Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penyuluhan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Teknik Sadari Bagi Karyawan Outsourcing Di Universitas Pelita Harapan Grace Solely Houghty; Maria Veronika Ayu Florensa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.464 KB)

Abstract

Kanker payudara umumnya ditandai dengan adanya benjolan pada payudara. Wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat ditangani lebih awal dan dapat bertahan hidup lebih lama. Kaum wanita harus dapat melakukan deteksi dini kanker payudara. Perlu adanya penyuluhan bagi wanita tentang pemeriksaan payudara sendiri untuk mendeteksi dini kanker payudara. Tujuan penyuluhan deteksi dini kanker payudara dengan Teknik Periksa Payudara Sendiri (SADARI) adalah agar peserta mampu memahami anatomi dan fisiologi payudara, prinsip dan tujuan SADARI, memahami tehnik SADARI dan dapat mendemonstrasikan SADARI. Manfaat yang diharapkan dari pelatihan ini bahwa peserta diharapkan dapat melalukan deteksi dini kanker payudara dan melakukan rujukan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskemas, Klinik dan Rumah Sakit apabila ditemukan ketidaknormalan. Peserta kegiatan ini adalah karyawan outsourcing yang berjumlah 34 orang. Hasil dari nilai rata – rata pre test sebelum dilakukan penyuluhan deteksi dini kanker kanker payudara dengan teknik SADARI adalah 48.13 % sedangkan nilai rata – rata post test setelah dilakukan penyuluhan adalah 79.06 %. Terlihat adanya peningkatan dari tingkat pemahaman peserta sebessar 30.93% setelah dilakukan penyuluhan tentang “SADARI”. Peserta juga dapat mendemonstrasikan secara benar dan tepat cara melakukan SADARI.
Manajemen Stres Dan Ansietas Warga Di Kelurahan Bencongan Indah Tangerang Maria Veronika Ayu Florensa; Veronica Paula; Yenni Sitanggang; Shinta Yuliana Hasibuan; Mega Tri Anggraini; Adventina Situngkir
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.643 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.303

Abstract

Mental health is a condition which person can develop physically, mentally, spiritually and social, and also able to contribute to his community. Individuals cannot be free from stress. If the stress not managed properly it can continue to become anxiety and other mental health problems. The 2018 Riskesdas data showed an increase in the number of psychosis sufferers from 1.7% to 7% per mile, increasing number also happened in depression suffers from 6 to 9% per mile. The number of depressed patients in Banten province reaches 8.7%. The high number of people with mental disorders from time to time requires action to promote and prevent mental disorders. The aims of this community service is to help people to understand the signs and symptoms of stress and anxiety and be able to practice the stress and anxiety management. The results of the activity were measured by comparing the score of the pre-test and post-test of the patient's knowledge before and after the administration of the material. As a result, there is an increase in people's knowledge regarding health, mental health, signs of symptoms of stress and anxiety. People are also able to practice the actions to manage stress and anxiety. This activity is expected to be carried out sustainably with the help of community cadres.
EDUKASI PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME PADA TENAGA PENGAJAR SEKOLAH MENENGAH ATAS Veronica Paula; Maria Veronika Ayu Florensa; Ballsy C. A. Pangkey; Mega Tri A. S. Ningsih
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1526

Abstract

Latar Belakang: Pengalaman menjadi seorang ibu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi setiap perempuan, namun kebahagiaan akan lenyap ketika kelahiran bayi menyebabkan kesedihan yang panjang. Kejadian tersebut adalah baby blues syndrome, dimana ini dapat terjadi pada ibu beberapa jam atau beberapa hari setelah melahirkan. Pada kondisi normal hal ini akan hilang jika diberikan pelayanan psikologis yang baik, tetapi jika tidak ditangani ibu bisa mengalami emosi yang berlebihan, merasa sangat sedih diiringi tangisan tanpa alasan, menyakiti bayi, bahkan sampai melakukan tindakan bunuh diri. Dukungan suami dan keluarga menjadi sangat penting bagi ibu agar terhindar dari baby blues syndrome ini. Pengetahuan tentang hal ini dapat ditemukan melalui webinar kesehatan, sehingga para ibu bisa tahu dan memahami bagaimana cara mengatasi kesedihan maupun stres tersebut. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan guru dan staf tentang pencegahan dan manajemen stres ibu dengan baby blues syndrome. Metode: PkM dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom. Sebelum dan setelah webinar peserta mengisi pre-test dan post-test untuk dinilai pengetahuannya terkait topik yang disampaikan. Hasil: Berdasarkan analisis ditemukan hasil pengetahuan peserta pada pre-test yaitu 50%, sedangkan pada post-test yaitu 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan guru dan staf mengalami peningkatan setelah mengikuti webinar tentang pencegahan dan manajemen stres pada ibu dengan baby blues syndrome.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN STIGMA COVID-19 DI MASYARAKAT KOTA GUNUNGSITOLI [THE CORRELATION BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND PUBLIC STIGMA OF COVID-19 IN GUNUNGSITOLI ] Maria Veronika Ayu Florensa; Alberta Adina Ndruru; Darman Zega; Westinci Waruwu; Dora Irene Purimahua
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v10i2.5453

Abstract

The Covid-19 outbreak was declared a pandemic by the World Health Organization on March 11, 2020. The number of cases both in Indonesia and the world was increasing and impacting society and government policies. Stigmatization for patients suffering from Covid-19 happened in Indonesia, specifically in the Gunungsitoli region. There was a rejection by local people to COVID-19 patients and any burials in 2020. This study aimed to identify the association between the level of knowledge of Covid-19 prevention and the stigma of  Covid-19 among people in Gunungsitoli. This quantitative research was conducted with a cross sectional design. The population of study was people living in Gunungsitoli and about 399 sample size was obtained using purposive sampling technique. To obtain the data, the researchers generated a questionnaire using a guideline from the Ministry of Health regarding knowledge level and stigma of Covid-19 (Kemenkes, 2020). The results showed that the residents had good level of knowledge regarding Covid-19 prevention (47.4%), while as the stigma was considered low (59.1%). The results of data analysis using Spearman rank showed a relationship between the knowledge level and stigma of Covid-19, with a correlation value of -0.267. Dissemination of disease prevention that is evenly distributed suppresses the stigma to the patient and the health workers who treat the disease. Health education on Covid-19 prevention needs to be carried out frequently to reduce negative stigma toward Covid-19 patients or health workers who handle the disease.BAHASA INDONESIA ABSTRAK Penyakit Covid-19 di deklarasikan sebagai pandemi oleh World Health Organization pada 11 Maret 2020. Jumlah kasus di dunia dan di Indonesia meningkat dan memberikan dampak bagi masyarakat serta perubahan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Fenomena sosial berupa stigma bagi pasien yang menderita Covid-19 dialami di Indonesia secara spesifik di kota Gunungsitoli tahun 2020 dalam bentuk penolakan terhadap pasien dan pemakaman jenazahnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan stigma pada pasien Covid-19 di Gunungsitoli. Penelitian kuantitatif ini dilakukan dengan desain cross sectional. Populasi yang diteliti merupakan masyarakat Gunungsitoli yang dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel 399 orang. Kuisioner pengetahuan tentang pencegahan Covid-19 dan stigma terkait Covid-19 dikembangkan oleh peneliti dengan panduan penatalaksnaan Covid-19 dari Kemenkes (Kemenkes, 2020). Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat di Kota Gunungsitoli tergolong baik (47,4%),sedangkan stigma masyarakat tergolong rendah (59,1%). Hasil analisis data menggunakan rank spearman menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang pencegahan dan pengendalian Covid-19 dengan stigma pada pasien Covid-19 dengan nilai korelasi -0,267. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan Covid-19 pada masyarakat perlu terus dilakukan untuk menurunkan stigma pada pasien ataupun tenagakesehatan yang menangani penyakit tersebut.
EDUKASI PENCEGAHAN DEPRESI POST PARTUM JUWITA FRANSISKA BR SURBAKTI; Maria Veronika Ayu Florensa; Shinta Yuliana Hasibuan; Neneng Suryadinata; Prisca Adipertiwi Tahapary; Marini Indriya Purwani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1515

Abstract

Latar belakang Kelahiran bayi dalam sebuah keluarga seharusnya memberikan kebahagiaan baik untuk orang tua maupun keluarga besar. Namun demikian, ini tidak terjadi pada Ibu yang sedang berjuang melalui depresi setelah melahirkan yang sering dikenal dengan Depresi Postpartum. Kejadian depresi postpartum yang ada dimasyarakat dikenali setelah Ibu mengalami gejala yang berat. Orang tua di dalam masyarakat kurang mengenal tanda dan gejala depresi postpartum dan menganggapnya sebagai hal yang biasa terjadi pada Ibu setelah melahirkan. Kondisi terburuk yang dapat dialami Ibu adalah ketika ia menyakiti dirinya sendiri bahkan bayinya. Peran dan dukungan dari suami beserta keluarga sangat penting untuk membantu Ibu beradaptasi dengan peran barunya sehingga mencegah terjadinya depresi postpartum. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yaitu untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang depresi postpartum dan cara pencegahannya. Metode penyelenggaraan PKM dilakukan dalam bentuk seminar daring (webinar) yang diikuti oleh 135 peserta dengan aktivitas pemberian materi terkait depresi post-partum dan disertai dengan demonstrasi manajemen stres pada Ibu setelah melahirkan. Hasil kegiatan yaitu ada peningkatan rata-rata pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi tentang mengenal dan mencegah depresi post-partum. Kegiatan pencegahan kejadian depresi post-partum perlu digiatkan untuk menekan angka kejadian depresi post-partum pada Ibu.
Association between Resilience, Stress, and Mental Well-being of Nursing Students Florensa, Maria Veronika Ayu; Juniarta, Juniarta; Purimahua, Dora Irene
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.615 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1413

Abstract

Nursing students who are prepared to be professional nurses need to have holistic health. Health is not only physical but also mental. The educational process taken; both theories in the classroom and practical learning experiences can cause stress to students. Resilience is the ability to bounce back after facing a problem, which is needed so students can carry out their education process well. This study aimed to identify the relationship between resilience and stress and the mental well-being of nursing students. This research is quantitative correlational research with a cross-sectional design. The study population was nursing students in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi, and with the purposive sampling technique, a sample of 223 students was obtained. The instruments used in this study were valid and reliable, including The Resilience 14 questionnaire (alfa Cronbach 0.76), the Stress in Nursing Education Questionnaire (Cronbach 0.946), and The Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scales (Cronbach 0.84). The result of the study was that 64.1% of students had high resilience, 62.8% experienced severe stress, and 75.3% had an average mental well-being level. There is a relationship between resilience and stress and the mental well-being of students (p less than 0.05). Severe stress conditions experienced by nursing students do not necessarily decrease their resilience and mental well-being. Stress management interventions are needed so nursing students can complete their education, maintain high and improve mental well-being. Abstrak: Mahasiswa keperawatan yang dipersiapkan menjadi perawat professional membutuhkan kesehatan yang holistic. Kesehatan tidak hanya meliputi aspek fisik namun juga jiwa atau psikologis. Proses pendidikan yang dilalui mahasiswa keperawatan baik perkuliahan di kelas maupun pembelajaran praktik dapat menyebabkan stres pada mahasiswa. Resiliensi adalah kemampuan untuk dapat bangkit Kembali setelah menghadapi masalah dibutuhkan oleh mahasiswa sehingga mereka dapat melalui pendidikannya dengan baik dengan kondisi kesejahteraan jiwa yang baik pula. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan stress dan resiliensi dengan kesejahteraan jiwa mahasiswa keperawatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan yang berlokasi di Jakarta Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi dan dengan teknik convenience sampling didapatkan sejumlah 223 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain The Resilience 14 questionnaire (Cronbach 0.76), the Stress in Nursing Education Questionnaire (Cronbach 0.946) dan The Warwick-Edinburgh Mental Well-being Scales (Cronbach 0.84). Hasdil penelitian yaitu 64.1% mahasiswa memiliki reiliensi yang tinggi, 62.8% mengalami stress berat, dan 75.3% memiliki kesejahtaeraan jiwa dalam level rata-rata. Analisis data menggunakan uji gamma menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan stress dan resiliensi dengan kesejahteraan jiwa (p kurang dari 0.05). Kondisi stress berat yang dialami oleh mahasiswa keperawatan tidak selalu menurunkan resiliensi dan kesejahteraan jiwanya. Interbvensi manajemen stress dibutuhkan sehingga mahasiswa dapat menjalani pendidikannya dengan tetap memelihara resiliensinya tetap baik dan meningkatkan kesejahteraan jiwanya.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN PERILAKU KEKERASAN VERBAL ORANG TUA TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH PADA SALAH SATU DESA DI SULAWESI UTARA [The Relationship between Coping Mechanisms and Parents' Verbal Abuse with School Age Children in a Village in North Sulawesi] Anggun Sitinjak; Heni Monalita Simangunsong; Jessica Queentia Kaeng; Maria Veronika Ayu Florensa; Marini Indrya Purwani
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v11i1.6950

Abstract

Parents play a very big role in the life of their children, including their education. Good assistance during the school years will have an impact on children's development. Based on an initial survey conducted by researchers, it was shown that parents commit various forms of verbal abuse to school-age children when accompanying their children in studying. The purpose of this study was to determine the relationship between coping mechanisms and the verbal abuse behavior of parents towards school-age children in a village in North Sulawesi. This research method uses a correlational quantitative method with a cross sectional design. The population studied is parents who have school-age children in a village in North Sulawesi. Sampling in this study using a purposive sampling technique with a total of 50 respondents. The questionnaire used was the Brief Cope and the verbal violence questionnaire which was adapted from the Korean Verbal Abuse Questionnaire. Data analyzed using univariate and bivariate tests with the Spearman rho correlation test. The results obtained were that there was no relationship between coping mechanisms that focused on emotions and parental verbal violence (p-value = 0.461) and there was no relationship between problem-focused coping mechanisms and parental verbal violence against school-age children in one of the villages in North Sulawesi (p-value = 0.269). The recommendations from this study are that parents should have good knowledge of coping mechanisms and train their ability to control their emotions so that verbal abuse in children can be avoided. BAHASA INDONESIA ABSTRAK Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan anak, termasuk pendidikannya. Pendampingan yang baik selama masa sekolah akan berdampak pada perkembangan anak. Berdasarkan survei awal yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa orang tua melakukan berbagai bentuk kekerasan verbal pada anak usia sekolah ketika mendampingi anaknya belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan perilaku kekerasan verbal orang tua terhadap anak usia sekolah pada salah satu desa di Sulawesi Utara. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Populasi yang diteliti yaitu orang tua yang memiliki anak usia sekolah pada salah satu desa di Sulawesi Utara. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 orang. Kuesioner yang digunakan yaitu Brief Cope dan kuesioner kekerasan verbal yang diadaptasi dari Korean Verbal Abuse Questionnaire. Data dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji Spearman rho correlation. Hasil yang didapatkan yaitu tidak ada hubungan antara mekanisme koping yang berfokus pada emosi dengan kekerasan verbal orang tua (p-value = 0,461) dan tidak ada hubungan antara mekanisme koping yang berfokus pada masalah dengan kekerasan verbal orangtua terhadap anak usia sekolah pada salah satu desa di Sulawesi Utara (p-value = 0,269). Rekomendasi dari penelitian ini diharapkan orang tua sebaiknya memiliki pengetahuan yang baik tentang mekanisme koping dan melatih kemampuan dalam mengontrol emosi sehingga kekerasan verbal pada anak bisa dihindari. 
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK MENCEGAH KECANDUAN INTERNET DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA REMAJA Maria Veronika Ayu Florensa; Veronica Paula; Catharina Guinda Diannita; Erniyati Fangidae; Lani Natalia Watania; Novita Susilawati Barus; Kristina Yuni Hapsari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17313

Abstract

Abstrak Latarbelakang: Penggunaan internet yang tanpa pengawasan dari orang tua dapat menimbulkan dampak negative untuk remaja salah satunya kondisi kecanduan. Banyaknya waktu yang digunakan untuk mengkases internet membuat remaja menjadi enggan beraktifitas fisik. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memberikan pengetahuan pada remaja tentang cara mencegah kecanduan internet dengan aktivitas fisik yang sehat. Metode: Kegiatan PKM dilakukan dengan metode seminar, diikuti oleh remaja yang duduk di Sekolah Menengah Atas sejumlah 45 siswa. Edukasi kesehatan yang diberikan pada peserta meliputi mengenal adiksi internet pada remaja serta cara mencegah adiksi melalui aktivitas fisik. Evaluasi dilakukan dengan menilai perbedaan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberi edukasi Kesehatan. Hasil pendidikan kesehatan ini yaitu terjadi peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa tentang kecanduan internet dan aktivitas fisik untuk remaja dari 76.59 menjadi 95.68. Kesimpulan: Pengetahuan siswa tentang pencegahan kecanduan internet dan aktivitas fisik pada remaja meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan, dengan demikian promosi kesehatan jiwa bagi remaja yang merupakan kolaborasi antara professional kesehatan dan instansi pendidikan perlu semakin ditingkatkan.Abstract: The use of the internet without parental supervision can have a negative impact on adolescents, one of the condition is internet addiction. The amount of time used to access the internet makes teenagers reluctant to do physical activities. Methods: The activity was carried out using the seminar method, attended by adolescents who were in Senior High School, totaling 45 students. Health education provided to participants includes recognizing internet addiction in adolescents and how to prevent addiction through physical activity. The evaluation was conducted by assessing the difference in participants' knowledge scores before and after being given health education. The result of this health education is an increase in the average score of students' knowledge about internet addiction and physical activity for adolescents from 76.59 to 95.68. Conclusion: Students' knowledge about preventing internet addiction and physical activity in adolescents increased after being given health education, thus mental health promotion for adolescents which is a collaboration between health professionals and educational institutions needs to be be increasingly promoted.
Stres, Mekanisme Koping, dan Perilaku Mencari Bantuan Kesehatan pada Masyarakat Usia Produktif Catharina Guinda Diannita; Shinta Yuliana Hasibuan; Maria Veronika Ayu Florensa
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 11, No 4 (2023): November 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.11.4.2023.881-888

Abstract

Stres pada masyarakat usia produktif perlu dikelola dengan mekanisme koping yang baik. Keputusan untuk mencari bantuan kesehatan pada masyarakat usia produktif diperlukan agar penanganan yang diberikan efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara stress dengan mekanisme koping dan perilaku mencari bantuan kesehatan pada masyarakat usia produktif di Jakarta dan Tangerang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel 145 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) dengan nilai Cronbach alpha 0.906, Brief Cope dengan nilai Cronbach alpha sebesar 0,778 dan General Help Seeking Questionnaire dengan nilai Cronbach alpha 0.849. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji korelasi gamma. Hasil penelitian yaitu 94,5% masyarakat usia produktif level stress berada dalam kategori normal, 51.7% melakukan mekanisme koping yang adaptif dan 51.7% memiliki perilaku mencari bantuan kesehatan yang baik. Hasil uji bivariat didapatkan tidak ada hubungan yang signifikan antara stress dengan mekanisme koping (p=0223) serta tidak ada hubungan yang signifikan antara stress dengan perilaku mencari bantuan kesehatan (p=0.416). Penelitian lenjutan diperlukan untuk menilai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mekanisme koping dan perilaku mencari bantuan kesehatan bagi masyarakat.
CEGAH STUNTING DENGAN PENGUATAN PERAN ORANG TUA BALITA DI SALAH SATU POSYANDU DI BINONG Evanny Indah Manurung; Maria Veronika Ayu Florensa; Eva Chris Veronica Gultom; Marisa Junianti Manik; Shinta Yuliana Hasibuan; Veronica Paula; Melisa Constantine Sigarlaki; Winda Silaban S; Septa Meriana Lumbantoruan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24855

Abstract

Nutrition problems in toddlers are a major point in the growth and development of children under five. If the toddler's nutrition is not balanced, the toddler will suffer from stunting. One of the factors that causes is the lack of knowledge of mothers about stunting and balanced feeding in toddlers. The purpose of this Community Service is to strengthen the role of parents of toddlers in Poyandu Melati IV Binong in preventing stunting. The method used is to increase the knowledge of parents of toddlers through health education activities about fulfilling nutrition in toddlers and the role of parents in preventing stunting to 65 people who are mothers of toddlers who visit the posyandu. Based on the results of the evaluation conducted with the pretest and postest methods, there was an increase in the average answer value of 6.7 points with an average pretest value of 77.8 and a posttest of 84.5. This shows that the lecture education method is effective in improving knowledge.
Co-Authors Adventina Situngkir Alberta Adina Ndruru Anggun Sitinjak Arlan, Apolonius Ayu Julea Ketty Ballsy C. A. Pangkey Barus, Novita Susilawati Bertylia, Bertylia Bima Adi Saputra Br Surbakti, Juwita Fransiska Catharina Guinda Diannita Chryest Debby Darman Zega Dora Irene Purimahua Dora Irene Purimahua Enabella, Anindi Tri Erivita Sakti Erniyati Fangidae Eva Chris Veronica Gultom Fangidae, Erniyati Ferawati, Yenni Grace Solely Houghty Hapsari, Kristina Hasibuan, Shinta Yuliana Heni Monalita Simangunsong Indah Permatasari Meha Ira Dewi Janwar Olang Jenny Deventi Kore Djami Jessica Queentia Kaeng Jufitri Syukur Laoli Juniarta Juniarta Juniarta, Juniarta Junita Padandi Juwita Fransiska br Surbakti Kasenda, Edson Kristina Yuni Hapsari Lani Natalia Watania Laura Naomi Siagian Lestari, Aurelia Lumbantoruan, Septa Meriana Manik, Marisa Maria Maxmila Yoche A Marini Indriya Purwani Marini Indrya Purwani Marisa Junianti Manik Marpaung, Kristin Patricia Mega Tri A. S. Ningsih Mega Tri Anggraini Mega Tri Anggraini Melisa Constantine Sigarlaki Melyany, Feby Bexty Merci Theresiani Febrianti Tonael Ndruru, Grace May Anzaki Neneng Suryadinata Niat Zai, Happy My Angel Noviana Elika, Yolanda Novita Susilawati Barus Novita Susilawati Barus Pailak, Herman Paula, Veronica Prisca Adipertiwi Tahapary Purimahua, Dora Irene Shinta Yuliana Hasibuan Sinaga, Chriska Siregar, Deborah Sitorus, Fiolenty B Marulianna Susilawati Barus, Novita Telaumbanua, Gita Sonia Veronica Paula Veronica Paula Watania, Lani Natalia Westinci Waruwu Winda Silaban Winda Silaban S Zega, Windy Sapta Handayani