Claim Missing Document
Check
Articles

Salty Food Consumption and Its Association with Chronic Kidney Disease Among Older Adults in Indonesia: Findings from the 2023 National Health Survey Heny Nurmayunita; Amin Zakaria; Ananda Sagita Maharani; Yuni Asri; Ninik Murtiyani
Proceeding International Conference Of Innovation Science, Technology, Education, Children And Health Vol. 5 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference of Inovation, Science, Technology, E
Publisher : Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/icistech.v5i1.192

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) is an escalating public health issue, particularly among the elderly. High salt intake is a modifiable dietary risk factor suspected to accelerate CKD progression. However, large-scale evidence from Indonesia remains scarce. This study investigates the association between salty food consumption and CKD among older adults in Indonesia. Using data from the 2023 Indonesia Health Survey (Survei Kesehatan Indonesia/SKI 2023), we analyzed 97,339 individuals aged 60 and above. Descriptive statistics outlined participant characteristics, while chi-square tests and binary logistic regression assessed associations and adjusted effects. Statistical analyses were conducted using STATA 14.1, with significance set at p < 0.05. Among participants, 89.3% reported consuming salty foods, and CKD prevalence was 0.5%. Bivariate analysis showed significant associations between CKD and sex, education, and salty food intake (p < 0.001). Multivariate results indicated that elderly individuals who did not consume salty food had significantly reduced odds of CKD (OR = 0.70; 95% CI: 0.54–0.90; p = 0.006), suggesting a protective effect. These findings highlight a strong association between salty food consumption and CKD risk in Indonesia’s aging population. Reducing dietary salt intake may serve as an effective, low-cost intervention for CKD prevention. Urgent public health strategies focusing on dietary behavior change and nutrition education for the elderly are needed to curb the rising burden of kidney disease.
Gambaran Kekuatan Otot Ekstremitas Atas dan Bawah pada Lanjut Usia di Panti Werdha Griya Asih Lawang Kabupaten Malang Yolla Yohanna Febriyantie; Sahda Eka Ardiyanti; Yuni Asri; Amin Zakaria; Elvianto Wihatno
Inovasi Kesehatan Global Vol. 1 No. 4 (2024): November: Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v1i4.875

Abstract

Increasing age will reduce the physiological functions of the body including muscle mass. The ability to synthesize muscle protein decreases due to a reduction in the number of muscle fibers and a decrease in muscle fiber size. This results in the loss of neurons, reducing muscle strength capacity. Decreased muscle strength limits the daily activities of the elderly, such as difficulty walking, climbing stairs, and lifting weights. The purpose of this study was to determine the description of upper and lower extremity muscle strength of the elderly in Griya Asih Lawang nursing home, Malang Regency. This descriptive study used 30 populations with a sampling technique that is total sampling. The variable in this study is the strength of the upper and lower extremities of the elderly measured using Manual Muscule Testing. Univariate data analysis, then the data is presented in a frequency distribution table. This research was conducted in June 2023 at Griya Asih Lawang nursing home, Malang Regency. The results showed that more than half of the respondents as many as 18 people (60%) had moderate muscle strength in the upper extremities and less than half as many as 13 people (43.5%) had low muscle strength in the lower extremities, and less than half as many as 13 people (43.5%) also had moderate muscle strength in the lower extremities. Elderly gymnastics efforts to prevent early muscle decline. Providing the right walking aids as needed in daily activities can minimize the risk of falls.
Gambaran Pengetahuan tentang Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus Yulianti, Fitri; Priasmoro, Dian Pitaloka; Zakaria, Amin
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.376

Abstract

Pendahuluan: Pada penderita diabetes melitus banyak yang menghiraukan kebersihan kaki dan perawatan kaki yang salah satu anggota tubuh merupakan tempat yang mudah mengalami luka diabetes. Luka pada kaki ditandai dengan tergores atau terbukanya permukaan kulit mengakibatkan kuman,kotoran atau bakteri masuk dan menjadikan infeksi pada kaki. Sehingga perawatan secara baik untuk menanggulangi terjadinya infeksi pada kaki. Tujuan penelitian ini mengetahui pengetahuan tentang perawatan kaki pada pasien diabetes melitus. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif jenis kuantitatif,populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien dipoli rawat jalan puskesmas poncokusumo kabupaten malang yang menderita diabetes melitus berjumlah 60 orang, kemudian dilakukan pemilihan sampel menggunakan teknik puposive sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 52 orang. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat. Instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan cukup sejumlah 31 orang (59,6%), sebagian pengetahuan baik sejumlah 11 orang (21,2%), sebagian kecil pengetahuan kurang sejumlah 10 orang (19,2%). Hal ini dimungkinkan karena umur, jenis kelamin, pendidikan, dan lama menderita sakit. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan kepada pihak puskesmas untuk aktif memberikan edukasi kepada penderita, serta penderita dapat melibatkan anggota keluarganya untuk membantu melakukan perawatan.
Penguatan Kapasitas Kader Melalui Peer Group Sebagai Strategi mengurangi Stigma Pada Pasien TBC Paru Di Puskesmas Janti Kota Malang Wahyuningsih, Atik Setiawan; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22612

Abstract

ABSTRAK Permasalah kesehatan yang dihadapi Indonesia salah satunya adalah penyakit TBC, khususnya di Kota Malang. Stigma sosial yang melekat pada pasien TBC menghambat upaya pengendalian TBC Paru. Kader kesehatan di tingkat layanan primer sangat vital dan kapasitasnya sering kali terbatas, khususnya dalam menghadapi stigma sosial yang dialami pasien TBC. Kader lebih sering dibekali pelatihan medis dasar menemukan kasus baru dibandingkan keterampilan komunikasi dan strategi advokasi untuk mengurangi stigma sehingga pasien menjadi enggan melaporkan dan menunda pengobatan. Kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan dan penguatan peer group SI Peduli TBC sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Persiapan dilakukan koordinasi dengan stakeholder, identifikasi kader aktif dan komunitas pendukung TBC, pembentukan tim pelaksana dan fasilitator peer group yaitu melalui Tim Si Peduli TBC Komunitas sebanyak 19 orang. Dilanjutkan mengumpulkan data kasus dan tingkat stigma. Pelaksanaan kegiatan berupa memberikan materi pelatihan meliputi pengenalan TBC dan Stigma, peran kader dalam mengurangi stigma dengan komunikasi efektif serta praktik dan perencanaan aksi Peer Group Si Peduli TBC Komunitas. Tahap terakhir evaluasi pengetahuan melalui Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait TBC dan stigma, evaluasi kualitas interaksi dalam peer group, Refleksi bersama kader terkait efektivitas strategi pengurangan stigma. Kegiatan pengabdian melibatkan 3 kelurahan yang ada di wilayah kerja puskesmas Janti Kota Malang yaitu Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Tahap persiapan dengan koordinasi pada 15 Agustus 2025 dan 22 Agustus 2025. Pelaksanaan pelatihan pada 23-24 Agustus 2025 sekaligus sosialisasi dan pembentukan peer group Si Peduli TBC Komunitas. Luaran kegiatan berupa video edukasi dan diketahui pengukuran tingkat pengetahuan konsep TBC Paru, stigma TBC dan cara komunikasi efektif terjadi peningkatan masing-masing 63,2%, 68,4% dan 63,3%. Program Si Peduli Komunitas terbukti mampu meningkatkan pengetahuan kader, relawan, dan penyintas serta memperkuat peer group Si Peduli TBC omunitas sebagai strategi untuk mengurangi stigma pada pasien TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis paru, Stigma, Kader Kesehatan, Peer Group, Si Peduli TBC Komunitas.ABSTRACT One of the health problems facing Indonesia is tuberculosis (TB), especially in Malang City. The social stigma attached to TB patients hampers efforts to control pulmonary TB. Health cadres at the primary care level are vital and often limited in their capacity, especially in dealing with the social stigma experienced by TB patients. Cadres are more often provided with basic medical training in identifying new cases rather than communication skills and advocacy strategies to reduce stigma, which makes patients reluctant to report and delay treatment. The purposeof this sudy is to increase the capacity of health cadres through training and strengthening the SI Peduli TBC peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the work area of the Janti Community Health Center in Malang City. Preparations were carried out in coordination with stakeholders, identification of active cadres and TB support communities, formation of an implementation team and peer group facilitator, namely the Si Peduli TBC Community Team of 19 people. This was followed by collecting data on cases and stigma levels. The implementation of the activity included providing training materials covering an introduction to TB and Stigma, the role of cadres in reducing stigma through effective communication, and practice and action planning for the Si Peduli TBC Community Peer Group. The final stage of knowledge evaluation was through a post-test to measure the increase in cadre knowledge regarding TB and stigma, evaluation of the quality of interaction in peer groups, and joint reflection with cadres regarding the effectiveness of stigma reduction strategies. The results of the community service activity involved three sub-districts within the Janti Community Health Center's work area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. The preparation stage with coordination took place on August 15, 2025, and August 22, 2025. The training was implemented on August 23-24, 2025, along with the socialization and formation of the Si Peduli TB Community peer group. The activity outputs were educational videos and measurements of the level of knowledge of the concept of Pulmonary TB, TB stigma, and effective communication methods, which increased by 63.2%, 68.4%, and 63.3%, respectively. It can be concluded that the Si Peduli TB Community program has been proven to increase the knowledge of cadres, volunteers, and survivors and strengthen the Si Peduli TB Community peer group as a strategy to reduce stigma in pulmonary TB patients in the Janti Community Health Center's work area, Malang City.  Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Stigma, Health Cadres, Peer Group, Community TB Care
Si Peduli TBC Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Deteksi Dini Tuberculosis Paru Wahyuningsih, Atik Setiawan; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22533

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Upaya pengendalian TBC masih menjadi perhatian nasional yang serius melalui strategi TOSS TBC (Temukan, Obati Sampai Sembuh) yang menekankan deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta keterlibatan Masyarakat. Berbagai kendala masih dihadapi antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, stigma terhadap penderita, serta keterbatasan tenaga kesehatan dalam menemukan kasus secara aktif. Puskesmas Janti sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama berperan penting dalam menemukan kasus TBC secara aktif. Namun, capaian deteksi dini masih terkendala karena adanya ketakutan, stigma, maupun kurangnya pemahaman masyarakat terkait gejala TBC. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menganalisa adakah pengaruh pemberian pelatihan Si Peduli TBC Komunitas terhadap kemampuan deteksi dini TBC Paru. Metode pelaksanaan dengan Pendekatan Peer Education, Blended Education dan Kolaborasi Lintas Sektor, Pendampingan penelusuran dan pembuatan konten edukasi & kampanye ajakan skrining melalui media sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-31 Agustus 2025 yang melibatkan tokoh masyarakat, keluarga, dan organisasi lokal. Jumlah peserta ada 19 orang dari 3 keluharan di wilayah kerja Puskesmas Janti, yaitu Bandungrejosari, Sukun, dan Tanjungrejo. Melalui uji Wilcoxon diketahui hasil kegiatan terdapat 19 orang yang mengalami peningkatan kemampuan deteksi dini TBC setelah diberikan intervensi Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas. Nilai asymp.sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0,000, dimana nilai ini lebih kecil dari nilai alpha yaitu 5% (0,05), sehingga dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi Pelatihan "Si Peduli TBC Komunitas terhadap Kemampuan Deteksi Dini. Peningkatan kemampuan peserta dalam membuat dan menyebarkan media edukasi melalui berbagai platform digital memperkuat peran komunitas dalam menurunkan stigma sekaligus mendorong deteksi dini TBC paru di wilayah kerja Puskesmas Janti Kota Malang. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Deteksi Dini, Pelatihan Si Peduli TBC Komunitas, Stigma TBC Paru, Literasi Digital     ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. TB control efforts remain a serious national concern through the TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh) strategy, which emphasizes early detection, treatment adherence, and community involvement. Various obstacles are still faced, including low public health literacy, stigma against sufferers, and limited health workers in actively finding cases. Janti Community Health Center, as a first-level health facility, plays an important role in actively finding TB cases. However, the achievement of early detection is still hampered by fear, stigma, and a lack of public understanding regarding TB symptoms. The purpose of this community service is to analyze the effect of providing "Si Peduli TB Komunitas" training on the ability to detect pulmonary TB early. The implementation method uses a Peer Education Approach, Blended Education and Cross-Sector Collaboration, tracing assistance and creating educational content & screening campaigns through social media. This activity was carried out on August 15-31, 2025, involving community leaders, families, and local organizations. The number of participants was 19 people from 3 sub-districts in the Janti Health Center working area, namely Bandungrejosari, Sukun, and Tanjungrejo. Through the Wilcoxon test, it was found that the results of the activity were 19 people who experienced an increase in the ability to detect TB early after being given the Community TB Care Training intervention. The asymp.sig. (2-tailed) value is 0.000, where this value is smaller than the alpha value of 5% (0.05), so it can be interpreted that there is a difference between before and after the provision of the Community TB Care Training intervention on Early Detection Ability. Increasing the ability of participants in creating and disseminating educational media through various digital platforms strengthens the role of the community in reducing stigma while encouraging early detection of pulmonary TB in the working area of the Janti Health Center in Malang City. Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Early Detection, Community TB Care Training, Pulmonary TB Stigma, Digital Literacy
Perilaku Caring Perawat terhadap Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Lansia di Pondok Lansia Al Islah Malang Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Rinawati, Fajar
JURNAL KEBIDANAN Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Kebidanan Dharma Husada
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN DHARMA HUSADA KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35890/jkdh.v13i01.334

Abstract

Lansia merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami perubahan dalam segi fisik dan psikologis, dan salah satu masalah yang sering dialami oleh lansia adalah kesepian dan isolasi sosial. Menurut laporan World Health Organization lebih dari 20% lansia di seluruh dunia mengalami kesepian dan hal ini dapat berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh antara perawatan penerapan caring terhadap peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dengan perlakuan pemberian pelatihan terlebih dahulu. Desain penelitian adalah pra eksperimen one group pre-post-test desaign dengan jumlah populasi 29 lansia dipondok lansia Al Ishlah Malang, pendekatan total sampling. Kreteria respoden adalah bersedia dilakukan penelitian, mampu komunikasi dengan jelas, bersedia diteliti: menandatangai informed consent. Variable independent perilaku caring perawat dan variabel dependent adalah kesejahteraan psikososial lansia. Instrument kuesioner Scale of Psychological well-being (SPWB) disusun Ryff (1989). Dilaksanakan pre-test diberikan pelatihan perilaku caring kemudian melaksanakan pelayanan langsung pada lansia sesuai standar perilaku caring yang diinginkan dan pada akhir minggu kedua dilakukan post-test. Skala data numerik rasio di lakukan uji nurmalitas One-Sample menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test, dan uji pengaruh mengunakan uji anova yaitu Analysis of Varian untuk menguji perbedaan mean (rata-rata) pada data pretest dan pos test dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil, pemberian perilaku caring memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis lansia diPondok Al-Islah dengan nilai signifikansi adalah 0.000, yaitu skor alpha kurang dari 0.05, dengan tingkat pengaruhnya sangat kuat. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku caring dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan psikologis. Oleh karena itu penting bagi staf perawat dan orang-orang di sekitar lansia untuk terus menerapkan perilaku caring yang semakin baik, untuk membantu meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka.
Oxygen Saturation Sebagai Prediktor Mortality Klien Cedera Kepala Yang Lebih Baik Dari Respiratory Rate Ristanto, Riki; Zakaria, Amin
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2019): EDITION MARCH 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.867 KB) | DOI: 10.33366/jc.v7i1.1086

Abstract

The Revised Trauma Score (RTS) is a predictor of moderate mortality in head injury clients. To increase it by changing the respiratory rate (RR) component in RTS with other respiration components that have the potential to have a higher correlation to the mortality of head injury clients. The aim of this study was to analyze differences in RR accuracy and oxygen saturation (SpO2) as predictors of mortality in head injury clients. This study is an observational analytic study with a cohort retrospective study approach, conducted at the hospital. Dr. Iskak Tulungagung. The population is a head injury client medical record for the period January to December 2017, with a purposive sampling technique which obtained a sample of 150 respondents. Data analysis using the Mann-Whitney test, logistic regression, and ROC Curve comparison. The results, the variables RR and SpO2 have a significant relationship with the mortality of head injury clients(p value = 0.000). Logistic regression test results, RR equation has sensitivity = 0.792 (79.2%), specificity= 0.7333 (73.33%), Positive Predictive Value (PPV) = 0.922 (92.2%), and Negative Predictive Value (NPV) = 0.468 (46.8 %). The SpO2 equation has sensitivity = 0.907 (90.7%), specificity = 0.881 (88.1%), PPV= 0.951 (95.1%), and NPV = 0.787 (78.7%). The results of a comparison analysis of the ROC curve, concluded that ROC SpO2 (AUC = 0.930) was better than ROC RR (AUC = 0.729). Oxygen saturation is a better predictor of mortality of head injury clients than RR.
Upaya Pencegahan Penularan Penyakit Demam Berdarah dan Chikungunya dengan Penanaman Bunga Lavender Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Nurmayunita, Heny; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15750

Abstract

ABSTRAK Demam berdarah dan Chikungunya menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Upaya pencegahan melalui gerakan 3M dan penggunaan insektisida sudah dilakukan. Namun penggunaan insektisida dalam jangka panjang menimbulkan resistensi pada nyamuk dan menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan manusia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penularan penyakit menggunakan tanaman pengusir nyamuk yaitu bunga lavender. Bunga lavender lebih ramah terhadap lingkungan. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya DBD dan Chikungunya serta pentingnya pencegahan penularan DBD dan Chikungunya melalui penanaman bunga lavender sebagai tanaman pengusir nyamuk. Metode yang dilakukan berupa penyampaian materi dan pendistribusian serta penanaman bunga lavender bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2024 dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan yang dihadiri oleh 15 orang warga RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan yaitu sebanyak 25 tanaman bunga lavender telah didistribusikan kepada warga dan ditanam selama pelaksanaan pengabdian masyarakat ini. Sosialisasi program penanaman bunga lavender sebagai upaya pencegahan nyamuk penyebab DBD dan Chikungunya telah menunjukkan hasil yang positif. Kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait, diharapkan penanaman bunga lavender dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan dalam mencegah penyebaran DBD dan Chikungunya. Kata Kunci: Demam Berdarah, Chikungunya, Bunga Lavender  ABSTRACT Dengue fever and Chikungunya are serious health problems in Indonesia caused by viruses transmitted through the bites of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Prevention efforts through the 3M movement and the use of insecticides have been made. However, the long-term use of insecticides causes resistance in mosquitoes and has a negative impact on the environment and humans. One of the efforts that can be made to prevent the spread of disease transmission is using mosquito repellent plants, namely lavender flowers. Lavender flowers are more environmentally friendly. The purpose of this community service is to increase public awareness of the dangers of DHF and Chikungunya and the importance of preventing the transmission of DHF and Chikungunya through planting lavender flowers as mosquito repellent plants. The method used was in the form of delivering material and distributing and planting lavender flowers with the community. This activity was carried out on May 16, 2024, attended by residents of RT 04, RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City. The results of the activity which was attended by 15 residents of RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, namely 25 lavender flower plants were distributed to residents and planted during the implementation of this community service. The socialization of the lavender flower planting program as an effort to prevent mosquitoes that cause dengue and chikungunya has shown positive results. Good cooperation between the community, government, and related institutions, it is hoped that planting lavender flowers can be an effective and sustainable solution in preventing the spread of DHF and Chikungunya. Keywords: Dengue, Chikungunya, Lavender Flower
Pengenalan Program "Ikanisasi" Untuk Mencegah Perkembangan Demam Berdarah Dan Chikungunya Nurmayunita, Heny; Asri, Yuni; Zakaria, Amin; Mashitah, Musthika Wida; Ardiyanti, Sahda Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15675

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dan chikungunya disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan populasi nyamuk. Namun, tantangan dalam pengendalian nyamuk masih besar karena resistensi insektisida dan kurangnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Salah satu solusi alternatif yang inovatif dan ramah lingkungan adalah penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk. Program pengenalan ikan pemakan jentik nyamuk ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi populasi nyamuk. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan yang dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan tanya jawab pada 19 Mei 2024 yang dihadiri oleh warga RT 04, RW 04 dan kader kesehatan Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Hasil dari kegiatan ini adalah telah tersampaikan edukasi kepada para warga tentang pengenalan program “Ikanisasi” untuk mencegah perkembangan DBD dan chikungunya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para warga dan kader kesehatan memahami program tersebut dan akan sosialisasi kepada warga sekitar untuk melaksanakan program “Ikanisasi” di RT 03 RW 04 Desa Bakalan Krajan Kota Malang. Kata kunci: Edukasi, Demam Berdarah, Chikungunya, Ikan Pemakan Jentik Nyamuk ABSTRACT Dengue fever and chikungunya are caused by viruses transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus mosquitoes. Various efforts have been made to control mosquito populations. However, challenges in mosquito control are still great due to insecticide resistance and lack of community participation in maintaining environmental hygiene. One innovative and environmentally friendly alternative solution is the use of mosquito larvae-eating fish. This mosquito larvae-eating fish introduction program aims to educate the community to reduce mosquito populations. The method used was counseling which was carried out in the form of lectures and questions and answers on May 19, 2024 which was attended by residents of RT 04, RW 04 and health cadres of Bakalan Krajan Village, Malang City. The result of this activity is that education has been delivered to residents about the introduction of the “Ikanization” program to prevent the development of dengue and chikungunya. The conclusion of this activity is that residents and health cadres understand the program and will socialize to local residents to implement the “Ikanisasi” program in RT 03 RW 04 Bakalan Krajan Village, Malang City.  Keywords: Education, Dengue Fever, Chikungunya, Mosquito larvae-eating fishes
Hubungan Antara Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Pandanwangii Hidayah, Fauziyatul; Nurmayunita, Heny; Zakaria, Amin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4920

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi aspek fisik, tetapi juga aspek psikologis, sosial, dan kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri. Self care management menjadi komponen penting dalam pengelolaan hipertensi jangka panjang karena berperan dalam menjaga kestabilan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) untuk mengukur self care management dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat self care management pada kategori cukup dan kualitas hidup pada kategori sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien hipertensi. Semakin baik kemampuan self care management pasien, maka semakin baik pula kualitas hidup yang dirasakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi dan intervensi keperawatan guna memperkuat kemampuan self care management pasien hipertensi.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Achmad Fariz Agung Hadi Endaryanto Aloysius Timbu Ananda Putri Agatha Ananda Sagita Maharani Anis Hasanah Apriyani Puji Hastuti Ardiyanti, Sahda Eka Arvin Wahyu Hartanto Atik Setiawan Wahyuningsih B. Manga , Yankuba Bayu Budi Laksono Besty Mergyaning Utami brayen, aloisios Dewi Retno Wulandari Dian Pitaloka Priasmoro, Dian Pitaloka Dion Kunto Adi Patria Elvianto Wihatno Erlia Dwi Agustia Fajar Rinawati FIDROTIN AZIZAH Fitri Yulianti Fitri Yulianti Hanim Mufarokhah Hargiani, Fransisca Xaveria Hari, Batara Widya Hengky Irawan Henny Nurmayunita Henny Nurmayunita Hidayah, Fauziyatul Ida Maysaroh Ina Herdiana Islamia Mei Andista Juliati Koesrini Kaslinda Nur Umifa Kusumawati . Laili, Rosananda Astia Novia Lanjar Wicaksono Mashitah, Musthika Wida Melur Belinda Mochamad Nursa&#039;id Mokhtar Jamil Muhammad Yusuf Muhtar , Muhammad Solihuddin Mukhammad Sefriansyah Dhuhairi Najakhul Imtikhani Ninik Murtiyani Nony Adelia Ardiana Nur Fadlilah Nurmayunita, Heny Nurmayuniya, Heny Pitaloka, Dian Pradita, Agria Pradita, Angria Qodariyah, Himmatul Reko Priyonggo Rifatul Fani Riki Ristanto Rismawati, Novi Sahda Eka Ardiyanti Sasmiyanto, Sasmiyanto Sindu Sintara Siti Munasaroh Sri Suwarti Suryanto Suryanto Theresita Kurniawati Tien Aminah Vivi Endaryanti Waelan waelan Widigdo Rekso Negoro Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Wiek Israwan Yohanes Deo Fau Yolla Yohanna Febriyantie Yudistira Dimas Puhwanto Yuni Asri Yunita, Heny N. Zakariya Yahya