Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL KOMPETENSI PROFESI SISTEM INFORMASI BERBASIS KNOWLEDGE MANAGEMENT Sudaryono Sudaryono; Henderi Henderi; Ira Tyas Ningrum
CCIT Journal Vol 5 No 1 (2011): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.846 KB) | DOI: 10.33050/ccit.v5i1.454

Abstract

Pada era knowledge management,telah menjadi kepercayaan bahwa organisasi yang mampu menangkap dan memanfaatkan berbagai pengetahuan yang terkandung di dalam diri setiap Sumber daya manusia yang dimilikinya akan memenangkan persaingan. Knowledge telah menjadi sumberdaya ekonomi yang lebih penting dari bahan baku atau uang. Knowledge management muncul sebagai mantera baru manajemen organisasi modern dalam menghadapi persaingan di lingkungan bisnis yang makin kompetitif. Demikian pula dengan profil kompetensi profesi sistem informasi harus dikembangkan berdasarkan knowledge management. Berbagai upaya dan riset telah dilakukan untuk menyusun profil kompetensi profesi sistem informasi. Di pihak lain, upaya dan riset mengenai sumber daya manusia berbasis kompetensi juga berkembang dengan pesat. Tulisan ini mencoba untuk memadukan dua hal yang berada di dua dunia yang saling bersinggungan, yaitu dunia sistem informasi dan dunia manajemen pengetahuan yang berbasis kompetensi yang masih merupakan studi awal dan masih memerlukan penelitian lanjutan.
ANIMASI INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM Dewi Immaniar Desrianti; Sudaryono Sudaryono; Rahmah Diana
CCIT Journal Vol 12 No 1 (2019): CCIT JOURNAL
Publisher : Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.804 KB) | DOI: 10.33050/ccit.v12i1.606

Abstract

Learning in the form of animation is one form of utilization of TIK Multimedia that needs to be developed in the world of education. Especially Islamic religious lessons where learners are always saturated and feel bored when the teacher is giving a subject matter. As an alternative problem solving is to provide a new innovation that is Interactive Animation. Interactive Animation is an integrated learning system that will be applied and is one form of improvement in towards a modern and quality education. The reason for the implementation of Interactive Animation method is hope to provide an effective, innovative, creative, and fun learning system. In this learning application Presenting the material interactively accompanied by Text, Image, Animation, video, and religious song. The process of making the application is done starting from the stage of determining the target, the selection of material topics, design, data collection, manufacture and testing. Objectives applied Interactive animation is to eliminate the atmosphere of saturation and passive in the learning process and the interactive approach of both students and teachers With this practical learning hope to help improve the quality of teaching-learning process in the form of Interactive Animation in every school. So this method of application can be made in order to improve quality, and quality in education. And as a reference material in order to be made an evaluation material that can be developed for the better.
Prospek Kedelai Hitam Varietas Detam-1 dan Detam-2 M. Muchlish Adie; Suharsono Suharsono; Sudaryono Sudaryono
Buletin Palawija No 18 (2009): Buletin Palawija No 18, 2010
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bul palawija.v0n18.2009.p66-72

Abstract

Jawa Timur merupakan provinsi terbesar penghasil kedelai Glycine soya Merr. di Indonesia, karena memiliki luas tanam relatif tinggi sehingga menjadi penyumbang terbesar kebutuhan kedelai nasional. Dengan makin pentingnya posisi kedelai sebagai pangan fungsional, maka varietas kedelai unggul tidak semata-mata berdaya hasil tinggi, namun juga harus memenuhi pra-syarat kedelai sebagai pangan sehat dan menyehatkan, sesuai dengan kebutuhan pengguna serta berdaya saing tinggi.Selama 89 tahun (1918–2007) pemerintah Indonesia baru berhasil melepas lima varietas kedelai hitam dan pada umumnya merupakan hasil seleksi terhadap varietas lokal dan galur introduksi, kecuali Cikuray diperoleh dari seleksi terhadap persilangan antara galur No 630 dan Orba. Varietas kedelai hitam Detam-1 dan Detam-2 dilepas tahun 2008, hasil persilangan antara kedelai introduksi dengan varietas Wilis dan Kawi. Keunggulan Detam-l adalah berdaya hasil 2,51 t/ha, berukuran biji besar (14,84 g/100 biji), dan merupakan kedelai hitam pertama yang berukuran biji besar. Detam-2, berdaya hasil 2,46 t/ha dan menjadi varietas kedelai berkandungan protein paling tinggi di Indonesia (45,58 % berat kering) dan tergolong toleran kekeringan pada fase reproduktif.
Tata Ruang Kampung Jawa Tondano, Minahasa Spatial Pattern Of Javanese Tondano Kampung, Minahasa Ayu Ningsih Djosari; Sudaryono Sudaryono
Syntax Idea Vol 4 No 3 (2022): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v4i3.1811

Abstract

Kampung Jaton (Jawa Tondano) merupakan bagian dari kota Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. Kampung ini merupakan kampung hasil akulturasi budaya Jawa dan Minahasa di tanah Sulawesi Utara. Kampung ini dibangun oleh Kyai Modjo dan pengawalnya yang dibuang oleh pemerintah kolonial Belanda. Kampung Jaton terbilang unik karena dalam pengembangan wilayahnya dilakukan dengan tradisi Jawa namun dalam kesehariannya orang-orang Jaton menjalani kehidupan sebagai bagian yang berkaitan erat dengan orang Minahasa. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik tata ruang di Kampung Jawa Tondano. Metode penelitian adalah induktif kualitatif deskriptif. Fokus penelitian pada kaitan antara manusia, ruang dan aktifitas. Pengumpulan data melalui observasi secara langsung di lapangan, wawancara secara mendalam (depth interview) dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengorganisasian data yang dikelompokkan berdasarkan kategori, penyusunan tema-tema dan konsep, serta, pembuatan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan adanya pola tata ruang kampung Jaton yang ditunjukkan dalam pola penggunaan dan pemanfaatan ruang dalam skala halaman, blok, dan makro.
SENSITIVITAS METODE PENDETEKSIAN DIFFERENTIAL ITEM FUNCTIONING (DIF) SUDARYONO SUDARYONO
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 3 No 1 (2012): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.251 KB) | DOI: 10.21009/JEP.031.07

Abstract

The prime objective of this study is to find out the empirical data about a comparison sensitivity as Scheuneman’s Chi-square, Mantel-Haenszel methods and Item Response Theory (IRT) Rasch model in Differential Item Functioning (DIF) detection. The study used experimental methods with 1 x 3 design. The independent variables were, Scheuneman’s Chi-Square methods, Mantel-Haenszel methods and IRT Rasch model. This specific research aims at revealing: (1) the characteristics of test items based on the of classical test-theory, (2) the standard error measurement of classical test theory, and (3) the items detected as containing Differential Item Functioning (DIF) based on gender. Analysis of this study was based on testee’s response to the Mathematics test in the National Examination at Senior High School in Tangerang, 2008/2009 academic year. The data source was computer answer sheets of 5000 consist of 2500 from male student responses and 2500 female student responses, established using the simple random sampling technique. A result of the descriptive analysis using the classical test theory indicated that 28 out of 40 mathematics test items were good, with a reliability index of 0,827. The results indicated that all methods were good for the detection of DIF, but IRT Rasch model was the most sensitive among those methods compared with Mantel-Haenszel, and Sceuneman’s chi-square methods. The result of DIF analysis on the mathematics test was find any items containing DIF based on gender differences.
TINGKAT PENCEMARAN AIR PERMUKAAN DI KODYA YOGYAKARTA Sudaryono Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 1 No. 3 (2000): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.377 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v1i3.187

Abstract

Perkembangan kota yang tidak terkendali sering menimbulkan berbagai persoalan baik sosial, ekonomi, keamanan dan lingkungan, utamanya masalah pencemaran terhadap air permukaan maupun air tanah yang bersumber dari limbah industri, domistik, maupun limbah pertanian. Akibat dari pencemaran tersebut, kondisi air permukaan (sungai) di Kotamadya Yogyakarta telah terjadi penurunan kualitas, terutama meningkatnya kandungan Nitrit dan bakteri coli yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan.Untuk pencegahannya perlu kiranya adanya upaya-upaya untuk melakukanperbaikan lingkungan fisik, perbaikan saluran pembuangan limbah, pengolahanlimbah, maupun sistem usahatani dengan menerapkan sistem pemupukanberimbang.
PENGARUH PEMBERIAN BAHAN PENGKONDISI TANAH TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN MARGINAL BERPASIR Sudaryono Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.084 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.203

Abstract

Di Indonesia, tanah-tanah marginal dengan kandungan pasir tinggi ( tanah vulkan berpasir kasar dan tanah berpasir digumuk-gumuk pantai), merupakan contoh dari banyak tanah bermasalah. Oleh karena itu upaya untuk mengatasi tanah bermasah tersebut perlu dilakukan. Budidaya pertanian pada tanah pasiran akan dijumpai banyak kendala yang berkaitan dengan sifat fisik, kimia dan hidrologi tanah serta iklim yang kurang kondusif bagi pertumbuhan tanaman, lebih khusus lagi tanah tersebut mempunyai sifat mudah meloloskan air, kandungan bahan organik rendah serta suhu tanah yang tinggi, sehingga kurang sesuai untuk pertumbuhan tanaman. Dengan menambah bahan pengkondisi tanah maka telah dapat merubah sifat fisik dan kimia tanah. Perubahan fisik tanah tersebut mengarah pada berat volume tanah yang meningkat, porositas tanah menurun,permeabilitas tanah menurun dan kadar lengas tanah meningkat. Keberadaan mikroba didalam tanah memegang peranan penting dalam transpormasi yang menyebabkan perubahan dalam sifat fisik dan kimia tanah.
PENGARUH BAHAN PENGKONDISI TANAH TERHADAP IKLIM MIKRO PADA LAHAN BERPASIR (STUDI KASUS PANTAI GLAGAH, KABUPATEN KULON PROGO, DI. YOGYAKARTA) Sudaryono Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 2 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.271 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i2.211

Abstract

Usahatani pada lahan berpasir akan dijumpai banyak kendala yang berhubungan dengan kondisi fisik tanah, hidrologi tanah dan iklim, lebih khusus lagi kondisi iklim mikro yang kadang kurang kondusif untuk pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu perlu adanya terobosan guna melakukan rekayasa lingkungan, agar supaya keadaan yang kurang menguntungan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani, yaitu melalui masukan teknologi alternatif berupa penambahan bahan pengkondisi tanah (pupuk kompos, pupuk kandang, biomikro), pembuatan jaringan irigasi dan pembuatan pelindung/naungan yang pada hakekatnya berfungsi untuk mengurangi fluktuasi suhu harian pada tanah (intensitas matahari), penurunanpenguapan dan kehilangan air (evaporasi).
PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TERPADU, KONSEP PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Sudaryono Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 2 (2002): JURNAL TEKNIK LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.077 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i2.249

Abstract

Upaya pengelolaan DAS terpadu di Indonesia telah lama diterapkan dengan memperkenalkan berbagai kegiatan yang bercirikan lintas sektoral dan multidisipliner, sebagai contoh adalah pelaksanaan pengelolaan DAS secara terpadu di DAS Brantas, Jratunseluna, dan yang kemudian direncanakan untuk diimplementasikan pada DAS-DAS lain di seluruh Indonesia.Namun karena kompleksnya permasalahan yang harus dihadapi dan banyaknya DAS yang harus ditangani, serta menyangkut kendala teknis dan non-teknis lainnya yang harus disempurnakan, maka banyak DAS yang belum dapat tertanggani dengan baik, bahkan yang terjadi adalah kerusakan DAS semakin meluas dan semakin parah.Oleh karena itu dalam pengelolaan DAS secara terpadu harus berazaskan : (1) pemanfaatan sumberdaya alam (hutan, tanah dan air) dengan memperhatikan terhadap perlindungan lingkungan; (2) pengelolaan DAS bersifat multidisiplin dan lintas sekoral; (3) peningkatan kesejahteraan rakyat; (4) keterpaduan dimulai sejak dalam perencanaan pengelola DAS terpadu.
TEKNOLOGI USAHATANI KONSERVASI TERPADU KONSEP PEMBANGUNAN BERBASIS KESERASIAN LINGKUNGAN Sudaryono Sudaryono
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.875 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i2.278

Abstract

Sebagian besar sumber daya lahan di Indonesia merupakan lahan kering yang memiliki potensi untuk usaha pertanian. Pada umumnya kawasan lahan kering tersebut memiliki topografi dari landai sampai terjal, sehingga apabila dimanfaatkan untuk usahatani sangat rentan terhadap erosi. Tingkat erosi yang tinggi merupakan masalah serius terhadap kelestarian sumberdaya lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) dibagian hulu, dan menimbulkan pengaruh negatif di DAS bagian hilir.Usahatani pada lahan kering menghadapi problema yang sangat kompleks,beragam dan beresiko tinggi, oleh karena itu diperlukan penelitian dengan strategi pendekatan pengelolaan secara terpadu. Penelitian dan pengembangannya melibatkan berbagai disimplin ilmu (interdisipliner). institusi (interinstitusi) dan petani sebagai pengelola utamanya.Pengembangan sistem usaha tani konservasi terpadu pada sub DAS Prambanan hulu dengan tujuan mencari solusi pengembangan teknologi alternatif serta upaya mengendalikan erosi, ternyata telah mendapat respon positif baik oleh petani binaan maupun non-binaan.