Claim Missing Document
Check
Articles

PENGAMATAN GPS UNTUK MONITORING DEFORMASI BENDUNGAN JATIBARANG MENGGUNAKAN SOFTWARE GAMIT 10.5 Ali Amirrudin Ahmad; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.179 KB)

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah tentang pengamatan GPS untuk monitoring deformasi bendungan Jatibarang menggunakan software GAMIT 10.5. Batasan masalah dari penelitian ini adalah bendungan Jatibarang yang berlokasi di kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan GPS dual frequency pada enam titik pantau yang terletak di bendung utama. Pengolahan data pengamatan menggunakan Scientific Software GAMIT 10.5. Penelitian dilakukan selama tiga periode: Maret, April dan Mei 2014. Tujuan dari penilitian antara lain mengetahui kondisi deformasi yang terjadi di Bendungan Jatibarang, mengetahui cara monitoring deformasi bendungan secara teliti menggunakan alat ukur GPS dual frequency dan mengetahui ketelitian pengolahan data GPS yang menggunakan Scientific Software GAMIT 10.5 pada monitoring deformasi. Tinjaun pustaka yang digunakan dalam penelitian ini antara lian bendungan, deformasi, GPS, metode monitoring deformasi bendungan, prinsip monitoring deformasi bendungan dengan GPS, TEQC (Translation, Editing and Quality Check) dan GAMIT/GLOBK. Pelaksanaan yang dilakukan meliputi pengumpulan data dengan pengamatan survei GPS dan pengolahan data dengan metode post-processing. Setelah melalui pengolahan GAMIT dan GLOBK maka didapatkan nilai perubahan koordinat dengan rata-rata nilai perubahan koordinat pada sumbu X = 0,879 mm, sumbu Y = 0,614 mm dan sumbu Z = 1,114 mm Sehingga kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah bendungan Jatibarang mengalami perubahan koordinat secara numeris. Namun saat diuji statistik dengan selang kepercayaan 95%, dinyatakan bahwa keenam titik monitoring bendungan tidak mengalami pergeseran koordinat secara signifikan. Jadi bendungan Jatibarang tidak mengalami deformasi.Kata kunci: bendungan, deformasi, GPS, GAMIT AbstractThis research is about a monitoring GPS to monitor the deformation in Jatibarang dam located at Gunung Pati, Semarang, Central Java using GAMIT 10.5 software.  The research method is using GPS dual frequency at six points of monitoring which located at the main dam. The technique of analyzing data in this research is using Scientific Software GAMIT 10.5. This research takes in three times period starts from March, May, and finish in April 2014. The research has some purposes and the first purpose is to know the deformation situation that occurred in Jatibarang dam, the second is to find out how to monitor the deformation in Jatibarang dam carefully by using GPS dual frequency, and the third purpose is to know a precision in analyzing data with using Scientific Software GAMIT 10.5 on deformation monitoring. The researcher takes the overview of the libraries in his research such as Dam, Deformation, GPS, The method of monitoring dam deformation, the principles of monitoring dam deformation by using GPS, TEQC (Translation, Editing and Quality Check) and GAMIT/GLOBK.  The implementation of this research includes collecting of data by using monitoring to survey GPS and analyzing data with using post-processing method. After analyzing GAMIT and GLOBK then it gets an displacement coordinate value with averages displacement coordinate value on X axis = 0,879 mm, Y axis = 0, 614 mm and Z axis = 1, 114 mm , hence the final conclusion of this research is Jatibarang dam experienced displacement coordinate value in numerical. The resulted test statistically with reliance up to 95% that six monitoring points of the dam are not have displacement point significantly. The conclusion of this research is Jatibarang dam is not deformed.Keywords: dam, deformation, GPS, GAMIT
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP RENCANA TATA RUANG WILAYAH TAHUN 2009 DAN 2017 (Studi kasus : Kabupaten Boyolali) Merpati Dewo Kusumaningrat; Sawitri Subiyanto; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.336 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan lahan merupakan hasil akhir dari setiap bentuk campur tangan kegiatan (intervensi) manusia terhadap lahan di permukaan bumi yang bersifat dinamis dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup baik material maupun spiritual. Lahan yang sebelumnya merupakan lahan kosong atau lahan tidak terbangun, banyak mengalami perubahan fungsi menjadi lahan terbangun dengan berbagai macam bentuk penggunaan dan pemanfaatan lahan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat peta perubahan penggunaan dan pemanfaatan lahan tahun 2009-2017 yang bertujuan untuk melihat perubahan dan pembangunan yang terjadi di Kabupaten Boyolali serta mebandingkannya dengan peta pola ruangnya. Hasil dari perbandingan peta pola ruang dengan peta penggunaan lahan didapatkan kesesuaian penggunaan lahan. Berdasarkan analisis perubahan penggunaan dan pemanfaatan lahan didapatkan Kecamatan Simo mengalami perubahan penggunaan lahan paling luas yaitu 248,24 hektar.  Perubahan pemanfaatan lahan mendapatkan hasil, kegiatan ekonomi mengalami penurunan sebesar 1275,9 hektar, kegiatan sosial mengalami peningkatan sebesar 91,41 hektar, pemanfaatan tempat tinggal naik 1363,16 hektar dan klasifikasi tidak ada pemanfaatan turun sebesar 210,61. Perubahan kesesuaian lahan selama kurun waktu 8 tahun mengalami peningkatan sebesar 1291,19 hektar atau 1,18%.
ANALISIS KORELASI DEFORMASI DAN TUTUPAN LAHAN KAWASAN GUNUNG MERAPI PRA DAN PASCA ERUPSI Riska Pratiwi; Yudo Prasetyo; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1302.853 KB)

Abstract

ABSTRAKPertemuan tiga lempeng tektonik yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api aktif. Salah satu gunung api aktif di Indonesia adalah Gunung Merapi yang terletak di Pulau Jawa dan pernah mengalami erupsi pada tanggal 26 Oktober 2010. Aliran lava dari erupsi yang mengalir akan mempengaruhi tutupan lahan di sekitar kawasan, sehingga akan ada perubahan tutupan lahan pra dan pasca erupsi Gunung Merapi. Perubahan permukaan tanah (deformasi) yang signifikan juga merupakan salah satu akibat dari pergerakan magma di bawah permukaan bumi yang tidak stabil pada saat terjadinya erupsi.Pada penelitian ini digunakan dua metode yaitu DInSAR dan klasifikasi Supervised. Kedua metode tersebut digunakan untuk mengetahui perubahan deformasi dan tutupan lahan pra dan pasca erupsi dengan menggunakan data ALOS PALSAR, Sentinel-1, Landsat 5 dan Landsat 8. Hasil korelasi perubahan deformasi dan tutupan lahan dikombinasikan dengan data Kawasan Rawan Bencana, sehingga didapatkan korelasi terhadap penetapan Kawasan Rawan Bencana.Penelitian ini menghasikan perubahan deformasi pra dan pasca erupsi sebesar 1,87 cm/th hingga 30,56 cm/th dan perubahan volumetrik sebesar 122.980.109,9 ton. Perubahan tutupan lahan sebesar 53,46% dari luas keseluruhan wilayah penelitian seluas  97.958,155 Ha. Korelasi perubahan deformasi dan tutupan lahan didasarkan pada perubahan perkecamatan dengan 3 tingkatan yaitu : rendah, sedang dan tinggi, sehingga didapatkan korelasi sebesar 95% yang merupakan gabungan dari tingkat sedang dan tinggi. Kesimpulan yang didapatkan adalah perubahan deformasi berkolerasi terhadap perubahan tutupan lahan.Korelasi perubahan deformasi dan tutupan lahan terhadap penetapan KRB terbagi menjadi 3 yaitu : rendah, sedang dan tinggi. Pada KRB I korelasi sebesar 98,97 %, KRB II sebesar  98,87% dan KRB III sebesar 99,28% yang merupakan gabungan dari tingkat sedang dan tinggi. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah perubahan deformasi dan tutupan lahan berpengaruh terhadap penetapan Kawasan Rawan Bencana.Penelitian ini diharapkan bisa memberikan informasi tentang perubahan deformasi  dan tutupan lahan pra dan pasca erupsi Gunung Merapi, serta memberikan informasi dalam penentuan Kawasan Rawan Bencana Gunung Merapi berdasarkan perubahan deformasi dan perubahan tutupan lahanKata Kunci : DInSAR, Kawasan Rawan Bencana, Supervised dan Tutupan Lahan, ABSTRACTThe encounter of three tectonic plates of Eurasian, Indo-Australian and Pacific Plate cause Indonesia has many active volcanoes. One of the active volcanoes in Indonesia is Mount Merapi located in Java Island and has erupted on October 26, 2010. Lava flow from eruption that flows will affect the land cover around the area, so there will be changes in land cover pre and post eruption of Mount Merapi. Significant ground level changes (deformations) are also one of the effects of unstable magma movements under the earth's surface during eruptions.In this study used two methods namely DInSAR and Supervised classification. Both methods are used to determine the changes of deformation and land cover pre and post eruption using ALOS PALSAR, Sentinel-1, Landsat 5 and Landsat 8. The correlation result of deformation change and land cover is combined with the data of Disaster Prone Areas, so that the correlation to the determination Disaster-prone areas.This study resulted in the change of pre and post-eruption deformation by 1.87 cm / th to 30.56 cm / year and volumetric changes of 122,980,109.9 tons. Land cover change of 53.46% of the total area of research area of 97,958.155 Ha. The correlation of deformation change and land cover is based on the change of crater with 3 levels ie: low, medium and high, so that the correlation is obtained by 95% which is a combination of medium and high level. Thus, it can be concluded that the deformation changes correlate to changes in land cover.The correlation of deformation change and land cover to the determination of KRB is divided into 3 namely: low, medium and high. In KRB I the correlation of 98.97%, KRB II of 98.87% and KRB III of 99.28% which is a combination of medium and high level. The conclusions obtained from this study are changes in deformation and land cover affect the determination of Disaster Prone Areas.This research is expected to provide information about the change of deformation and land cover pre and post eruption of Mount Merapi, and provide information in determination of Mount Merapi Disaster Prone Area based on deformation change and land cover change.Keywords : DInSAR, Disaster Prone Areas, Land Cover and Supervised
STUDI DEFORMASI WADUK PENDIDIKAN DIPONEGORO TAHUN 2018 Wikan Isthika Murti; Bambang Darmo Yuwono; L M Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.941 KB)

Abstract

Bendungan merupakan kontruksi yang digunakan untuk menahan pergerakan air menjadi danau atau waduk yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dan fungsi, seperti pembangkit listrik, tempat rekreasi ,tempat penyimpanan cadangan air, mencegah banjir dan sebagai sumber irigasi. Kontruksi bendugan yang terdapat di kawasan Universitas Diponegoro membentuk waduk yang biasa dikenal dengan nama Waduk Pendidikan Diponegoro. Waduk ini mampu menampung genangan air normal sampai 478.240 m3 dengan luas daerah tangkapan air mencapai 7,1338 Ha. Bangunan bendungan sangat rentan mengalami perubahan dimensi dan bentuk  karena adanya tekanan air. Proses loading air menyebabkan adanya tekanan terus menerus terhadap badan bendungan, apabila tidak dilakukan suatu pemantauan berkala maka tidak akan diketahui perubahan dimensi dan bentuk yang dapat mengakibatkan kerusakan bendungan. Salah satu cara untuk mengetahui adanya perubahan tersebut adalah dengan melakukan pengamatan deformasi pada tubuh bendungan. Penelitian tugas akhir ini akan dilakukan pengamatan fenomena-fenomena deformasi dan geodinamika buatan manusia terhadap Waduk Pendidikan Diponegoro, dengan metode pengamatan satelit menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS) akan dilakukan pengamatan terhadap titik tetap (bench mark) yang tersebar di sekitar bendungan. Pengamatan deformasi akan dilaksanakan pada periode April sampai dengan Juli. Setelah pengamatan maka dilakukan pengolahan data menggunakan software GAMIT/GLOBK 10.7 untuk mengetahui koordinat dari masing-masing titik tetap setiap akuisisi data. Pengolahan yang dilakukan pada penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pengukuran koordinat dan jarak menggunakan GNSS maupun totalstation tidak terjadi pergeseran. Pada hasil pengukuran ketinggian menggunakan GNSS terjadi perubahan nilai pada titik pengamatan, berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan tidak terjadi pergerakan pada titik pengamatan.
VISUALISASI 3D PETA KAWASAN KESELAMATAN OPERASI PENERBANGAN (KKOP) BANDARA NGURAH RAI BALI Elceria Susanti; Arief Laila Nugraha; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.573 KB)

Abstract

Abstrak Bandara Ngurah Rai adalah bandara yang berada di Bali tepatnya di Kabupaten Badung Kecamatan Kuta yang secara geografis terletak pada koordinat 8°44′53″LU 115°10′3″BT. Lokasi Bandara Ngurah Rai berada di tengah jalur antara Kuta Utara dan Kuta selatan di mana banyak obyek pariwisata sehingga menunjang pembangunan baik hotel, villa, BTS, menara maupun antena yang berpotensi menimbulkan gangguan pada aktivitas penerbangan (obstacle) yang berada di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) terutama kawasan sekitar bandara agar tidak mengganggu aktivitas penerbangan pesawat udara (Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan).Metode yang digunakan pada penelitian tugas akhir ini adalah metode overlay identity dengan menggunakan software ArcGIS 10. Pembuatan peta menggunakan software ArcGIS 10 selesai, kemudian peta ditampilkan pada Google Earth namun sebelumnya dibuat versi 3D pada software Google SketchUp Pro 2014.Dari hasil pengolahan data menggunakan metode tersebut, maka didapat informasi mengenai wilayah yang termasuk ke dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Ngurah Rai dan zona ketinggian di setiap pembagian kawasan. Dengan demikian, dapat diketahui persebaran obstacle menurut wilayah dan zona ketinggian pada KKOP Bandara Ngurah Rai yaitu sebagian besar berada di Kecamatan Kuta Selatan (Desa Ungasan, Pecatu, Benoa dan Kutuh). Penelitian ini bermanfaat untuk membuat perencanaan pembangunan, pemantauan obstacle, dan pembaharuan dari peta sebelumnya. Kata Kunci : Bandara Ngurah Rai, KKOP, ketinggian, obstacle. Abstract Ngurah Rai airportis  located on Bali, Badung. Geographically, it is located in coordinate 8°44′53″ S 115°10′3″ E. Ngurah Rai airport is in between of North Kuta and South Kuta near with tourism places that will improving building development like hotel, villa, BTS, tower althought antenna that have potensials to make disturbance to flight activity (obstacle) in Safety of Flight Operations Area (KKOP) especially near airport area in order to have no disturbance the flight activity (Peraturan Daerah Kabupaten Badung Nomor 27 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Izin Mendirikan Bangunan).The method that used in this final task research is overlay identity  method by using ArcGIS's software 10. Cartography utilizes ArcGIS's software 10 all through, then map is featured on Google Earth yet 3D versions are made with Google SketchUp Software Pro 2014.The result of data processing are information about region which most turns in at Safety of Flight Operations Area (KKOP) of  Ngurah Rai Airport and height zone at any given area division. Thus, can be known about obstacle’s spread is according to region and height zone on KKOP Ngurah Rai Airport which is dominated in Kuta Selatan (Desa Ungasan, Pecatu, Benoa dan Kutuh). This research utilitarian to make urban planning development, monitoring the obstacles, and update of previous map.  Key word: Ngurah Rai Airport, KKOP, elevation, obstacle.
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG TAHUN 2015 MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.5 Risty Khoirunisa; Bambang Darmo Yuwono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.815 KB)

Abstract

ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini, Kota Semarang sering mengalami banjir rob, air laut yang masuk ke daratan disebabkan turunnya muka tanah atau yang biasa dikenal dengan land subsidence. Penurunan muka tanah bukan hanya menjadi masalah di Kota Semarang, tapi juga kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya. Struktur geologis dan aktifitas manusia seperti pembangunan gedung-gedung baru merupakan penyebab utama terjadinya penurunan.Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah pengukuran GPS statik yang kemudian diolah secara radial dengan menggunakan perangkat lunak GAMIT (GPS Analysis of MIT) 10.5. Nilai penurunan tanah didapat dengan membandingkan hasil tinggi ellipsoid pengukuran GPS sebelumnya di titik yang sama dengan hasil tinggi pada pengolahan. Kemudian dilakukan analisis spasial dengan penggunaan lahan, jenis tanah, dan kepadatan penduduk untuk mengetahui hubungannya dengan nilai penurunan muka tanah.Dari penelitan ini didapatkan rentang nilai penurunan tanah yang berkisar dari 0,83 s.d. 13,935 cm/tahun. Lokasi yang mengalami penurunan cukup tinggi berada di daerah Semarang Utara dan Semarang Timur. Dari hasil penelitian juga didapatkan adanya hubungan laju penurunan tanah dengan kepadatan penduduk, penggunaan lahan dan jenis tanahnya. Daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, lahannya sebagian besar digunakan untuk pemukiman dan bangunan, dan jenis tanah adalah alluvial mengalami penurunan tanah yang relatif lebih besar dibandingkan daerah yang lain. Kata Kunci : Analisis Spasial, GAMIT, GPS, Penurunan Muka Tanah, SIG  ABSTRACT In the recent years, Semarang city experienced a lot of flooded sea water called rob. This phenomenon caused by land subsidence. This problem not only occurred in Semarang city, but also other big cities, such as Jakarta and Surabaya. Geological structures and human activities, such as new building construction and groundwater extraction on a large scale were the main cause of land subsidence.                In this study, data collecting methods was GPS-static measurement that later processed using GAMIT (GPS Analysis of MIT) 10.5 Software. Value of land subsidence obtained by comparing the difference between height value on previous measurement and height value on present measurement. Next process was analyzed the result with landuse, soil type and population density to obtained their spatial correlation with land subsidence value using ArcGIS 10.1 software.                The research obtained variation range of land subsidence value from 0,83 cm/year to 13,935 cm/year. The highest subsidence value was North and East Semarang Area. The research also obtained its correlation with population density, landuse and soil type. The area where population density value was high, landuse mostly used for habitation, and soil type was alluvial had higher value of land subsidence.  Keywords : GAMIT, GIS, GPS, Land Subsidence, Spatial Analysist  *) Penulis, Penanggung Jawab
SURVEI PENDAHULUAN DEFORMASI MUKA TANAH DENGAN PENGAMATAN GPS DI KABUPATEN DEMAK (Studi Kasus : pesisir pantai Kecamatan Sayung) Moh Kun Fariqul Haqqi; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.296 KB)

Abstract

ABSTRAK Daerah pesisir pantai utara Jawa sangat rentan terhadap tekanan lingkungan, baik secara alamiah maupun yang disebabkan oleh manusia. Wilayah pesisir pantai Kecamatan Sayung Kabupaten Demak sering terkena dampak banjir pasang surut atau yang lebih dikenal dengan banjir rob. Damaywanti (2013) menyatakan bahwa terjadinya banjir rob di Desa Bedono telah menenggelamkan dua dusun yaitu dusun Tambaksari dan Senik. Peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai fenomena tersebut dengan melakukan survei deformasi untuk pertama kali . Deformasi adalah perubahan bentuk, posisi, dan dimensi dari suatu benda (Kuang,1996). Dalam melakukan penelitian mengenai deformasi ini, peneliti melakukan perencanaan dan pemasangan tujuh titik pengamatan. Pengukuran titik pengamatan tersebut menggunakan GPS dual frequency dan diolah menggunakan tiga metode pengolahan yaitu metode radial, jaring dan ikat IGS. Perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak ilmiah GAMIT.                Pembuatan rancangan desain jaringan titik pengamatan untuk deformasi muka tanah ditinjau dari peta geologi,  peta jenis tanah, peta abrasi, peta DAS, dan peta tata guna lahan dalam RTRW Kabupaten Demak tahun 2011-2031 dapat disimpulkan bahwa semua titik pengamatan sesuai untuk pemantauan deformasi muka tanah di pesisir pantai Sayung tersebut. Hasil pengolahan komponen tinggi titik pengamatan mempunyai simpangan baku rata-rata untuk metode radial = 0,004953 m, metode jaring = 0,004876 m, metode ikat IGS = 0,004855 m. Dari uji statistik ke tiga metode mempunyai ketelitian yang sama.Kata kunci : Deformasi, GAMIT dan GPS ABSTRACT The north coastal area of Java is highly susceptible to environmental stress, either nature or human. The costal area of Sayung, District Demak often affects by flood tides which is more known as tidal flood. Damaywanti (2013) states that the tidal flood which happened in Bedono village has sunk two hamlets/orchards that are Tambaksari and Senik. Researcher wants to deeply study about this phenomenon so that using deformation survey for the first time in the that area. Deformation is the change of shapes, positions, and dimension of objects (Kuang, 1996). In order to do this survey, researcher will plan  and install  seven control points. Measuring those control points is using Dual Frequency GPS and being analysed using three analysed methods. Those are radial method, network method, and IGS Method, respectively. Software which is used for those methods is GAMIT Scientific Software.In order to designing the control points network for land surface deformation is studied by geology map, soil type map, abrasion map, watershed map, and land use map of Demak District during 2011 – 2031. It can be concluded that all control points is suitable with monitoring of land surface deformation in that location. The average standard deviation result of high point observation for radial method = 0,004953 m, the net method = 0,004876 m, IGS fastening methods = 0,004855 m. From the F statistical test, all of the methods has the same accuracy.Keywords: Deformation, GAMIT and GPS  *) Penulis, PenanggungJawab
APLIKASI PETA WISATA BERBASIS MOBILE GIS PADA SMARTPHONE ANDROID (STUDI KASUS DESA GUCI, KABUPATEN TEGAL) EVAN BRILLIANTO; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.323 KB)

Abstract

Objek Wisata Guci merupakan ujung tombak pariwisata pada kabupaten Tegal, terletak di kaki Gunung Slamet kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Sebagai tempat wisata unggulan Objek Wisata Guci memiliki banyak wahana dan fasilitas. Banyaknya keberadaan wahana dan fasilitas wisata ini menyulitkan wisatawan yang baru pertama kali berkunjung. Maka dari itu Objek  Wisata Guci harus memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata beserta fasilitas, sehingga dapat memudahkan para wisatawan yang berkunjung.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat dan deskripsi dari masing – masing objek wisata yang didapat dengan cara survei langsung ke lapangan dengan menggunakan A-GPS. Langkah selanjutynya adalah membangun sebuah aplikasi menggunakan aplikasi CarryMap. Pada tahap akhir dilakukan uji validitas dengan dua tahap yaitu uji aplikasi dan uji usability.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi peta wisata yang dapat diakses menggunakan smartphone melalui aplikasi CarryMap Apps. Informasi yang dapat diakes pengguna adalah lokasi objek wisata dan fasilitas penunjangnya seperti penginapan, dan tempat ibadah. Ketelitian titik dari aplikasi ini didapatkan rata - rata 4,018 meterdan standar deviasi sebesar 3,913 meter, dan ketelitian jarak didapatkan rata - rata 11,850 meterdan standar deviasi sebesar 3,772 meter. Kriteria efisiensi dengan nilai 82,33 dan kriteria kepuasan dengan nilai 80,5 yang diperoleh dari uji usability. Diharapkan dengan adanya peta wisata yang dapat diakses dengan smartphone ini dapat mempermudah wisatawan dalam memperoleh berbagai informasi pariwisata serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar objek wisata.
SURVEI PENDAHULUAN DEFORMASI SESAR KALIGARANG DENGAN PENGAMATAN GPS Ramdhan Thoriq Setyabudi; Moehammad Awaluddin; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.021 KB)

Abstract

ABSTRAKSesar Kaligarang adalah sesar geser aktif yang berada di lembah sungai Kaligarang. Sungai Kaligarang membelah wilayah Semarang pada arah hampir utara – selatan. Pada zaman Tersier, Sesar Kaligarang merupakan sesar jurus mendatar menga­nan sedangkan pada zaman kuarter sesar ini teraktifkan kembali sebagai sesar jurus mendatar mengiri. Menurut penelitian geologi Sesar Kaligarang berarah utara - selatan yang memanjang di sebelah timur Semarang memotong endapan Kuarter hasil Gunung Api Merbabu dan Merapi hingga dasar Laut Jawa di sebelah utara Semarang. Untuk keperluan informasi aktivitas sesar tersebut maka dilakukan perencanaan pemasangan titik-titik pengamatan dan pengukuran GPS dengan metode statik geodetik. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan GPS dual frequency pada 14 titik pengamatan yang terpasang melintang arah dari Sesar Kaligarang dengan menggunakan Scientefic Software GAMIT 10.5 untuk pengolahan datanya. Tujuan dari penelitian ini antara lain merencanakan desain jaringan titik kontrol untuk monitoring deformasi Sesar Kaligarang dengan pengamatan GPS dan melakukan pengukuran pertama titik kontrol pengamatan deformasi Sesar Kaligarang secara teliti menggunakan alat ukur GPS dual frequency dengan perangkat ilmiah GAMIT 10.5. Tinjauan pustaka yang digunakan dalam penelitian ini antara lain dinamika struktur bumi, sesar, Sesar Kaligarang, deformasi, GPS, data rinex, ITRF dan GAMIT. Pelaksanaan yang dilakukan meliputi perencanaan titik dan metode pengamatan, pengumpulan data, serta pengolahan data GPS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada strategi ketiga dengan cara titik-titik pengamatan diikatkan pada stasiun BAKO, COCO, DARW, dan PIMO mempunyai rata-rata simpangan baku X = 0,02741 m; Y = 0,01185 m; Z = 0,06000 m. Sehingga kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan GPS dual frequency supaya didapatkan hasil yang lebih teliti maka harus diikatkan pada stasiun-stasiun yang dikategorikan sebagai IGS yang lebih banyak lagi.Kata kunci : sesar, Sesar Kaligarang, GPS, GAMIT ABSTRACTKaligarang Fault is an active fault shear which located in a river valley of Kaligarang. Kaligarang River divides the area of Semarang on the direction nearly north - south. In the Tertiary, Kaligarang Fault is a fault moves horizontally quarter turn to the right while at the time the fault is activated again as the fault moves horizontally left. According to geological research Kaligarang Fault directed north – south that extends to the east of Semarang cut the Quaternary sediments results of Merapi and Merbabu Volcano to the base of Java Sea in the north of Semarang. For the purposes of fault activity information then made a planning of the installation monitoring points of GPS measurements by using geodetic static methods. The research method that used is using a dual frequency GPS observations on 14 points mounted transverse direction of Fault Kaligarang by using Gamit 10.5 Scientific Software for data processing. The purpose of this research is made a planning of network point design to monitoring the fault deformation of Kaligarang by using GPS monitoring and take the first control point of Kaligarang fault deformation measurements carefully by using GPS dual frequency tools with scientific devices Gamit 10.5.  Scientefic Software for data processing. The purpose of this research such as the design of network control point plan for monitoring deformation Fault Kaligarang with GPS observations and take the first control point observations carefully on Kaligarang Fault deformation using GPS dual frequency measurement tools with scientific devices Gamit 10.5. Literature review which used in this research include the dynamics of the earth's structure, fault, Fault Kaligarang, deformation, GPS, Data RINEX, ITRF of Gamit. The implementation conducted on the point of planning of monitoring methods, collection of data, and analysis of GPS data. The results of this study showed on the second strategies by means of monitoring points tied BAKO station, COCO, DARW, of PIMO have an average standard deviation of X = 0.02741 m; Y = 0.01185 m; Z = 0.06000 m. So the final conclusion of this research is the measurement by using dual frequency GPS in order to obtain more precise results it must be tied to stations which categorized as IGS more.Keywords: fault, Fault Kaligarang, GPS, GAMIT
ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN METODE REGISTRASI ANTARA METODE KOMBINASI DAN METODE TRAVERSE DENGAN MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM PEMODELAN OBJEK 3 DIMENSI Alfred Boni Son Simbolon; Bambang Darmo Yuwono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemodelan adalah suatu kegiatan untuk membentuk suatu objek dengan skala yang lebih kecil yang direpresentasikan dalam bentuk tiga dimensi. Perkembangan teknologi di bidang survei khususnya bidang pemodelan saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat. Kehadiran Terrestrial Laser Scanner (TLS) memberikan solusi dalam pemodelan suatu objek. TLS biasanya digunakan untuk memodelkan suatu objek dengan bentuk yang rumit dan memerlukan ketelitian yang tinggi. Untuk membuat model tiga dimensi, perlu dilakukan penggabungan data dari beberapa hasil penyiaman, yang biasa disebut dengan registrasi.Dalam penelitian ini, pemodelan salah satu ikon Kota Semarang yaitu Tugu Muda dilakukan dengan menggunakan menggunakan metode Terrestrial Laser Scanner. Proses akuisisi data dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi dan metode traverse untuk registrasi yang kemudian dilakukan perbandingan terhadap hasil ketelitian metode-metode tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan GPS Geodetik untuk mengetahui koordinat yang dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan jaring poligon dalam metode traverse. Penulis menggunakan TLS Topcon GLS-2000 sebagai alat untuk melakukan pemindaian objek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Scan Master untuk registrasi metode Traverse, Maptek I-Site Studio untuk metode kombinasi, dan Autodesk Remake untuk pemodelan. Model scan hasil registrasi kemudian dibandingkan jaraknya terhadap objek aslinya dengan menggunakan Total Station.Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa model 3 dimensi Tugu Muda dalam bentuk point cloud yang kemudian dimodelkan menjadi objek yang solid. Besar RMS registrasi dari masing-masing metode adalah 0,037 m untuk metode kombinasi dan 0,076 untuk metode traverse. Sedangkan besar RMS dari hasil perbandingan jarak dengan Total Station adalah sebesar ±0,0051827 m untuk metode kombinasi dan sebesar ±0,0052574 m untuk metode traverse.
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adzindani Reza Wirawan Ahadea Kautzarea Yuwono Aisyah Arifin Alfian Budi Prasetya Alfin Nandaru Alfred Boni Son Simbolon Ali Amirrudin Ahmad Alvian Danu Wicaksono Amirul Hajri Amri Perdana Ginting Andre Hermawan Andri Suprayogi Anggoro Pratomo Adi Arief Laila Nugraha Arintia Eka Ningsih Arwan Putra Wijaya Azeriansyah, Reyhan Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bobby Daneswara Indra Kusuma Desvandri Gunawan Dian Rizqi Ari Wibowo Diqja Yudho Nugroho Dzaki Adzhan Elceria Susanti EVAN BRILLIANTO Extiana, Kiky Fadli Rahman Fadli Rahman, Fadli Fathan Aulia Fauzi Iskandar Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fina Faizana Fuad Hari Aditya Galih Rakapuri Hana Sugiastu Firdaus Handaru Aryo Suni Hani’ah Hani’ah Haris Yusron Hasanuddin Z. Abidin Henndry . Heri Gusfarienza Indira Nori Kurniawan Indra Laksana Inessia Umi Putri Iqbal Yukha Nur Afani Khairuddin Khairuddin Kusmaryudi, Alan L. M. Sabri Lanjar Cahyo Pambudi Laode M Sabri Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus Lorenzia Anggi Ramayanti Lutfi Eka Rahmawan Lutgar Sudiyanto Sitohang M. Awaluddin, M. Maylani Daraputri Merpati Dewo Kusumaningrat Moehammad Awaluddin Moh Kun Fariqul Haqqi Mohamad Rizki Ramadhan Mualif Marbawi Much. Jibriel Sajagat, Much. Jibriel Muhamad Nurman Cholid Muhamad Salahuddin Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Chairul Ikbal, Muhammad Chairul Muhammad Hilmi Muhammad Ilman Fanani Nugrahanto, Prasetyo Odi Nurhadi Bashit Ory Andrian Apsandi ORY ANDRIAN APSANDI R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Raka Angga Prawira Ramdhan Thoriq Setyabudi Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Reisnu Iman Arjiansah Renaud Saputra Purba Rian Yudhi Prasetyo Risa Ayu Miftahul Rizky Riska Pratiwi Risty Khoirunisa Risty Khoirunisa, Risty Rizki Fadillah Rizki Putra Agrarian Rizqie Anarullah, Rizqie Roy Kasfari Sanches Budhi Waluyo Satrio Wicaksono Saul Ambarita Sawitri Subiyanto Susilo Susilo Tatag Abiyoso Utomo Theodorus Satriyo Singgih Vauzul Rahmat Wahyu Gangga Widi Hapsari Wijaya, A. P. Wikan Isthika Murti WIWIT PURWANTI Yolanda Adya Puspita Yudo Prasetyo YULIA SAVIRA RACHMA Zainab Ramadhanis