Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

APLIKASI SISTEM RESIRKULASI MENGGUNAKAN FILTER DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR BUDIDAYA IKAN LELE Jubaedah, Dade; Mukti, Retno Cahya; Wijayanti, Marini; Yulisman, Yulisman; Yonarta, Danang; Marsi, Marsi; Fitriana, Eka Febri
JURNAL AKUAKULTURA Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Akuakultura Universitas Teuku Umar
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/ja.v4i1.2407

Abstract

Pemeliharaan ikan lele yang dilakukan pembudidaya ikan sebagian besar tidak melakukan upaya pengelolaan kualitas air seperti sirkulasi maupun penggantian air (water exchange). Salah satu teknologi untuk menjaga kualitas air media budidaya adalah menggunakan sistem resirkulasi. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengaplikasikan sistem resirkulasi dengan mengunakan filter dalam pengelolaan kualitas air sehingga diperoleh kualitas air yang mendukung bagi budidaya ikan lele. Metode penelitian terdiri dari dua perlakuan yaitu P0: perlakuan non filter dan P1: perlakuan sistem resirkulasi dengan filter. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengunaan sistem resirkulasi menggunakan filter dapat memperbaiki kualitas air yaitu penurunan kandungan amonia  yaitu dari 2,6 menjadi 0,1 mg/l, pertumbuhan panjang ikan lele sebesar 9,48 cm, pertumbuhan bobot ikan lele sebesar 37,15 g dan kelangsungan hidup sebesar 94%.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Listrik Dinamis dengan Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw pada Siswa Yulisman, Yulisman
Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Vol 1 No 1 (2019): Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Master's degree Department of Islamic Education Postgraduate Program of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Ar-Raniry, Banda Aceh in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tadabbur.v1i1.52

Abstract

Kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kualitas guru yang mengajar di depan kelas dalam melaksanakan pembelajaran, Seorang guru yang professional dituntut untuk mampu mengelola proses pembelajaran, penguasaan materi, penggunaan metode dan alat peraga yang tepat serta memotivasi siswa untuk belajar sehingga dapat tercipta kondisi belajar yang efektif efesien. Rendahnya pemahaman siswa pada konsep listrik dinamis terlihat dari ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan tes awal. Adapun hasil tes awal ini diikuti oleh sebanyak 31 orang siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Darul Makmur Nagan Raya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Konsep Listrik dinamis pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Darul Makmur, Nagan Raya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Data dalam penelitian ini adalah berdasarkan hasil tes, observasi, Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 5 Darul Makmur Nagan Raya yang berjumlah 31 orang siswa dengan berbagai tingkat kemampuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar konsep listrik dinamis. Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah siswa yang tuntas dalam belajar yaitu dari 0% sebelum pembelajaran berlangsung, menjadi 55 % pada siklus I, dan 93.54 % pada siklus II. Sedangkan perolehan nilai rata-rata yaitu 29 pada pra siklus menjadi 73 pada siklus I dan 84 pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar konsep listrik dinamis pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 5 Darul Makmur.
MORTALITAS BENIH IKAN KOI (Cyprinus carpio) PADA KETINGGIAN DASAR MEDIA GABUS AMPAS TEBU DAN LAMA WAKTU PENGANGKUTAN YANG BERBEDA Anggraini, Dwi; Taqwa, Ferdinand Hukama; Yulisman, Yulisman
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.19.1.78-89

Abstract

The aims of this research was determined the effect of the media cork bagasse base height and a long period to transportation on mortality of common carp fry and the average live common carp at the end of rearing. Fish used is common carp fry measuring 8.5 ± 0.5 cm and cork bagasse sized average of 5 ± 0.5 cm. The method used are completely randomized designed factorial pattern 3 x 3 where the first factor was height of basic media cork bagasse (T1 = 5 cm, T2 = 10 cm dan T3 = 15 cm) and the second factor was the length of time trans-portation (W1 = 2 hours, W2 = 4 hours dan W3 = 6 hours) and repeated 3 times. The results showed that the interaction of base height of media cork bagasse and the length of time trans-portation significant effect on mortality of common carp fry. The fastest of the recovered con-scious time showed in length of time the transportation 2 hours was 2.35 minutes, and the longest was 6.56 minutes on the transportation of 6 hours. This showed that the longer the transport time then recovered conscious time of common carp fry getting longer as well. The results of the best interaction was treatment T2W1, where had not fish mortality and avearge of common carp fry that live at the end of rearing for 7 days still maximum. Packing media temperature increased over increasing transport time, but for parameter chemical physics of water during rearing was still within the normal range rearing common carp fry. 
Aplikasi Teknologi Bioflok pada Pemeliharaan Benih Ikan Betok (Anabas testudineus) dengan Padat Tebar Berbeda Fitrani, Mirna; Putra, Andy Candra; Yulisman, Yulisman
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 20, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.20.2.56-66

Abstract

Climbing perch is one of fresh water fish that has been started to be cultured, howeverthere are some problems occur such as low growth rate and high price of feed. Biofloc is atechnology that use bacteria which is able to destroy the waste and to maintain the water quality.Floc can be used as feed as well. This technology is capable to be applied even in the highdensity of fish rearing.T he aim of this research was to study the effect of biofloc technologyfor climbing perch culture with different densities. This research was conducted in the Muliasarivillage, Banyuasin District, South Sumatera Province since February to April 2015. TheCompletely Randomized Design (CRD) with five treatments and three replications wasapplied. The treatments were A : 100 fish/m2of density without biofloc technology, B : 100fish/m2of density with biofloc technology, C : 200 fish/m2of density with biofloc technology,D : 300 fish/m2of density with biofloc technology, E : 400 fish/m2of density with biofloctechnology. Results shown that the addition of biofloc provide significantl effect on floc, fishgrowth and feed conversion ratio. The best density was 400 fish/m2 with 5.8 mL/L of floc andfood conversion ratio 0.81, survival rate 73%, growth weight 2.77 gram and legth of 1.87 cm.
PERKEMBANGAN DIAMETER TELUR IKAN BETOK (Anabas Testudineus) YANG DIBERI PAKAN DIPERKAYA VITAMIN E DENGAN DOSIS BERBEDA Etika, Desmi; Muslim, Muslim; Yulisman, Yulisman
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 18, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jpk.18.2.26-36

Abstract

The aims of this research was to know the development of egg diameter ofclimbing perch were feed enriched used different dosage of vitamin E. The experimentwas arrenged in a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments and 3replicated. The treatments was vitamin E (V.E) consist of, V.E0 (0 mg.kg-1) withoutvitamin E, V.E1 (100 mg.kg-1), V.E2 (150 mg.kg-1), V.E3 (200 mg.kg-1), V.E4 (250mg.kg-1) of feed. Parameters observed consist of eggs diameter development, gonadmaturity levels and water quality. The results of study showed that the enrichment of150 mg.kg-1 vitamin E on feed was provided response on the development of the eggdiameter (0.401 mm) and reached gonad spawned stage that showed by the transparantcolour of eggs (mature). Water quality parameter during rearing was still in tolerantrange of climbing perch.
Growth and Persistence of Snakehead Fry Treated with Feed from Snail Flour Ade Dwi Sasanti; Yulisman Yulisman
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Research Center for Sub-optimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.639 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.1.2.2012.21

Abstract

Sasanti & Yulisman. 2012. Growth and Persistence of Snakehead Fry Treated with Feed from Snail Flour. JLSO 1(2):158-162. An experiment was conducted to observe the effects of feed from snail flour on the growth and survival rate of snakehead fish (Channa striata)fry. There were three treatments, each had three replications, stocked with 20 fry. The three diets treatments were artificial feed A with 35% snail flour, artificial feed B with 40% snail flour and artificial feed C with 45% snail flour. Snail flour was made from Pomacea sp. Survival and growth rate of fry were not significantly different among the three different treatments.
PEMANFAATAN PERIKANAN DI NAGARI AIR BANGIS DALAM KAITANNYA DENGAN PASAL 23 AYAT 2 HURUF F UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.341 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i1.83

Abstract

ini terletak di tepi pantai, bagian barat nagari ini dihiasi oleh 9 pulau pulau kecil yakni Pulau Panjang, Pulau Telur, Pulau Pangkal, Pulau Tamiang, Pulau Harimau, Pulau Pigago, Pulau Unggeh, Pulau Terbakar, dan Pulau Ikan. Sumber daya alam yang dimiliki oleh Kenagarian Air Bangis sangat besardalam hubungannya dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 terutama dengan pasal 23 ayat 2 huruf f. Sumber daya hayati meliputi ikan, terumbu karang, padang lamun, mangrove dan biota laut lain; sumber daya nonhayati meliputi pasir, air laut, mineral dasar laut. Sumber daya buatan meliputiinfrastruktur laut yang terkait dengan kelautan dan perikanan, dan jasa-jasa lingkungan berupa keindahan alam. Sumber daya tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh masyarakat Air Bangis dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya Pesisir dan Pulau pulau kecil yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kenagarian Air Bangis adalah sumber daya hayati yang ada kaitannya dengan ikan.
AJARAN-AJARAN HUKUM PADA PERMAINAN TRADISIONAL (Studi Kasus di Desa Lubuk Tua Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas) Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.817 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.71

Abstract

Lubuk Tua adalah sebuah desa yang terletak di jalur lalu lintas Lubuk Linggau-Palembang. Kehidupan masyarakatnya terdiri dari petani karet, petani sawah dan berkebun. Masyarakat pendatang di desa ini sangat sedikit sekali karena peluang kerja sangat kecil. Hal ini pula yang membuat budaya di desa inilebih murni dari daerah lain di Kabupaten Musi Rawas. Permainan tradisional masih bisa dilihat di lapangan terbuka dan di sungai-sungai yang dimainkan oleh anak-anak pada waktu luang, terutama pulang sekolah. Tanpa disadari ternyata permainan tradisional tersebut telah mengajarkan anak untukbelajar taat hukum dari aturan-aturan yang ada pada permainan tradisional tersebut
BAUNDI DALAM ATURAN ADAT SALINGKA NAGARI PANDAI SIKEK Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.335 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i1.101

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang baundi dalam aturan adat salingka Nagari di Pandai Sikek. Seorang perempuan yang belum menikah untuk mendapatkan seorang suami yang syah dan bertanggungjawab melalui sebuah proses perjodohan. Laki laki yang Permasalahannya perjodohan yang dilakukan di Nagari Pandai Sikek berbeda dengan perjodohan di Nagari Minangkabau lainnya yang disebut dengan Baundi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah laki laki yang akan dijodohkan dengan perempuan tersebut lebih dari satu orang, bagaimana kalau yang bersangkutan tidak memilih satupun dari laki laki yang ditawarkan tersebut. Atau yang bersakutan punya teman dekat. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan analisa terhadap narasumber di Nagari Pandai Sikek. Hasil dari penelitian ini adalah Peran seorang mamak dan kerabat keluarga lainnya sangat dominan. Perempuan mempunyai hak untuk memilih seorang laki laki yang terbaik sebagai pendamping hidupnya. Teman dekat dari perempuan tersebut dibolehkan mengikuti undian. Belum pernah terjadi seorang perempuan tidakmemilih satu orang dari sekian laki laki yang ditawarkan.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL SAMBA LAKON Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.175 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i1.120

Abstract

Samba lakon adalah permainan tradisional anak-anak minangkabau yang persebarannya dikenal hampir di seluruh Propinsi Sumatera Barat. Walaupun saat ini sudah jarang dimainkan namun permainan ini memiliki nilai-nilai dalam pembentukan karakter. Tulisan ini menggambarkan nilai-nilai permainan samba lakon dan eksistensinya pada saat ini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan permainan ini sudah jarang dimainkan dan tidak banyak anak-anak yang mengetahuinya. Sedangkan nilai-nilai pada permainan ini yaitu nilai rekreatif dan pendidikan (disiplin, sportifitas, dan kejujuran).