Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi Kasus Penerapan Swedish Massage sebagai Intervensi Keperawatan dalam Menurunkan Nyeri pada Pasien Diabetes Melitus : Case Study on the Use of Swedish Massage as a Nursing Intervention to Reduce Pain in Patients with Diabetes Mellitus Caryn Monica; Eko Wardoyo; Hardono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.369

Abstract

Latar Belakang: Nyeri pada pasien Diabetes Mellitus (DM) seringkali disebabkan oleh neuropati diabetik atau kerusakan saraf akibat gula darah tinggi, bisa terasa seperti terbakar, tajam, atau kesemutan, terutama di kaki, namun juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, bahkan nyeri dada (angina) karena penyumbatan pembuluh darah, atau nyeri akibat komplikasi luka diabetes. Intervensi keperawatan  yang diberikan pada pasien dengan DM untuk menurunkan nyeri satunya dengan penerapan swedish massage. Efek relaksasi penerapan swedish massage dapat meningkatkan sirkulasi, dan perbaikan kualitas tidur dan meningkatkan sensitivitas insulin untuk menurunkan gula darah. Tujuan studi kasus ini adalah melakukan swedish massage pada penderita diabetes mellitus untuk menurunkan tingkat nyeri pasien DM, studi kasus dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sidoharjo Tulang Bawang. Metode: Design penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penggumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan pengukuran kadar gula darah pada pasien. Penerapan swedish massage dilakukan sesuai standar operasional prosedur, dilakukan sehari 1 kali sehari dengan durasi 15 menit selama 3 hari berturut-turut.                  Hasil: Pertemuan ke I tingkat nyeri pasien skala 6 selanjutnya diaplikasikan pemberian massase Swedish. Pertemuan ke 2 pengkajian skala nyeri 5 dan dilakukan pemberian massase Swedish. Pada  pertemuan ke 3 (hari ke 3) didapatkan skala nyeri pasien 2-3 dan kembali dilakukan massase Swedish. Kesimpulan: Terjadi penurunan tingkat nyeri ditubuh 2 orang pasien DM yang menjadi subjek studi kasus.
Studi Kasus Penerapan Intervensi Keperawatan Relaksasi Benson untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien Hipertensi : Case Study on the Application of the Benson Relaxation Nursing Intervention to Improve Sleep Quality in Patients with Hypertension Endah Novitasari; Eko Wardoyo; Hardono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.370

Abstract

Pendahuluan: Fraktur merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan awal yang tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kurangnya pengatahuan masyarakat awam tentang pertolongan pertama pada fraktur dapat meningkatkan resiko kesalahan penanganan. Edukasi first aid kegawatdaruratan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengatahuan masyarakan dalam menangani kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi first aid kegawatdaruratan terhadap peningkatan pengatahuan penangan fraktur pada orang awam di desa Wori. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah masyarakat awam di desa Wori yang di pilih menggunakan teknik purposive sampling. Data di kumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi, kemudian di analisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian menujukan adanya peningkatan pengatahuan responden setelah di berikan edukasi, dengan nilai signifikansi p<0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan sesudah dilakukan edukasi first aid kegawatan daruratan.          Kesimpulan: Edukasi frist aid kegawatdaruratan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengatahuan masyarakat awam dalam penanganan fraktur di desa Wori.
PENCEGAHAN DAN PENANGANAN SKABIES MELALUI PENINGKATAN SANITASI DAN PERSONAL HYGIENE Wisnu Sadhana; Hardono
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 5 No 2 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/y2wbkt10

Abstract

Latar Belakang: Andikpas di LPKA Kelas II Bandar Lampung memiliki risiko tinggi penularan skabies akibat hunian padat, sanitasi yang terbatas, dan kurangnya kebersihan diri (personal hygiene). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku hidup bersih untuk menekan angka kejadian skabies. Metode: Kegiatan dilakukan melalui lima tahapan: koordinasi dan persiapan materi, skrining gejala skabies, penyuluhan kesehatan interaktif, peningkatan sanitasi lingkungan kamar hunian, serta penanganan kasus melalui pengobatan topikal. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil: Hasil pengabdian masyarakat yaitu terdapat peningkatan pemahaman andikpas yang signifikan mengenai pencegahan skabies. Peserta menunjukkan perubahan perilaku nyata, seperti kedisiplinan mandi, rutin mengganti pakaian/sprei, serta tidak lagi berbagi barang pribadi. Kebersihan fasilitas bersama dan kamar hunian juga meningkat secara drastis. Program edukasi berbasis sanitasi dan personal hygiene efektif meningkatkan derajat kesehatan andikpas. Keberlanjutan program memerlukan monitoring berkala dan penguatan peran kader kebersihan di lingkungan LPKA.
Home Care Edukasi pada Mahasiswa Semester II dengan Perawatan Luka Rizki Yeni Wulandari; Hardono Hardono; Nuria Salsabila; Hidayatus Sholiha; Anggun Anggun; Nuraini Nuraini; Rahmi Nabilah; Muhamad Dhenda Raihan; Elpa Putri Agista; Fenti Dwi Kusuma Ningrum
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i3.9926

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge, attitudes, and skills of second-semester nursing students at Universitas Aisyah Pringsewu in home care-based wound care. The methods included education, demonstration, and hands-on practice of wound care according to standard operating procedures (SOP) involving 50 students. Evaluation was conducted using pre-test and post-test. The results showed significant improvements in all aspects. Students' knowledge increased, for example, understanding of 0.9% NaCl solution rose from 50% to 90%. Positive attitudes toward wound care also improved, with almost all respondents expressing willingness to perform proper wound care. In terms of practice, correct handwashing and wound cleaning behaviors increased to above 85%. The combination of education, demonstration, and hands-on practice proved effective in enhancing nursing students' competencies.
The Correlation Between Knowledge and Self-Management Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at The Regional Hospital Of Pringsewu Nanda Okta Anggraini; Hana Zumaedza Ulfa; Hardono Hardono; Sulistia Nur
INDOGENIUS Vol 5 No 1 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i1.935

Abstract

Background & Objective: To determine “The Correlation Between Knowledge and Self-Management Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients At The Regional Hospital Of Pringsewu”. Method: This study was a quantitative study with a cross-sectional design and purposive sampling technique. The population was all type 2 diabetes mellitus patients at the Internal Medicine Polyclinic of Pringsewu Regional Hospital, with a sample of 79 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The research instrument used the Diabetes Knowledge Questionnaire 24 (DKQ-24) for knowledge and the Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) for self-management compliance. Data analysis was performed using the Gamma test. Result: The results obtained based on the gamma statistical test showed that there was a Correlation Between Knowledge and Self-Management Compliance in Type 2 Diabetes Mellitus Patients At The Regional Hospital Of Pringsewu with a p-value of 0.001. Conclusion: It was concluded that knowledge can influence self-management compliance in type 2 diabetes mellitus patients.
Senam Diabetes Efektif Menurunkan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Asih Yuliyanti; Hardono Hardono; Mesya Mesya; Eko Wardoyo
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.256

Abstract

Abstrak Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan fungsi sel beta pankreas. Salah satu pilar penatalaksanaan DM tipe 2 adalah aktivitas fisik seperti senam diabetes, yang berfungsi menurunkan kadar glukosa darah. Mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap kadar glukosa darah pasien diabetes melitus tipe 2 di Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening Kecamatan Buay Madang Timur. Artikel ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 28 responden yang dipilih dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu dilakukan sebelum dan sesudah senam diabetes selama empat minggu. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi tidak normal (p < 0,05), sehingga analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Median kadar glukosa darah sebelum senam sebesar 241 mg/dL (188–400 mg/dL), menurun menjadi 198 mg/dL (110–339 mg/dL) sesudah senam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan signifikan antara kadar glukosa darah sebelum dan sesudah senam diabetes. Senam diabetes berpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Senam ini dapat dijadikan kegiatan rutin dalam program Prolanis di Puskesmas sebagai sarana non-farmakologis yang efektif untuk pengendalian glukosa darah. Kata Kunci:   Diabetes Melitus Tipe 2; Kadar Glukosa Darah; Senam Diabetes;   Abstract Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterised by elevated blood glucose levels due to insulin resistance and impaired pancreatic beta cell function. One of the pillars of type 2 DM management is physical activity such as diabetes exercise, which serves to lower blood glucose levels. To determine the effect of diabetes exercise on blood glucose levels in type 2 diabetes mellitus patients at Prolanis PRB Puskesmas Rawa Bening, Buay Madang Timur District. This article uses a quantitative design with a pre-experimental one-group pre-test post-test approach. The sample consisted of 28 respondents selected using total sampling technique. Blood glucose levels were checked before and after four weeks of diabetes exercise. The Shapiro-Wilk normality test showed a non-normal distribution (p < 0.05), so the analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test. The median blood glucose level before exercise was 241 mg/dL (188–400 mg/dL), decreasing to 198 mg/dL (110–339 mg/dL) after exercise. The Wilcoxon test results showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between blood glucose levels before and after the diabetes exercise programme. Diabetes exercise significantly affects the reduction of blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. This exercise can be used as a routine activity in the Prolanis programme at the Community Health Centre as an effective non-pharmacological means of controlling blood glucose. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus; Diabetes Exercise; Blood Glucose Levels;
Faktor-Faktor Dominan yang Memengaruhi Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Diah Kartika Putri; Salsabila Jelita; Vicko Suswidiantoro; Hardono Hardono
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1754

Abstract

Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) undergoing hemodialysis experience various physical, psychological, and social disturbances that negatively impact their quality of life. While hemodialysis sustains life, this study aimed to identify respondent characteristics and analyze the influence of age, gender, education, occupation, hemodialysis frequency, and duration of hemodialysis on the quality of life of CKD patients undergoing the procedure, as well as to determine the most dominant factor influencing their quality of life. A non-experimental research design with a cross-sectional approach was employed. The study involved 65 respondents selected via purposive sampling and was conducted at the Hemodialysis Unit in February 2026. Data were collected using the KDQOL-SF 36 questionnaire and analyzed using Pearson Correlation, Independent T-test, One-Way ANOVA, and Multiple Linear Regression. Bivariate analysis results indicated that age (p=0,004), occupation (p=0,005), and duration of hemodialysis (p=0,014) were significantly associated with the quality of life of CKD patients, whereas gender (p=0,656) and education level (p=0,117) showed no significant association. Multivariate analysis revealed that the duration of hemodialysis was the most dominant factor influencing patients' quality of life (β=6,781; p=0,028), with the model explaining 25% of the variation in quality of life (R²=0,25). Thus, the duration of hemodialysis is the dominant factor affecting the quality of life of CKD patients; the longer patients undergo hemodialysis therapy, the better their ability to adapt to the disease and treatment, leading to a tendency for improved quality of life.
Edukasi Dan Pencegahan Hipertensi Di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Hardono Hardono; Wisnu Sadhana; Asril HS; Chusairil Pasa; Giri Susanto; Ria Gustina; Novi Puspitasari; Muhamad Rizky Alkahfi; Muhammad Iksan; Tri Anggoro
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 3 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i3.1685

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia (34,1% pada penduduk usia ≥18 tahun berdasarkan Riskesdas 2018) dan sering disebut silent killer karena minim gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal. Masyarakat Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan menunjukkan pola hidup berisiko hipertensi, seperti konsumsi tinggi garam dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta minimnya pemeriksaan tekanan darah rutin. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan mengenai pengertian, faktor risiko, tanda gejala, dan komplikasi hipertensi, meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan tekanan darah berkala, serta mendorong penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan hipertensi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan interaktif di Balai Desa Marga Agung yang diikuti 20 peserta dewasa berusia 30–60 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan media leaflet, pemeriksaan tekanan darah, diskusi tanya jawab, serta post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Pengetahuan peserta kategori baik meningkat dari 20% (pre-test) menjadi 75% (post-test), sedangkan kategori kurang menurun dari 45% menjadi 10%. Hasil pemeriksaan tekanan darah menunjukkan bahwa 55% peserta mengalami hipertensi (>140/90 mmHg). Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan minat untuk menerapkan gaya hidup sehat. Simpulan: Penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Marga Agung tentang hipertensi serta mendukung deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah, sehingga dapat menjadi model intervensi promotif dan preventif berkelanjutan yang melibatkan mahasiswa, perangkat desa, dan Puskesmas setempat.