Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGUKURAN BIDANG TANAH MENGGUNAKAN GNSS RTK-RADIO DAN RTK-NTRIP PADA STASIUN CORS UNDIP Mualif Marbawi; Bambang Darmo Yuwono; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.436 KB)

Abstract

ABSTRAKPengukuran dan pemetaan bidang tanah merupakan sebagian dari kegiatan pendaftaran tanah di Indonesia salah satunya bertujuan untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah yang dinyata kan dalam bentuk sertipikat. Peralatan dan perlengkapan yang digunakan biasanya dengan menggunakan  alat  theodolite, total station dan pita ukur. Terkait dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan navigasi, kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang-bidang tanah dapat dilakukan dengan menggunakan survei GNSS metode RTK (Real Time Kinematic) baik RTK-Radio maupun RTK-NTRIP.Pada penelitian ini dilakukan adalah pengukuran bidang tanah dengan beberapa kriteria luasan bidang menggunakan GNSS metode RTK-Radio dan RTK-NTRIP beserta pengaruh panjang baselinenya. Lokasi penelitian ini berada di daerah Mulawarman dengan panjang baseline 1,5 km dan di daerah Marina dengan panjang baseline 11 km dari stasiun CORS UNDIP. Kemudian hasil pengukuran di hitung nilai kesalahan linear, kesalahan jarak, kesalahan elevasi, perbedaan luas, dan uji obstruksi, sedangkan uji jangkauan hanya untuk RTK-Radio. Untuk validasi hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran electronic total station.Hasil pengukuran bidang tanah menggunakan GNSS metode RTK-Radio dengan panjang baseline < 400 m dan dengan luasan bidang < 520 m2 diperoleh akurasi luas dengan standar deviasi ±1,986 m2 sedangkan untuk RTK-NTRIP dengan panjang baseline 1,5 – 11 km diperoleh akurasi luas dengan standar deviasi berkisar antara ±2,622 hingga ±4,075 m2, untuk uji jangkauan dengan RTK-Radio diperoleh jangkauan maksimal sejauh 420 m, untuk uji obstruksi kategori obstruksi ringan dan sedang diperoleh solusi pengukuran fix sedangkan untuk obstruksi sedang sampai berat seperti bangunan dan gedung tinggi  didapat solusi pengukuran float and autonomous. Dan dari uji ketelitian peta memenuhi standar produksi pembuatan peta dengan skala 1 : 500.Kata Kunci : Bidang Tanah, GNSS, RTK-Radio, RTK-NTRIPABSTRACTSurvey and mapping of land use is a part of land registry activities in Indonesia, one of which aims to guarantee legal certainty and the protection of the rights of a holder to land parcels that are expressed in the form of the certificate. Normaly theodolite, total station are the tools used. Related on to the development and advancement of information technology and the current survey of the activities of navigation and mapping areas of land can be done by using the method of GNSS RTK (Real Time Kinematic) surveying to kinds of RTK-Radio or RTK-NTRIP.In this research is the measurement of several land parcels with an area of the field criteria using RTK GNSS RTK-Radio and RTK-NTRIP method along with the influence of the baseline length. The location of this research is in the area Mulawarman with baseline length of 1.5 km and in the Marina area with length baseline 11 km from UNDIP CORS station. Then the measurement results calculated value linear error, fault distance, elevation error, vast differences, and obstruction test, meanwhile the test range only for RTK-Radio. To validate the measurement results are compared with the results of measurements by electronic total station.The results of the measurements of land using GNSS RTK-Radio method with a long baseline < 400 m and with a total area of field < 520 m2 wide accuracy obtained with a standard deviation around ± 1,986 m2 meanwhile for RTK-NTRIP with long baseline 1.5 – 11 km wide accuracy obtained with standard deviation ranges between ± 2,622 to ± 4,075 m2, to test the range of the RTK-Radio obtained the maximum range as far as 420 m, for the obstruction test with mild obstruction and medium obstruction category obtained a fix measurement solutions meanwhile for moderate to severe obstruction such as buildings and tall buildings acquired measurement solutions float and even autonomous. And the accuracy test meets the standard map production with a scale of 1: 500.Keywords : Land Use, GNSS, RTK-Radio, RTK-NTRIP*)  Penulis, Penanggungjawab 
ANALISIS PENGOLAHAN DATA GPS MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK RTKLIB Desvandri Gunawan; Bambang Darmo Yuwono; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.676 KB)

Abstract

ABSTRAK GPS (Global Positioning System) merupakan sistem satelit navigasi dan penentuan posisi menggunakan satelit. Salah satu faktor ketelitian penentuan posisi dengan GPS adalah strategi pemrosesan data. Mengikuti perkembangan kebutuhan GPS dalam kehidupan manusia, data hasil pengamatan GPS dapat diolah menggunakan berbagai macam perangkat lunak. RTKLIB merupakan salah satu perangkat lunak yang digunakan untuk pengolahan data pengamatan GPS.Pada penelitian tugas akhir ini dilakukan pengamatan titik-titik menggunakan GPS Dual Frequency dengan metode statik untuk mengetahui karakteristik dan hasil pengolahan perangkat lunak tersebut. Hasil pengamatan titik GPS tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak RTKLIB dan Topcon Tools. Hasil pengolahan kedua perangkat lunak tersebut dibandingkan dengan hasil pengolahan perangkat lunak ilmiah Bernesse.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai perbedaan antara nilai standar deviasi dari hasil pengolahan perangkat lunak RTKLIB dengan standar deviasi hasil pengolahan perangkat lunak Topcon Tools dengan nilai rata- rata σN dan σE sebesar -0,0011 m dan -0,0026 m dimana RTKLIB memiliki ketelitian standar deviasi yang lebih baik dan lebih mendekati hasil dari data sekunder, yaitu hasil pengolahan Bernesse. Berdasarkan hasil uji statistik dengan selang kepercayaan 95%, disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil Pengolahan RTKLIB dan Topcon Tools. Kata Kunci : GPS, RTKLIB, Standar Deviasi, Topcon Tools ABSTRACTGPS (Global Positioning System) is a navigation and positioning system using satellites. One of accuration factors using GPS is data processing strategy. By following the GPS demands in human life, GPS observation data can be processed using a variety of the softwares. RTKLIB is one of the softwares using for GPS observations data processing.This research observation uses points observations using GPS Dual Frequency by static method so that it is known a characteristics and the result of software processing. This result is then analyzed using RTKLIB and Topcon Tools software. The result of those softwares then compares to the result of processing Bernesse scientific software.The results of this research show that there is a difference between the deviation standard value of RTKLIB software and the deviation standard value of Topcon Tools software, with the mean value of σN and σE amounting -0.0011 and -0.0026 m respectively. RTKLIB has a better deviation standard accuracy and closer to the value of secondary data, that is the result of Bernesse. According to statistical test with 95% confidence interval, it is concluded that there is no significant differences between the result of RTKLIB and Topcon Tools software.Keywords: GPS, RTKLIB, Standard Deviation, Topcon Tools                                                                                                      *) Penulis Penanggung Jawab
PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN PANTAI PARANGTRITIS BERDASARKAN WILLINGNESS TO PAY MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Ahadea Kautzarea Yuwono; Bambang Darmo Yuwono; Arwan Putra Wijaya
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.495 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Bantul memiliki daerah wisata alam yang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Salah satu wisata alam yang saat ini banyak dikunjungi adalah Pantai Parangtritis. Pantai Parangtritis merupakan salah satu ikon pariwisata Kabupaten Bantul yang memberi pendapatan terbesar dari sektor pariwisata  bagi Kabupaten Bantul. Suasana hangat dari pantai, panorama matahari tenggelam, beserta segala hal mistis yang ada di Pantai Parangtritis inilah yang menarik perhatian wisatawan untuk datang mengunjunginya. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dibuat Peta ZNEK untuk mengetahui nilai ekonomi kawasan berdasarkan metode TCM (Travel Cost Method) dan CVM (Contingent Valuation Method) pada kawasan tersebut.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah sampling non probability sampling dengan teknik sampling insidental, yaitu responden yang ditemui secara kebetulan datang berkunjung di Pantai Parangtritis. Data yang digunakan adalah 60 responden untuk TCM dan CVM, serta 10 responden tambahan masing-masing untuk validasi model TCM dan CVM. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan menggunakan software Maple 17. Serta dilakukan juga uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas), validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 23.Dalam penelitian tugas akhir ini, uji asumsi klasik menunjukkan semua data berdistribusi normal, tidak terjadi heteroskedastisitas, terbebas dari autokorelasi dan tidak memiliki multikolineritas. Uji validitas dan reliabilitas menunjukan hasil valid dan reliabel pada model yang digunakan. Pada validasi model, hasil pengujian menunjukan nilai RMSE sebesar 0,091061337 pada TCM dan 0,066100981 pada CVM. Hasil perhitungan nilai total ekonomi didapatkan nilai DUV sebesar Rp. 24.768.055.550.000, nilai EV sebesar Rp. 32.875.953.030 sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Pantai Parangtritis sebesar Rp 24.800.931.503.030.
PEMBUATAN PETA JALUR PENDAKIAN GUNUNG LAWU Rian Yudhi Prasetyo; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.848 KB)

Abstract

Kegiatan mendaki gunung merupakan kegiatan dengan tingkat bahaya relatif tinggi. Para pendaki akan berjalan di hutan menghabiskan waktu yang cukup lama dengan kadar oksigen yang semakin tipis dan suhu yang sangat dingin bahkan bisa mencapai di bawah 0º Celcius. Para pendaki dapat tersesat, hilang dan meninggal di gunung karena kurangnya pengetahuan dan informasi tentang jalur pendakian yang mereka lalui. Pada jaman dahulu kegiatan pendakian gunung tidak sebanyak sekarang. Kegiatan pendakian hanya dilakukan kelompok atau komunitas tertentu saja seperti mahasiswa pecinta alam atau komunitas pecinta alam lainnya. Komunitas pecinta alam pada dasarnya sudah dibekali pengetahuan tentang pendakian, seperti perencanaan pendakian, bahaya dan cara mengatasi bahaya tersebut dalam pendakian sehingga bisa melakukan pendakian dengan lancar dan selamat. Tetapi saat ini kegiatan luar ruangan, terutama mendaki gunung merupakan kegiatan yang digemari banyak orang. Jumlah pendaki gunung semakin lama semakin bertambah, baik yang mempunyai pengetahuan tentang pendakian atau orang yang hanya ikut-ikutan dimana dia tidak memiliki pengetahuan dasar tentang mendaki gunung. Bahkan tidak jarang dijumpai pendaki yang mengabaikan standart keselamatan dalam pendakian. Berdasarkan hal tersebut, sehingga peneliti melakukan penelitian dengan pembuatan peta jalur pendakian gunung Lawu bertujuan untuk memberikan data spasial dan nonspasial yang berupa peta dan buku panduan mendaki gunung Lawu agar pendaki dapat mengetahui karakteristik masing-masing jalur pendakian dan membuat perencanaan pendakian yang baik sehingga meminimalisir bertambahnya korban jiwa di gunung. Pengumpulan data dilakukan dengan survei langsung ke 3 jalur pendakian baik data spasial maupun data nonspasial. Pengolahan data tersebut meliputi transformasi data kedalam format yang telah ditentukan dan penyesuaian data terhadap parameter – parameter yang digunakan serta proses penyajian data ke dalam bentuk peta fisik dan menganalisis tingkat kesulitan ke 3 jalur pendakian dari parameter yang didapat. Data hasil penelitian berupa data jarak, kelerengan, beda tinggi, waktu tempuh, dan ketersediaan sarana di jalur pendakian.
ANALISIS KETELITIAN SPASIAL MENGGUNAKAN SATELIT BEIDOU UNTUK PENGUKURAN BIDANG DENGAN METODE RTK Fathan Aulia; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.836 KB)

Abstract

ABSTRAKPada saat ini metode penentuan posisi dengan menggunakan sinyal satelit semakin berkembang pesat dengan hadirnya satelit Beidou. Penentuan posisi dapat digunakan untuk pengukuran bidang tanah yang nantinya berfungsi dalam pendaftaran tanah. Tujuan dari pendaftaran tanah adalah untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas suatu bidang tanah, serta menyediakan informasi kepada pihak-pihak berkepentingan mengenai bidang-bidang tanah.Terkait dengan permasalahan tersebut, maka pada penelitian tugas akhir ini dilakukanlah pengukuran bidang tanah dengan menggunakan GNSS metode RTK akan menganalisis perbandingan jarak dan luas bidang tanah dari 3 satelit GNSS yang berbeda, antara lain GPS, GLONASS, dan BEIDOU dan menggunakan data pengukuran Total Station sebagai data definitif.Pengukuran dengan metode ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar peningkatan ketelitian apabila menambahkan satelit Beidou dalam pengukuran. Pada hasil analisis dan uji statistik yang dilakukan, didapat peningkatan ketelitian apabila menambahkan satelit Beidou di dalam pengukuran untuk daerah terbuka sebesar ±0,138 meter, dimana tingkat ketelitian pengukuran Luas menggunakan satelit GPS sebesar 0,062 meter, sedangkan ketelitian pengukuran Luas menggunakan satelit GPS+Beidou sebesar 0,524 meter. Untuk daerah perumahan mengalami peningkatan ketelitian pengukuran Luas sebesar ±6,398 meter, dengan tingkat ketelitian pengukuran Luas menggunakan satelit GPS sebesar 7,770 meter, sedangkan ketelitian pengukuran Luas menggunakan satelit GPS+Beidou sebesar 1,372 meter.Kata Kunci : Beidou, GLONASS, GPS, Penentuan Posisi, Pengukuran Bidang Tanah, RTK (Real Time Kinematic) ABSTRACTAt the moment a method of the determination of position by using signals satellite growing rapidly with the arrival of satellite Beidou .The determination of position can be used to measurement of the field of land will use in land registration. The purpose of land registration is to guarantee legal certainty and protection laws against the holder the right over an area of land , and prepared information to parties concerned about land areas.Relating to these problems, so to research duty end of this did measurement of the field of ground by using GNSS method RTK analyzed comparison distance and area of land parcels of 3 satellite GNSS different, among others GPS, GLONASS, and Beidou and using data the measurement of total station as data definitive.Measurement by a method of aims to understand how much greater precision in if added satellite beidou in the measurement of .On the outcome of the analysis and statistical tests conducted , obtained greater precision in if added satellite beidou inside of measurement for open area as much as ±0,138 meters, whereby the degree of precision the measurement of broad use satellite GPS 0,062 meters as much as, while carefulness the measurement of broad use satellite GPS + Beidou 0,524 meters as much as. To a residential area experienced greater precision in as much as the measurement of broad ±6,398 meters , with the level of thoroughness the measurement of broad use satellite GPS 7,770 meters as much as , while carefulness the measurement of broad use satellite GPS+Beidou 1,372 meters as much as.Keyword : Beidou, GLONASS, GPS, Measurement of the field of land, RTK (Real Time Kinematic), The determination of position.  *) Penulis, PenanggungJawab
PEMBUATAN APLIKASI MOBILE GIS BERBASIS ANDROID UNTUK INFORMASI PARIWISATA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Rizki Putra Agrarian; Andri Suprayogi; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.891 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Wonosari. Sebagai kota yang dipenuhi berbagai fasilitas dan objek wisata menarik, Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu tujuan wisata dari wisatawan lokal maupun asing. Maka dari itu sudah seharusnya Kabupaten Gunungkidul memiliki fasilitas pendukung berupa panduan mengenai objek wisata sehingga dapat memudahkan para wisatawan lokal dan asing yang akan berkunjung.Penelitian ini memanfaatkan data koordinat dan deskripsi dari masing-masing objek wisata yang dilakukan dengan survey langsung ke lapangan dengan menggunakan GPS handheld. Langkah selanjutnya adalah membangun sebuah aplikasi berbasis Android dengan menggunakan software MIT App Inventor 2. Pada tahap akhir dilakukan pembandingan kecepatan koneksi saat menggunakaan aplikasi pada jaringan WLAN, 2G dan 3G.Penelitian tugas akhir ini menghasilkan sebuah aplikasi mobile GIS tentang pariwisata di Kabupaten Gunungkidul yang diharap dapat membantu wisatawan lokal maupun asing dalam berpariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Fitur aplikasi antara lain penunjuk arah ke lokasi yang dituju, jarak ke lokasi dan informasi umum seperti trayek angkutan umum dan daftar hotel.Kata Kunci: Android; Gunungkidul; MIT App Inventor 2; mobile GIS; pariwisata  ABSTRACT Gunungkidul Regency is one of many regencies in Yogyakarta Special District, Indonesia. The central of the government is at Wonosari Subdistrict. As a town filled with interesting facilities and tourism objects, Gunungkidul Regency became one of many traveling destinations for domestic and foreign tourists. And because of that, Gunungkidul Regency should have a supproting facility like a guide about its tourism objects so it could ease the tourists who will be coming there.This study utilizes coordinate data and descriptions of each tourism object which is done by a direct field survey using handheld GPS. The next step was building an Android-based application using MIT App Inventor 2 software. And on the last phase, it compares connection speed when the application is being used at WLAN, 2G and 3G network.This study produced a mobile GIS application about tourism in Gunungkidul Regency that hopefully could help domestic and foreign tourists when they travel there. The application features the direction and the distance to the tourism objects, and common information like public transportation routes and hotel list.Keywords: Android; Gunungkidul; MIT App Inventor 2; mobile GIS; tourism
PENENTUAN POSISI DAN PERGESERAN STASIUN CORS UNDIP BERDASARKAN PENGAMATAN CORS TERIKAT IGS PADA TAHUN 2015, 2016 DAN 2017 Mohamad Rizki Ramadhan; Bambang Darmo Yuwono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.982 KB)

Abstract

Penentuan posisi dengan menggunakan CORS (Continuously Operating Reference Station) mulai banyak dimanfaatkan khususnya di Indonesia. Stasiun CORS merupakan stasiun GNSS yang aktif secara kontinu dan pada realisasinya dapat dimanfaatkan secara skala global maupun regional untuk kegiatan survei dan pemetaan, studi geodinamika serta deformasi, dll. Karena sifatnya yang kontinu, diperlukan perhitungan koordinat absolut secara berkala untuk stasiun CORS. Hal ini tidak lepas dari adanya fenomena geodinamika seperti pergerakan lempeng kerak bumi, deformasi, dll. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan koordinat definitif CORS UNDIP pada tahun 2015 hingga 2017 dengan menggunakan 12 titik ikat IGS (ALIC, BAKO, CNMR, COCO, GUAM, HYDE, LHAZ, PIMO, STR1, VACS, XMIS, dan YARR), penentuan kecepatan posisi, serta mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi jumlah DOY (Day of Year) pengamatan yang digunakan terhadap koordinat hasil perhitungan. Hasil dari penelitian ini adalah koordinat stasiun CORS UNDIP dengan ketelitian terbaik dengan nilai koordinat kartesian komponen X = -2210748.6604 m ± 0.96 mm, Y = 5931893.1964 ± 2.15 mm, dan Z = -777746.1083 ± 0.59 mm. Kemudian kecepatan posisi stasiun CORS UNDIP dengan nilai pergeseran tahun 2015 ke 2016 dengan nilai Vn -0.00115 m/tahun ± 2.45 mm, Ve 0.02975 m/tahun ± 3.21 mm, dan Vu -0.0063 m/tahun ± 12.03 mm; tahun 2016 ke 2017 dengan nilai Vn 0.01121 m/tahun ± 2.65 mm, Ve 0.04084 m/tahun ± 3.27 mm, dan Vu -0.01219 m/tahun ± 12.56 mm; tahun 2015 ke 2017 dengan nilai Vn 0.00248 m/tahun ± 0.56 mm, Ve 0.03407 m/tahun ± 0.75 mm, dan Vu 0.00072 m/tahun ± 2.71 mm, serta hasil Uji Fisher bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi DOY yang digunakan dengan hasil perhitungan koordinat.
PEMANTAUAN PENURUNAN MUKA TANAH KOTA SEMARANG TAHUN 2016 MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.6 Alfian Budi Prasetya; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.532 KB)

Abstract

ABSTRAK Selama kurun waktu 30 tahun terakhir ini, Kota Semarang sering mengalami banjir rob. Salah satu penyebab terjadinya banjir rob ini adalah penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah mengakibatkan bentang hidrologi atau muka air laut lebih tinggi dari daratan disekitarnya. Di Indonesia sendiri telah dilakukan berbagai penelitian mengenai fenomena ini seperti di Jakarta, Bandung dan Surabaya. Pengambilan air tanah yang berlebihan, bukaan bawah tanah akibat aktivitas tambang, aktivitas tektonik, jenis tanah, serta beban berat diatas tanah yang berlebihan (overburden) merupakan penyebab utama terjadinya penurunan muka tanah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran GPS metode statik. Terdapat 7 titik pengamatan yang tersebar di wilayah Kota Semarang. Pengamatan GPS dilakukan dengan durasi selama 6-7 jam. Data yang diperoleh kemudian diolah secara radial menggunakan perangkat lunak GAMIT 10.6. Berdasarkan pengolahan perangkat lunak GAMIT didapatkan nilai koordinat dan standar deviasi dari setiap titik pengamatan. Untuk mendapatkan nilai penurunan muka tanah Kota Semarang yang digunakan adalah nilai tinggi. Nilai tinggi GPS yang dihasilkan dari pengolahan GAMIT kemudian dibandingkan dengan nilai tinggi ellipsoid pada tahun sebelumnya di titik yang sama untuk mendapatkan nilai penurunan muka tanahnya.Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai penurunan muka tanah Kota Semarang pada tahun 2016 dengan rentang penurunan sebesar 1,33 - 34,9 cm. Untuk besar laju penurunan tanah dari tahun 2013-2016 didapatkan nilai sebesar 2,07 – 17,04 cm/tahun. Laju penurunan paling tinggi terdapat di daerah Semarang Utara dan Semarang Timur. Besar kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari bencana banjir rob di kota Semarang pada sektor pemukiman sebesar Rp. 545,985 miliar dan sektor infrastruktur jalan sebesar Rp. 70,466 miliar. Kata Kunci : GPS, GAMIT, GPS, Penurunan Muka Tanah  ABSTRACT In the last 30 years, Semarang city experienced tidal flood. One of the major causes of this tidal flood disaster is land subsidence. Land subsidence inflict hydrological landscape or sea level is higher then the surrounding land. In Indonesia, research about this phenomenon had been conducted in various city, such as Jakarta, Bandung and Surabaya. The excessive extraction of ground water, mining activity, tectonic activity, soil characteristic and also overburden on the land surface are the major causes of land subsidence.                In this research data colected using GPS static measurement method. There are 7 observation points which are spread throughtout Semarang city. GPS observation carried out with a duration of 6-7 hours. The GPS data then processed using radial method by GAMIT 10.6 software. The data obtained from GAMIT processing are coordinate value and standard deviation from each observation point. The value of land subsidence obtained by comparing the height value on previous measurement and height value on present measurement.                The result of this research is value of land subsidence in Semarang city on 2016 with subsidence value range from 1.33 cm to 34.9 cm. This research also obtained the velocity rate of land subsidence from 2013-2016 with variation range from 2.07 cm/year to 17.04 cm/year. The highest velocity rate of land subsidence was found in the North and East Semarang. The value in economic losses to the effect of tidal flood from settlement sector amounted to idr. 545.985 billion and from infrastructure sector idr. 70.466 billion. Keywords:GAMIT, GPS, Land Subsidence
KAJIAN PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK IDENTIFIKASI OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (Studi Kasus : Kecamatan Tembalang Kota Semarang) Lasmi - Rahayu; Sawitri - Subiyanto; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.415 KB)

Abstract

ABSTRAKPenginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah, atau fenomena yang dikaji. Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh oleh PBB diharapkan dapat menunjang performance dalam pengelolaan tugas perpajakan. Salah satu produk citra satelit resolusi tinggi yang dimiliki adalah citra GeoEye. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi objek pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan memanfaatkan data penginderaan jauh dan mengevaluasi peta PBB berdasarkan hasil identifikasi data penginderaan jauh dan survei lapangan.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah identifikasi perubahan objek bangunan dari hasil overlay peta PBB dengan citra terkoreksi geometrik dengan cara interpretasi secara visual. Hasil interpretasi perubahan kemudian dilakukan uji ketelitian interpretasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa teridentifikasi 15176 buah bangunan belum terpetakan pada peta PBB dengan luas bangunan belum terpetakan sebesar 1560415,057 m2.Kata Kunci: penginderaan jauh, citra GeoEye, objek Pajak Bumi dan Bangunan ABSTRACT Remote sensing is the science and art to get information about an object, area, or phenomenon through the analysis of data obtained with a device without direct contact with the object, area, or phenomenon under study. Utilization of remote sensing technology by administrator of land and property tax is expected to support performance in management of taxation duty. One of the products of high-resolution satellite imagery is GeoEye imagery. The purpose of this study is to identify the object of land and property tax by using remote sensing data and evaluate the land and building tax maps based on the identification of remote sensing data and  field  surveys. The method used in this study is the identification of the object changes in property taxes from the land and property tax map overlay image geometric correction by means of visual interpretation. Results interpretation changes then test the accuracy of interpretation. The results showed that the identified 15 176 pieces uncharted building on PBB map with a building area of 1560415.057 uncharted m2.Keywords: remote sensing, GeoEye imagery, land and property tax object
PEMETAAN TINGKAT LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (Studi Kasus : Kabupaten Blora) Lorenzia Anggi Ramayanti; Bambang Darmo Yuwono; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.609 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Blora saat ini mengalami perubahan berupa alih fungsi lahan pertanian dan hutan menjadi lahan non pertanian atau lahan terbangun yang tidak memperhatikan syarat-syarat konservasi tanah dan air sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya degradasi lahan, kekeringan, bencana tanah longsor dan bencana banjir yang akhirnya akan menimbulkan lahan kritis. Berangkat dari permasalahan diatas maka dilakukan tinjauan penelitian tentang pemetaann tingkat lahan kritis di Kabupaten Blora.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan menghitung luas tingkat lahan kritis di Kabupaten Blora.Metode yang digunakanadalah metode overlay,skoring serta pembobotan. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutani Sosial No: P.4/V-SET/2013 faktor yang mempengaruhi lahan kritis adalah vegetasi, kelereng, erosi, produktivitas, dan manajemen.Berdasarkan hasil pengolahan data, lahan kritis di Kabupaten Blora didominasi lahan tidak kritis seluas 119.672,80 Ha. Lahan kritis paling banyak berada di kecamatan Bogorejo seluas 181,53 Ha dan lahan agak kritis paling banyak berada di Kecamatan Jiken seluas 2.441,54 Ha. Sedangkan lahan  potensial kritis paling banyak terdapat di Kecamatan Todanan seluas 13.245,71. Dari hasil penilaian tingkat lahan kritis diketahui bahwa kerapatan vegetasi berperan besar dalam tingkat lahan kritis pada fungsi kawasan lindung di luar kawasan hutan, sedangkan tingkat produktivitas lahan berpengaruh besar pada kawasan budidaya pertanian dan hutan produksi. Kata Kunci : Kabupaten Blora; Lahan Kritis.                                                                      ABSTRACT Blora at this time has changed such as conversion of agricultural land and forest land to non- agricultural or undeveloped land that does not pay attention to the terms of the conservation of soil and water and thus potentially lead to land degradation, drought, landslides and disasters flooding which will eventually lead to critical land. From the above problems therefore a study of mapping level critical land.This study aims to mapping and calculate  the area of level of critical land in Blora. The methods used in this study are the overlay method, scoring and weighting. According Regulation of the Director General of Watershed Management and Social Perhutani No: P.4 / V-SET / 2013factors affecting the occurrence of critical areas such asvegetation, slopes, erosion,  productivity and management.From the result of data processing, Blora dominated by criteria not critical area of 119.672,80 Ha. Most criteria critical in the district areBogorejoarea of 181,53 Ha and most criteria medium critical in the district are Jiken area of 2.441,54 Ha. While the most criteria potential critical in the district are Todanan area of 13.245,71Ha.  From the results of assessment of the level of critical land known that the density of vegetation plays a major role in the function of the level of critical land in protected areas outside the forest area, while the level of productivity of land have great impact on agricultural production areas and production forests. Keywords : Blora; Critical Land
Co-Authors Abdi Sukmono, Abdi Adzindani Reza Wirawan Ahadea Kautzarea Yuwono Aisyah Arifin Alfian Budi Prasetya Alfin Nandaru Alfred Boni Son Simbolon Ali Amirrudin Ahmad Alvian Danu Wicaksono Amirul Hajri Amri Perdana Ginting Andre Hermawan Andri Suprayogi Anggoro Pratomo Adi Arief Laila Nugraha Arintia Eka Ningsih Arwan Putra Wijaya Azeriansyah, Reyhan Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bobby Daneswara Indra Kusuma Desvandri Gunawan Dian Rizqi Ari Wibowo Diqja Yudho Nugroho Dzaki Adzhan Elceria Susanti EVAN BRILLIANTO Extiana, Kiky Fadli Rahman Fadli Rahman, Fadli Fathan Aulia Fauzi Iskandar Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fina Faizana Fuad Hari Aditya Galih Rakapuri Hana Sugiastu Firdaus Handaru Aryo Suni Haris Yusron Hasanuddin Z. Abidin Henndry . Heri Gusfarienza Indira Nori Kurniawan Indra Laksana Inessia Umi Putri Iqbal Yukha Nur Afani Khairuddin Khairuddin Kusmaryudi, Alan L. M. Sabri Lanjar Cahyo Pambudi Laode M Sabri Lasmi - Rahayu Leur P. Maranatha Sitorus Lorenzia Anggi Ramayanti Lutfi Eka Rahmawan Lutgar Sudiyanto Sitohang M. Awaluddin, M. Maylani Daraputri Merpati Dewo Kusumaningrat Moehammad Awaluddin Moh Kun Fariqul Haqqi Mohamad Rizki Ramadhan Mualif Marbawi Much. Jibriel Sajagat, Much. Jibriel Muhamad Nurman Cholid Muhamad Salahuddin Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Chairul Ikbal, Muhammad Chairul Muhammad Hilmi Muhammad Ilman Fanani Nugrahanto, Prasetyo Odi Nurhadi Bashit Ory Andrian Apsandi ORY ANDRIAN APSANDI R. Sapto Hendri Boedi Soesatyo Raka Angga Prawira Ramdhan Thoriq Setyabudi Ramlansius Tumanggor, Ramlansius Reisnu Iman Arjiansah Renaud Saputra Purba Rian Yudhi Prasetyo Risa Ayu Miftahul Rizky Riska Pratiwi Risty Khoirunisa Risty Khoirunisa, Risty Rizki Fadillah Rizki Putra Agrarian Rizqie Anarullah, Rizqie Roy Kasfari Sanches Budhi Waluyo Saul Ambarita Sawitri Subiyanto Susilo Susilo Tatag Abiyoso Utomo Theodorus Satriyo Singgih Vauzul Rahmat Wahyu Gangga Widi Hapsari Wijaya, A. P. Wikan Isthika Murti WIWIT PURWANTI Wulan Sari, Lailathul Fitria Yolanda Adya Puspita Yudo Prasetyo YULIA SAVIRA RACHMA Zainab Ramadhanis