Claim Missing Document
Check
Articles

Narrative Transformation of “Nini Antéh” in Traditional and Modern Sundanese Literature Nenden Sundari; Farid Rizqi Maulana; Susilawati Susilawati
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i1.2382

Abstract

Character of Nini Antéh is a significant figure in the Sundanese oral literary tradition who has undergone various transformations in modern literary. This study aims to analyze the narrative transformation of the Nini Antéh folktale into the modern drama script Antéh. This study focuses on comparing the intrinsic elements of both works, including characters, plot, setting, and theme. The study employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach. The research data consisted of the Nini Antéh folktale as a representation of traditional literature and the Antéh drama script by Nunu Nazarudin Azhar as a representation of modern literature. The analysis was conducted using a structural approach to identify the elements that create the works, followed by a comparative literary approach to examine the similarities and differences between the two texts. The results show that both works share similarities in their main characters and central theme, namely the story of a woman who lives on the moon. Antéh is depicted in both works as loyal, patient, and skilled at borrowing or begging. However, there are differences in the plot development, setting, and conflict of the stories. The Nini Antéh folktale features a more detailed plot with social conflicts related to community life and the royal environment. In contrast, Antéh's play script emphasizes symbolic and psychological conflict with an imaginative and mythological setting. This difference demonstrates narrative transformation of folklore into modern drama. This transformation demonstrates how traditional stories can be adapted and developed to suit different aesthetic needs and cultural contexts.
Penerapan Media Digital Wordwall dalam Mengembangkan Kemampuan Numerasi Anak Usia Dini Juli Anggreni Nainggolan; Nenden Sundari; Esya Anesty Mashudi
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1463

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi anak usia 4–6 tahun di kelompok B TK Kartika Siliwangi 39, khususnya dalam aspek mengenal angka, menghitung objek, dan membandingkan jumlah. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya keterlibatan anak dalam pembelajaran numerasi yang menarik dan menyenangkan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan numerasi anak melalui pemanfaatan aplikasi Wordwall. Metodologi penelitian yang digunakan adalah model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilakukan di TK Kartika Siliwangi 39, dengan 14 anak berusia 4 hingga 6 tahun sebagai subjek. Metode pengumpulan data meliputi observasi aktivitas guru dan anak serta dokumentasi. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi, dengan 70% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan dan Berkembang Sangat Baik pada siklus II. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Wordwall efektif mengembangkan kemampuan numerasi pada anak usia dini. 
Integrating Ecological Literacy into Sundanese Language Learning in Elementary Schools Susilawati Susilawati; Farid Rizqi Maulana; Nenden Sundari
KASTA : Jurnal Ilmu Sosial, Agama, Budaya dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/kasta.v6i1.2566

Abstract

This study investigates the integration of ecological literacy into Sundanese language learning through a game-based medium, ecological literacy quartet cards, designed for elementary school students. The research responds to the need for contextual, interdisciplinary education that fosters environmental awareness while strengthening language skills, in line with the Kurikulum Merdeka and Sustainable Development Goals (SDGs). The cards embed nine ecological domains (endangered animals, energy sources, types of waste, pollution, green actions, climate change, ecosystems, marine animals, and natural disasters) combined with Sundanese language literacy tasks such as sentence construction, vocabulary enrichment, and role-play. Employing a descriptive quantitative approach, the study involved 32 fifth-grade students in Lebak district, with ecological literacy measured through a 20-item multiple-choice test after the learning intervention. Results showed high achievement across most domains, with mean scores of 90.00 (SD = 6.48), and strongest performance in “Endangered Animals” and “Marine Animals,” indicating the effectiveness of visual narratives and cultural relevance in enhancing retention. Lower performance in “Types of Waste” and “Green Actions” highlights the need for more application-oriented activities to translate knowledge into behavior. The findings demonstrate that integrating ecological and language literacy through simple, low-cost, and culturally embedded game-based media can promote cognitive and affective learning outcomes. This model offers potential scalability for other regional languages and ecological themes, contributing to language preservation and environmental education
Efektivitas Kegiatan Fun Cooking dalam Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia 5–6 Tahun Fadila Nurunnisa; Deri Hendriawan; Nenden Sundari
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2026): Desember In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i2.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penerapan kegiatan fun cooking terhadap peningkatan kemampuan kerja sama pada anak kelompok usia 5–6 tahun. Pendekatan yang digunakan pada studi ini ialah pendekatan kuantitatif melalui metode pra-eksperimen  (pre-experimental design), yang dirancang memanfaatkan pola One-Group Pretest-Posttest Design. Adapun subjek studi meliputi 38 anak berusia 5 sampai 6 tahun yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa lembar pengamatan terstruktur yang memuat 15 butir Indikator dan telah melalui proses uji validitas serta reliabilitas. Selanjutnya, analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan pengujian Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil pengujian memperlihatkan skor signifikansi sejumlah 0,000 (p < 0,05) melalui perolehan skor Z sejumlah -5,399, yang mengindikasikan ditemukan diferensiasi berarti di antara skor pre-test dan post-test. Rerata skor kemampuan kerja sama anak meningkat dari 34,80 dalam tahap pre-test hingga menyentuh angka 58,24 dalam tahap post-test. Maka dari itu, bisa diambil kesimpulan bahwasanya aktivitas fun cooking berbasis variasi menu kelompok dengan sintaks Plan-Do-Review terbukti efektif guna menaikkan kemampuan kerja sama anak berusia 5 sampai 6 tahun.