results show that waste volume tends to increase at the end of the month, on weekends, and during holidays, following higher visitor numbers and fishing activities. Inorganic waste, especially plastic was the most dominant type across all port zones. The 3 kg container representing the harbor area had the highest percentage of waste bins compared with the 4 kg and 10 kg containers. Proper waste management is necessary to minimize pollution impacts at PPI Cituis and the surrounding environment. Recommended actions include improving waste facilities, strengthening governance and regulations, and enhancing community awareness and participation.
Pelatihan Teknologi Wanamina Dan Manajemen Usaha Kepada Pembudidaya Kepiting Di Muaragembong, Bekasi Wildan, Dudi Muhammad; Yulianto, Gatot; Hidayati, Nurul; Nabighah, Auliaullah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.7970

Abstract

Kelompok Pembudidaya Kepiting Muge Crab di Muaragembong menghadapi permasalahan rendahnya produksi akibat tingkat kematian tinggi dan teknik budidaya yang masih konvensional. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota melalui pelatihan penerapan teknologi wanamina dan manajemen usaha. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan praktik langsung pada empat materi: pembuatan wanamina kepiting, pembuatan pakan, pembuatan kolam terpal, dan penyusunan jadwal produksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi anggota yang sangat signifikan pada semua materi, dengan rata-rata kenaikan tertinggi pada pembuatan jadwal produksi (89%) dan terendah pada pembuatan kolam terpal (50%). Dampak ekonomi yang dicapai sangat transformatif, dengan produksi kepiting meningkat 400% (dari 5 kg/bulan menjadi 25 kg/bulan) dan pendapatan anggota melonjak 402% (dari Rp.650.000/bulan menjadi Rp.3.262.500/bulan). Disimpulkan bahwa program pelatihan yang komprehensif berhasil meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial anggota, yang secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi, sekaligus mendukung kelestarian ekosistem mangrove melalui pendekatan wanamina.
Edukasi Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dan Pembuatan Lubang Biopori Iswantari, Aliati; Yulandari, Dwi Yuni; Yulianto, Gatot
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpim.5.1.1-9

Abstract

Pencemaran sungai perlu diupayakan solusinya mengingat dampaknya terhadap kehidupan biota perairan dan sosial ekonomi masyarakat. Salah satu sumber pencemaran sungai berasal dari sampah organik rumah tangga yang banyak dibuang ke lingkungan perairan. Sampah tersebut dapat meningkatkan kandungan bahan organik di perairan. Tujuan kegiatan ini adalah menyajikan dan menganalisis pelaksanaan edukasi pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk cair dan kompos agar sampah tidak dibuang lagi ke sungai. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Arban Bawah, Desa Gunung Bunder 2, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor pada bulan Mei sampai Juni 2022. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, memberikan materi pelatihan, praktik langsung, dan melakukan pemantauan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Edukasi dan aksi dilakukan melalui kegiatan pelatihan, pembuatan pupuk cair dan kompos dari sampah, pembuatan lubang biopori serta pemberian bantuan bak sampah dan pelubang biopori. Hasil pre-test menunjukkan bahwa masyarakat tidak mengetahui tentang mikroorganisme dalam sampah organik dan masyarakat belum mengetahui tentang pengelolaan sampah yang baik. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan, diperoleh hasil bahwa masyarakat mengetahui tentang mikroorganisme dalam sampah organik, lubang biopori, dapat mengelola sampah, dan mau melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk cair dan kompos.
Co-Authors . Sahid Abdur Rosyid Achmad Fahrudin Achmad Syaifuddin Zuhri Achmad Widodo Admiral Farouk Sabzevar, Andi Agung Cahyono Agung, Gede Panji Akhmad Fauzi Akrima Amalia Aliati Iswantari Ardila, Ardila Ario Damar Arshad, Mazlan Asronj Bakkit Simanjuntak Aswin Baskoro Rochaddi Booth, Hollie Bryan Brama Ramadhana Budi Setiadi Cahyo Priyo Sembodo Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Dori Rachmawani Dwi Purwantoro Sasongko Easteria, Grace Fauzan, Fatih Ahmad Fenti Listiyani Fery Kurniawan Fredinan Yulianda Gatot Yulianto Hades Mandela, Hades Hartono, Daniel Hefni Effendi HERMAWAN Hotlan Simbolon Husein, Muhammad Saddam Indah, Mega Natasha Irham Nurwidyanto Irma Akhrianti Johan Maulana Hadi Kurniawati, Dwi Shinta Luky Adrianto M. Nurdin W. P. Majariana Krisanti Mardyani, Yeyen Maria Wahyuni Mars Widodo Masud, Rizka Maulidiyah Mazlan, Mazlan Mennofatria Boer Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Muslim, Yus Sudarsono Nabighah, Auliaullah Naufalzuhdi, Achyar Nindita Eka Setyahandani, Nindita Eka Nurul Hidayati Prayoga, Gatot purnama, Fajar adi Putra, Aditya Handoyo R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Rahmat Kurnia Rakhmat Syaefullah Riza Eka Prabowo Rizal Fahmi Rohmah, Lailia Nur Rr. Tony Yulianto Rumasoreng, Samsul Bahri Sadelie, Agus Sahid Sahid Saiful Nurul Hudha sapanli, kastana Setyawati, Novitria Sidhi Saputra Sigid Hariyadi Siti Khasanah Siti Zulaikhah Sri Wahyuningrum Stefanie Virlanta Putri Stelina Candita Gunawan Sin Sin Tan Sugeng Santoso Sugeng Widada Sugeng Widada Suparyana, Suparyana Suryono Suryono Taufiq Yuana Teguh Suroso Tridoyo Kusumastanto Udi Harmoko Udi Harmoko Vithya Arintalofa Wafi, Hanif Wildan, Dudi Muhammad Yohanes Yuli Mulyanto Yonvitner - Yudha, Firsta Kusuma Yulandari, Dwi Yuni Yusuf D. H. Yusuf D.H Yusuf Dewantoro Herlambang Zaenal Arifin Zulhamsyah Imran