Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Review: Study the Role of China Acupuncture and "GI" Acupuncture as an Alternative and Complementary Therapy in the Treatment Risna Agustina; Andreanus A. Soemardji; Felesia Fanty; Lia Amalia
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 6 (2019): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i6.209

Abstract

This article discusses the scientific literature review on Chinese acupuncture and "GI" acupuncture as an attempt therapy many cases, besides that specifically studied the effectiveness of traditional acupuncture china to stress with "GI" acupuncture. Chinese acupuncture is an acupuncture method that was developed in China since ± 2000 years ago, while "GI" acupuncture is a method of acupuncture that was developed at the Institute Technology Bandung by acupuncturists Gunawan Ismail (Alm) is slightly different from the traditional Chinese acupuncture, where acupuncture "GI "based on a 7 acupuncture points on the body for ase points determined based of Java massage. Each method studied acupuncture and its role as a therapeutic efforts on a variety of cases, and the results of the study showed some success in handling cases of diseases such as fibromyalgia, stroke and stress. The role of acupuncture GI who want to see here is give the same effectiveness with traditional acupuncture originated from China or even better.
Profil Kromatografi Senyawa Aktif Antioksidan dan Antibakteri Fraksi Etil Asetat Daun Libo (Ficus variegata Blume.) Mega Rizky Novitasari; Risna Agustina; Agung Rahmadani; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.30

Abstract

Tumbuhan Libo (Ficus variegata Blume.) memiliki buah yang tidak dimakan oleh hama/serangga, hal ini diduga karena kandungan metabolit sekunder tumbuhan libo mengandung senyawa aktif yang dapat berpotensi sebagai antibakteri maupun antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kromatografi senyawa antioksidan dan antibakteri, serta mengetahui golongan metabolit sekunder yang terdapat dalam fraksi aktif etil asetat daun libo. Sampel dimaserasi dengan pelarut metanol. Isolasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu dengan cara kromatografi cair vakum kemudian dilanjutkan dengan kromatografi kolom konvensional. Hasil pemisahan berdasarkan kromatografi kolom konvensional yaitu diperoleh sebanyak 16 fraksi. Dari hasil tersebut kemudian dilakukan pengujian aktivitas antioksidan terhadap DPPH dan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji dengan metode KLT Bioautografi. Hasil penelitian diperoleh profil kromatografi fraksi etil asetat daun Libo (Ficus variegata Blume.) aktif sebagai antioksidan terhadap DPPH, dan aktif terhadap bakteri, Eschericia coli dan Staphylococcusaureus. Golongan metabolit sekunder aktif fraksi etil asetat daun libo adalah alkaloid, steroid, terpenoid dan fenol.
Potensi Interaksi Obat Resep Pasien Hipertensi di Salah Satu Rumah Sakit Pemerintah di Kota Samarinda Risna Agustina; Nurul Annisa; Wisnu Cahyo Prabowo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i4.41

Abstract

Penyakit degeneratif merupakan suatu penyakit yang muncul akibat proses kemunduran fungsi sel tubuh seiring bertambahnya usia, salah satunya adalah hipertensi. Pada pengobatan penyakit hipertensi untuk stadium lanjut banyak terjadi komplikasi sehingga potensi terjadinya polifarmasi sangat besar yang menyebabkan kemungkinan terjadinya interaksi obat-obat. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mengetahui potensial interaksi obat-obat. Pengecekan dilakukan melalui www.drugs.comdatabase. Penelitian ini memaparkan persentase dari jenis polifarmasi dan potensi interaksi obat-obat berdasarkan tingkatan yang telah ditetapkan. Dari total 290 resep hipertensi tersebut, terdapat 17(5,86%) lembar resep dengan jumlah 1R/ yang artinya pada lembar resep tersebut tidak memiliki potensi terjadinya interaksi obat-obat dan tidak termasuk dalam kategori polifarmasi, sebesar 147 (50,69%) lembar resep termasuk dalam kategori polifarmasi minor dan sejumlah 126 (43,45%) lembar resep masuk dalam kategori polifarmasi mayor . Sedangkan jumlah lembar resep yang mengandung lebih dari 1 R/ yaitu sejumlah 273 (94,14%) lembar resep dengan rata-rata jumlah R/ pada setiap lembar resep adalah 4. Dari keseluruhan lembar resep yang memiliki potensi interaksi obat-obat, total potensial yang terjadi adalah 183 interaksi dengan rincian, interaksi minor sebesar 66(22,75%) interaksi, interaksi moderat sebesar 99 (34,13%) interaksi, dan interaksi mayor sebesar 18 (6,21%) interaksi.
Analisis GC-MS Senyawa Aktif Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Libo (Ficus variegata Blume.) Mega Rizky Novitasari; Lizma Febrina; Risna Agustina; Agung Rahmadani; Rolan Rusli
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.43

Abstract

Daun Libo (Ficus variegata Blume.) memiliki daun yang tidak dimakan oleh hama/serangga, hal ini diduga karena kandungan metabolit sekunder daun libo mengandung senyawa aktif yang potensial salah satunya adalah sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui komponen senyawa antioksidan fraksi etil asetat daun libo dengan metode GC-MS. Interpretasi spektrum massa GC-MS dilakukan dengan menggunakan database WILLEY9THN 08.L. Hasil analisis spektrum GC-MS fraksi etil asetat aktif antioksidan mengandung 2,5-Cyclohexadiene-1,4-dione, 2,6-bis(1,1-dimethylethyl (0,65%), 1-Octadecene (1,29%), 2-Hexadecen-1-ol, 3,7,11,15-tetramethyl- (1,54%), 7,9-Di-tert-butyl-1-oxaspiro(4,5)deca-6,9-diene-2,8-dione (1,52%), 1-Nonadecene (3,39%), 1-Docosene (3,39%), Nonadecyltrifluoroacetate (2,12%), 1,2-Benzenedicarboxylic acid,(2-ethylhexyl) ester (45,53%), 1-Docosene (2,71%), Pyrene, hexadecahydro (4,56%), Urs-12-en-3-ol, acetate,(3.beta.) (1,97%), 12-Oleanen-3-yl acetate, (3.alpha.)- (5,19%), Urs-12-en-3-ol, acetate,(3.beta.) (1,53 %), Taraxasterol-acetate (0,30%), 1-(Dimethylamino)-5-{[4'-(5"-(4"'-iodophenyl ethynyl|)-1"-naphthylethynyl]-1(8,46%), dan 7,8,17,18-Tetrahydro-35-methoxy-1,3,21,23-tetramethyl-16H,31H-5,9,15,19-dime (10,04%).
Efektivitas Akupunktur “GI” terhadap Pengobatan Stres pada Pasien di Klinik Akupunktur Sukamenak dan UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa ITB Risna Agustina; Andreanus A. Soemardji
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.47

Abstract

Penelitian mengenai pengaruh akupunktur “GI” pada pengobatan stres telah dilakukan pada pasien stres yang melakukan terapi akupunktur di Klinik Akupunktur Sukamenak dan UPT Layanan Kesehatan Bumi Medika Ganesa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Akupunktur “GI” terhadap penurunan tingkat stres pada pasien, serta untuk memperkuat kegunaan dan posisi akupunktur “GI” dalam sistem kesehatan sebagai terapi komplementer. Penelitian ini merupakan studi observasional konkuren secara kualitatif dan kuantitatif yang dilakukan selama 3 bulan melalui wawancara dengan parameter utama skala stres. Analisis pengaruh terapi Akupunktur “GI” terhadap pasien stres dapat diamati melalui penurunan skor stres pada responden yang rutin melakukan terapi akupunktur dan juga pengaruh usia, dan jenis kelamin terhadap penurunan skor stres. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan bermakna (r= -0,998) antara penurunan skor stres dengan jumlah terapi akupunktur “GI”, adanya hubungan jumlah terapi akupunktur “GI” yang dilakukan dengan penurunan skor stres. Selain itu, penelitian ini membuktikan adanya pengaruh jenis kelamin terhadap efektivitas terapi akupunktur “GI”. Dapat disimpulkan bahwa terapi akupunktur “GI” berperan dalam penekanan gejala stres, prospektif sebagai terapi alternatif ataupun komplementer bagi penderita stres.