Claim Missing Document
Check
Articles

EKSPLORASI POTENSI SENYAWA BIOAKTIF MAKROALGA LAUT Sargassum sp ASAL PESISIR ACEH BARAT SEBAGAI AGEN ANTIOKSIDAN Mohamad Gazali; Neviaty Zamani; Nurjanah Nurjanah; Zulfadhli Zulfadhli; Eri Safutra
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 1, No 1 (2017): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v1i1.412

Abstract

Marine Macroalgae Sargassum sp is a one of macroalgae species that develop rapidly and distributed widely in the South-West Coastal of Aceh. However, marine macroalgae has not yet utilized optimally by Aceh’s community especially comercial product that give value added. This research was conducted by using marine macroalgae Sargassum sp that derived from West Aceh coastal. The measurement of antioxidant activity was undertaken by using CUPRAC (cupric ion reducing antioxidant capacity) method. The aim of this research is to explore bioactive compound to marine macroalgae Sargassum sp as antioxidant.  Sargassum sp is a brown algae that generally attached in dead coral substrate or rocky intertidal zone that influenced by low tide. The result of measurement of antioxindat activity is 180,535 µmol troloks/g dried powder. Thi is suspected that hidrocinamate acid is polyfenol groups that role as antioxidant substance becauce it possess hyrodgen atom from functional hydroxyl groups that contributed by free radical.Keywords : Macroalgae, Sargasssum sp, Antioxidant, West Aceh
Pendampingan Metode Pembelajaran Storytelling Dalam Program Konservasi Penyu Laut di SMAN 1 Samatiga Aceh Barat Rina Syafitri; Mohamad Gazali; Faizatul Husna
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 2, No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v2i1.1890

Abstract

Pesisir Aceh Barat memiliki topografi laut yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dengan beragam biota-biota laut yang tersebar di pesisir dan laut. Salah satu biota laut yang terancam punah adalah penyu laut di alam. Hal ini perlu dilakukan upaya konservasi penyu yang bertujuan mempertahankan populasi hewan tersebut. Oleh karena itu, kami melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan menggunakan metode pembelajaran Storytelling kepada siswa/siswi SMAN 1 Samatiga Aceh Barat. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk menumbuhkan kesadaran dalam melestarikan penyu laut di pesisir Aceh Barat. Metode pelaksanaan melalui pendekatan individual dan klasikal. Pendekatan klasikal dilakukan pada saat pemberian teori tentang penyu melalui metode bercerita dan pendekatan individual dilakukan pada saat latihan dan pengisian puzzle. Adapun metode yang digunakan adalah metode pembelajaran storytelling. Hasil pelaksanaan pengabdian meliputi penyampaian materi tentang pengenalan hewan penyu dengan metode pembelajaran berbasis retelling story. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat diidentifikasi bahwa tingkat pemahaman siswa mengenai penyu melalui metode storytelling adalah sebesar 85%. Hal ini terlihat dari output kegiatan berupa kegiatan retelling story (bercerita kembali) dan penyusunan puzzle. Siswa juga memberi tanggapan positif dan antusias dimana informasi yang disediakan memberikan wawasan mengenai penyu yang ada disekitar mereka. Selain itu, kami melakukan pemutaran video animasi penyu dengan menyajikan konten-konten tentang pola kehidupan penyu di alam dan menyisipkan pesan-pesan moral akan pentingnya melestarikan penyu laut.
Pendampingan Pola Pemasaran dan Manajemen Produk Perikanan Tangkap di Era Digital pada UD. Camar Laut Meulaboh Zuriat Zuriat; Syarifah Zuraidah; T Amarullah; Mohamad Gazali; Zulfadhli Zulfadhli; Rina Syafitri
Marine Kreatif Vol 9, No 2 (2025): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v9i2.14878

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha perikanan tangkap pada UD. Camar Laut Meulaboh melalui pendampingan pola pemasaran digital dan manajemen produk. Pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada unit usaha UD. Camar Laut, yang dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus sampai dengan 31 Agustus 2025. Permasalahan utama mitra adalah pemasaran yang belum optimalnya penggunaan media digital, serta manajemen produk yang belum standar. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, arahan penggunaan media sosial berupa digital marketing, pendampingan branding produk, dan manajemen usaha sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa wilayah pemasaran ikan oleh UD. Camar Laut mencakup beberapa Kabupaten di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara melalui pendampingan ini diharapkan adanya penerapan dan peningkatan pemahaman mitra dalam penggunaan media sosial untuk pemasaran dan terbentuknya brand produk, serta pencatatan manajemen usaha yang lebih baik, yang saat ini masih dalam bentuk manual diarahkan penggunaan laptop. Dengan demikian, pendampingan ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat daya saing usaha perikanan tangkap di era digital. Selain itu, diharapkan akan memberikan nilai tambah dalam memperoleh profit dalam perjalanan usaha terhadap pemasaran produk perikanan tangkap yang semakin kompetitif.
Participatory Beach Clean-Up Program to Support Sustainable Ecotourism at Kolam Bebek Tourist Beach, Nagan Raya Mitfhahul Rizqi; Sri Wahyuni; Asri Mursawal; Hayatun Nufus; Ika Kusumawati; Mai Suriani; Mohamad Gazali; Arung Samudra; Hendri Kurniawan
Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia Vol 2 No 3: Agustus 2026
Publisher : Mitra Akademia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67380/jpmina.v2i3.53

Abstract

Coastal tourism areas are increasingly challenged by marine litter, particularly plastic waste, which threatens environmental quality and reduces the attractiveness of tourist destinations. This issue is also evident at Kolam Bebek Tourist Beach in Kuala Trang Village, Nagan Raya Regency, Aceh, where a sustainable community-based waste management system has not yet been established. This community service program aimed to enhance environmental awareness among local communities and visitors, encourage stakeholder participation in beach clean-up activities, and provide supporting facilities for proper waste management. The program was conducted on 28 June 2026 using a participatory approach involving lecturers and students from the Marine Science Study Program of Universitas Teuku Umar, local residents, tourism managers, and the village government. The implementation consisted of four stages: preparation, environmental education and socialisation, beach clean-up activities, and the provision of waste management facilities and educational media, including waste bins and environmental awareness banners. The program successfully reduced waste accumulation along the coastal area, with plastic waste identified as the dominant type of debris collected. Educational activities improved participants' understanding of the environmental impacts of marine litter and the importance of waste segregation. Furthermore, the installation of waste disposal facilities encouraged responsible waste disposal practices among visitors and the local community. Collaboration among academic institutions, local communities, tourism managers, and village authorities strengthened collective commitment to maintaining environmental cleanliness and supporting sustainable coastal tourism. The program demonstrates that participatory environmental education combined with practical action and supporting infrastructure is an effective strategy for improving coastal waste management and can serve as a model for other coastal tourism destinations.