Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Sistem Pertanaman Refugia sebagai Mikrohabitat Musuh Alami pada Tanaman Padi Didik Utomo Pribadi; Arika Purnawati; Noni Rahmadhini
Jurnal SOLMA Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.27 KB) | DOI: 10.29405/solma.v9i1.3108

Abstract

Budidaya tanaman padi merupakan salah satu pekerjaan utama bagi masyarakat di Desa Kuluran, Kalitengah, Lamongan. Petani di Desa Kuluran dalam melakukan usaha pertaniannya sering berhadapan dengan adanya serangan hama yang menjadi faktor pembatas dalam meningkatkan produksi padi. Petani mengaplikasikan pestisida kimia sebagai tindakan pencegahan dan pengendalian hama yang menyerang tanaman padi. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada petani tentang bahaya pengaplikasian pestisida terus menerus dan memberikan solusinya berupa cara pemanfaatan tanaman refugia sebagai mikrohabitat musuh alami di ekosistem sawah. Program pengabdian terdiri dari 4 tahapan yaitu sosialisasi dan penyuluhan; 1) sosialisasi dan penyuluhan; 2) pendampingan penanaman tanaman refugia; 3) pengamatan kelimpahan musuh alami; dan 4) evaluasi kegiatan pengabdian. Kegiatan penanaman tanaman refugia dilakukan secara demonstration plotting di lahan salah satu peserta. Hasil yang diperoleh adalah kesadaran petani akan bahaya pengaplikasian pestisida kimia secara terus menerus dan meningkatnya pemahaman petani tentang pemanfaatan tanaman refugia di sawah. Hasil pengamatan yang telah dilakukan didapatkan 2 jenis serangga yaitu Collembola dan Branconidae yang berada di sekitar tanaman refugia. Tim pengabdian masyarakat telah menyusun modul dan melakukan koordinasi dengan ketua gabungan kelompok tani untuk mendukung keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa proses kegiatan telah berjalan baik dan petani akan menanam tanaman refugia di lahannya masing-masing pada musim tanam mendatang.
POTENSI KONSORSIUM Bacillus spp. DAN Pseudomonas fluorescens UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN CABAI RAWIT Nensi Agustina; Arika Purnawati; Endang Triwahyu Prasetyawati
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol 10 No 1 (2022): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v10i1.64

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is one of the horticultural crops with high economic value. The production of cayenne pepper is often constrained by stem wilt disease caused by the fungus Fusarium sp. This research aims to know the effect of the consortium of Bacillus spp. and Pseudomonas fluorescens as biological agents to control fusarium wilt in cayenne pepper. This research was conducted at the screenhouse of UPN "Veteran" East Java. The research began in January 2021 until April 2021. The study was arranged using a Split Plot Design with two factors, namely antagonistic bacteria and application time and was repeated 4 times. The first factor is antagonistic bacteria with 5 levels of treatment, namely without the provision of antagonistic bacteria, Bacillus spp. isolate code Ba9, Bacillus spp. isolate code Ba17, P. fluorescens, Bacillus spp. isolate code Ba9 + P. fluorescens, Bacillus spp. isolate code Ba17 + P. fluorescens. The second factor is the application time with 2 levels of treatment, namely before transplanting seedlings and after transplanting seedlings. If it is known that there is a significant effect of the treatment, then the Duncan Multiple Range Test (DMRT) is carried out at the 5% level. The treatment of the consortium of Bacillus spp. isolate code Ba9 and P. fluorescens caused a delay in the incubation period of Fusarium sp. by 23.42%, increasing plant height by 20.55%, and accelerating the emergence of prospective flowers, while the treatment with the consortium of Bacillus spp. isolate code Ba17 and P. fluorescens suppressed the intensity of fusarium wilt disease by 29.03%, increasing the number of leaves by 56.58% compared to the single aplication of bacteria.
Deteksi Cendawan Terbawa Benih Gandum asal Australia Menggunakan Metode Blotter Test Indah Pemuda; Arika Purnawati; Tri Mujoko
AGRITROP Vol 20, No 1 (2022): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v20i1.6975

Abstract

Gandum merupakan salah satu komoditas yang diimpor Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.  Indonesia mengimpor gandum pada 2019 sebanyak 10,629 juta ton dan pada 2020 sebanyak  10,229 juta ton. Benih gandum yang diimpor berpotensi sebagai pembawa patogen terutama cendawan yang bersifat OPTK golongan A1 sehingga penting untuk dilakukan deteksi awal patogen untuk mencegah penyebarannya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi cendawan terbawa benih gandum asal Australia (Australia I dan Australia II) menggunakan metode blotter test. Tahapan metode ini sebagai berikut  penyiapan sampel benih gandum asal Australia I dan Australia II, deteksi cendawan benih menggunakan metode blotter test, dan identifikasi cendawan secara makroskopis dan mikroskopis.  Keanekaragaman cendawan terbawa benih gandum dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakter makroskopis maupun mikroskopis. Hasil pengamatan ditemukan 8 spesies cendawan terbawa benih gandum asal Australia (Australia I dan Australia II), yaitu Alternaria alternata, Alternaria brassicicola, Alternaria japonica yoshi, Aspergillus flavus, Aspergillus niger, Bipolaris cyonodontis, Penicillium sp., dan  Rhizopus stolonifer. Keanekaragaman cendawan yang ditemukan pada sampel Australia I lebih beragam dibandingkan Australia II.
POTENSI JAMUR ENDOFIT SEBAGAI AGENSIA HAYATI JAMUR Colletrothichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT Rizky Ika Noviyanti; Arika Purnawati; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6021

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutencens L) merupakan salah satu komoditas utama tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersial di daerah tropis yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Satu diantara penyakit penting pada cabai rawit adalah penyakit antraknosa. Antraknosa merupakan penyakit utama tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penggunaan pestisida sintetik yang kurang bijaksana ternyata banyak merugikan manusia dan agroekosistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dengan penggunaan agensia hayati. Beberapa penelitian menunjukkan jamur endofit dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan inang dari serangan patogen serta dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan metabolit sekunder dan enzim tertentu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga Juni 2021. Tempat pelaksanaan penelitian di Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk In Vitro. Sedangkan, untuk In Vivo dilaksanakan di Screenhouse Kebun Bibit Wonorejo Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur endofit dari tanaman cabai rawit sehat yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Berdasarkan pengamatan, jamur endofit asal tanaman cabai rawit berpotensi menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa.
The Application of Organic Plant Media Composition on Indian Mustard Crops (Brassica Juncea L) in Polybag Nora Augustien; Pawana Nur Indah; Purnawati Arika; Irsyad Irsyad; Hadi Suhardjono
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v1i1.3

Abstract

Indian mustard plants are the main vegetable crops consumed by urban communities. The need for this vegetable increases along with the increase in culinary tourism in each region and the government's appeal on sustainable food home. One effort made to meet the needs of vegetable mustard in urban areas can be cultivated using polybags. The main problem of vegetable cultivation on polybags is the availability of soil media. To overcome the limitations of soil media it is attempted to substitute it with organic litter enriched with MOL (local microorganisms). The purpose of research is to find the right combination of planting media for mustard plants. The results showed that the composition of K7 = soil: compost: litter of hay: litter of maize (2: 1: 1: 1) best on plant length, number of leaves, length of root leaves and number of roots while the wet weight of mustard plant (g) K7 = soil: compost: litter of maize: litter of corn (2: 1: 1: 1) and K8 = soil: compost: litter of maize: litter of maize: cocopeat (2: 1: 1: 1: 1) or soil: compost + urea. Increased weights of wet mustard by 63% compared to soil media and 20% compared to soil composition: compost + urea. Organic straw in the form of straw: litter of corn stalk: cocopeat enriched with MOL are able to become ready-made planting media on the cultivation of indian mustard plants in polybags.
PENGARUH JENIS DESINFEKTAN TERHADAP INFEKSI CENDAWAN PADA BENIH JAGUNG (Zea mays) PEMASUKAN DARI BEBERAPA DAERAH Fatimah Nabila Zahra; Arika Purnawati; Herry Nirwanto
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu bahan pangan penting di Indonesia karena merupakan sumber karbohidrat kedua setelah beras, sebagai bahan baku industri dan pakan ternak sehingga penting untuk menjaga kualitas benih utamanya terhadap keberadaan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis desinfektan terhadap infeksi cendawan patogen terbawa benih jagung. Deteksi cendawan patogen pada benih jagung dilakukan menggunakan metode standar pengujian kesehatan benih International Seed Testing Association (ISTA 1996) yaitu metode blotter test. Sterilisasi permukaan dilakukan menggunakan 3 desinfektan yaitu sodium hipoklorit (NaOCl) 1% (10 menit), alkohol 70% (10 menit), dan campuran sodium hipoklorit (NaOCl) 1% dengan alkohol 70% (10 menit). Metode penelitian adalah melakukan pembandingan efektivitas penggunaan desinfektan, dan setiap sampel menggunakan ±200 butir benih. Pengamatan dilakukan terhadap homogenitas jumlah benih terinfeksi dan indeks keragaman cendawan. Hasil menunjukkan bahwa semua perlakuan desinfektan menekan infeksi cendawan patogen pada benih jagung yaitu masing-masing NaOCl 1% sebesar 84%, alkohol 70% sebesar 64%, campuran NaOCl 1% dengan alkohol 70% sebesar 61%, indeks keragaman cendawan yaitu masing-masing NaOCl 1% (1,15 temasuk sedang), alkohol 70% (0,62 termasuk rendah), campuran NaOCl 1% dengan alkohol 70% (0,55 termasuk rendah).
UJI ANTAGONIS BAKTERI ENDOFIT TERHADAP PATOGEN Fusarium sp. ASAL TANAMAN TERUNG SECARA IN VITRO Alvia Cindy Apriliani; Tri Mujoko; Arika Purnawati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7176

Abstract

Tanaman terung merupakan tanaman komoditas hortikultura yang memiliki gizi yang tinggi dan dapat digunakan untuk pencegahan penyakit kanker. Hasil produksi terung mengalami penurunan, salah satunya dikarenakan terserangnya tanaman terung oleh jamur Fusarium sp. yang merupakan patogen tular tanah (soilborne). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri endofit berasal dari tanaman terung sebagai antagonis jamur Fusarium sp. Penelitian ini menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan menggunakan 12 macam bakteri endofit dengan Fusarium sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 isolat bakteri endofit mampu  yang menghambat Fusarium sp yakni isolat bakteri kode AT 13 (28,12%), BT 3 (26,98%), dan AT 11 (26,76%)
POTENSI METABOLIT SEKUNDER TRICHODERMA HARZIANUM TERHADAP XANTHOMONAS CAMPESTRIS PV. VESICATORIA SECARA IN VITRO Hasni Wardahni; Tri Mujoko; Arika Purnawati
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7046

Abstract

Bercak bakteri merupakan salah satu penyakit pada tanaman tomat yang disebabkan oleh bakteri patogen Xanthomonas campestris pv. vesicatoria. Metabolit sekunder Trichoderma harzianum memiliki kemampuan sebagai antibakteri, sehingga berpotensi untuk mengendalikan bakteri Xanthomonas campestris pv. vesicatoria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan konsentrasi metabolit sekunder T. harzianum yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri Xanthomonas campestris pv. vesicatoria. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan yaitu konsentrasi 0%, 25%, 50%, 75%, 100% dan diulang 4 ulangan. Pelaksanaan penelitian ini yaitu isolasi bakteri Xanthomonas campestris pv. vesicatoria, peremajaan jamur T. harzianum, produksi metabolit jamur T. harzianum, ekstraksi metabolit sekunder dan uji antagonis in vitro. Parameter yang diamati adalah luas zona hambatan dan karakteristik bakteri Xanthomonas campestris pv. vesicatoria. Hasil penelitian menunjukan semua konsetrasi dapat menekan pertumbuhan bakteri Xanthomonas campestris pv. vesicatoria dengan konsentrasi 100% menghasilkan zona hambat tertinggi yaitu sebesar 16 mm.
EFEKTIVITAS JAMUR ENDOFIT ASAL JARINGAN TANAMAN TERUNG UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR FUSARIUM SP. SECARA IN VITRO Indarwati Indarwati; Arika Purnawati; Yenny Wuryandari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7032

Abstract

Jamur endofit merupakan jamur yang terdapat didalam sistem jaringan tanaman seperti daun, bunga, ranting, ataupun akar tanaman. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui isolat jamur endofit yang bersifat antagonistik terhadap Fusarium sp. penyebab penyakit layu pada tanaman cabai merah secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dan eksperimental. Metode eksploratif meliputi isolasi jamur endofit, pemurnian isolat dan identifikasi isolat, sedangkan metode eksperimental meliputi uji antagonisme isolat jamur endofit dengan jamur Fusarium sp. secara oposisi langsung (dual culture). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan dilakukan uji lanjut  Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat jarak antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan 9 isolat jamur endofit yang termasuk genus  Trichoderma, Penicillium, Aspergillus, Fusarium,  Chalara, dan Ampuliferina. Hasil uji antagonis pada isolat JT5 (Trichoderma sp.)  memiliki daya hambat sebesar 73,82 %.
Endophytic Bacteria as Biocontrol Agents of Tomato Bacterial Wilt Disease Arika Purnawati
Journal of Tropical Life Science Vol. 4 No. 1 (2014)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ralstonia solanacearum is one important pathogen on tomato because it caused wilt disease that can loss yield until 100%. The object of these experiment are to select of endophytic bacteria that was isolated from healthy tomato stems, root and to investigate of them as biocontrol agents for tomato bacterial wilt disease. There are 10 isolates successfully isolated and two isolates are Ps1 and Ps8 can inhibit of R. solanacearum. The result show the two isolates are Ps1 and Ps8 significantly suppress disease incidence until 8.07-9.19%.
Co-Authors . NUGROHORINI . WAGIYANA Ahmad Adibul Akrom Ahmad Davin Najwan Adhyasta Akrom, Ahmad Adibul Al Rahmad, Nirmala Putri Alfa, Maria Rodhya Althaf, Marcellino Alvia Cindy Apriliani Amalia, Anisa Rizki Aris Cahyono Arkan Haykal Augustien, Nora Bambang HADISUTRISNO Diasi, Ananta Rizki Didik Sulistyanto Dwirizki Permata, Aprilla Hendiana Elly Syafriani Fari A, Haidar Fatimah Nabila Zahra Firmansyah, Moch Ryan Hadi Suhardjono Haidar Fari Aditya Hasni Wardahni Heriyati, Sukma Herry Nirwanto Herry Nirwanto Iis Purnamawati Indah Pemuda Indah, Pawana Nur Indarwati Indarwati Irsyad Irsyad Irsyad, Irsyad irsyad, irsyad Ketut Srie Marhaeni Julyasih Khairunnisa, Nabila Zahra Kurniawati Kurniawati Kusumawati, Diah Budi Laras Setyowati Laras Setyowati Maharani, Salsabilla Diva Marcellino Althaf Maria Rodhya Alfa Maulidya, Aisyah Maulina Aizah, Shinta Muhammad Raihan Naufal Mujoko , Tri Mukaromah, Fathul Nensi Agustina Nensi Agustina Nensi Agustina Nijma Nurfadila Noni Rahmadhini Nora Augustien Novi Nafisah Najmi Nur Aini Mahfud Nur Aini Mahfud Nurul Afida Nurul Laily Pawana Nur Indah Penta Suryaminarsih Penta SURYAMINARSIH Penta Suryaminarsih Prasetyawati, Endang Triwahyu Prasetyowati, Endang Triwahyu Presti Mardiyani Pribadi, Didik Utomo RAMADHANI MAHENDRA KUSUMA Rizky Ika Noviyanti Rizky Ika Noviyanti Saefur Rohman Safira Rizka Lestari Satrio Hanif Haryawan Sayekti, Ninik Ari Setyowati, Laras Sri Wiyatiningsih Sri Wiyatiningsih Sri Wiyatiningsih Suhardjono , Hadi Syamsul Arifin Tri Mudjoko Tri MUJOKO Triwahyu P, Endang Triwidodo ARWIYANTO USWATUN HASANAH Wafiah Huwaina Zata Dini Widayati, Wilujeng Widyananda, Kanaya Syafina Wilujeng Widayati Windriyanti, Wiwin Wiwik Harjani Yanti, Vika Yenny WURYANDARI Yenny Wuryandari Yerni Andryani Yuningsih Yuningsih Zakaria Wildan Fachrezzy Zakqy, Nauval