Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Efek Antiinflamsi Ekstrak Herba Kerokot (Lygodium microphyllum Cav.) Terhadap Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nurina Khairana L; Risna Agustina; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.336 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.189

Abstract

Tumbuhan kerokot secara empiris digunakan masyarakat untuk pengobatan demam dan nyeri otot serta memiliki potensi sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas herba kerokot sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan yaitu paw edema dengan induksi karagenan pada tikus putih. Tikus putih dikelompokan menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan Na-CMC 1%, kelompok kontrol positif yang diberikan natrium diklofenak 50 mg, dan tiga kelompok uji yang diberikan ekstrak dengan tiga variasi dosis yaitu 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB yang masing-masing diberikan secara oral kemudian diinduksi karagenan 1% agar mengalami edema. Pengukuran volume edema kaki tikus putih menggunakan alat pletismometer setiap 60 menit selama 7 jam. Hasil analisis data pengujian menunjukkan bahwa ketiga dosis uji memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, kemudian ekstrak herba kerokot memiliki dosis efektif sebesar 150 mg/kgBB dan memiliki potensi yang sama dengan natrium diklofenak 50 mg.
Potensi Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Cocor Bebek (Kalanchoe pinnata L.) Tari Maulidina I.P; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.208 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.204

Abstract

Kalanchoe pinnata diketahui memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi antara lain penyembuh luka, anti-diabetes, anti-inflamasi dan analgesik yang baik, bahkan secara empiris efektif sebagai antipiretik. Prostaglandin sebagai salah satu mediator nyeri, juga turut berperan dalam mekanisme terjadinya pireksia. Senyawa aktif yang diduga bertanggungjawab terhadap aktivitas ini antara lain adalah flavonoid, polifenol, dan triterpen. Telah dilakukan penelitian untuk melihat efek antipiretik dari ekstrak etanol daun cocor bebek terhadap tikus. Induksi pireksia dilakukan dengan menginjeksikan suspensi ragi (bakers’ yeast) pada tikus secara subkutan. Kenaikan suhu tubuh tikus diamati setelah 16 jam dan setelahnya diberikan perlakuan. Kontrol positif diberikan parasetamol sedangkan kelompok uji diberikan ekstrak dengan dosis 100 mg/kg, 200 mg/kg dan 300 mg/kg. secara oral. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun cocor bebek pada dosis 100 mg/kg dan 200 mg/kg mampu menurunkan suhu tubuh tikus sedangkan dosis 300 mg/kg tidak menunjukkan aktivitas penurunan suhu tubuh tikus.
Analisis Pengetahuan dan Perilaku Pasien DM Tipe II dalam Penggunaan Insulin Secara Mandiri di Instalasi Rawat Jalan RSUD A.W Sjahranie Samarinda Anjanie Medyawati Utami; Welinda Dyah Ayu; Victoria Yulita Fitriani; Risna Agustina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 5 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.523 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v5i1.216

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit mematikan nomor 3 di dunia, dan Indonesia merupakan negara tertinggi ke 4 pengidap penyakit ini. Seiring dengan semakin bertambahnya penderita DM penggunaan insulin sebagai salah satu terapinya juga semakin meningkat, namun kesalahan terapi insulin cukup sering ditemukan dan menjadi masalah klinis yang penting. Bahkan terapi insulin termasuk dalam lima besar pengobatan beresiko tinggi (high-risk medication) bagi pasien di rumah sakit. Sehingga pengetahuan dan perilaku pasien harus mendapat perhatian lebih terhadap penggunaan terapi insulin agar optimalisasi terapi dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien DM tipe 2 yang menggunakan insulin, mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku pasien, serta mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien dalam penggunaan insulin secara mandiri. Jenis penelitian ini bersifat prospektif. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah pasien yang berobat di instalasi rawat jalan bagian poli penyakit dalam RSUD A.W Sjahranie Samarinda dengan banyak sampel 43 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien DM tipe 2 di dominas oleh perempuan 51,16%, pasien pada kelompok usia 46-55 39,53%, pendidikan terakhir adalah SD 51,16%, pekerjaan Ibu rumah tangga 41,86%, serta pasien dengan riwayat keluarga yg mengidap DM sebanyak 76,74%. Pengetahuan dan perilaku pasien dalam penggunaan insulin didominasi pada tingkat yang cukup baik yakni pengetahuan sebesar 72.09%, dan perilaku sebesar 72,10%. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan dan perilaku pasien yang signifikan, dimana semakin tinggi pengetahuan pasien maka perilaku pasien dalam menggunakan insulin akan semakin baik pula, hasil tersebut dibuktikan dengan didapatkannya nilai signifikansi (p) sebesar 0,000.
Kajian Terapi Asma dan Tingkat Kontrol Asma Berdasarkan Asthma Control Test (ACT) Ana Nur Yasin; Risna Agustina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.064 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.246

Abstract

Asma adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai adanya inflamasi, peningkatan reaktivitas terhadap berbagai stimulus, dan sumbatan saluran napas yang bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan yang sesuai. Prioritas pengobatan penyakit asma sejauh ini ditujukan untuk mengontrol gejala agar tidak terjadi serangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya asma berupa riwayat keturunan, riwayat merokok, riwayat terpapar asap rokok dan alergi serta penggunaan terapi kontroler dan tingkat kontrol asma dengan menggunaan kuisioner Asthma Control Test (ACT). Jenis penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode prospektif dengan pemaparan hasil secara deskriptif. Sampel penelitian ialah pasien dengan usia > 18 tahun dan diagnosis utama asma di Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik berupa jenis kelamin perempuan (57,69%), usia 45-59 tahun (42,30%). Faktor risiko yang mempengaruhi asma berupa riwayat keturunan (53,84%), riwayat merokok (34,63%), riwayat terapar asap rokok (70,07%) dan alergi (57,69%). Penggunaan terapi kontroler symbicort® yang berisi Budesonid dan Formoterol fumarate dihydrate (15,38%) dengan frekuensi penggunan rutin (23,08%). Terapi yang diberikan dari Rumah Sakit yaitu Symbicort® dan N-Asetilsistein (46,16%). Tingkat kontrol asma berdasarkan skor ACT yang memiliki proporsi tertinggi yaitu pasien dengan asma tidak terkontrol sebanyak (84,62%).
Analisis Regimen Kemoterapi Kanker Payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Retno Putri Arianto; Risna Agustina; Jaka Fadraersada
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.427 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.258

Abstract

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, kejadian kanker tertinggi pada perempuan di Indonesia yaitu kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara, faktor risiko berupa faktor keturunan kanker payudara, penggunaan kontrasepsi oral, berat badan, usia melahirkan pertama kali, dan penggunaan regimen kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode observasional dengan penelusuran data secara prospektif dan menggunakan data rekam medik serta data hasil wawancara dengan pasien di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, kemudian data dijabarkan secara deskriptif. Setelah diperoleh sampel dengan teknik total sampling, kemudian dilakukan analisis data dengan metode analisis semikuantitatif. Hasil penelitian yaitu karakteristik pasien berupa usia pertama kali didiagnosis kanker payudara terbanyak adalah 46-55 tahun dengan persentase 43%, faktor risiko kanker payudara pada pasien yang memiliki faktor keturunan kanker sebesar 50%, sebesar 80% pasien kemoterapi kanker payudara pernah menggunakan kontrasepsi oral, sebesar 67% pasien kemoterapi kanker payudara dengan berat badan berlebih, sebesar 90% usia pasien kemoterapi kanker payudara melahirkan pertama kali yaitu kurang dari 30 tahun dan regimen kemoterapi kanker payudara terbanyak yaitu kombinasi Docetaxel dan Gemcitabine dengan persentase 50%.
Analisis Biaya Minimal dan Efektivitas Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Panglima Sebaya Paser Norhalimah Norhalimah; Risna Agustina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 7 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.223 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v7i1.294

Abstract

Diabetes melitus adalah suatu penyakit yang memerlukan terapi selama hidupnya sehingga membutuhkan biaya yang cukup besar untuk terapi pengobatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui obat antidiabetik dengan biaya minimal dan efektif di Rumah Sakit Umum Daerah Panglima Sebaya Paser. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap catatan rekam medis. Hasil penelitian terhadap 95 pasien menunjukkan bahwa obat antidiabetik yang paling banyak digunakan yaitu kombinasi insulin novorapid dengan levemir dan novorapid engan ezelin. Penggunaan obat yang efektif pada terapi diabetes melitus adalah insulin ezelin kombinasi dengan novorapid dengan nilai ACER Rp 22.984,00.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus L. Benth) Husnul Khotimah; Risna Agustina; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 8 (2018): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.781 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v8i1.295

Abstract

Daun miana (Coleus atropurpureus L. Benth.) merupakan tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan alami.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap aktivitas antioksidan dan flavonoid totalekstrak daun Miana (Coleus atropurpureus L. Benth.) pada penyimpanan suhu sejuk. Dilakukan pengujian flavonoid total serta uji aktivitas antioksidanmenggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan diukur dengan spektrofotometer UV-Vis, kemudian dihitung nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan pada ekstrak daun miana yang disimpan pada suhu sejuk mengalami peningkatan aktivitas dan setelah dua minggu penyimpanan aktivitas antioksidan mulai mengalami penurunan,hal ini tidak sejalan dengan kadar flavonoid total yang mengalami penurunan pada hari ketiga setelah penyimpanan. Oleh karena itu diduga terdapat senyawa lain yang juga berperan memberikan aktivitas antioksidan seperti tanin yang positif terkandung dalam daun miana pada hasil pengujian metabolit sekunder dan tanin merupakan salah satu senyawa yang dapat mendukung aktivitas antioksidan dari ekstrak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas antioksidan daun miana mengalami peningkatan selama seminggu penyimpanan pada suhu sejuk dan mulai menurun setelah dua minggu penyimpanan.
Pola Penggunaan Obat Antikonvulsan pada Pasien Gangguan Kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda Meilanie Dwi Anggraeni; Risna Agustina; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 10 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.119 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v10i1.345

Abstract

ABSTRAK Antikonvulsan adalah obat yang dikembangkan untuk menghambat penyebaran kejang di otak dengan menekan penembakan neuron yang cepat dan berlebihan. Biasanya, antikonvulsan digunakan oleh pasien gangguan jiwa yang mengalami kejang, sulit tidur, dan rasa cemas yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan obat antikonvulsan pada pasien gangguan jiwa dan mengetahui karakteristik pasien yang menerima terapi antikonvulsan periode Januari-Desember 2018. Jenis penelitian ini adalah non-eksperimental dengan metode retrospektif dari catatan rekam medis 52 pasien rawat jalan dan rawat inap dengan diagnosa penyakit gangguan kejiwaan yaitu dimensia, depresi, bipolar, dan skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien dengan jenis kelamin perempuan (65,38%), usia 26-35 tahun (25%), dan tidak bekerja (78,84%) lebih rentan terkena gangguan kejiwaan. Sedangkan pola penggunaan obat antikonvulsan yang digunakan pada Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda adalah benzodiazepine (84,61%), obat asam valproate (5,76%), dan hidantoin (1,92%).
Pengujian UV-Proteksi Ekstrak Metanol Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix) secara In Vitro Afni; Risna Agustina; Angga
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 10 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.813 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v10i1.366

Abstract

Kaffir Lime leaves (Citrus hystrix) often used for various treatments and also for cosmetics. One of the benefits of lime leaves in cosmetics is Sunscreen. The purpose of this study is to determine the activity of sunscreen and the category of sunscreen. The value %Te, %Tp, and Spf can be seen from the results of the calculation. The method is used by maceration. Then, the measurements using an UV spectrophotometer. At concentration of 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm and 500 ppm. At wavelengths of 292,5 - 372,5 nm for measurements of values % Te and % Tp. While for SPF values at wavelengths of 290 - 320 nm. The best results obtained were at concentration of 500 ppm, with a value of % Te 1,78 which is an extra protection category and the value of % Tp 1,27 which is the sunblock category, and the value of SPF 16 which is the ultra category.
Pola Penggunaan Obat Mood Stabilizer Pada Pasien Bipolar di Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Annida Rifaya; Risna Agustina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 10 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.835 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v10i1.368

Abstract

Bipolar disorder is a chronic mood disorder characterized by episodes of mania or hypomania that occur alternately or mixed with depressive episodes. This study aims to determine the characteristics of bipolar patients and patterns of drug use inpatient and outpatient bipolar patients at Atma Husada Mahakam Hospital. The type of this research is non experimental (descriptive) and done retrospectively. Data are collected from medical record. Research subjects were 84 inpatients and 137 outpatients with bipolar disorder diagnosis. Data are analyzed by describing research's objects. The results were obtained from inpatient and outpatient data showing 63% and 60% female sex, showing 26-35 years (early adulthood), not working, not married, and high school level education. The most usage pattern of drugs is a combination of 2 and 3 drugs, namely 74.99% for inpatient care and 73.71% for outpatient treatment. The drugs most commonly used are mood stabilizers (valproate acid) and atypical antipsychotics (risperidone).