Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGEMBANGAN PRODUK PRALINE APEL UNTUK MENDUKUNG PROGRAM ONE VILLAGE ONE PRODUCT DI KECAMATAN BUMIAJI, BATU Ikasari, Dhita Morita; Silalahi, Rizky Luthfian Ramadhan; Dewi, Ika Atsari; Kurniawan, Miftakhurrizal; Lestari, Endah Rahayu; Rohmah, Wendra Gandhatyasri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.058 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.01.1

Abstract

ABSTRAKDesa Bumiaji merupakan salah satu daerah di Kota Batu yang menghasilkan buah apel dan sangat potensial untuk dikembangkan konsep One Village One Product (OVOP). OVOP merupakan suatu pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global, dengan tetap memiliki ciri khas keunikan karakteristik dari daerah tersebut. Produk yang dihasilkan adalah produk yang memanfaatkan sumber daya lokal. Oleh karena itu, Koperasi Usaha Bersama (KUB) Bumiaji ingin mengembangkan produk praline apel sebagai upaya pengembangan potensi Desa Bumiaji yang sesuai dengan konsep OVOP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk praline apel yang akan dikembangkan oleh KUB Bumiaji. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut produk yang paling diinginkan oleh konsumen terhadap produk praline apel adalah keamanan dan jaminan halal produk praline apel. ABSTRACTBumiaji Village is an area in Batu which produces apples and has high potential for developing concept of One Village One Product (OVOP). OVOP is a potential approach for developing area in aregion to produce a product that can compete in the global market, while still having a unique characteristic of the area. The product of this program is a product that utilizes local resources. Therefore, Koperasi Usaha Bersama (KUB) Bumiaji intends to develop the apple praline product as the potential development for Bumiaji Village that accordance with the concept of OVOP. The purpose of this study is to obtain information about what the consumer desires and needs related to the apple praline product that will be developed by KUB Bumiaji. The method used in this research is Quality Function Deployment (QFD). The results show that the most desirable product attributes by the consumers about the apple praline product are safety and halal product guarantee of the apple praline.
Peramalan Pemintaan Produk Keripik Tempe CV Aneka Rasa Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Indah Putri Hariati; Panji Deoranto; Ika Atsari Dewi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.722 KB)

Abstract

Peramalan permintaan merupakan tingkat permintaan produk yang diharapkan akan terealisir pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan meramalkan permintaan CV Aneka Rasa menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan. Jaringan Syaraf Tiruan (JST) merupakan metode peramalan permintaan yang sering digunakan oleh perusahaan agar permintaan konsumen dapat terpenuhi. Pengolahan data untuk metode JST dimulai dengan merancang arsitektur jaringan, penggunaan algoritma pembelajaran Backpropagation, pengujian dan pengolahan data menggunakan software. Penerapan metode JST untuk peramalan permintaan keripik tempe rasa daun jeruk dengan menggunakan algoritma Backpropagation, arsitektur Multi Layer Network menghasilkan arsitektur jaringan terbaik yaitu 2-4-1 (2 neuron input, 4 neuron hidden layer, dan 1 neuron output). Jaringan ini memiliki nilai Mean Square Error (MSE) terkecil sebesar 0,0047651 dengan koefisien korelasi 0,9572 dan gradien sebesar 0,9756 yang artinya output sama dengan target, sedangkan koefisien determinasi sebesar 92,62% artinya bahwa output sudah mampu mewakili target sebesar 92,62%. Hasil peramalan untuk bulan Januari-Desember 2012 yaitu 16.276, 16.425, 16.620, 16.696, 16.809, 16.735, 16.763, 16.855, 16.956, 17.074, 17.189 dan 17.254 kemasan.Kata Kunci: Peramalan Permintaan, Jaringan Syaraf Tiruan, Keripik Tempe
Penilaian Kinerja Supplier Kemasan Produk “Fruit Tea” Menggunakan Metode FANP (Studi Kasus di SInar Sosro Gresik) Silvia Paramita; Usman Effendi; Ika Atsari Dewi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.995 KB)

Abstract

Abstrak Supplier merupakan salah satu bagian supply chain yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup suatu pabrik. Pemilihan supplier yang tidak tepat dapat mengganggu kegiatan operational perusahaan, sedangkan pemilihan supplier yang tepat akan meminimalkan biaya pembelian, meningkatkan daya saing pasar dan kepuasan pengguna akhir. PT Sinar Sosro Gresik mengalami permasalahan terkait dengan supplier yaitu adanya ketidakstabilan kinerja yang ditunjukkan dengan ketidaksesuaian jadwal pengiriman dan kualitas. Permasalahan ini terjadi terutama pada supplier karton FTE, botol PET dan tutup botol. Penilaian kinerja supplier penting dilakukan di PT Sinar Sosro Gresik agar kinerja supplier dapat dikontrol dan ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menentukan bobot kriteria penilaian kinerja supplier dan mendapatkan peringkat kinerja supplier menggunakan metode Fuzzy Analytic Network Process. Kriteria penilaian kinerja dilakukan dengan pendekatan Dickson’s vendor selection criteria yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan meliputi kriteria quality, delivery, flexibility, responsiveness, price, sistem komunikasi dan manufacture. Hasil penilaian didapatkan kriteria price sebagai prioritas tertinggi dengan bobot 0,2683. Peringkat kinerja tertinggi supplier karton FTE, supplier botol PET dan supplier tutup botol adalah PT K2, PT B1 dan PT T1.Kata Kunci: SCM, purchasing, kriteria Dickson’s, FANPAbstract Supplier is one of important part in supply chain. Selecting inappropriate suppliers can disturb the manufacture operational’s activity, whereas selecting the appropriate one can reduce the purchasing cost, improves competitiveness of the market and the satisfaction of end-user product. PT Sinar Sosro Gresik faces some problem about instability suppliers performance showed by inexpediency delivery and quality. This problem occurs especially in suppliers of carton FTE, PET bottle and bottle cap. Assesment performance of suppliers is important so that performance of suppliers can be controlled and improved. The purpose of this research is to identify and determine the weight of the criteria in suppliers assessment performance and attain suppliers performance rank using Fuzzy Analytic Network Process method. The criteria of assesment performance is did by Dickson’s vendor selection criteria approach that is adjusted with manufacture’s condition include some criteria such as quality, delivery, flexibility, responsiveness, price, communication system and manufacture. The assesment result is price as highest priority criteria with of weight 0,2683. The highest performance rank in carton FTE, PET bottle and bottle cup suppliers are PT K2, PT B1 and PT T1.Keywords: SCM, purchasing, Dickson’s criteria, FANP
Ekstraksi Minyak Melati (Jasminum sambac) (Kajian Jenis Pelarut dan Lama Ekstraksi) Nur Hidayat; Ika Atsari Dewi; Danis Alfiana Hardani
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.846 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan lama ekstraksi terhadap rendemen dan mutu minyak melati. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor yaitu jenis pelarut dan lama ekstraksi. Masing-masing faktor terdiri dari 3 level dan 2 level dengan 3 kali ulangan, sehingga didapatkan total 18 satuan percobaan. Pelarut yang digunakan yaitu petroleum eter dan heksan. Lama ekstraksi yang digunakan yaitu 3 jam, 4 jam, dan 5 jam. Hasil penelitian diperoleh rendemen yang dihasilkan menggunakan pelarut petroleum eter dan pelarut heksan berbeda nyata. Rerata rendemen pelarut petroleum eter 8,10% sedangkan pelarut heksan 5,48%. Lama ekstraksi berpengaruh nyata pada ekstraksi 3 jam, 4 jam dan 5 jam. Indeks bias minyak melati hasil ektraksi adalah 1,459 – 1,475. Jumlah rendemen dan indeks bias terbaik menggunakan pelarut petroleum eter dan lama ekstraksi 5 jam menghasilkan rendemen melati absolute sebesar 0,18%. Nilai indeks bias yang dihasilkan dari penelitian yaitu 1,479 0Brix serta kandungan benzyl acetate dan linalool masing-masing 15,78% dan 6,10%.Kata Kunci: Heksan, Petroleum Eter, Ekstraksi Pelarut, Minyak AtsiriAbstrack The objective of this research was to determine the effect of different solvents and extraction duration on yield and quality of jasmine oil. This study used a randomized block design with 2 factors that was type of solvent and extraction duration. Each factor consists of 3 levels and 2 levels with 3 replications, so we get a total of 18 experimental units. Solvents used were petroleum ether and hexane. Extraction duration used was 3 hours, 4 hours, and 5 hours. The results obtained yield produced using petroleum ether and hexane was significantly different. The mean yield of petroleum ether was 8.10% while hexane was 5.48%. Extraction duration had significant effect to yield of 3 hours, 4 hours and 5 hours. The result of jasmine oil refractive index was 1.459 to 1.475. The best amount of yield and refractive index was using petroleum ether solvent and 5 hours extraction produced 0.18% yield of jasmine absolute. The result value of refractive index was 1.479 Brix and the content of benzyl acetate and linalool each 15.78% and 6.10%.Key Words: Hexane, Petroleum Ether, Solvent Extraction, Essential Oil
ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PUREE MANGGA PODANG URANG PADA SKALA INDUSTRI KECIL MENENGAH (STUDI KASUS PADA IKM KELOMPOK WANITA TANI BUDIDAYA TIRON MAKMUR BANYAKAN, KEDIRI) Lutfiana Mutmainnah; Usman Effendi; Ika Atsari Dewi
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.922 KB)

Abstract

Abstrak Mangga podang urang merupakan komoditas utama di Kabupaten Kediri. Ketersedian bahan baku untuk pembuatan produk berbasis mangga podang urang tidak tersedia sepanjang tahun. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah mengolahnya menjadi puree mangga podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Budidaya memproduksi puree mangga podang urang sebagai produk antara untuk memenuhi kebutuhan bahan baku mangga podang urang diluar masa panen. Diperlukan analisis kelayakan teknis dan finansial untuk mengupayakan keberhasilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teknis pembuatan puree mangga podang urang layak untuk dilakukan. Pemanfaatan satu mesin untuk dua proses produksi menyebabkan terjadinya bottleneck dan kualitas bahan baku menurun sehingga ditambahkan usulan perbaikan berupa penambahan mesin pencampur. Kapasitas produksi puree mangga podang urang direncanakan sebesar 210 kg/hari atau 139 unit @ 1 kg. HPP usulan perbaikan Rp9.900,00 harga jual per unit Rp12.200,00. BEP unit usulan perbaikan 8.074 unit atau Rp98.358.400,00. R/C ratio usulan perbaikan 1.24, NPV usulan perbaikan Rp29.179.600,00. IRR usulan perbaikan 22.2%. Payback period usulan perbaikan 3 tahun 1 bulan. Incremental IRR lebih besar dari suku bunga yaitu 75.9%. Pengembangan usaha produksi puree mangga podang urang layak untuk dilakukan.Kata kunci: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mesin PencampurAbstract Mango podang urang is the main commodity in Kediri Regency. The availability of raw materials for the manufacture of mango-based podang urang products is not available throughout the year. One alternative to overcome the problem is to process it into puree mango podang urang. Kelompok Wanita Tani (KWT) Cultivation produces puree mango podang urang as intermediate product to meet raw material requirement of mangoes urang podang outside harvest period. Technical and financial feasibility analysis is required to pursue that success. The results showed that technical analysis of puree mango podang urang was feasible to be done. Utilization of one machine for two production process causing bottleneck and quality of raw material decrease so that added suggestion of improvement in the form of addition of mixing machine. Production capacity of puree mango podang urang is planned to be 210 kg / day or 139 units @ 1 kg. HPP proposed repair Rp9.900,00 selling price per unit Rp12.200,00. BEP proposed repair unit 8,074 units or Rp98,358,400.00. R / C ratio proposed improvement 1.24, NPV proposed repair Rp29.179.600,00. IRR proposed improvement of 22.2%. Payback period proposal improvement 3 years 1 month. Incremental IRR is greater than the interest rate of 75.9%. Development of production business puree mango podang urang feasible to do.Keywords: Internal Rate Return (IRR), Incremental, Mixing machine
PENILAIAN RANCANGAN KEMASAN BAKPIA BERBENTUK RANTANG MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Ika Atsari Dewi; Cahyo Wibowo; Sucipto Sucipto
AGROINTEK Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v13i1.4456

Abstract

Bakpia is one food product that uses duplex cardboard as packaging material. Buying bakpia both in a small or big amount of packages need secondary packaging such as plastic bags and cardboards. “Rantang”-shaped packaging is designed to get practical, enviromental friendly, and attractive packaging. The objective of this research is to find out the importance level of customer attribute (Whats) against “rantang”-shaped packaging and to find out the technical responses that must be carried out by a manufacturer in order the packaging design is accepted by consumers. QFD method is used to find out consumers’ needs and desires as well as to systematically evaluate packaging capabilities sampled from 30 respondents. QFD method comprises of 7 phases, namely, collecting consumer voice, organizing House of Quality (HoQ), creating technical response, determining the technical response relationship to consumer needs, determining technical relations, benchmarking, and target. Results show the highest scores for importance level of consumer attribute go to packaging shape and packaging design with Importance to customer score of 4,67 dan 4,43 which are above average. Manufacturers should pay more attention to visual packaging design, packaging convenience while carrying, practical, varius number of stack, maximum limit of stack, appropriate cardboard, and precise packaging size as technical responses.
KOKEDAMA Sebagai Inovasi Produk Jual Tanaman Hias Daun di Desa Wisata Sidomulyo, Kota Batu Sisca Fajriani; Siti Asmaul Mustaniroh; Ika Atsari Dewi; Aris Subagiyo
TRI DHARMA MANDIRI: Diseminasi dan Hilirisasi Riset kepada Masyarakat (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : JTRIDHARMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.899 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2021.001.01.27

Abstract

Desa wisata bunga Sidomulyo, kota Batu merupakan salah satu destinasi desa wisata yang dikembangkan di Jawa Timur. Petani bunga desa Sidomulyo berhasil mengangkat kearifan lokal melalui pemanfaatan iklim dengan mengembangkan dan menjual berbagai macam tanaman hias daun. Tanaman hias akhirnya menjadi ikon wisata di desa Sidomulyo. Data pemerintah desa menunjukkan bahwa 85% masyarakat desa Sidomulyo bermata pencaharian sebagai petani tanaman hias. Masyarakat memanfaatkan tanah desa, tanah milik pribadi dan juga pekarangan rumah untuk budidaya tanaman hias. Kunjungan wisatawan ke kota Batu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada kurun waktu tahun 2016-2017 terjadi peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebesar 12%, namun peningkatan kunjungan belum dirasakan sepenuhnya oleh petani bunga di desa Sidomulyo. Selama ini, petani hanya menjual tanaman hias daun di dalam polybag sehingga daya jualnya tidak tinggi. Pendampingan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah dengan pendampingan dalam memberikan sentuhan inovasi meningkatkan daya jual tanaman hias daun melalui teknik pembuatan kokedama. Tanaman hias daun yang dikemas dengan teknik kokedama memiliki nilai jual produk 10 kali lebih tinggi karena mempunyai tampilan yang lebih menarik. Pembuatan kokedama memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di desa Sidomulyo sehingga biaya pembuatan tidak tinggi namun dapat meningkatkan harga produk jual tanaman hias daun dan menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke desa wisata bunga Sidomulyo.
OPTIMASI PROSES DELIGNIFIKASI PELEPAH PISANG UNTUK BAHAN BAKU PEMBUATAN KERTAS SENI Ika Atsari Dewi; Azimmatul Ihwah; Hendrix Yulis Setyawan; Alfi Ayuning Nur Kurniasari; Afifah Ulfah
Sebatik Vol 23 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.883 KB)

Abstract

Kertas seni (art paper) adalah produk kertas hasil kerajinan tangan yang bertekstur kasar, serat nampak, dan warna beragam. Kertas seni juga dapat digunakan sebagai salah satu media pemanfaatan limbah pertanian berupa serat bukan kayu seperti pelepah pisang. Pelepah pisang (Musa paradisiaca) adalah bagian dari tanaman pisang yang mengandung selulosa diatas 80% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas seni. Pada proses pembuatan kertas dilakukan proses delignifikasi yang bertujuan untuk menghilangkan lignin pada bahan yang dapat menyebabkan kertas bertekstur kaku dan berwarna kecoklatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Respon Surface menggunakan software Design Expert 10.0.1 yang bertujuan untuk memperoleh perlakuan optimum proses delignifikasi pelepah pisang. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Komposit Terpusat, terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi NaOH (%) dan waktu pemasakan (menit). Kombinasi perlakuan yang dilakukan yaitu untuk konsentrasi NaOH menggunakan perlakuan 1%, 2% dan 3%, sedangkan lama waktu pemasakan menggunakan perlakuan selama 90 menit, 120 menit dan 150 menit. Titik optimum hasil delignifikasi pelepah pisang memperoleh hasil perlakuan konsentrasi NaOH 3% dan lama waktu pemasakan 128,413 menit menghasilkan kadar lignin sebesar 2,637% dan kadar selulosa sebesar 80,713 %. Berdasarkan hasil tersebut pelepah pisang dapat dijadikan kertas seni dengan proses delignifikasi untuk memutus rantai ikatan lignin sehingga dapat memperkuat ikatan pulp.
Improvement of Batik Liquid Waste Quality with IPAL Mini Technology: Case on Flower Tourism Sidomulyo Village in Batu, Indonesia Siti Asmaul Mustaniroh; Ika Atsari Dewi; Aris Subagiyo; Sisca Fajriani
Indonesian Journal of Cultural and Community Development Vol 8 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.676 KB) | DOI: 10.21070/ijccd2021690

Abstract

Sidomulyo Village, a flower tourist village, in Batu city is one tourist destination in East Java Province based on local wisdom as an icon of Agro-industrial and Agro-tourism in the development of regional tourism. The local products from Sidomulyo Tourism Village include ornamental plants, cut flowers and batik. Sidomulyo Batik UKM is a batik producer with a capacity of 20 sheets per month @ 2.25 m2 and uses manual coloring technology. So far, UKM Batik Sidomulyo has been doing the coloring process in partnership with UKM Batik in Banyuwangi and Trenggalek Regencies due to technological limitations in the processing of batik liquid waste which still contains hazardous and toxic materials so if no action is taken it can damage the ecosystem. One of the strategic solutions is the technology transfer of the mini Wastewater Treatment Plant (WWTP) which utilizes biological waste treatment technology by utilizing bacteria and facilities that are Proven Technology. The mini WWTP installation uses 3 processing rooms including (1) separation of wax content from liquid waste, stirring with coagulant treatment to separate liquid waste from B3 waste and (3) purification of liquid waste by treating biofilter media and anaerobic bacteria. The levels of BOD and COD of the waste will be measured before and after the use of the mini WWTP so that it will be environmentally friendly without reducing the quality of batik as a support for souvenir products typical of Sidomulyo Tourism Village.
Analysis of consumers’ preference on taro-flavored UHT Ultra milk using conjoint method in Malang City Azimmatul Ihwah; Rahmadilla Alif Madia Putri; Ika Atsari Dewi; Panji Deoranto
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2020.003.02.7

Abstract

One of the processed milk products is Ultra Taro UHT milk. The aim of this research was to analyze Ultra Taro UHT milk’s importance level of attributes and combinations of the attributes which are preferred based on consumer preferences. This study was quantitative correlational using a questionnaire with a full profile presentation method. The study was conducted for one month, with 60 respondents determined by the purposive sampling method. Data was processed using the conjoint method. In this research, 4 product attributes were used, there are flavor with 3 levels, volume with 3 levels, fat content with 2 levels, and type of packaging with 2 levels. The results showed the level of importance value, attribute flavor with a relative value of 34.44%, volume and packaging types have similar relative value of 27.79%, and fat content with a relative value of 9.97%. The combination of attributes favored by consumers was the fifth stimuli with a total use value of 3.8283 consisting of taro balanced milk flavor attributes, 200 ml volume contents, low fat, and tetra pack packaging types. The results of the conjoint have significant correlation with the opinion of respondents with a positive Kendall Tau correlation value of 0.889.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aby Dea Admir Afifah Ulfah Alfi Ayuning Nur Kurniasari Arie Febrianto Mulyadi Aris Subagiyo Aunur Rofiq Mulyarto Austria, Cesar Oliver Azimmatul Ihwah Azzimatul Ihwah, Azzimatul Beauty Suestining Diyah Dewanti Cahyo Wibowo Claudia Gadizza Perdani, Claudia Gadizza Danang Triagus Prayudi, Danang Triagus Danis Alfiana Hardani Dhesyana Puspita Sari Dhita Morita Ikasari Dodyk Pranowo Elya Mufidah Endah Rahayu Lestari Erina Permata Puteri Yuscandra Erni Dwi Puji Setyowati, Erni Dwi Puji Fanani, Muchammad Hamzah, Muhammad Hazwan bin Harahap, Nur Anisah Rizky Hendro Risdianto Imam Santoso Indah Putri Hariati Jung, Young Hoon Kamilia, Marta Muthia Lee, Yeon Ju Lutfiana Mutmainnah Maimunah Hindun Pulungan Maimunah Hindun Pulungan Mega Permata Nareswari Miftakhurrizal Kurniawan, Miftakhurrizal Mingming Zhu Mochamad Andhy Nurmansyah Muhammad Syukur Sarfat Nur Hidayat Nur Lailatul Rahmah Nur Lailatul Rahmah Nur Qayyum Fitria Ikawati Ikawati, Nur Qayyum Fitria Ikawati Oktavia Nur Fadhlillah Panji Deoranto Pratama, Andhika Putra Agus Rahmadilla Alif Madia Putri Rahmat Prayudi, Rahmat Rheysa Permata Sari Rizky Luthfian Ramadhan Silalahi Rizky Luthfian Ramadhan Silalahi, Rizky Luthfian Ramadhan Rohma, Novita Ainur Samudra, Rizki Putra Saputra, Haris Agus Sari, Dwi Novanda Setiawan, Romy Setyawan, Hendrix Yulis Silvia Paramita Sisca Fajriani Siti Asmaul Mustaniroh Sri Suhartini Sucipto, Sucipto Suryanegara, Lisman Susinggih Wijana Usman Effendi Usman Effendi Wendra G. Rohmah, Wendra G. Wendra Gandhatyasri Rohmah Widelia Ika Putri Wignyanto Wignyanto Yeyen Nurhamiyah, Yeyen Zhijian Wan