Claim Missing Document
Check
Articles

Bawaslu's Strategy in Increasing Community Participation: Preventive Efforts in Supervision and Prevention of Violations in the 2024 Regional Election in Surabaya Faizal Rusdi Bachtiar; Amelia Kartika Oktaviani; Muhammad Hanif Baihaqi; Hasan Ismail
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v4i3.122

Abstract

This study aims to analyze the strategy of the Surabaya City Election Supervisory Agency (Bawaslu) in increasing public participation as a preventive effort in supervising the 2024 Pilkada. Bawaslu uses a collaborative governance approach that involves non-government actors in decision-making and utilizes digital technology through the Sigaplapor platform to facilitate reporting of election violations. The use of social media and training for volunteer supervisors are also part of this strategy. The results of the study show that public participation through a collaborative approach and digital technology has succeeded in strengthening election supervision. However, there are still challenges in the form of limited digital literacy and resistance from certain political actors. This policy requires increasing digital literacy, strengthening cooperation with law enforcement, and increasing digital security to ensure the sustainability of inclusive, transparent, and accountable election supervision.
ANALISIS PENINGKATAN USAHA MIKRO KREATIF DESA BEJIJONG MELALUI PESONA WISATA BUDAYA Amelia; M. Kendry Widianto; Hasan Ismail
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 10 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v10i1.3550

Abstract

This study aims to analyze cultural-based tourism development strategies as an effort to enhance creative micro-enterprises in Bejijong Village, Trowulan District, Mojokerto Regency. The village possesses rich cultural and historical heritage from the Majapahit Kingdom, which serves as the main attraction for cultural tourism, including sites such as Brahu Temple, Siti Inggil Hermitage, and the Sleeping Buddha Statue. This research employs a qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation techniques, with data analyzed through the SWOT method. The results indicate that cultural tourism development has a significant impact on local economic growth through the formation of a culture-based MSME ecosystem. Development strategies that are rooted in local potential and cultural wisdom values encourage active community participation in environmental preservation, social empowerment, and income improvement. The SWOT analysis places Bejijong Village in an aggressive strategy position, meaning it can maximize internal strengths and external opportunities to promote sustainable growth. These findings highlight the importance of integrating cultural preservation with the strengthening of the local economy in the development of cultural tourism villages.
Implikasi Ekonomi Politik dari Kebijakan Kendaraan Listrik: Sebuah Analisis Bibliometrik Achluddin Ibnu Rochim; Ghulam Maulana Ilman; Hasan Ismail
Society Vol 13 No 1 (2025): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v13i1.772

Abstract

This article examines the current landscape of research on electric vehicle (EV) policy, emphasizing the critical yet underexplored role of political economy. While existing studies predominantly focus on infrastructure development, sustainability, and subsidy policies, there is a notable lack of attention to the political dynamics and economic influences that shape EV initiatives. This study investigates the implications of EV policies through a bibliometric analysis, utilizing tools such as VOSviewer to map and analyze academic literature on the topic. It provides a comprehensive overview of key themes, including highly cited research, author contributions, country-level outputs, institutional engagement, and network analyses such as co-citation, bibliographic coupling, and keyword co-occurrence. The study also highlights the countries that have significantly contributed to the field. Findings reveal that integrating political economy perspectives is essential for developing comprehensive and equitable EV policies that address the diverse needs of stakeholders. Ultimately, this article calls for a more holistic approach to EV research, advocating a deeper exploration of the interplay between political and economic forces to enhance the effectiveness and inclusivity of electric mobility initiatives. This study contributes to the growing body of knowledge on EV policy frameworks by offering insights into the complex dynamics of political economy, thereby informing policymakers and researchers seeking to navigate the challenges of sustainable mobility transitions.
IMPLEMENTASI PROGRAM RUMAH ILMU AREK SUROBOYO DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN DI SURABAYA Rischa Yuliani Dwi Pratiwi; M. Kendry Widiyanto; Hasan Ismail
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 6 No. 03 (2026): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v6i03.2792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pendidikan berbasis asrama di Rumah Ilmu Arek Suroboyo (RIAS) dalam mendukung pengembangan anak asuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka implementasi kebijakan menurut Mazmanian dan Sabatier yang meliputi kesesuaian keluaran dengan kelompok sasaran, dampak aktual keluaran kebijakan, dampak yang diperkirakan, serta perbaikan peraturan atau kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program RIAS telah berjalan cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan anak asuh, terutama dalam aspek pendidikan, pembentukan karakter, dan kedisiplinan melalui sistem pembinaan berbasis asrama. Dampak aktual program terlihat pada perubahan perilaku anak yang lebih disiplin, peningkatan kemampuan akademik, serta berkembangnya kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, program ini juga memiliki potensi dampak jangka panjang berupa terbentuknya karakter yang kuat, kemampuan dasar pendidikan yang memadai, serta keterampilan yang mendukung masa depan anak. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala dalam aspek tata kelola, seperti mekanisme pelaporan yang belum optimal, komunikasi internal yang perlu diperkuat, serta belum tersusunnya standar operasional prosedur secara sistematis. Oleh karena itu, diperlukan penyempurnaan kebijakan internal, peningkatan kualitas pendampingan, serta evaluasi program secara berkelanjutan agar implementasi program RIAS dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan dalam mendukung pengembangan anak asuh.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN PMI BERMASALAH (PERLEVA) DI UPTP2TK JAWA TIMUR Raga Cahya Putra; Supri Hartono; Hasan Ismail
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 6 No. 03 (2026): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v6i03.2833

Abstract

Jawa Timur merupakan provinsi penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Indonesia, sekaligus mencatatkan angka pengaduan PMI yang cukup tinggi dengan 190 kasus pada tahun 2024. Kondisi ini menempatkan UPTP2TK Jawa Timur pada posisi strategis sebagai pelaksana Program PERLEVA (Pemberdayaan dan Perlindungan PMI Bermasalah). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Program PERLEVA di UPTP2TK Jawa Timur serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan Model Implementasi Kebijakan Winter (2012) yang mencakup tiga dimensi, yaitu perilaku hubungan antar organisasi, perilaku birokrasi garis depan, dan perilaku kelompok sasaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PERLEVA berjalan cukup efektif ditopang oleh kerangka regulasi yang kuat (UU No. 18 Tahun 2017, Perda Jawa Timur No. 2 Tahun 2022, dan Pergub No. 62 Tahun 2018), komitmen tinggi pelaksana yang bersedia melayani 24 jam, serta respons positif dari kelompok sasaran. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia pada Seksi PERLEVA, kesenjangan pelatihan antara ASN dan non-ASN, keterbatasan anggaran untuk kasus darurat, serta variasi kemampuan administrasi keluarga PMI. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi PERLEVA sangat bergantung pada komitmen pelaksana lapangan yang mampu mengompensasi keterbatasan struktural yang ada.
KOLABORASI LINTAS SEKTOR DAN TATA KELOLA AIR LIMBAH BERBASIS MULTI LEVEL GOVERNANCE DI KECAMATAN DRIYOREJO GRESIK Irma Irfiyanti; Rachmawati Novaria; Hasan Ismail
JURNAL KATARSIS Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Katarsis
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/kts.v3i2.1043

Abstract

The problem of wastewater management in Gresik Regency reveals a gap between rising economic activity and effective environmental governance capacity. Low Water Quality Index data indicate that cross‑actor coordination has not yet significantly improved water quality. This study aims to analyse wastewater management in Driyorejo District through the Multi Level Governance framework by mapping actor roles and identifying the extent to which the four MLG indicators are reflected in practice. A qualitative descriptive approach was employed, using in‑depth interviews, observation, and documentation involving the Environmental Agency, sub‑district government, catering business actors, community members, and an environmental activist as a balancing informant. Data were analysed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, display, and conclusion drawing. The findings show that the four MLG indicators are formally present through role distribution, simple coordination, and daily waste management practices. However, evidence regarding supervisory effectiveness, system resilience under pressure, and direct impact on water quality improvement remains very limited. The harmonious narratives recorded have not revealed potential friction or power imbalances among actors. The study concludes that wastewater management at the research site exhibits an MLG framework at a surface level but cannot yet be claimed as an effective governance system. Its contribution lies in providing an initial actor map while emphasising the need for objective environmental performance measurement and power dynamics analysis in local‑level MLG research.
Studi Komparatif pada Pengembangan Potensi Desa Wisata Semen dan Desa Wisata Serang Kabupaten Blitar Nabilla Syahda Rahmawati; Rachmawati Novaria; Hasan Ismail
PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif) Vol. 3 No. 2 (2026): PANUNTUN (Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif)
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/2kdsqv48

Abstract

This study is motivated by differences in tourism village development patterns in Blitar Regency, particularly between Semen Tourism Village, which is based on mountain ecotourism, and Serang Tourism Village, which is based on coastal tourism. These differences indicate variations in the implementation of the 6A concept (Buhalis, 2000), which has not yet been fully integrated within community-based destination management. The aim of this study is to analyze and compare tourism village development based on the six components of 6A, namely attraction, amenities, accessibility, activities, ancillary services, and available package. This research uses a qualitative approach with a descriptive comparative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that Semen Tourism Village is more focused on ecotourism, educational activities, and integrated nature-based tourism packages, while Serang Tourism Village emphasizes family recreation, cultural events, and coastal attractions. In terms of facilities, accessibility, supporting services, and tourism packages, both villages show different levels of development that complement each other based on local potential. The implementation of the 6A concept in both tourism villages has been carried out, but with different development orientations according to local characteristics. Semen Village tends to be education and ecology oriented, while Serang Village is more focused on recreational and family-based tourism experiences.
Analisis Location Quotient dan Shift Share dalam Perumusan Prioritas Kebijakan Pembangunan Daerah di Kabupaten Sidoarjo Hasan Ismail; Eddy Wahyudi; Rohani Septya Triningsih; Anggraeny Puspitaningtyas
Jurnal Mediasosian : Jurnal Ilmu Sosial dan Administrasi Negara Vol 10 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/mediasosian.v10i1.6896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prioritas kebijakan pembangunan ekonomi daerah berdasarkan pendekatan Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS). Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah penyangga metropolitan Gerbangkertosusila menunjukkan kinerja ekonomi relatif tinggi dengan pertumbuhan 5,54% pada tahun 2024, meskipun melambat dibanding 2023 (6,16%). Persentase penduduk miskin menurun dari 5,00% menjadi 4,53%, namun Indeks Keparahan Kemiskinan meningkat dari 0,16 menjadi 0,18, yang mengindikasikan konsentrasi beban ekonomi pada kelompok termiskin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) periode 2020–2024 serta analisis LQ dan SS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan merupakan sektor basis terkuat (LQ = 3,10), diikuti pengadaan listrik dan gas (2,99) serta industri pengolahan (1,73). Analisis Shift Share menegaskan industri pengolahan sebagai sektor paling kompetitif, sedangkan sektor pertambangan menunjukkan tren negatif. Berdasarkan analisis gabungan LQ-SS, prioritas kebijakan diarahkan pada percepatan investasi dan perbaikan logistik dalam jangka pendek, penguatan sektor listrik dan gas dalam jangka menengah, serta diversifikasi ekonomi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Institutional Analysis and Development Pada Kebijakan Pupuk Bersubsidi: Studi Penyusunan RDKK di Kabupaten Bojonegoro Hasan Ismail; Achluddin Ibnu Rochim; Na’sha Presly Caurelysia; Cindy Karunia Pratama Putri
Transparansi : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Vol. 8 No. 2: Desember 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31334/transparansi.v8i2.4733

Abstract

(Institutional Analysis and Development in Subsidized Fertilizer Policy: A Study of RDKK Preparation in Bojonegoro Regency) Penelitian ini membahas implementasi kebijakan pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro dengan fokus pada proses penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebagai tahap krusial dalam menentukan akurasi distribusi pupuk kepada petani. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan mengunakan Model Institutional Analysis and Development sebagai pisau analisi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat antusiasme tinggi dari petani terhadap program subsidi, proses penyusunan RDKK masih menghadapi berbagai tantangan struktural dan administratif. Hambatan tersebut meliputi rendahnya tingkat pendidikan petani, usia lanjut, ketidaktahuan dalam pengisian formulir, serta keterbatasan jumlah penyuluh pertanian yang menyebabkan ketergantungan tinggi dan beban kerja berlebih. Selain itu, integrasi data kependudukan yang buruk antarinstansi menyebabkan banyak petani gagal terdaftar dalam sistem E-RDKK, sehingga tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi. Ketimpangan data ini berimplikasi pada ketidaktepatan perencanaan dan alokasi pupuk, yang dapat memicu konflik sosial di tingkat lokal. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan integrasi sistem E-RDKK, peningkatan jumlah penyuluh secara porposional dan peningkatan kapasitas petani. Abstract This study examines the implementation of the subsidized fertilizer policy in Bojonegoro Regency, with a particular focus on the preparation process of  the Definitive Plan for Group Needs (RDKK) as a crucial stage in ensuring the accuracy of fertilizer distribution to farmers. Employing a qualitative approach, the research utilizes Institutional Analysis and Development as an analytical lens. The findings reveal that despite high enthusiasm among farmers for the subsidy program, the RDKK formulation process continues to face numerous structural and administrative challenges. These include low levels of education among farmers, advanced age, limited knowledge in completing required forms, and an insufficient number of agricultural extension officers, resulting in high dependency and excessive workloads. Furthermore, the poor integration of population data across government institutions has led to the exclusion of many eligible farmers from the E-RDKK system, preventing them from receiving subsidized fertilizer allocations. This data inconsistency undermines planning accuracy and allocation fairness, potentially triggering local-level social conflicts. Therefore, improvements are needed in the integration of the E-RDKK system, proportional increases in the number of agricultural extension officers, and capacity-building initiatives for farmers.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS MASYARAKAT COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATA DESA CANDI PARI KECAMATAN PORONG KABUPATEN SIDOARJO Khofifah Andhiatama Ramadhani; M. Kendry Widiyanto; Hasan Ismail
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 5 No. 06 (2025): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v5i06.2539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program pengembangan Community Based Tourism di Kabupaten Sidoarjo serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan program pengembangan Wisata Candi Pari di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, yang berdasarkan 5 Aspek Dimensi menurut teori Suansri (2003). Lima aspek dimensi ini terdiri dari Dimensi Ekonomi, Dimensi Sosial, Dimensi Lingkungan, Dimensi Budaya, Dimensi Politik. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kualitatif, dengan menggabungkan sumber data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui teknik pengumpulan seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul akan dianalisis melalui tahap pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menujukan bahwa pengembangan Community Based Tourism (CBT) tentang penyelenggaraan kepariwisataan sebagai upaya pengembangan sektor wisata di Kabupaten Sidoarjo telah berjalan dengan cukup baik. Pengembangan tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan, seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, perbaikan fasilitas pariwisata Candi Pari, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan potensi destinasi pariwisata untuk peningkatan ekonomi dengan cara berjualan oleh-oleh khas Candi Pari di daerah tersebut. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diatasi guna meningkatkan efektivitas dan dampak positif dari pengembangan tersebut. Hal ini termasuk kesenjangan dalam distribusi manfaat, perlunya pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, dan peningkatan responsivitas pengembangan terhadap perubahan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa sementara pengembangan sektor wisata Candi Pari di Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo telah mencapai beberapa keberhasilan, masih ada ruang untuk perbaikan. Dengan mengatasi hambatan-hambatan ini dan terus melakukan evaluasi serta penyesuaian sesuai dengan dinamika dan kebutuhan yang berkembang, diharapkan pengembangan ini dapat memberikan dampak yang lebih besar dan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata di Desa Candi Pari Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo.
Co-Authors Achluddin Ibnu Rochim Achluddin Ibnu Rochim Ahmad Bayu Dwi Rahman Alif Maulana Izdihar Amelia Amelia Amelia Kartika Oktaviani Anggraeny Puspaningtyas Anggraeny Puspitaningtyas Angrraeny Puspaningtyas Anisatul Septian Ika Candra Arinda Dias Fidiyanti Astrid Eka Wahyu Cahya Megananda Camelle Aqila Catur Ajeng Kartika Catur Ajeng Kartika Ria Cindy Karunia Pratama Putri D. Jupriono, D. Dhivia Diar Farrell Aura Diffa Adristi Efelian Feblianto Eddy Wahyudi Faizal Rusdi Bachtiar Febry Permata Putri, Grace Ferdinand Daniel Henriquez Gerry Wahyu Berlia Gerry Wahyu Berlia Ghulam Maulana Ilman Grace Febry Permata Putri Hartono, Supri ibnu rochim, Achluddin Ima Nur Rosyida Indah Murti, Indah Irma Irfiyanti Kamalya Gavra Jacinda Kendry Widiyanto, M. Kendry Widyanto Khofifah Andhiatama Ramadhani Kurnia Sri Dewi M Kendry Widiyanto M. Kendry Widianto M. Kendry Widianto M. Kendry Widiyanto M. Kendry Widiyanto Maharani Devi, Sefty Moh. Dey Prayogo Muhammad Hanif Baihaqi Nabila Aulia Ayu Rahmatika Nabila, Balqis Nabilla Syahda Rahmawati Na’sha Presly Caurelysia NURUL QOMARIYATUN ZULFAH Nurul Qomariyatun Zulfah Putri Dwi Cahyani Qurnia Annashrida Rachmawati Novaria Raga Cahya Putra Reza Maharani Putri Tizaka Ridha Hastika Rischa Yuliani Dwi Pratiwi Rohani Septya Triningsih Salsabilla Peggy Ariesta Saskia Nisa Setiaatmitha Shafa Jihan Anjani Tamahdur Jahro Fajariyyah Tariza Noviranti Muhaling Thomas Syahrudin Fransetio Tria Febyana Vallencia Regita Virda Devy Dwi Alviyanti Wahyudi Wahyudi Yuriza Fauziah Sembiring Yusuf Hariyoko Zacky Aqshal Dhamara Putra