Claim Missing Document
Check
Articles

Growth and Persistence of Snakehead Fry Treated with Feed from Snail Flour Ade Dwi Sasanti; Yulisman Yulisman
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Research Center for Sub-optimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.639 KB) | DOI: 10.33230/JLSO.1.2.2012.21

Abstract

Sasanti & Yulisman. 2012. Growth and Persistence of Snakehead Fry Treated with Feed from Snail Flour. JLSO 1(2):158-162. An experiment was conducted to observe the effects of feed from snail flour on the growth and survival rate of snakehead fish (Channa striata)fry. There were three treatments, each had three replications, stocked with 20 fry. The three diets treatments were artificial feed A with 35% snail flour, artificial feed B with 40% snail flour and artificial feed C with 45% snail flour. Snail flour was made from Pomacea sp. Survival and growth rate of fry were not significantly different among the three different treatments.
PEMANFAATAN PERIKANAN DI NAGARI AIR BANGIS DALAM KAITANNYA DENGAN PASAL 23 AYAT 2 HURUF F UNDANG UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.341 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i1.83

Abstract

ini terletak di tepi pantai, bagian barat nagari ini dihiasi oleh 9 pulau pulau kecil yakni Pulau Panjang, Pulau Telur, Pulau Pangkal, Pulau Tamiang, Pulau Harimau, Pulau Pigago, Pulau Unggeh, Pulau Terbakar, dan Pulau Ikan. Sumber daya alam yang dimiliki oleh Kenagarian Air Bangis sangat besardalam hubungannya dengan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 terutama dengan pasal 23 ayat 2 huruf f. Sumber daya hayati meliputi ikan, terumbu karang, padang lamun, mangrove dan biota laut lain; sumber daya nonhayati meliputi pasir, air laut, mineral dasar laut. Sumber daya buatan meliputiinfrastruktur laut yang terkait dengan kelautan dan perikanan, dan jasa-jasa lingkungan berupa keindahan alam. Sumber daya tersebut sebagian telah dimanfaatkan oleh masyarakat Air Bangis dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sumber daya Pesisir dan Pulau pulau kecil yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kenagarian Air Bangis adalah sumber daya hayati yang ada kaitannya dengan ikan.
AJARAN-AJARAN HUKUM PADA PERMAINAN TRADISIONAL (Studi Kasus di Desa Lubuk Tua Kecamatan Muara Kelingi Kabupaten Musi Rawas) Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.817 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v2i2.71

Abstract

Lubuk Tua adalah sebuah desa yang terletak di jalur lalu lintas Lubuk Linggau-Palembang. Kehidupan masyarakatnya terdiri dari petani karet, petani sawah dan berkebun. Masyarakat pendatang di desa ini sangat sedikit sekali karena peluang kerja sangat kecil. Hal ini pula yang membuat budaya di desa inilebih murni dari daerah lain di Kabupaten Musi Rawas. Permainan tradisional masih bisa dilihat di lapangan terbuka dan di sungai-sungai yang dimainkan oleh anak-anak pada waktu luang, terutama pulang sekolah. Tanpa disadari ternyata permainan tradisional tersebut telah mengajarkan anak untukbelajar taat hukum dari aturan-aturan yang ada pada permainan tradisional tersebut
BAUNDI DALAM ATURAN ADAT SALINGKA NAGARI PANDAI SIKEK Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.335 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v4i1.101

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang baundi dalam aturan adat salingka Nagari di Pandai Sikek. Seorang perempuan yang belum menikah untuk mendapatkan seorang suami yang syah dan bertanggungjawab melalui sebuah proses perjodohan. Laki laki yang Permasalahannya perjodohan yang dilakukan di Nagari Pandai Sikek berbeda dengan perjodohan di Nagari Minangkabau lainnya yang disebut dengan Baundi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah laki laki yang akan dijodohkan dengan perempuan tersebut lebih dari satu orang, bagaimana kalau yang bersangkutan tidak memilih satupun dari laki laki yang ditawarkan tersebut. Atau yang bersakutan punya teman dekat. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan analisa terhadap narasumber di Nagari Pandai Sikek. Hasil dari penelitian ini adalah Peran seorang mamak dan kerabat keluarga lainnya sangat dominan. Perempuan mempunyai hak untuk memilih seorang laki laki yang terbaik sebagai pendamping hidupnya. Teman dekat dari perempuan tersebut dibolehkan mengikuti undian. Belum pernah terjadi seorang perempuan tidakmemilih satu orang dari sekian laki laki yang ditawarkan.
PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL SAMBA LAKON Yulisman Yulisman
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.175 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v3i1.120

Abstract

Samba lakon adalah permainan tradisional anak-anak minangkabau yang persebarannya dikenal hampir di seluruh Propinsi Sumatera Barat. Walaupun saat ini sudah jarang dimainkan namun permainan ini memiliki nilai-nilai dalam pembentukan karakter. Tulisan ini menggambarkan nilai-nilai permainan samba lakon dan eksistensinya pada saat ini. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai alat pengumpul data. Hasil penelitian menunjukkan permainan ini sudah jarang dimainkan dan tidak banyak anak-anak yang mengetahuinya. Sedangkan nilai-nilai pada permainan ini yaitu nilai rekreatif dan pendidikan (disiplin, sportifitas, dan kejujuran).
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN GABUS (Channa sriata) MELALUI OPTIMASI KANDUNGAN PROTEIN DALAM PAKAN Yulisman Yulisman; Mirna Fitrani; Dade Jubaedah
Berkala Perikanan Terubuk Vol 40, No 2 (2012): Juli 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.068 KB) | DOI: 10.31258/terubuk.40.2.47-55

Abstract

An experiment was conducted to investigate the effect of protein levelin diet on feed eficiency and growth rate of Snakehead (Channa striata). Fivediet with different level of protein, diet P25(25% protein); P30 (30% protein); P35(35% protein); P40 (40% protein); and P45 (45% protein) were applied in thisexperiment. Ten fishes with initial body weight range 0.7 – 1.0 gram were rearedin each aquarium (water volume 10 L). Fishes were fed three time a day, atsatiation. Fish reared for 30 days.The result showed that growth rate and feedefficiency of fish fed diet 25% protein level (P25) were0.28 g and 2.46%, diet30% protein (P30) were 0.71 g and 9.86%, diet 35% (P35%) were 0.84 g and14.18%, diet 40% protein were 1.17 g and 16.97%, or diet 45% protein (P45)were 1.00 g and 9.58%. Based on BNT test showed that diet 40% protein levelwas higher growth rate and feed efficiency of fish than others diet. While survivalrate of fish fed diet 25% protein level was 50%, diet 30% protein was 46.67%,diet 35% protein was 76.67%, diet 40% protein was 63.33%, or diet 45% proteinwas 100%. Based on analysis of varians, had no significant different on survivalrate.Water quality of rearing media were temperature range was 26 – 29oC, pHwas 6.7 – 7.2, dissolved oxygen was 1.46 – 4.16 mg.L-1, and ammonia was 0.014- 0.182 mg.L-1.Keywords : Protein level in diet, feed efficiency, growth rate, Channa striata
Kandungan Lisin dan Pertumbuhan Ikan Gabus (Channa striata) yang Diberi Pakan Berbeda Warisan Warisan; Ade Dwi sasanti; Yulisman Yulisman
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2018: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal "Tantangan dan Solusi Pengembangan PAJALE dan Kela
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warisan et al, 2019.The Content of Lysine and Growth of Snakehead Fish (Channa striata) Fed by Different Feed. pp. 384-393. Essential amino acids are amino acids that cannot be synthesized by the body so that they require outside intake. One of the essential amino acids in snakehead fish is lysine. Lysine plays a role in the process of antibody formation, blood circulation and growth. The feed given to snakehead fish that is cultivated also determines the content of snakehead lysine. The purpose of this study was to determine the content of lysine and the growth of snakehead fish fed differently. The study was conducted from May to July 2018 at Laboratorium Kolam Percobaan, Faculty of Agriculture and Laboratorium Bioproses, Faculty of Engineering of Sriwijaya University. The study was designed using a completely randomized design with three treatments, each repeated four times. The Treatments are the different types of feed given, P1 fish were given commercial feed with 32% protein; P2 fish is given commercial feed with 32% protein and 3.5% black cumin added; P3 fish are fed with fresh water and sea water fish flesh in a ratio of 1: 1. Fish cultured is carried out for 30 days in hapa in a concrete pond. Density of fish is 2 fish per liter. Fish are fed at satiation with a frequency of three times a day. The snakehead fish treated with freshwater and marine trash fish produced the highest increase in lysine content, which was 0.060 mg / ml while P1 was 0.024 mg / ml and P2 0.031 mg / ml. The absolute growth of snakehead fish in each treatment was P1 1.34 cm; P2 1.24 cm; P3 is 1.93 cm and absolute weight growth is P1 2.31 g; P2 2.17 g; P3 3.58 g. The results showed that different types of feed were not significantly affected the levels of snakehead fish lysine but significantly affected the growth of snakehead fish.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI E-RAPOR BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK BOOTSTRAP PADA SDN 39 PEKANBARU Bambang Kurniawan; Yulisman Yulisman; Abdi Muhaimin
JSR : Jaringan Sistem Informasi Robotik Vol 6, No 1 (2022): JSR : Jaringan Sistem Informasi Robotik
Publisher : AMIK Mitra Gama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58486/jsr.v6i1.149

Abstract

Kurikulum di Indonesia sudah mengalami perkembangan sejak periode sebelum tahun 1945 hingga kurikulum tahun 2006 yang berlaku sampai akhir tahun 2012 lalu. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Prinsip utama pengembangan kurikulum 2013 adalah didasarkan model kurikulum berbasis kompetensi dengan standar kompetensi lulusan yang ditetapkan untuk satu satuan pendidikan, jenjang pendidikan dan program pendidikan. Selain memiliki prinsip utama, kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Setiap kategori penilaian guru diwajibkan untuk memberikan uraian deskripsi berdasarkan kemampuan siswa dalam memahami setiap mata pelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan sebuah sistem informasi yang dapat memberikan kemudahan pengolahan rapor serta dapat menghasilkan laporan yang sesuai. Oleh karena itu dikembangkan sistem informasi pengelolaan data rapor berbasis web menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman dengan framework Bootstrap. Sistem ini dirancang menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Pengolahan rapor kurikulum 2013 dengan menggunakan sistem informasi pengolahan rapor kurikulum 2013 akan lebih mudah dalam penyajian deskripsi nilai untuk tiap pelajaran.
Tinjauan Kelengkapan Formulir Farmasi Rawat Inap Di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Tahun 2021 Kartika Septia Nanda; Henny Maria Ulfa; Yulisman
Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Rekam Medis (Medical Record Journal)
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jrm.Vol2.Iss2.628

Abstract

Kelengkapan pengisian pada formulir farmasi menjadi masalah karena banyaknya formulir farmasi yang tidak lengkap, sementara formulir farmasi diwajibkan lengkap karena formulir farmasi adalah proses membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat oleh pasien agar tidak terjadi kesalahan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SOP, SDM dan Kebijakan pada formulir farmasi rawat inap di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru Tahun 2021. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pendekatan kualitatif, informan yang digunakan berjumlah 4 orang terdiri dari Kepala Rekam Medis, Petugas Rekam Medis, Kepala Farmasi dan Petugas Farmasi. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa masih ditemukan beberapa formulir farmasi yang tidak lengkap. Hal tersebut terjadi karena kurangnya SDM dan waktu. Tidak adanya petugas khusus untuk pengisian formulir farmasi karena terjadinya pengurangan pegawai akibat pandemi covid-19, untuk saat ini formulir farmasi diisi oleh petugas pelayanan jika ada waktu senggang, SOP dan Kebijakan belum berjalan dengan baik. Kesimpulan dari penelitian secara keseluruhan dalam pengisian formulir farmasi di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru termasuk dalam kategori kurang baik, karena belum berjalan dengan optimal, kurangnya waktu dan kurangnya SDM, sehingga membuat SOP dan Kebijakan tidak berjalan dengan baik.
Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Guru Masuk Kelas Dalam Mengajar Pasca Pandemi Melalui Penerapan Reward And Punishment Di SMK N 4 Rambah Yulisman Yulisman
JURNAL PENDIDIKAN ROKANIA Vol 7 No 3 (2022): Jurnal Pendidikan Rokania
Publisher : STKIP ROKANIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37728/jpr.v7i3.609

Abstract

This research was motivated by the lack of discipline of teachers coming to school after the Covid-19 pandemic. The aim of the researcher is to find alternative problem solving as an effort to improve teacher discipline in teaching attendance in class through the application of reward and punishment. The method in this study is the School Action Research (PTS) method with two cycles, the subjects of this school action research are the teachers at SMK N 4 Rambah with a total of 29 people. Based on data analysis, it can be seen that the arrival of teachers in schools has increased from the previous cycle. On average, teachers come before 07.00 an average of 16-20 people, who come after 07.00 an average of 9-13 people. This indicates that there has been an increase in teacher arrivals in cycle II by applying rewards and punishments