Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kepemimpinan Guru Lulusan Program Pendidikan Guru Penggerak di Kota Tarakan Karisma Rara Butungan; Dwi Esti Andriani
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sains Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v6i1.2451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tugas-tugas kepemimpinan guru, menganalisis strategi dan menganalisis dampak yang dirasakan lulusan Pendidikan Guru Penggerak dengan tugas kepemimpinan yang diampu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan wawancara semi terstruktur. Sumber data adalah enam orang guru lulusan PGP jenjang SMA/SMK angkatan empat dan sembilan dengan latar belakang yang berbeda-beda, meliputi usia, pengalaman mengajar, dan mata pelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas-tugas kepemimpinan yang telah dijalankan oleh guru lulusan program PGP jenjang SMA/SMK di Kota Tarakan meliputi tugas di dalam maupun di luar kelas. Di dalam kelas, guru menjadi motivator dan fasilitator bagi pengembangan diri siswa. Sedangkan tugas kepemimpinan di luar kelas yaitu menjadi pembina ekstrakurikuler, wali kelas, kepala program keahlian, kepala bengkel, wakil kepala sekolah, menjadi penggerak komunitas dan berbagi praktik baik. Strategi yang dijalankan dalam melaksanakan tugas kepemimpinan bahwa guru tetap mengutamakan tugas pokok sebagai guru, namun jika di saat yang bersamaan ada tugas kepemimpinan maka akan dilakukan di luar jam pelajaran. Adapun dampak yang dirasakan lulusan Pendidikan Guru Penggerak dengan tugas kepemimpinan yang diampu pada kesiapan guru penggerak menjadi pemimpin di masa depan yaitu meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas wawasan
Teacher Leadership in Indonesian Schools: Opportunities, Supports, and Barriers through the Driving Teacher Program Duwi Wahdany; Dwi Esti Andriani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7551

Abstract

Teacher leadership is increasingly recognized as a catalyst for school improvement and educational reform. In Indonesia, the Driving Teacher Program (Program Guru Penggerak) was launched to foster teacher leadership through structured professional development. However, empirical insights into how such leadership is enacted and supported remain limited. This qualitative study employed a phenomenological approach to explore the lived experiences of nine alumni from the 5th and 7th cohorts of the Driving Teacher Program in Yogyakarta. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework. The findings reveal three overarching themes: (1) Opportunities for leadership development include assuming formal roles, engaging in training, leading professional communities, sharing best practices, and participating in curriculum and research initiatives; (2) Key supports include principal encouragement, collegial collaboration, and a school culture conducive to innovation; and (3) Barriers include time constraints, communication challenges, peer resistance, workload, and seniority-based hierarchies. The study underscores the importance of systemic and contextual factors in shaping teacher leadership trajectories. It highlights the need for sustainable support structures, collaborative school cultures, and adaptive leadership roles. While the Driving Teacher Program provides a strong foundation, its impact depends on how leadership is interpreted and enacted at the school level.
Implementasi Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran di MAN 4 Sleman Abdulloh Bustomi; Dwi Esti Andriani; Della Putri Amanda
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4379

Abstract

Implementasi manajemen kurikulum di sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen kurikulum dan pembelajaran, kendala yang dihadapi dan strategi yang dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan terkait manajemen kurikulum dan pembelajaran di MAN 4 Sleman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 4 Sleman telah menerapkan tahapan manajemen kurikulum secara sistematis, tetapi masih menghadapi beberapa kendala, seperti kesulitan dalam pengaturan jadwal pembelajaran, keterbatasan dana untuk fasilitas pendidikan, perbedaan latar belakang serta pengalaman guru, dan heterogenitas peserta didik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, strategi yang diusulkan mencakup integrasi proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) ke dalam jadwal reguler, diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan pelatihan bagi guru, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Kesimpulannya, meskipun manajemen kurikulum di MAN 4 Sleman telah berjalan cukup baik, perbaikan dalam aspek fleksibilitas jadwal, pelatihan guru, dan pendanaan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum dan pembelajaran.
Pandangan Guru Penggerak Tentang Komunitas Belajar Profesional Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kota Batam Gusri Yenita; Dwi Esti Andriani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Juni - Juli 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i4.4800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan guru penggerak tentang Professional Learning Communities (PLC) di tingkat sekolah menengah pertama di Kota Batam dan peran mereka dalam memperkuat PLC. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan guru-guru dari angkatan 4, 7, 8, dan 9 di SMP Negeri 11, 12, dan 57 Batam. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan divalidasi melalui member check, dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Temuan menunjukkan bahwa PLC dipandang sebagai wadah untuk pengembangan profesionalisme guru melalui kolaborasi, pemecahan masalah, refleksi, umpan balik, evaluasi diri, dan diskusi. PLC dipandang efektif dalam meningkatkan kompetensi guru, hasil belajar siswa, kepercayaan diri, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. PLC yang ideal mencakup visi yang jelas, kepemimpinan, komitmen anggota, dan dukungan dari pimpinan sekolah, rekan sejawat, dan kebijakan eksternal. Tantangan dalam pelaksanaannya termasuk kurangnya kepercayaan diri, penolakan terhadap perubahan, komitmen yang rendah, dan sumber daya yang terbatas.
Principal Leadership in the Development of Professional Learning Communities in Public High Schools Kampar Regency Yenita, Resi; Andriani, Dwi Esti
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.6494-6507

Abstract

School quality improvement increasingly depends on teacher collaboration and continuous professional development, making Professional Learning Communities (PLCs/KBP) a strategic mechanism in strengthening learning culture in schools. This study aims to gain an in-depth understanding of principals’ leadership in developing PLCs at public high schools in Kampar Regency, focusing on principals’ views of PLC urgency, implementation challenges, and leadership practices in planning, managing, and evaluating PLC activities. The research employed a qualitative approach with a basic qualitative design. Informants were selected using maximum variation sampling, involving principals, vice principals, PLC coordinators, and teachers from six public high schools. Data were collected through semi-structured interviews and documentation, then analyzed using thematic analysis through initial coding, categorization, and theme development. Trustworthiness was ensured through source and technique triangulation, member checking, and audit trails. Findings show that principals perceive PLCs as collective learning spaces for sharing good practices and collaboratively solving instructional problems, rather than administrative routines. Key challenges include limited time, perceptions of PLCs as additional burdens, digital competence gaps, inconsistent attendance, and shallow reflection. Principals addressed these through participatory, instructional, and distributive leadership, enabling flexible scheduling, data-based evaluation, structured reflection, and reinforcement. Overall, effective principal leadership strengthens collaborative culture and enhances teacher professionalism.