Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI SIAGA TSUNAMI BERBASIS SYARIAT ISLAM KEPADA SANTRI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA NURUL HUDA ACEH BARAT Fatimah Siti Zahara; Mohamad Gazali; Rina Syafitri; Deki Farman; Miftahul Jannah; Raboni Al fitrah; Syahrul Ramadhan; Rinawati Rinawati; Zuriat Zuriat
Marine Kreatif Vol 6, No 1 (2022): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v6i1.5766

Abstract

Earthquake and tsunami disaster were caused the devastated the properties and victims. One of the area that vurnerable toward tsunami impact is West Aceh. One of the main factor that caused the many victims are decrease the knowledge of society regarding earthquake and tsunami disaster as well as the alert to face the disaster. Therefore, it is necessary to prepare the knowledge and skill regarding the alert of earthquake and tsunami disaster. It is become the author’s initiave for undertaking the socialization of tsunami alert based on sharia islam to Santri MTSS Nurul Huda West Aceh Regency. The empowering community method namely to give the understanding and skill with sharia islam approach to santri of MTSS Nurul Huda West Aceh. The result of empowering community program that already reached includes the coordination with partner, conducting of the planning before activity of empowering community, conducting the socialization of tsunami alert based on sharia islam. The successfully indicator of these activities through pre test and post test showed enhaching of understanding and skill of Partner in alert of tsunami disaster. Therefore, it is necessary to build the regeneration of santri as the agent of management disaster in Aceh area.
EKSPLORASI VEGETASI MANGROVE DI PESISIR LHOK BUBON ACEH BARAT Mohamad - Gazali
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1902.719 KB) | DOI: 10.35308/jlaot.v1i1.1070

Abstract

Salah satu komponen ekosistem pesisir dan laut adalah hutan mangrove. Hutan mangrove mempunyai fungsi ekologi yang penting, seperti peredam gelombang dan angin, pelindung pantai dari abrasi, penahan lumpur dan penangkap sedimen yang diangkut oleh aliran air, sebagai daerah asuhan dan tempat mencari makan serta merupakan tempat pemijahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi vegetasi mangrove yang ada di Pesisir Lhok Bubon Aceh Barat. Metode kegiatan eksplorasi dilakukan dengan mengkoleksi semua tumbuhan yang sedang untuk dijadikan spesimen herbarium. Tumbuhan yang telah diketahui nama marga dan jenisnya dicatat guna melengkapi data kekayaan jenis yang ada. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 spesies mangrove yang tersebar di 3 stasiun pengamatan di pesisir Lhok Bubon. Keanekaragaman spesies mangrove masih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya. Kondisi spesies mangrove sudah diekploitasi untuk memenuhi kebutuhan hidup atau aktivitas wisata pantai yang meliputi sampah plastik dan bahan pencemar lainnya yang mengganggu ekosistem mangrove.
Hubungan Kedalaman Sarang Semi Alami Terhadap Persentase Penetasan Telur Penyu di Daerah Pesisir Pantai Lampuuk Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar Hayatun Nufus; Darmawati Darmawati; Mai Suriani; Asri Mursawal; Nabil Zurba; Mohamad Gazali; Samsul Bahri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v3i2.4916

Abstract

Pantai Lampuuk adalah salah satu tempat konservasi yang terdapat di kecamatan Lhoknga kabupaten Aceh Besar, dengan luas wilayah pantai lampuuk lebih kurang  3 km yang merupakan salah satu  lokasi pendaratan penyu untuk bertelur pada setiap musim timur yaitu mulai dari bulan November-Maret disetiap tahunnya. Adapun tujuan dari penelitian ini dapat mengetahui langsung hubungan kedalaman sarang semi alami terhadap persentase penetasan telur penyu. Dilakukan di tempat konservasi penyu Babah Dua Lampuuk Aceh Besar, Penelitian ini mulai dari 01 Desember 2020 sampai 18 Febuari 2021. Kedalaman sarang sesuai dengan jumlah telur yang didapatkan. Didapatkan 3 sarang penyu alami dari dua spesies, sarang pertama penyu belimbing, sarang kedua penyu  lekang, dan sarang ketiga penyu belimbing. Pada sarang pertama kedalaman 50-60 cm berjumlah 70 butir presentase penetasannya sebesar 60%, sedangkan pada sarang kedua dengan kedalaman 50-58 cm berjumlah 50 butir presentase penetasannya sebesar 88%.
EFEKTIFITAS PERLINDUNGAN PENYU LAUT DAN HABITAT PESISIR PASIE PANGA MELALUI QANUN MUKIM PANGA NOMOR 1 TAHUN 2016 Masyumi Masyumi; M. Arif Nasution; Mohamad Gazali; Syarifah Zuraidah
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v2i2.3069

Abstract

Qanun kabupaten/kota adalah Peraturan Perundang-undangan sejenis peraturan daerah kabupaten/kota yang mengatur penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat kabupaten/kota di Aceh. Pada tahun 2012 Pemuda yang berasal dari beberapa desa pinggiran pantai di Kecamatan Panga, mereka membentuk tim konservasi penyu yang diberi nama Tim Konservasi Penyu Aroen Meubanja. Tim konservasi bersama masyarakat bekerjasama untuk mengatasi masalah pencurian telur penyu dan kerusakan terhadap habitat penyu. Jika kegiatan tersebut tidak dihentikan maka keberlangsungan hidup penyu akan terancam punah. Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah seberapa besar tingkat efektivitas dari dan bagaimana hasil evaluasi dari penerapan Qanun Mukim Panga. Untuk mengatasi masalah tersebut maka peneliti menggunakan metode AHP untuk mengetahui efektifitas perlindungan penyu dan habitat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil jawaban kuesioner yang dibagikan kepada 39 responden dengan dua jenis kuesioner, yaitu kuesioner AHP dan kuesioner analisis SWOT. Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosialisasi qanun, pelaksanaan qanun, perlindungan penyu, dan sanksi. Langkah- langkah untuk mengetahui tingkat efektifitas dengan metode AHP adalah dengan menyusun tingkat prioritas dari empat kriteria, menghitung matriks pembobotan, dan faktor evaluasi dan hasil pada masing-masing kriteria. berdasarkan hasil urutan langkah pada metode AHP, diketahui tingkat efektifitas dari penerapan qanun mukim panga adalah sebesar 0,87 (87%).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Chaetomorpha antennina ASAL PESISIR UJONG SERANGGA ACEH BARAT DAYA Mohamad - Gazali
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.105 KB) | DOI: 10.35308/jlaot.v1i1.1072

Abstract

Rumput laut mengandung banyak senyawa bahan alam yang bersifat bioaktif. Beberapa senyawa di antaranya memiliki efek pharmaceutical. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aktivitas antioksidan ekstrak rumput laut asal Pesisir Ujong Serangga Aceh Barat Daya. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi tentang botani laut yang mempunyai aktivitas antioksidan dan alga hijau Chaetomorpha antennina dapat digunakan sebagai salah satu antioksidan alami bagi tubuh. Sampel Chaetomorpha antennina diambil dari pesisir Ujong Serangga Aceh Barat Daya. Selanjutnya, dimaserasi menggunakan 3 pelarut meliputi pelarut etanol (polar), etil asetat (semi polar) dan n-heksana (non polar). Hasil maserasi disaring dengan kertas saring Wathman nomor 42. Filtrat dievaporasi dengan rotary evaporator pada suhu 36 oC dan tekanan rendah. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan rataan berat sampel kering 30 gram diperoleh rataan rendemen sebesar 1,380% pada ekstrak etanol, 1,110% pada ekstrak etil asetat dan 0,420% pada ekstrak n-heksan. Nilai aktifitas antioksidan ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat dengan kapasitas antioksidan sebesar 91,05 µmol Rutin Equivalence/g ekstrak, ekstrak etil asetat sebesar 16,77 µmol Rutin Equivalence/g ekstrak dan ekstrak n-heksanasebesar 11.71 µmol Rutin Equivalence/g ekstrak pada konsentrasi 0,1. Hasil ini mengindikasikan bahwa kapasistasantioksidan CUPRAC menunjukan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas yang terbaik. Ekstrak etanol dari data dimemiliki aktivitas antioksidan paling tinggi yang diduga mengandung asam hidroksinamat
POTENSI DAUN MANGROVE Sonneratia alba Sm SEBAGAI ANTIBAKTERI ASAL PESISIR KUALA BUBON ACEH BARAT Mohamad Gazali; Hayatun Nufus
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v1i2.2321

Abstract

Salah satu manfaat tumbuhan mangrove sonneratia alba adalah sebagai sumber bahan antibakteri pathogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan daya hambat mikroba Eschericia coli dari ekstrak daun mangrove S. alba. Koleksi sampel dilakukan di pesisir Kuala Bubon Aceh Barat. selanjutnya, sampel tersebut diuji antibakteri di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana memiliki daya hambat bakteri gram negatif (E. coli) sebesar 3,2 mm. sementara ekstrak metanol dan etil asetat sebesar 1,8 dan 0,5 mm. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana memiliki aktivitas antibakteri patogen lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat.
KAJIAN DOMAIN KELEMBAGAAN PADA PENGELOLAAN PERIKANAN PELAGIS KECIL DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM DI PERAIRAN ACEH BARAT (STUDI KASUS PPI KUALA BUBON) Mohamad - Gazali
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.285 KB) | DOI: 10.35308/jlaot.v1i1.1074

Abstract

Ikan pelagis kecil merupakan salah satu komoditas perikanan Aceh Barat. Namun, tantangan dalam pengelolaan perikanan pelagis kecil masih tumpang tindih antar lembaga pengelolaan perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji domain kelembagaan pada pengelolaan perikanan pelagis kecil dengan pendekatan ekosistem di perairan Aceh Barat (Studi Kasus di PPI Kuala Bubon). Metode penelitian dengan menggunakan penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yaitu metode survey yang dilakukan dengan pendekatan purposive sampling yakni dengan melakukan depth interview terhadap responden yang dianggap informatif dan pengetahuan luas tentang kelembagaan. Analisis data menggunakan analisis EAFM yang dilakukan dengan teknik Flag Modelling. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penilaian pada indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab, mekanisme kelembagaan, tingkat sinergitas kebijakan, kelengkapan aturan main. dan kapasitas pemangku kepentingan masih tergolong dalam kondisi sedang. Namun, indikator yang tergolong kondisi buruk yaitu indikator Rencana Pengelolaan Perikanan (RPP). Hal ini menunjukkan bahwa perairan Aceh Barat belum memiliki RPP. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu merumuskan RPP ikan pelagis kecil di Perairan Aceh Barat
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR PEMANFAATAN MANGROVE Sonneratia alba SEBAGAI SELAI BUAH PEDADA DI DESA LHOK BUBON, ACEH BARAT Ropita Ropita; Mohamad Gazali; Deri Anggraini; Selvi Mardalena; Farah Salsabila; Rina Syafitri; Zulfadhli Zulfadhli; Zuriat Zuriat; Irnu Al Farisi; Nabil Zurba; Endah Anisa Rahma; Rinawati Rinawati; Sri Wahyuni
Marine Kreatif Vol 6, No 2 (2022): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jmk.v6i2.6552

Abstract

Mangrove forest play important role in coastal ecosystem. In other hand, mangrove have economical benefit as source of functional food. The aimed of this empowerment programme is to give knowledge and skill to coastal community of Lhok Bubon Aceh regarding Pedada fruit jam (Sonneratia alba). The method of empowerment includes did socialization, prepare raw material, and did training to coastal community of Lhok Bubon West Aceh. Based on the result shown that the coastal communities are consist of the women of Lhok Bubon coastal have spirit for learning and enthusiasm to follow the empowerment community programme. The expected in future, the coastal communities can be applied the technique of pedada fruit jam of S. alba in order to give them value added.
Kondisi Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Thailand, Kepulauan Simeulue, Aceh Roma Amplijanur; Mohamad Gazali; Rina Syafitri
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlik.v4i2.5555

Abstract

Kajian struktur komunitas mangrove di kawasan Labuhan Bakti Pantai Selatan Kabupaten Simeulue bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis mangrove. Analisis keanekaragaman mangrove yang dilakukan dengan menggunakan metode transek yaitu membuat plot – plot  dengan diameter 10 x 10 meter. Adapun data yang dihasilkan dapat berupa indeks kepadatan, frekuensi, dominasi, kepentingan, dan keseragaman. Selain itu, data pendukung yang diprole atau yang didapat berupa parameter fisika dan biologi. Dari hasil pengamatan di lapangan telah diidentifikasi empat jenis mangrove yaitu Littorea racemosa, Rhizopora apiculata, Lumnitzera littorea, Rhizopora stylosa. Nilai yang paling signifikan adalah untuk Rhizophora apiculata dan Rhizophora Styloza, sebesar 267,8%, berdasarkan indeks yang didapat memiliki tingkat keseragaman yang rendah yaitu 0,34% di daerah pesisir pantai Labuhan Bakti. Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mangrove berkisar suhu 27,60C – 29,40C, salinitas 6% -24,3%, densitas 0,004 – 0,014, ph 7,12 – 7,57. Bentuk tanah yang di tumbuhi oleh mangrove dipesisir Pantai Labuhan Bakti memiliki tekstur tanah pasir berlumpur.
Inhibition Zone Test of Chaetomorpha sp. Extract Against Aeromonas hydrophilla and Vibrio sp. Bacteria Sri Wahyuni; Mohamad Gazali; Ronal Kurniawan
Jurnal Natur Indonesia Vol 20, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jnat.20.2.50-54

Abstract

Chaetomorpha sp. is a green algae that has anti-bacterial compounds and at certain times found very much. The purpose of this study was to see the inhibition zone produced from the ethanol extract of Chaetomorpha sp. against A. hydrophilla and Vibrio sp. This research was done in March 2022. Extraction of Chaetomorpha sp., antibacterial effectiveness testing was done at the Biotechnology Laboratory, Faculty of Fisheries and Marine, Riau University. The method used is descriptive method. Sensitivity test was performed using the Kirby Bauer disc method. To reduce the error rate, it was repeated three times. The doses of macroalgae extract used were, doses of 100% (10,000 ppm), 90% (9,000 ppm), 80% (8,000 ppm), 70% (7000 ppm), 60% (6000 ppm), 50% (5000 ppm), 40 % (4000 ppm), 30% (3000 ppm), 20% (2000 ppm), 10% (1000 ppm) and control (Oxytetracycline). Based on the observations, it was found that the use of ethanol extract of Chaetomorpha sp. The result is able to inhibit the growth of bacteria A. hydrophilla and Vibrio sp. at the highest dose (10000 ppm) in an range of 13.5 -14.5 mm which was classified as strong category, the lowest dose was at 5000 ppm as moderate category.