Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Terhadap Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) di PT. Bima Trisakti Kota Banjarmasin : The relationship between knowledge and attitudes towards compliance with the use of personal protective equipment (PPE) at PT. Bima Trisakti, City of Banjarmasin Edy Ariyanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3411

Abstract

Latar belakang: Keselamatan dan kesehatan kerja yakni pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan integritas baik pekerja manual maupun mental. Kesehatan dan keselamatan kerja mengharapkan mereka yang terlibat untuk bekerja dengan aman dan nyaman. Sebuah tempat kerja dikatakan aman jika apa pun yang dilakukan pekerja, risiko terkait dapat dihindari. Penggunaan APD seperti helm, sepatu safety, kacamata las, masker, sarung tangan, sabuk pengaman dan celemek melindungi pekerja dari bahaya dan cedera akibat kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan penggunaan APD di PT. Bima Trisakti Banjarmasin. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan total sampling sebanyak 60 orang pekerja lapangan yang memenuhi persyaratan sebagai responden. Hasil: Penelitian secara univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden patuh terhadap penggunaan APD yaitu sebanyak 50 responden (83,3%), pengetahuan responden sebagian besar baik 57 responden (95,0%) dan sikap responden positif sebesar 49 responden (81,7%). Hasil penelitian bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan adanya hubungan pengetahuan (p-value=0,004) dan sikap (p-value=0,013) terhadap kepatuhan penggunaan APD di PT. Bima Trisakti Kota Banjarmasin. Saran: Menerapkan kembali penekanan yang lebih besar pada SOP pekerja dan ketidakpatuhan dalam menggunakan APD saat bekerja atau memasuki area kerja, disarankan agar pekerja diberi sanksi bagi yang tidak patuh untuk mencegah kecelakaan terhadap pekerja.
Tuberculosis Information System: Evaluation Approach with HOT-FIT Framework Yeni Riza; Alva Dendy Doan; Hilda Irianty; Edy Ariyanto
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 7 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i7.5311

Abstract

Background: The increase in the number of pulmonary TB cases increases the risk of illness and death, which indicates the need for TB prevention and control efforts through online recording and reporting of cases using the Tuberculosis Information System (SITB). However, there are several challenges in implementing the use of SITB, which results in delays in reporting TB cases and disrupts TB prevention and treatment efforts. Purpose: The purpose of this study was to describe the use of SITB with the HOT-FIT Framework in the UPT Puskesmas Lemo area, North Barito District, Central Kalimantan. Methods: This research applies qualitative research methods with a phenomenological approach. The study population consisted of five informants who were selected deliberately (purposive sampling), including the Head of Puskesmas, TB Program Manager, TB Program Management Assistant, General Practitioner, and Laboratory Officer. Results: The results highlight that the use of Tuberculosis Information System (SITB) applications faces a number of supporting and inhibiting factors, which eventually lead to delays in reporting. Although the availability of adequate human resources (HR) is one of the supporting factors for reporting tuberculosis (TB) cases through the SITB application, the unstable internet network and lack of facilities and infrastructure such as inadequate software are also inhibiting factors. Conclusion: Puskesmas Lemo has participated in the successful implementation of TB case recording and reporting activities using SITB, but there are several aspects that still need to be improved and followed up. Thus, the Lemo Health Center still needs regular guidance and monitoring by the Health Office in carrying out its functions.
Factors Associated with the Nutritional Status of Pregnant Women in Banjarmasin City: A Cross-Sectional Analytical Study Ari Widyarni; M. Bahrul Ilmi; Netty Netty; Elsi Setiandari Lely Octaviana; M. Febriza Aquarista; Edy Ariyanto; Husnul Khatimatun Inayah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i3.8925

Abstract

Introduction: The nutritional status of pregnant women is a critical indicator of maternal and fetal health. Chronic Energy Deficiency (CED) during pregnancy increases the risk of obstetric complications, low birth weight, stunting, and contributes indirectly to maternal mortality. Indonesia continues to report one of the highest maternal mortality ratios in Southeast Asia. This study aimed to analyze factors associated with the nutritional status of pregnant women in Banjarmasin City. Methods: This analytical cross-sectional study involved 100 pregnant women selected using accidental sampling. Nutritional status was assessed based on mid-upper arm circumference (MUAC), with MUAC <23.5 cm indicating CED. Independent variables included maternal knowledge, parity, maternal age, and toothbrushing habits. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. Effect sizes were reported as prevalence ratios (PR) with a significance level of 0.05. Results: The prevalence of CED among pregnant women was 52%. The majority of respondents had low levels of knowledge (59%), risk parity (88%), risk maternal age (63%), and bad toothbrushing habits (58%). Bivariate analysis showed significant associations between maternal knowledge (PR=2.08; p=0.001), maternal age (PR=1.59; p=0.012), and toothbrushing habits (PR=1.95; p=0.000) with nutritional status. Parity was not significantly associated with nutritional status (p=0.076). Conclusion: Maternal knowledge, age, and toothbrushing habits were significantly associated with the nutritional status of pregnant women in Banjarmasin City. Strengthening nutrition education and healthy lifestyle behaviors through Posyandu services and antenatal education programs is essential to prevent CED and improve maternal and fetal health outcomes.
Hubungan Kualitas Layanan Dengan Kepuasan Peserta JKN Pada Kanal Layanan BPJS Kesehatan Keliling Di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara Mario Seftriadi; Ari Widyarni; Edy Ariyanto; Netty Netty; Husnul Khatimatun Inayah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18827

Abstract

BPJS Kesehatan terus melakukan inovasi terhadap beberapa kanal layanan administrasi untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada peserta JKN. Salah inovasi layanan BPJS Kesehatan ialah BPJS Kesehatan Keliling. Saat ini, peserta menghadapi kesulitan akses ke kantor BPJS Kesehatan karena jarak tempuh yang jauh, antrean panjang, dan kesibukan pekerjaan yang tak dapat ditinggalkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas layanan dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik dengan metode cross-sectional, melibatkan 137 peserta yang pernah menggunakan layanan administrasi BPJS Kesehatan minimal satu kali. Sampel terdiri dari 58 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan berpengaruh positif terhadap kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui, Kabupaten Barito Utara. Mayoritas responden (91,4%) menyatakan puas terhadap pelayanan administrasi, dengan dimensi keandalan (96,6%) baik, daya tanggap (94,8%) baik, jaminan (96,6%) baik, empati (94,8%) baik dan bukti fisik (94,8%) baik. Analisis data menggunakan chi-square menunjukkan adanya hubungan kualitas layanan dimensi keandalan (p=0,006), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,006), empati (p=0,001) dan bukti fisik (p=0,001) dengan kepuasan peserta JKN pada kanal layanan BPJS Kesehatan Keliling di Desa Sikui Kabupaten Barito Utara. Disarankan untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan serta sarana prasarana BPJS Kesehatan Keliling dan dapat menjadi bahan rujukan untuk diteliti kembali pada tingkatan yang lebih spesifik oleh peneliti selanjutnya. Kata Kunci          : BPJS Kesehatan, JKN, Kepuasan, KualitasKepustakaan      : 52 (2012 – 2024)
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandastana Kabupaten Barito Kuala Tahun 2024 Ahmad Fauzan; Edy Ariyanto; Nur Hikmah; Noorhidayah Noorhidayah
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.19085

Abstract

Di antara tahun 2022 dan 2023, Puskesmas Mandastana mencatat peningkatan yang signifikan dalam kasus diare, dengan terjadinya 35 insiden terkait balita pada tahun 2022 dan melompat hingga 75 insiden pada tahun berikutnya. Praktik memakai air dari aliran sungai oleh sebagian warga setempat dikenal sebagai salah satu penyebab utama peningkatan kasus ini. Diare masih menjadi titik perhatian kritis di Indonesia dalam sektor kesehatan, mempertahankan angka tinggi dalam morbiditas dan mortalitas. Hubungan yang erat antara penyebaran penyakit dan tingkat kebersihan yang buruk serta praktek sanitasi yang tidak memadai menjadi fokus penelitian yang bertujuan menemukan faktor-faktor yang berdampak pada prevalensi diare pada anak kecil di area servis Puskesmas Mandastana di Kabupaten Barito Kuala, di tahun 2024. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan survei analitis dan desain potong lintang, menggunakan uji chi-square dalam analisanya. Dengan 73 orang responden yang terpilih melalui teknik Proportional Random Sampling dalam area servis yang sama, temuan riset mengindikasikan adanya korelasi yang signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat (p=0,001), pemakaian fasilitas jamban yang higienis (p=0,003), akses terhadap sumber air bersih (p=0,005), dan kebiasaan mencuci tangan (p=0,043) dengan insiden diare pada balita. Sehubungan dengan hasil tersebut, sangat dianjurkan bagi Puskesmas Mandastana untuk meningkatkan promosi kesehatan yang terfokus pada Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengurangi kasus diare di kalangan anak-anak.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Home Care Di UPTD Puskesmas Uren Kabupaten Balangan Tahun 2025 Isti Wulan Sari; Zuhrupal Hadi; Edy Ariyanto; Erwin Ernadi
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21242

Abstract

Pelayanan home care di UPTD Puskesmas Uren dilakukan oleh tim kesehatan dengan penanggungjawab seorang dokter. Adanya home care membantu masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren untuk memperoleh pelayanan kesehatan di rumah. Tujuan penelitian mengetahui hubungan  kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien home care di UPTD Puskesmas Uren Kabupaten Balangan Tahun 2025. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua pasien yang telah menerima pelayanan kesehatan home care sebanyak 206 pasien, sampel sebanyak 67 responden menggunakan simple random sampling, uji chi square. Hasil penelitian pasien puas sebanyak 36 orang (53,7%), bukti fisik proportionate stratified random sampling, uji chi square. Hasil penelitian pasien tidak puas sebanyak 35 orang (52,2%), bukti fisik baik sebanyak 41 orang (61,2%), kehandalan baik sebanyak 43 orang (64,2%), ketanggapan baik sebanyak 36 orang (53,7%), jaminan baik sebanyak 35 orang (52,2%), empati baik sebanyak 38 orang (56,7%). Ada hubungan bukti fisik (p=0,049), kehandalan (p=0,043), ketanggapan (p=0,000), jaminan (p=0,005), dan empati (p=0,008) < 0,05, dengan kepuasan pasien home care di wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren. Disarankan pasien pasien dapat terbuka pada petugas akan keluhan dan kebutuhan agar petugas dapat merespon dengan tepat dan cepat.