Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN DESAIN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM SOSIAL MASYARAKAT Usman Mulbar
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI JUNI 2015, TH. XXXIV, NO. 2
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1292.517 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.4832

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan desain pembelajaran matematika dengan memanfaat- kan sistem sosial masyarakat untuk menumbuhkembangkan budaya kesatria dan integritas diri siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang produknya diharapkan dapat memfasilitasi proses belajar mengajar matematika. Sesuai dengan tahapan pengembangan, diperoleh hasil adalah sebagai berikut. Pertama, teori yang digunakann untuk mengembangkan desain pembelajaran adalah modifikasi model pengembangan sistem instruksional pembelajaran Thiagarajan. Fase-fase pengembangan yang dilalui adalah tahap: (1) pendefinisian (define); (2) perancangan (design); dan (3) dan pengembangan (develop). Kedua, desain pembelajaran matematika yang memanfaatkan sistem sosial masyarakat (rencana pelaksanaan pembelajaran, buku petunjuk guru, buku siswa, lembar kegiatan siswa, dan tes hasil belajar matematika) berkualitas baik adalah memenuhi kriteria validitas, praktisitas, dan efektivitas. Tes hasil belajar matematika dalam funginya sebagai instrumen penelitian memenuhi kriteria validitas, sensitivitas, dan reliabilitas. Validitas setiap item tes hasil belajar adalah sangat tinggi dan tinggi, sensititivitas setiap item tes memiliki kepekaan, dan reliabilitas tes sangat tinggi. Kata Kunci : desain pembelajaran matematika, sistem sosial masyarakat DEVELOPMENT OF MATHEMATICS INSTRUCTIONAL DESIGN BY UTILIZING THE COMMUNITY SOCIAL SISTEM Abstract: This study aims to produce designs that take advantage of mathematics learningsocial system to develop the practice of knight sand integrity in junior high schoolstudents. Therefore, this type of research isthe development of the productis expected to facilitate the teaching and learning of mathematics that lead to quality learning. Based on the stage of development reached, the obtained results, namely. First, the theory digunakann to develop mathematics instructional designis a modified model of learning instructional systems development Thiagarajan (1974). Phases of development to be taken, namely: (1) define; (2) design; and (3) develop. Second, mathematics instructional design that utilizes social system (lesson plan, guidethe teacher, student books, student activity sheet, and math achievement test) good quality, which meets the criteria ofa valid, practical, and effective. Medium math achievement test in funginya as research instrumentsmeet the criteria ofvalidity, sensitivity, and reliability. The validity of each item achievement test is very high and high; sensititivitas each item test has sensitivity; and reliability of the test is very high. Keywords: design study of mathematics, social system
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM SOSIAL MASYARAKAT Usman Mulbar
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 3 (2013): CAKRAWALA PENDIDIKAN NOVEMBER 2013, TH. XXXII, NO. 3
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.982 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.1629

Abstract

Abstrak: Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran matematika yang memanfaatkan sistem sosial masyarakat. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Provinsi Sulawesi Selatan, sedang sampel dipilih secara purposive random sampling sebanyak 12 (dua belas) kelas dari 6 kabupaten/kota. Data dianalisis melalui perpaduan deskriptif dan kualitatif. Produk yang dihasilkan berupa buku model pembelajaran dan perangkat pendukung pembelajaran, adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, buku siswa, lembar kegiatan siswa, dan tes hasil belajar. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) dalam proses pengujian awal (validasi) terlihat bahwa model pembelajaran dapat dinyatakan valid ditinjau dari keseluruhan komponen; (2) secara teoretis model pembelajaran dinyatakan layak diterapkan di kelas dan secara empiris; model pembelajaran ini dinyatakan memenuhi kriteria praktis dan efektif sehingga dapat digunakan di sekolah. Kata Kunci: model pembelajaran matematika, sistem sosial masyarakat DEVELOPING MATHEMATICS LEARNING MODELS UTILIZING THE COMMUNITY SOCIAL SYSTEM Abstract: This developmental research aimed at producing a model of mathematics instruction utilizing the community social system. The research population was Grade VII students of State Junior Secondary Schools in South Sulawesi Province from which 12 classes in 6 disctricts were drawn as the research sample using the purposive random sampling technique. The data were analyzed using the descriptive qualitative analysis. The yielded products included the book of the instructional model and the supporting package for the instruction, namely, lesson plans, student books, student worksheets, and achievement tests. The research findings were: (1) the validation processes covering all aspect/components revealed that the model was valid; (2) theoretically, the instructional model was considered feasible to be applied in the classroom setting; while empirically, the model satisfied the criteria of being practical and effective, and it, therefore, could be implemented at schools. Keywords: model of mathematics instruction, community social system
Meningkatkan kompetensi profesional guru dengan pelatihan pembelajaran matematika realistik Usman Mulbar; Ilham Minggi; Ahmad Zaki
DEDIKASI Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v22i1.13828

Abstract

The PKM program is carried out with the method of providing training and guidance to participants on realistic mathematics learning to improve teacher competence in implementing learning with the aim of (1) to increase knowledge about realistic mathematics learning, (2) participants can implement realistic mathematics learning in the learning process, and (3) participants can disseminate or disseminate realistic mathematics learning knowledge. The main target audience for the PKM Program activities are school supervisors, school principals and school teachers in Tinggimoncong sub-district, Gowa district, South Sulawesi province. The results obtained in PKM program activities are increasing knowledge and realistic mathematics learning concepts of PKM program participants, increasing the skills of developing realistic mathematics learning skills in PKM program participants, PKM program participants can make examples and arrange realistic mathematics learning activities in learning classes, and PKM program participants can implementing realistic mathematics learning in learning in schools. Other results obtained were increased motivation of participants in knowing realistic mathematics learning materials and high enthusiasm of participants in disseminating or disseminating PKM program results, especially realistic mathematics learning materials. Outputs of PKM activities are (1) increasing participant's knowledge regarding activity materials, (2) scientific articles published at national seminars, and (3) publications on PKM implementation on online media.
Pengembangan Aplikasi Sistem Online Rekrutmen Mahasiswa Calon Guru Indonesia Muharram Muharram; Muhammad Agung; Ganefri Ganefri; Hentje Ponto; I Nyoman Sila; Suyanta Suyanta; Usman Mulbar; Abdul Wahid; Jumadi Mebe Parenreng
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.829 KB) | DOI: 10.35314/isi.v5i1.1283

Abstract

Sistem seleksi  mahasiswa calon guru Indonesia saat ini yang hanya mengacu pada kompetensi akademik saja sering menimbulkan berbagai persoalan. Banyak mahasiswa calon guru yang gagal menyelesaikan studi bukan karena ketidak mampuan akademiknya tetapi karena ketidak cocokan jurusan yang dipilihnya dan juga minat keguruan dari mahasiswa tersebut yang memang tidak ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan suatu aplikasi yang dapat digunakan dalam menyeleksi calon mahasiswa yang ingin menjadi guru menggunakan penelusuran minat keguruan dan tes kepribadian. Dalam pengembangan aplikasi ini, sistem pendukung keputusan (SPK) digunakan sebagai  sistem cerdas dalam pengambilan keputusan. Model ISO 9126 digunakan untuk menguji kehandalan dari aplikasi. Aplikasi ini dikembangkan dan divalidasi oleh pakar IT beserta validasi item oleh pengguna sistem. Dari hasil pengembangan tersebut diperoleh aplikasi sistem rekrutmen mahasiswa calon guru yang mendapat penilaian Sangat Baik (SB) oleh pakar IT dengan persentase 85,5%, dan mendapat penilaian Baik (B) oleh pengguna aplikasi dengan persentase 79,87%.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INSTAD (INQUIRY - STAD) TERHADAP MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS VII SMPN 5 WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Nurhidayah Nurhidayah; Usman Mulbar; Asdar Asdar
Pepatudzu : Media Pendidikan dan Sosial Kemasyarakatan Vol 9, No 1 (2015): Pepatudzu Volume 9, Nomor 1, Mei 2015
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univ. Al Asyariah Mandar Sulbar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/fkip.v9i1.33

Abstract

The research aims to discover hether INSTAD learning model has influence towards motivation and mathematics problem solving ability of class VII students at SMPN 5 Wonomulyo Polewali Mandar district. The research was pre-experiment with one group only pretest-postest design. The results of the research showed that (1) the students’ motivation before implementing INSTAD learning model gained the average by 74.73 or in medium category, and the motivation after implementing INSTAD learning model gained verage by 101.83 or in very high category, also the improvement of the students’ learning motivation gained the average by 0.6 or in medium category, (2) the students’ ability in solving problem before implementing INSTAD learning model gained the average by 43.42 or in very low category, and the ability of solving problem after implementing INSTAD learning model gained verage by 78.95 or in medium category, also the improvement of the students’ ability in solving problem gained the average by 0.63 or in medium category, (3) the implementation of INSTAD learning model has influence towards the students’ motivation, (4) the implementation of INSTAD learning model has influence towards the students’ ability in solving problem.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Perpangkatan dan Bentuk Akar Berdasarkan Kriteria Watson Ditinjau dari Perbedaan Gender Usman Mulbar; Nasrullah Nasrullah; Yulinar Yulinar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed32231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) jenis kesalahan, (2) tingkat kategori kesalahan, dan (3) penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal perpangkatan dan bentuk akar berdasarkan kriteria Watson ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Terdapat enam subjek penelitian yaitu tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah instrumen tes dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki cenderung melakukan kesalahan konflik level respon dengan kategori kesalahan cukup tinggi dimana siswa sudah berusaha dalam menyelesaikan soal akan tetapi siswa kurang memahami konsep pengerjaan soalnya sehingga gagal mendapatkan kesimpulan yang tepat. Selain itu, siswa hanya menuliskan jawaban akhirnya tanpa disertai alasan atau langkah penyelesaian yang jelas yang disebabkan karena siswa tidak mengetahui cara yang tepat untuk mengerjakan soal. Sedangkan siswa perempuan cenderung melakukan kesalahan masalah hirarki keterampilan dengan kategori kesalahan kecil dimana siswa kurang menguasai keterampilan dalam menghitung beberapa operasi hitung yang terdapat dalam langkah penyelesaian soal  dan cenderung melakukan kesalahan selain ketujuh kategori Watson dengan kategori kesalahan kecil dimana siswa tidak menjawab soal karena siswa tidak mengetahui langkah penyelesaian yang harus digunakan dalam pengerjaan karena siswa jarang mengerjakan soal dengan bentuk yang berbeda.Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Perpangkatan dan Bentuk Akar, Kriteria Watson, GenderThis study aims to determine: (1) the types of errors, (2) the level of error categories, and (3) the causes of students making mistakes in solving problems of rank and root form based on Watson's criteria in terms of gender differences. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. There are six research subjects, namely three male students and three female students. The instruments used in data collection were test instruments and interview guidelines. The results showed that male students tended to make errors in the response level conflict with a fairly high error category where students had tried to solve the problem but students did not understand the concept of working on the problem so they failed to get the right conclusion. In addition, students only write the final answer without being accompanied by a clear reason or step for solving it because students do not know the right way to work on the problem. Meanwhile, female students tend to make mistakes in the skill hierarchy problem with the small error category where students lack the skills to calculate some arithmetic operations contained in the problem solving step and tend make mistakes other than the seven Watson categories with the small error category where students do not answer questions because students do not know the steps. solution that must be used in the work because students rarely work on problems with different forms.Key Words: Error Analysis, Powers and Root Forms, Watson Criteria, Gender
Pengembangan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Pilar Baru (Pintar Belajar Bangun Ruang) pada Siswa Kelas VIII Ismail T; Usman Mulbar; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.669 KB) | DOI: 10.35580/imed15324

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran multimedia interaktif Pilar Baru (Pintar Belajar Bangun Ruang) dan mendeskripsikan kualitas media berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Desain penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahapan yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Instrumen penelitian berupa lembar penilaian media oleh pakar materi, pakar media dan guru untuk mengukur kevalidan; angket respons dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran untuk mengukur kepraktisan; serta soal tes hasil belajar untuk mengukur keefektifan media. Ujicoba produk dilakukan kepada 36 siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian oleh pakar materi dan media diperoleh skor rata-rata 4,29 kemudian oleh guru diperoleh skor rata-rata 4,4 dengan kriteria sangat baik sehingga media yang dikembangkan dinyatakan valid. Hasil analisis data angket respons siswa diperoleh skor rata-rata 4,57 dan respons guru diperoleh skor rata-rata 4,62 dengan kriteria sangat baik. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan klasifikasi sangat baik dengan persentase mencapai 96,87%. Berdasarkan hal tersebut media dinyatakan praktis. Persentase ketuntasan klasikal dari tes hasil belajar siswa mencapai 80,6% sehingga media dinyatakan efektif. Kata kunci: pengembangan, multimedia interaktif. The purposes of this development research to develop interactive multimedia-based learning media Pilar Baru (Pintar Belajar Bangun Ruang) and describe the quality of media based on aspects of validity, practicality, and effectiveness. The design of this study refers to the ADDIE development model which includes 5 stages, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research instruments were in the form of media assessment sheets by material experts, media experts, and teachers to measure practicality. and learning outcomes test questions to measure media effectiveness. Product testing was conducted on 36 students of class VIII. The results showed that the assessment by the material and media experts was obtained an average score 4.29 then the teacher obtained an average score of 4.4 with very good criteria so that the developed media was declared valid. The results of the questionnaire response analysis of students obtained an average score of 4.57 and the teacher's response obtained an average score of 4.62 with very good criteria. The results of observations of the implementation of learning showed a very good classification with a percentage reaching 96.87%. The percentage of classical completeness from student learning outcomes tests reached 80.6% so the media was declared effective. Keyword: development, interactive multimedia
Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Soal Cerita Aritmatika Sosial Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Usman Mulbar; Alimuddin Alimuddin; Wa Ode Nur Radhiah Ridjalu
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/imed31697

Abstract

This study aims to determine the description of errors, types of errors, and the causes of errors made by students in solving social arithmetic story problems in terms of students’ initial abilities. The type of research used is dercriptive research. A total of 28 students of class VII  became subjects in this study. Data was collected using written tests and interviews. The collected data were analyzed quantitatively and qualitatively. The results showed that the percentage of errors from the largest to the smallest in a row is a problem with the concept of profit, purchase price, net weight, interest, discounts and taxes. The types of errors from the largest to the smallest percentages are errors in understanding the problem, errors in completing mathematical models, errors in making mathematical models, and errors in writing the final answer to the questions. The causes of students errors are not understanding the meaning of the question, not mastering the concepts related to the problem, not mastering the steps in solving the problem, lacking mastery in the calculation process, unable to determine the next formula to solve the problem, making mistakes in the previous process, unable to write final answer, forgetting factor, and lack of practice working on the questions.
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dalam Pokok Pembahasan Distribusi Binomial Indah Ainun Fatwa; Usman Mulbar; B. Bernard
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.665 KB) | DOI: 10.35580/imed9493

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XII MIA. Dengan mengambil subjek penelitian sebanyak 6 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan sebagai instrumen pendukung, yaitu tes kemampuan pemecahan masalah, pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: (1) siswa dengan tingkat kemampuan tinggi dapat menentukan informasi yang terdapat pada soal dengan lengkap dan tepat, merencanakan pemecahan masalah dengan sangat baik, melaksanakan rencana pemecahan dan dapat menjelaskan langkah pemecahan masalah yang digunakan dengan hasil yang benar, serta memeriksa kembali langkah pemecahan masalah yang digunakan secara menyeluruh beserta jawabannya. (2) siswa dengan tingkat kemampuan sedang dapat menentukan informasi terdapat pada soal dengan lengkap akan tetapi kurang tepat, memiliki rencana pemecahan masalah dengan baik, menjelaskan langkah pemecahan yang digunakan dengan hasil kurang benar, dan tidak memeriksa kembali langkah pemecahan masalah yang digunakan secara menyeluruh beserta jawabannya. (3) siswa dengan tingkat kemampuan rendah dapat menentukan informasi terdapat pada soal dengan lengkap dan kurang tepat, memiliki rencana pemecahan masalah yang dapat membantunya dalam menyelesaikan masalah dengan tepat, menyelesaikan masalah dengan hasil yang kurang benar, dan tidak memeriksa kembali langkah pemecahan masalah yang digunakan secara menyeluruh beserta jawabannya.Kata Kunci: kemampuan, pemecahan masalah, distribusi binomialAbstract. This research is a descriptive research with qualitative approach aimed to describe problem solving abilities of mathematics students class XII MIA. By taking 6 students as subject. Instruments in this study are the researchers themselves as the main instrument and as a supporting instrument, namely the problem-solving skills test, interview guidelines. The results showed: (1) students with high ability level can determine the informations contained in the problem complete and precise, plan the problem-solving very well, implement the plan of problem-solving and can explain the problem-solving steps used with the correct results, and check back problem-solving steps used thoroughly and the answers. (2) students with medium ability to determine the information contained in the problem with complete but not appropriate, have a good problem-solving plan, explain the problem-solving steps used with less correct results, and don't re-examine the problem-solving steps used thoroughly and the answer. (3) students with low ability level can determine the information contained in the problem with complete and less precise, have a problem-solving plan that can help him in resolving the problem correctly, solve the problem with incorrect results, and don't re-examine the troubleshooting steps used thoroughly with the answers.Keywords: abilities, problem-solving, binomial distribution
Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Tipe Kepribadian Menurut Keirsey A. Awi; Usman Mulbar; S. Sahriani
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.118 KB) | DOI: 10.35580/imed19908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan langkah Polya (memahami masalah, menyusun rencana, melaksanakan rencana dan menelusuri kembali) ditinjau dari tipe kepribadian menurut Keirsey. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 4 orang dari siswa kelas XI SMA dengan satu subjek untuk masing-masing tipe kepribadian. Instrumen penelitian menggunakan instrumen penggolongan tipe kepribadian, tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari masing-masing siswa yang bertipe kepribadian Keirsey, dalam memecahkan masalah matematika lebih cenderung pada siswa yang bertipe kepribadian Guardian dan Rational, dapat melakukan setiap tahapan pemecahan masalah Polya. Selanjutnya adalah tipe Idealist dan Artisan yang masih kurang pada tahap pemecahan masalah tertentu dari permasalahan yang diberikan.Kata Kunci : Pemecahan Masalah, Matematika Sekolah, Langkah Polya, Kepribadian Keirsey, Soal Non Rutin. This study aims to describe the student’s ability to solve mathematical problems with Polya's steps (understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan and looking back,) viewed from personality types according to Keirsey. This research is descriptive-qualitative. The research subjects were 4 students from class XI of Senior High School, with one subject for each personality type. The research instrument uses personality type classification instruments, problem-solving tests, and interview guidelines. The results of the research showed that from each of the students with the type of Keirsey personality, in solve mathematical problems more tend to be on types of Guardian and Rational personalities, can do every step of Polya’s problem-solving. Next, are the Idealist and Artisan types which are still lacking at the steps certain solving the problem of the problems given.Keywords: Problem Solving, School Mathematics, Polya’s Steps, Keirsey’s Personality, Non-Routine Problems.