Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Efektivitas Kombinasi Teknik Slow Deep Breathing dan Expressive Writing terhadap Stres Mahasiswa Keperawatan Arlan, Apolonius; Telaumbanua, Gita Sonia; Ndruru, Grace May Anzaki; Florensa, Maria Veronika Ayu; Br Surbakti, Juwita Fransiska
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.3.2024.725-734

Abstract

Stres pada mahasiswa keperawatan merupakan sebuah respon terhadap situasi yang mengancam dan dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri individu. Stres perlu dikelola dengan manajemen stres yang tepat. Kombinasi teknik slow deep breathing dan expressive writing merupakan alternatif pilihan yang mudah diimplementasikan secara mandiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi efektivitas kombinasi teknik slow deep breathing dan expressive writing terhadap tingkat stres mahasiswa keperawatan. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitaif quasi-experimental pretest and posttest nonequivalent control group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu quota sampling dengan jumlah 68 responden. Instrumen yang digunakan yaitu Percieved Stress Scales (PSS) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dengan statistik deskriptif dan analisis bivariat dengan uji T berpasangan dan Uji Wilcoxon. Kombinasi Slow Deep Breathing dan Expressive Writing efektif dalam menurunkan tingkat stress mahasiswa keperawatan.(p=0.007).
ETIKA BERPRILAKU PADA REMAJA Zega, Windy Sapta Handayani; Paula, Veronica; Ayu Florensa, Maria Veronika; Yoche Arkianti, Maria Maxmila; Melyany, Feby Bexty
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1962

Abstract

Sekolah adalah lembaga pendidikan tempat mencetak individu yang berilmu pengetahuan dan berkumpulnnya orang-orang yang memiliki kepentingan dengan pendidikan dan sarana interaksi individu dengan individu, dan individu dengan kelompok. Peran sekolah mampu membantu potensi manusiawi, eksplorasi individu dan mengenal pertumbuhan serta perkembangan yang dimiliki peserta didik mulai dari fase anak usia dini memasuki Sekolah Dasar (SD), kemudian remaja yang memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Akhir (SMA) agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, baik secara individual maupun sebagai anggota masyarakat. Kesempatan ini jauh lebih banyak ketika siswa tinggal di sekolah berasrama. Dalam masa perkembangan, remaja juga memiliki permasalahan sendiri terkait dengan pergaulan di lingkup asrama. Sehingga pentingnya penyesuaian diri antara satu dengan yang lainnya. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah berdasarkan hasil wawancara dengan pihak pengelola asrama di SMP Marsudirini Bogor, siswa dan siswi belum mendapatkan edukasi tentang bagaimana etika berperilaku pada remaja sehingga edukasi dilakukan untuk mempersiapkan remaja sukses beradaptasi di lingkungan asrama. Kegiatan ini terdiri dari pemaparan materi, pelaksanaan pre-test dan post-test, serta demonstrasi. Hasil yang didapatkan adalah terdapat peningkatan nilai post-test sebesar 48.2% apabila dibandingkan dengan nilai rerata pre-test 36.7%. Oleh karena itu kegiatan ini dapat menjadi edukasi yang baik kepada pihak asrama. Rekomendasi keberlanjutan program tentang kesadaran remaja yang tinggal diasrama etika dalam berperilaku dan keterlibatan orang tua dalam perkembangan remaja bersama dengan pihak asrama. Kata Kunci: Asrama, Kesehatan mental, Remaja, Sekolah
WEBINAR “CEGAH KECANDUAN DENGAN BIJAK BERINTERNET” Diannita, Catharina Guinda; Ayu Florensa, Maria Veronika; Paula, Veronica; Watania, Lani Natalia; Fangidae, Erniyati; Susilawati Barus, Novita; Sakti, Erivita; Hapsari, Kristina
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1967

Abstract

Media sosial dan internet of things (IoT) saat ini merupakan komponen yang lekat dengan kebutuhan sehari-hari. Teknologi terus mengalami perkembangan, sehingga teknologi banyak digunakan dalam berbagai bidang, karena memberikan begitu banyak kemudahan dan keuntungan. Digitalisasi global memberikan peluang yang lebih baik untuk pendidikan, komunikasi, perbankan, bisnis, industri, kesehatan dan interaksi socsal. Dibalik keuntungan yang diberikan internet, internet dapat menyebabkan kecanduan apabila tidak digunakan dengan bijak. Penurunan kualitas tidur, ADHD (attention deficit hyperactivity disorder), depresi, kecemasan, perundungan baik secara langsung maupun secara online/ cyberbullying, merupakan beberapa contoh dampak dari kecanduan internet. Pendampingan dan arahan tentang penggunaan internet dengan bijak perlu diberikan, agar manfaat lebih banyak didapatkan oleh pengguna dibandingkan dampak negatifnya. Maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melakukan pencegahan kecanduan dengan bijak berinternet. Kegiatan dilakukan secara daring, agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Peserta kegiatan berasal dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan New York. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan rerata nilai pretest dan post test pada kedua sesi. Evaluasi pada sesi 1 mengenai “Gadget, I’m in love” mengalami rerata peningkatan sebesar 2,13 poin, dan pada sesi 2 mengenai “Etika berinternet” mengalami rerata peningkatan sebesar 4,89 poin. Kegiatan edukasi perlu dilaksanakan secara berkesinambungan, agar makin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran mengenai masalah kecanduan internet dan pentingnya membangun relasi sosial yang sehat di platform digital.
PSIKOEDUKASI KELUARGA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA DENGAN GANGGUAN JIWA Florensa, Maria Veronika Ayu; Hasibuan, Shinta Yuliana; Bertylia, Bertylia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2345

Abstract

Background: Patients with mental disorders such as schizophrenia need family support in home care to reduce relapse and help patients return to productivity. Based on the results of a nursing assessment conducted to patients in the inpatient room of a special hospital in Western Indonesia, the causes of patient relapse include drug withdrawal and psychological stressors. The purpose of this community service is to provide psychoeducation for the patient's family to increase knowledge about how to care for patients with schizophrenia while at home so that they can be more productive and reduce relapse.Methods: This community service was carried out in the form of education and discussion in groups. Participants were families of patients admitted to one of the inpatient units of a regional special hospital with a medical diagnosis of schizophrenia and a problem of violent behavior. A pre and post-test was conducted to determine the level of family knowledge in caring for patients. Family psychoeducation was provided by a psychiatric nurse specialist in the patient's family group. Results: After being given family psychoeducation, it was found that there was an increase in the average family knowledge about how to care for patients with schizophrenia with risk problems for violent behavior. The majority of families said this activity was very useful because they could share experiences in caring for their sick family members, and provide mutual support between families.Recommendation: This activity is expected to form a family support group for patients with schizophrenia and become a medium for exchanging experiences and information about patient care.
Gambaran Kelengkapan Pendokumentasian Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) oleh Perawat Enabella, Anindi Tri; Lestari, Aurelia; Noviana Elika, Yolanda; Ayu Florensa, Maria Veronika; Kasenda, Edson
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 8 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jpi.v8i2.3013

Abstract

Background: Cyberbullying is bullying conducted through social media. It’s usually experienced by early adults (18-25 years old) who are active in using the internet. Cyberbullying can change their well-being, specially psychological well-being. The aims of study is to identify relationship between cyberbullying and psychological well-being in early adults in Tangerang Regency. Methodology: This quantitative study used cross-sectional approach. The sample was calculated using Slovin formula and obtained 217 respondents which use convenience sampling technique. This study used two instruments which is Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument and Psychological Well-being Scale questionnaires. The instruments in the study used valid and reliable Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument and Psychological Well-being Scale questionnaires. Data collection was carried out from February 2023 to April 2023 using an online questionnaire. The data obtained were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the Gamma correlation statistical test. The results showed that the level of cyber bullying in early adults in Tangerang Regency was in the low category 64.5%, medium 29.5% and high 6%, then the level of psychological well-being was in the low category 28.6%, medium 22.1% and high 49.3%. There is a significant relationship (p<0.001) between cyberbullying and psychological well-being in early adulthood in Tangerang Regency. Suggestion: Collaboration between nurse educators and community nurses utilizing technological advances and social media is needed to increase socialization about cyberbullying prevention and management for victims that are easily accessible to the community. Support from the government is needed so that this health promotion innovation can reach all regions in Indonesia.   Keywords: Cyberbullying, psychological well-being, early adulthood.
The Relationship Between Coping Mechanisms With Learning Motivation of Nursing Students At A Private University In Tangerang Indah Permatasari Meha; Junita Padandi; Laura Naomi Siagian; Maria Veronika Ayu Florensa; Mega Tri Anggraini
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S2 (2022): Suplement 2
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.815 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS2.1418

Abstract

Introduction: Students are easy and risky to face stress, so they must have a good coping mechanism to deal with it. Adaptive coping mechanism has a role in motivating their study process. An initial survey of 32 students have, 25% mild stress, 40% moderate and 35% severe. The causes of stress from academic 56% and non-academic 44%. Motivation to learn from internal 34% and external factors 66%, coping mechanisms 66% of them trying to solve any problems they face and 34% just focus on problems. Purpose: To see the relationship between coping mechanisms and learning motivation of nursing students at a Private University in Tangerang. Methodology: The sample of this study amount 294 with purposing sampling, the method uses descriptive correlational. The validated Indonesian version of the Brief Cope Scale and Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) was used. The result of data analysis with univariate and bivariate analysis. Findings: The results of data of Spearman Rank test obtained p value = 0,636 more than 0,05 indicates that is no significant relationship between coping mechanisms and learning motivation. Originality/ Value/ Implication: This research shows no relationship between coping mechanisms with learning motivation. Students should have a good coping mechanism to manage their stress when face the learning process in Collages.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mencegah Faktor Risiko Diabetes Mellitus Manik, Marisa; Sitorus, Fiolenty; Florensa, Maria Veronika Ayu; Siregar, Deborah; Pailak, Herman; Sinaga, Chriska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15006

Abstract

ABSTRAK Diabetes melitus adalah gangguan metabolik kronis dan saat ini menjadi beban dalam sistem layanan kesehatan. Pendekatan multifaset diperlukan dalam pencegahan dan penanganan diabetes. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang memungkinkan masyarakat untuk meningkatkan kontrol atas kehidupan mereka. Adanya pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu mengatasi faktor risiko diabetes terutama faktor yang dapat dimodifikasi seperti diet, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol. Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan status kesehatan peserta didik meliputi Indeks Massa Tubuh (IMT), tekanan darah, dan kadar glukosa darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol, serta memberdayakan komunitas dengan meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan mengenai faktor risiko dan pencegahan diabetes. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan pada 10 Maret 2024. Metode pembelajaran adalah ceramah, diskusi, demonstrasi dan return-demonstration. Media pembelajaran yang digunakan adalah PowerPoint dan alat peraga berupa kertas koran. Hasil dari kegiatan ini adalah mayoritas peserta memiliki IMT normal (41,71%) dan 35,58% mengalami overweight serta obesitas sebanyak 17,17%. Mayoritas peserta memiliki tekanan darah normal (60,73%), namun terdapat kasus pra-hipertensi dan hipertensi. Selain itu, mayoritas peserta memiliki kadar glukosa darah (52,14%) dan kadar kolesterol (69,32%) yang tidak normal. Intervensi kesehatan diperlukan untuk mengelola faktor risiko ini dengan pemberdayaan masyarakat dalam memodifikasi gaya hidup, melakukan pendidikan kesehatan secara berkelanjutan kepada masyarakat dan pemantauan rutin. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pendidikan Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat  ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder and currently imposes a burden on the healthcare system. A multifaceted approach is needed to prevent and treat diabetes. Community empowerment is a process that enables people to increase control over their lives. Empowering the community is expected to help overcome diabetes risk factors, especially modifiable factors such as diet, physical activity, smoking habits, and alcohol consumption. This activity aimed to describe the health status, including BMI, blood pressure, blood glucose levels, uric acid, and cholesterol, and empowering the community by increasing knowledge through health education regarding risk factors and prevention of diabetes. This activity was conducted on March 10, 2024. The learning methods included lectures, discussions, demonstrations, and return-demonstrations. The learning media used were PowerPoint presentations and teaching aids in the form of newspapers. The results of this activity showed that the majority had a normal BMI (41.71%), while others were overweight (35.58%) or obese (17.17%). Most had normal blood pressure (60.73%), but some cases of pre-hypertension and hypertension were observed. Most had abnormal blood glucose levels (52.14%) and cholesterol levels (69.32%). Health interventions are needed to manage these risk factors through community empowerment, ongoing health education, regular monitoring, and lifestyle modifications. Keywords: Diabetes Mellitus, Community Empowerment, Health Education
Hubungan Self-Compassion dengan Support System Pada Perawat Niat Zai, Happy My Angel; Jufitri Syukur Laoli; Marpaung, Kristin Patricia; Florensa, Maria Veronika Ayu; Barus, Novita Susilawati
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.706

Abstract

Perawat memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam pemberian asuhan medis, tetapi juga dalam dukungan emosional dan edukasi kepada pasien, sehingga tuntutan kerja yang tinggi berpotensi meningkatkan stres dan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan support system pada perawat di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 400 perawat yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Self-Compassion Scale (SCS) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dengan analisis data berupa analisis univariat dan uji korelasi Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% perawat memiliki tingkat self-compassion tinggi dan 67,3% memiliki support system tinggi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara self-compassion dan support system (r = 0,439; p < 0,000). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat self-compassion dan support system yang tinggi, serta kedua variabel tersebut saling berhubungan secara signifikan. Hasil ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi kesejahteraan psikologis bagi perawat berbasis dukungan sosial di Rumah Sakit
Association Between Emotional Regulation and Internet Addiction in Nursing Students Ayu Julea Ketty; Jenny Deventi Kore Djami; Merci Theresiani Febrianti Tonael; Maria Veronika Ayu Florensa; Novita Susilawati Barus
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3491

Abstract

The use of the internet in higher education is very helpful for the learning process, including for nursing students. The use of the internet has increased since the Covid-19 pandemic provides both benefits and risks for students. Excessive internet use can have an impact on an individual's emotions. Objectives: This study aimed to identify the association between emotional regulation and internet addiction in nursing students. Method: the quantitative correlational design was used in this study. About 279 nursing students were obtained using the purposive sampling technique. Emotion Regulation Questionnaire (cronbach α for the suppression category 0.707 and 0.761 the reappraisal category) and Internet Addiction Test questionnaire (cronbach α 0.895)was used in study. The data were analyzed by univariate and Spearman rank-order bivariate analysis. Results: The nursing students tended to use cognitive appraisal (95.3%) and expressive suppression (87.1%) as a strategy of emotional regulation. The level of internet addiction of the students was mild (40.1%), moderate (29%) and severe (2.5%). There is no relationship between emotion regulation and internet addiction of nursing students (cognitive appraisal p=0.882; expressive suppression p=0.617). Even though the students were in mild internet addiction, they could regulate their emotion well. Conclusions Emotion regulation is not the only thing that can cause internet addiction. The ability to early recognize the symptoms of internet addiction is needed to prevent the condition becoming severe. &nbsp;
EFEKTIVITAS LIFE REVIEW THERAPY TERHADAP DEPRESI DAN KECEMASAN PADA LANSIA Veronica Paula; Maria Maxmila Yoche A; Shinta Yuliana Hasibuan; Maria Veronika Ayu Florensa; Bima Adi Saputra; Janwar Olang; Chryest Debby; Ira Dewi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2634

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan menghadapi berbagai tantangan psikologis, seperti kesepian, kehilangan peran sosial, serta gejala depresi yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Kondisi ini membutuhkan intervensi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis. Life Review Therapy (LRT) merupakan salah satu pendekatan yang efektif dalam membantu lansia merefleksikan pengalaman hidup, menemukan makna baru, serta meningkatkan harga diri dan keterhubungan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui penerapan LRT secara terstruktur. Program dilaksanakan dengan melibatkan lansia yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Intervensi dilakukan dalam beberapa sesi yang mencakup eksplorasi pengalaman masa lalu, proses refleksi, hingga penyusunan narasi kehidupan yang bermakna. Selain itu, kegiatan penunjang seperti menebak lagu-lagu lawas dan bernyanyi bersama turut diberikan untuk membangun suasana positif dan memperkuat interaksi sosial. Evaluasi dilaksanakan dengan membandingkan kondisi psikologis peserta sebelum dan sesudah program menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kesejahteraan psikologis lansia. Peserta melaporkan penurunan gejala depresi, peningkatan rasa percaya diri, serta terbentuknya keterhubungan sosial yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa LRT tidak hanya memberikan manfaat individual, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih ramah lansia. Program ini direkomendasikan untuk diperluas di komunitas lain dengan melibatkan pelatihan bagi fasilitator lokal agar keberlanjutan kegiatan tetap terjaga dan memberikan dampak jangka panjang.
Co-Authors Adventina Situngkir Alberta Adina Ndruru Anggun Sitinjak Arlan, Apolonius Ayu Julea Ketty Ballsy C. A. Pangkey Barus, Novita Susilawati Bertylia, Bertylia Bima Adi Saputra Br Surbakti, Juwita Fransiska Catharina Guinda Diannita Chryest Debby Darman Zega Dora Irene Purimahua Dora Irene Purimahua Enabella, Anindi Tri Erivita Sakti Erniyati Fangidae Eva Chris Veronica Gultom Fangidae, Erniyati Ferawati, Yenni Grace Solely Houghty Hapsari, Kristina Hasibuan, Shinta Yuliana Heni Monalita Simangunsong Indah Permatasari Meha Ira Dewi Janwar Olang Jenny Deventi Kore Djami Jessica Queentia Kaeng Jufitri Syukur Laoli Juniarta Juniarta Juniarta, Juniarta Junita Padandi Juwita Fransiska br Surbakti Kasenda, Edson Kristina Yuni Hapsari Lani Natalia Watania Laura Naomi Siagian Lestari, Aurelia Lumbantoruan, Septa Meriana Manik, Marisa Maria Maxmila Yoche A Marini Indriya Purwani Marini Indrya Purwani Marisa Junianti Manik Marpaung, Kristin Patricia Mega Tri A. S. Ningsih Mega Tri Anggraini Mega Tri Anggraini Melisa Constantine Sigarlaki Melyany, Feby Bexty Merci Theresiani Febrianti Tonael Ndruru, Grace May Anzaki Neneng Suryadinata Niat Zai, Happy My Angel Noviana Elika, Yolanda Novita Susilawati Barus Novita Susilawati Barus Pailak, Herman Paula, Veronica Prisca Adipertiwi Tahapary Purimahua, Dora Irene Shinta Yuliana Hasibuan Sinaga, Chriska Siregar, Deborah Sitorus, Fiolenty B Marulianna Susilawati Barus, Novita Telaumbanua, Gita Sonia Veronica Paula Veronica Paula Watania, Lani Natalia Westinci Waruwu Winda Silaban Winda Silaban S Zega, Windy Sapta Handayani