Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET BESI DI PUSKESMAS ADIMULYO Fajrin, Eva Nur Cholifah; Yuniarti, Endang; Khuluq, Muh Husnul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i1.926

Abstract

Ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe masih menjadi masalah serius bagi Angka Kematian Ibu (AKI). Kepatuhan ibu hamil berhubungan dengan tingkat pengetahuan dimana semakin rendah pengetahuan menyebabkan zat besi yang tersedia tidak dikonsumsi secara optimal. Data sasaran pemberian tablet besi di Puskesmas Adimulyo sebesar 55,2% berdasarkan estimasi atau 320 ibu hamil dari total sasaran 580 ibu hamil dari bulan Januari-Agustus 2021. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pada ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi di Puskesmas Adimulyo.  Metode Penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling didapatkan 55 ibu hamil.Data diolah menggunakan SPSS-18 dan dianalisis dengan uji spearman rank. Hasil Penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu hamil diketahui 58,2% memiliki pengetahuan baik, 21,8% cukup, 20,0% kurang. Tingkat kepatuhan ibu hamil diketahui 36,4% tidak patuh, 32,7% patuh dan sangat patuh 30,9%. Hasil uji Korelasi Spearman didapatkan p = 0.002 (p<0,05) dengan nilai r = 0.401 sehinggadapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet besi dengan kekuatan korelasi yang sedang
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PURBOWANGI PERIODE TAHUN 2020-2022 Zahra, Nabila Luthfia; Yuniarti, Endang; Ainni, Ayu Nissa; Fitri, Dwiki
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.169

Abstract

Pneumonia disebabkan infeksi akut pada paru, menyebabkan peradangan dan keterbatasan oksigen. Terapi utama pengatasan pneumonia adalah antibiotik. Penggunaan antibibiotik yang kurang tepat perlu dilakukan evaluasi untuk mencegah pengobatan kurang efektif dan timbulnya resisten. Tujuan penelitian untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di rawat inap RSU Purbowangi periode tahun 2020–2022 dengan cara mengevaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90%. Metode penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data rekam medis pasien pneumonia dari tahun 2020-2022. Hasil penelitian, antibiotik yang digunakan pada pasien pneumonia rawat inap Rumah Sakit Umum Purbowangi periode tahun 2020-2022 meliputi ceftriakson, levofloksasin, dan meropenem. Nilai DDD ceftriakson sebesar 58,5 DDD/100 patient-days pada tahun 2020; 30,3 DDD/100 patient-days pada tahun 2021; 53,1 DDD/100 patient-days pada tahun 2022. Nilai DDD levofloksasin sebesar 20 DDD/100 patient-days pada tahun 2020; 8,4 DDD/100 patient-days pada tahun 2021; 21,2 DDD/100 patient-days pada tahun 2022. Nilai DDD meropenem sebesar 3,3 DDD/100 patient-days pada tahu 2020; 14,9 DDD/100 patient-days pada tahun 2021; 21,4 DDD/100 patient-days pada tahun 2022. Antibiotik yang termasuk ke dalam segmen DU 90% yaitu ceftriakson dan levofloksasin. Sedangkan, yang masuk ke dalam segmen DU 10% adalah meropenem. Kesimpulannya sebagian besar pasien pneumonia di rawat inap Rumah Sakit Umum Purbowangi menerima satu dosis harian ceftriakson setiap harinya yaitu sebanyak 58,5% pada tahun 2020; 30,3% pada tahun 2021; 53,1% pada tahun 2022. Rekomendasi sebaiknya dilakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode gyssens di rumah sakit dan penyakit yang sama.
Achieving Hospital Efficiency through Inventory Management Strategies: A Systematic Review Sulistioningsih, Emi; Satibi, Satibi; Yuniarti, Endang
JURNAL MANAJEMEN DAN PELAYANAN FARMASI (Journal of Management and Pharmacy Practice) Vol 16, No 1
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmpf.112087

Abstract

Background: In developing countries, pharmaceutical expenditures account for approximately 40–50% of total hospital costs. Therefore, effective management of medicines and pharmaceutical supplies is essential, as it significantly influences hospital operational efficiency and the quality of healthcare services.Objectives: This study aims to evaluate the impact of Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), and Minimum-Maximum Stock Level (MMSL) inventory management methods on hospital efficiency.Methods: Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines were applied to operate this systematic review. The articles published between 2009 and 2024 were identified through searches of Scopus, PubMed, Google Scholar, and the Garuda database. Studies that reported the application of EOQ, ROP, or MMSL methods in hospital pharmaceutical inventory management were included. A total of nine eligible studies were reviewed and synthesized to evaluate their impact on inventory efficiency indicators.Results: Nine studies met the inclusion criteria. Four studies applied EOQ and ROP methods, while five studies implemented the MMSL methods. The efficiency indicators evaluated inventory value, dead stock, stock out, inventory turnover ratio (ITOR), and customer service level. EOQ and ROP methods were associated with reductions in inventory value and stockouts, as well as improvements in ITOR and customer service levels. The MMSL generally reduced inventory value, stockout frequency, stockout value, and dead stock, either significantly or non-significantly, and increased ITOR. However, one study reported an increase in inventory value due to unstable supply conditions before implementation, and another reported a decrease in ITOR related to ordering policy constraints. Overall, the findings suggest that the EOQ, ROP, and MMSL methods generally improve inventory efficiency; however, several studies reported inconsistent or non-significant effects on certain indicators, such as the inventory turnover ratio and inventory value, under specific operational conditions.Conclusion: This systematic review indicates that the Minimum–Maximum Stock Level and Economic Order Quantity, Reorder Point methods are potentially beneficial strategies for enhancing inventory efficiency in hospital settings.
Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronis Rawat Inap Di Rumah Sakit Salsabila, Arini; Supadmi, Woro; Yuniarti, Endang; Rahajeng, Bangunawati
Majalah Farmaseutik Vol 22, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v22i2.117739

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan kondisi progresif yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan pasien, termasuk kondisi fisik, psikologis, dan sosial, sehingga berdampak pada kualitas hidup. Oleh karena itu, penilaian kualitas hidup menjadi penting untuk menggambarkan kondisi pasien selama menjalani perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hidup pasien PGK rawat inap berdasarkan domain Kidney Disease Quality of Life‑36 (KDQOL‑36) di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional kuantitatif dengan desain prospective cross‑sectional yang dilaksanakan pada periode Oktober hingga Desember 2025. Sebanyak 70 pasien PGK rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan sebagai sampel penelitian. Data kualitas hidup dikumpulkan menggunakan instrumen KDQOL‑36, sedangkan karakteristik pasien diperoleh melalui data rekam medis dan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan skor pada setiap domain kualitas hidup. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor pada masing‑masing domain KDQOL‑36. Rerata skor tertinggi terdapat pada domain fungsi fisik, sedangkan skor terendah pada domain keterbatasan fisik. Domain lainnya, seperti nyeri tubuh, kesehatan umum, fungsi sosial, keterbatasan emosional, vitalitas, dan kesehatan mental, berada pada kategori sedang. Secara keseluruhan, sebagian besar pasien memiliki fungsi fisik dasar relatif masih baik, keterbatasan dalam aktivitas fisik tetap menjadi aspek yang menonjol dalam kualitas hidup pasien PGK rawat inap. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan perawatan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup pengelolaan gejala fisik, dukungan psikososial, dan edukasi pasien untuk meningkatkan kualitas hidup.