Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA KONSERVASI LAHAN BERDASARKAN INDIKATOR EROSI DAN SEDIMEN DI DAS JRAGUNG taufiq, muhamad; Andawayanti, Ussy; Purwati, Endang
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.087 KB)

Abstract

ABSTRAK: Daerah Aliran Sungai (DAS) Jragung terletak pada Wilayah Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana. Pertambahan penduduk di DAS Jragung wilayah hulu menyebabkan perubahan pada fungsi lahan. Studi Upaya Konservasi Lahan Berdasarkan Indikator Erosi dan Sedimen di DAS Jragung sangat diperlukan untuk meminimalkan permasalahan di DAS Jragung. Pendugaan laju erosi dan sedimentasi dihitung dengan model AVSWAT 2000. Hasilnya menunjukkan besarnya limpasan permukaan, erosi dan sedimentasi sebesar 707,519 mm/thn, 168,51 ton/ha/th dan 229.806,089 ton/th. DAS Jragung memiliki indeks bahaya erosi rendah sebesar 40,19%, sedang sebesar 25,66%, tinggi sebesar 14,63%, dan sangat tinggi sebesar 19,52% terhadap luas DAS jragung Upaya konservasi secara vegetatif dapat mereduksi erosi sebesar 38,19% dan secara mekanis dapat mereduksi sedimen sebesar 48,09%. Kata-kata kunci: Limpasan permukaan, erosi, sedimentasi, AVSWAT 2000 ABSTRACT: Jragung Watershed (DAS) located in BBWS Pemali Juana. The population increase that occurred in the upper reaches Jragung watershed cause many changes in land use. The study of land conservation efforts based on indicators of erosion and sediment in Jragung watershed is necessary to minimize the problems that exist in Jragung watershed. The estimation of the rate of erosion and sedimentation is calculated by the model approach AVSWAT 2000. The results showed that the amount of surface runoff, erosion and sedimentation on the current state of each of 707.519 mm / yr, 168.51 tons / ha / year and 229.806,089 tons / year. Jragung watershed have erosion hazard index was lower by 40.19%, currently at 25.66%, higher by 14.63%, and was very high at 19.52% of the area jragung watershed. Conservation efforts for vegetatif erosion can reduce the amount of 38.19% and mechanically reduce sediment of 48.09%. Key words: surface runoff, erosion, sedimentation, AVSWAT 2000
PENGARUH PERUBAHAN DAERAH KEDAP AIR, CURAH HUJAN DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP DEBIT PUNCAK BANJIR DI SUB DAS BRANTAS HULU DI KOTA BATU Marzuqi, Achmad; Andawayanti, Ussy; Dermawan, Very
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.107 KB)

Abstract

Abstrak: Perkembangan Kota Batu ke depan adalah sebagai sentra pertanian dan sentra wisata sehingga penambahan sarana dan prasarana dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satu permasalahan yang terjadi Kota Batu sebagai daerah resapan air semakin berkurang dikarenakan oleh pertumbuhan penduduk meningkat dan membutuhkan areal yang luas untuk tempat tinggal dan tuntutan pembangunan kota wisata sehingga pada musim hujan terjadi peningkatan aliran permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan daerah kedap air, untuk mengetahui hubungan perubahan daerah kedap air, curah hujan dan jumlah penduduk terhadap debit puncak banjir. Dalam analisis ini data yang digunakan adalah data hujan, penggunaan lahan dan penduduk pada  tahun 2003, 2008, 2009, 2010 dan 2014.  Untuk analisis hidrologi menggunakan metode Thissen dan analisis debit puncak banjir menggunakan metode Rasional dan untuk mengetahui hubungan daerah kedap, curah hujan dan jumlah penduduk terhadap debit puncak banjir dengan metode regresi linier ganda orde 3.Peningkatan secara signifikan terjadi pada daerah pemukiman yaitu tahun 2003 berkisar 28% ditahun 2014 meningkat menjadi berkisar 62%.  Curah hujan harian maksimum mulai tahun 2003 sampai 2014 tidak mengalami perubahan secara signifikan yaitu berkisar 60,80 mm sampai 77,80 mm, sedangkan debit puncak banjir mengalami perbedaan secara signifikan yaitu 115,2 m3/dt tahun 2003, 179,8 m3/dt pada tahun 2014.  Luas daerah kedap tahun 2003 yaitu 27,1 km2, ditahun 2014 meningkat menjadi 95,5 km2.Secara umum pendekatan hubungan dari variabel daerah kedap air (X1), curah hujan (X2) dan jumlah penduduk (X3) terhadap debit puncak banjir ( Y) diberikan oleh persamaan Ý = 199,89 + 2,157X1 + 0,57X2 – 1,190X3dengan R2 = 0,91.Kata kunci: Debit, Kedap, Curah Hujan dan Penduduk                                Abstract : The future development of Batu City is as a center for farming and tourist it is  requires additional infrastructure from year to year .  One of the problems that occur Batu as buffer zone increasing  diminishing due to increasing of population growth and it require large areas to stay and to tourism, so during the rainy season there is an increase of runoff.  The purpose of this study was to assess changes buffer zone, to determine the relationship changes buffer zone  area, rainfall and population against flood peak discharge. In this analysis the data used are rain data, land use and population in 2003, 2008, 2009, 2010 and 2014. For hydrologic analysis using methods Thissen and analysis of flood peak discharge using Rational method and to determine the relationship of watertight  area, rainfall and population against flood peak discharge by the method of multiple linear regression order 3.Significant increase occurred in residential areas, namely in 2003 ranges from 28% in the year 2014 increased to 62%. The maximum daily rainfall started in 2003 to 2014 did not change significantly which ranges from 60.80 mm to 77.80 mm, while the flood peak discharge experiencing significant difference is 115.2 m3 / sec in 2003, 179.8 m3/sec in 2014. The area of buffer zone  2003 is 27.1 km2, in the year 2014 buffer zone  to 95.5 km2.In general approach to the relationship of the variable regions buffer zone (X1), rainfall (X2) and population (X3) against the flood peak discharge (Y) is given by the equation y = 199.89 + 2,157X1 + 0,57X2 - 1,190X3 with R2 = 0.91.Keywords :  discharge,buffer zone, rainfall and population
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE STADION UTAMA PEKAN OLAHRAGA NASIONAL XX/2020 DI DISTRIK SENTANI TIMUR, KABUPATEN JAYAPURA, PROVINSI PAPUA Ramadhani, Tresna Asih Utami; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Stadion utama yang akan digunakan untuk acara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua ini merupakan kebanggaan bagi kota Papua karena merupakan tuan rumah. Sistem drainase stadion terbagi atas sistem drainase bawah permukaan dan sistem drainase permukaan. Dalam perencanaan sistem drainase hal pertama yang dilakukan adalah analisis hidrologi, dilanjutkan struktur tanah lapangan dan perencanaan pipa bawah permukaan. Langkah selanjutnya melakukan perhitungan debit limpasan dan debit air kotor dari tribun untuk perencanaan sistem drainase permukaan. Perhitungan curah hujan rancangan dengan kala ulang 5 tahun menggunakan distribusi Log Pearson III didapat sebesar 134,39 mm/hari. Setelah itu direncanakan struktur tanah bawah permukaan lapangan yang terdiri dari bahan pasir urug dan pupuk kandang, pasir murni, geokomposit, dan batu koral yang dibawahnya direncanakan pipa PVC AW Ø 5. Perencanaan sistem drainase permukaan terdapat 3 saluran utama, yaitu saluran I dengan dimensi lebar = 0,35 m dan tinggi = 0,8 m, saluran II dengan dimensi lebar = 0,25 m dan tinggi = 0,3 m, dan saluran III dengan dimensi lebar = 1,0 m dan tinggi = 1,0 m. Debit total yang masuk pada saluran pembuang sebesar 2,707 m3/detik. Dari hasil perhitungan analisa rencana anggaran biaya didapat bahwa total keseluruhan biaya untuk pekerjaan stadion utama PON XX yaitu sejumlah Rp. 4,027,715,652.ABSTRACT: The main stadium which will be used for National Sports Week XX event in Papua Province is the pride of the city of Papua because it is the host. The stadium drainage system is divided into subsurface drainage systems and surface drainage systems. In planning of drainage system the first thing to do is hydrological analysis, soil structure preparation and subsurface pipe planning. The next step is to calculate runoff discharge and dirty water discharge from the stands for planning the surface drainage system. Design rainfall calculations with a 5-year return period using Log Pearson III distribution were obtained at 134.39 mm / day. After that, a soil structure below the surface of the field is built which consists of urug sand and manure, pure sand, geocomposite, and coral rock and below that there is PVC pipe AW Ø 5. There are 3 main channels for the surface drainage system planning, that is channel I with dimensions width = 0.35 m and height = 0.8 m, channel II with dimensions width = 0.25 m and height = 0.3 m, and channel III with dimensions width = 1.0 m and height = 1.0 m. The total discharge that entering the drainage channel is 2.707 m3 / second. From the calculation of bill of quantity from the total costs for the work of the main stadium PON XX is Rp. 4,027,715,652.
STUDI EVALUASI DAN REHABILITASI SISTEM DRAINASE DI TANJUNG SELOR, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA Pratiwi, Mitha Aprilia; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Tanjung Selor yang merupakan ibu kota dar Provinsi Kalimantan Utara sehingga menjadi pusat pemerintahan maupun perekonomian, dimana daerah tersebut juga dikelilingi Sungai Kayan sehingga permasalahan genangan pada daerah tersebut cukup serius terutama musim hujan tiba. Oleh karena itu, diperlukannya analisis saluran drainase dan menentukan alternatif penanganan genangan yang diterapkan guna mereduksi genangan. Adapun alternatif yang dimaksud yaitu melakukan rehabilitasi saluran dengan menambah kedalaman, memperlebar saluran, maupun kombinasi keduanya, dan memasang pintu klep otomatis pada setiap outlet saluran yang langsung ke sungai guna menahan masuknya air sungai ke saluran akibat sungai dalam keadaan pasang (backwater). Berdasarkan hasil analis, dari genangan maksimum yang pernah terjadi sebelumnya diperoleh bahwa kala ulang yang akan digunakan yaitu kala ulang 5 tahun dengan intensitas hujan 14,305 mm/jam. Dari hasil evaluasi terdapat 162 saluran yang dinyatakan mampu dalam menampung dan mengalirkan debit3banjir7rancangan kala1ulangR5 tahun dan 274 saluran tidak2mampu dalam menampung dan mengalirkan debitdbanjir rancangan kala ulang 5 tahun tersebut. Sehingga alternatif penanganan genangan yang dapat diterapkan yaitu dengan merehabilitasi 274 saluran dengan cara mendalamkan, melebarkan, maupun kombinasi dari keduanya sehingga didapatkan dimensi saluran yang baru sesuai dengan debit banjir rancangan kala ulang 5 tahun dan melakukan pemasangan pintu klep otomatis pada 19 saluran drainase outlet yang langsung menuju ke Sungai Kayan. ABSTRACT: Tanjung Selor, is the capital of North Kalimantan Province, has become the center of government and economy, where the area is also surrounded by Sungai Kayan so the inundation problems in the area are quite serious, especially when the rainy season arrives. Therefore, it is necessary to analyze the drainage channel and determine the alternative handling of the inundation applied to reduce the inundation. The alternative is to rehabilitate the channel by adding depth, widening the canal, or combining of the two, and applying automatic valve doors at each channel outlet that directly into the river to hold the entry of river water into the channel, it called backwater. Based on the results of analysts, from the maximum inundation that has ever occurred before, it was found that the return period to be used is a 5 year return period with a rainfall intensity of 14.305 mm / hour. From the evaluation results there were 162 channels which were stated to be capable of accommodating and flowing the 5-year return design flood discharge and 274 channels that were not able to accommodate and drain the design flood discharge at the 5-year return period. So the alternative inundation handling that can be applied is by rehabilitating 274 channels by deepening, widening, or a combination of both so that the new channel dimensions are obtained according to the design flood return period of 5 years and applying automatic valve doors in 19 direct outlet drainage channels head to the Kayan River.
STUDI EVALUASI DAN PERANCANGAN SISTEM DRAINASE KECAMATAN KOTA LAMA KOTA KUPANG Pancaputri, Widyaiswara; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Kota Kupang perkembangan infrastruktur pada saat ini berdampak pada perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan sistem drainase menjadi kurang baik. Sistem drainase yang kurang baik dan curah hujan yang tinggi menjadi penyebab terjadinya genangan pada jalan utama di Kecamatan Kota Lama. Keadaan ekisting saluran drainase pada Kecamatan Kota Lama adalah saluran drainase tidak bekerja efektif akibat tertutup sampah rumah tangga dan rerumputan. Dengan adanya permasalahan tersebut maka dilakukan studi evaluasi saluran drainase Kecamatan Kota Lama. Namun, apabila hasil dari evaluasi saluran drainase tidak efektif, maka akan dilakukan perancangan ulang sistem drainase di Kecamatan Kota Lama. Beberapa data utama yang dibutuhkan untuk menyelesaikan studi ini adalah peta lokasi, data curah hujan, peta topografi, peta tata guna lahan, data jumlah penduduk mulai dari tahun 2012 hingga tahun 2017, peta jaringan drainase eksisting, dan peta DAS. Pada studi ini menggunakan debit rancangan dengan kala ulang 5 tahun yang dihitung menggunakan metode rasional. Hasil debit rancangan yang didapatkan berkisar 0.673 - 1.947 m³/dt.  Berdasarkanlhasil perhitungan terdapat 4 saluran drainase eksisting yang tidak dapat menampung debit banjir. Saluran yangltidak dapat menampung debit banjir diakibatkan oleh curahlhujan yangltinggi pada daerahltersebut. Hasil dari studi ini direkomendasikan alternatif untuk mengatasi genangan, yaitu pendalaman saluran drainase sebesar 10-40 cm dan  pelebaran saluran drainase 10-20 cm . Total rancangan anggaran biaya (RAB) pada studi ini sebesar Rp 2.839.000.000
PENENTUAN HARGA AIR BERSIH UNTUK PENGEMBANGAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN WONOASRI KABUPATEN MADIUN Hidayah, Mita Nur; Andawayanti, Ussy; Lufira, Rahmah Dara
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Pemenuhan kebutuhan air bersih yang sehat bagi penduduk, mutlak diperlukan sepanjang sejarah hidup manusia. PDAM Unit Wonoasri merupakan salah satu unit yang dikelola oleh PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun. PDAM Unit Wonoasri melayani 7 desa yaitu Desa Sidomulyo, Jatirejo, Plumpungrejo, Wonoasri, Ngadirejo, Dimong, dan Sirapan. Pada kondisi eksisting tahun 2016 PDAM Unit Wonoasri melayani 1163 SR. Pada tahap pengembangan dilakukan penambahan pipa di Desa Tulungrejo, dengan panjang pipa distribusi air bersih 1,59 km. Dalam penelitian dilakukan evaluasi terhadap kondisi hidrolis eksisting berupa kontrol kecepatan (0,1 – 2,5 m/s), tekanan (0,5 – 8 atm), dan headloss gradient (0 – 15 m/km). Selain untuk mengetahui kinerja jaringan penyedia air bersih eksisting juga digunakan sebagai dasar pengembangan.  Simulasi jaringan distribusi air bersih dibantu oleh program WaterCAD. Dari analisa pengembangan dilakukan penambahan pompa baru, PRV, pergantian diameter, dan didapat bahwa sistem jaringan distribusi air bersih telah memenuhi standar. Nilai kecepatan maksimum adalah 0,75 m/s, nilai tekanan maksimum adalah 3,25 atm , dan nilai headloss gradient adalah sebesar 3,684 m/km. Dari hasil analisa ekonomi   diperoleh harga air sebesar Rp 2.877,65 didapat saat nilai B = C dan harga air Rp 3.200 didapat saat nilai B/C > 1,11.   Water is one of the main needs for humans. Compliance of healthy water needs for residents, absolutely necessary throughout the history of human life. Water is a primary need for humans. PDAM Unit Wonoasri is one of units of PDAM Tirta Dharma Purabaya Madiun Regency. PDAM Unit Wonoasri serves seven villages that are Sidomulyo village, Jatirejo, Plumpungrejo, Wonoasri, Ngadirejo, Dimong, and Sirapan. In 2016 the existing condition of PDAM Unit Wonoasri served 1163 SR. The development phase, additional pipeline network  was carried out in Tulungrejo village with 1,59 km of clean water distribution pipes. In this research, the evaluation was carried on the existing hydraulic condition in the form of velocity value control (0.1 – 2.5 m/s), pressure (0.5 – 8 atm), and Headloss gradient (0 – 15 m/km). In addition to knowing the performance of the clean water supply network, existing is also used as a basis for development. Simulation of network distribution of clean water carried out with the aid of WaterCAD  program. From the analysis of the development, need additional of new pumps, and pressure reducing valve, pipe diameter replacement, and found that the network distribution of clean water had met the standard.  The maximum speed value is 0,75 m/s, the maximum pressure is 3,25 atm, and the headloss gradient is 3,684 m/km . From the economic analysis the result of the calculation obtained water price is Rp 2.877,65 when B = C and the price of water is Rp 3.200 when B/C > 1,11.  
ANALISIS KEKRITISAN LAHAN DI DAS RAYA DAN UPAYA KONSERVASI DANAU SERANTANGAN MENGGUNAKAN PROGRAM AVSWAT 2000 DI KOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT Agasi, Angga; Sholichin, Moch.; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.131 KB)

Abstract

 Kota Singkawang adalah salah satu wilayah yang berada dipesisir Kalimantan Barat yang mengalami kerusakan sumber daya alam, terutama sumber daya air di sekitar DAS. Pada DAS Rayaterdapat penambangan liar yang menyebabkan pencemaran terhadap sungai dan danau. Studi ini bertujuan unuk menentukan besar erosi pada sungai yang nantinya digunakan sebagai tolak ukur untuk dilakukannya suatu konservasi. Metode yang digunakan yang digunakan dalam menghitung laju erosi adalah dengan menggunakan software AVSWAT 2000 berupa metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Dan untuk pengolahan data spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). DAS Raya memiliki luas 1979,21 Ha dan mempunyai debit limpasan rata-rata sebesar 20,328 mm/bln, laju erosi rata-rata sebesar 36,853 ton/ha/thn atau 2,457 mm/thn. Dari hasil analisis tingkat kelas bahaya erosi pada DAS Raya tergolong 19,6% lahan sangat ringan, 10,07% lahan ringan, 30,32% lahan sedang, 12,75% lahan berat, dan 27,26% sangat berat. Untuk tingkat kekeritisan lahan DAS Raya memiliki 19,6% potensial kritis, 40,38% semi kritis, dan 40,02% kritis. Berdasarkan Arahan Rehabilitas Lahan dan Konservasi Tanah (ARLKT) maka dilakukan konservasi lahan berupa reboisasi untuk lahan terbuka, penataan lahan untuk daerah perkebunan, pembuatan dan perbaikan drainasi pada lahan pemukiman, pembuatan pematang pada pertanian lahan basah, dan pembuatan teras pada pertanian lahan kering. Dengan menerapkan konservasi pada lahan didapatkan penurunan nilai limpasan menjadi 15,35 m3/dt dan laju erosi menjadi 27,059 ton/ha/thn atau 1,804 mm/thn. The city of Singkawang is one of the areas in West Kalimantan coastal area that suffered damage to natural resources, especially water resources around the watershed. On the Rayaa Basin there is illegal mining which causes pollution of rivers and lakes. This study aims to determine the extent of erosion in rivers that will be used as a benchmark for the conduct of a conservation. The method used to calculate the rate of erosion is by using AVSWAT 2000 software in the form of USLE (Universal Soil Loss Equation) method. And for spatial data processing using Geographic Information System (GIS). The Raya basin has an area of ​​1979.21 Ha and has an average runoff discharge of 20.328 mm / month, an average erosion rate of 36.853 tons / ha / yr or 2,457 mm / yr. Based on the analysis of the classification level of erosion hazard on the Raya Raya basin is 19.6% of the land is very light, 10.07% light field, 30.32% of medium land, 12.75% heavy land, and 27.26% very heavy. For land irritation level, Raya Raya basin has 19.6% critical potential, 40,38% semi critical, and 40,02% critical. Based on Land Rehabilitation and Soil Conservation Directives (ARLKT), land conservation is done in the form of reforestation for open land, land arrangement for plantation area, drainage making and repair on settlement land, making of embankment on wetland agriculture, and terrace production on dryland farming. By applying the conservation on land, the runoff rate decrased 15,35 m3/dt and the erosion rate decreased to 27,059 ton / ha / year or 1,804 mm / yr.
ANALISA KELAYAKAN EKONOMI: STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN BENDUNGAN KUWIL KAWANGKOAN Pradany, Ahmad Dwiki; Juwono, Pitojo Tri; Andawayanti, Ussy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Kuwil Kawangkoan dibangun di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara dan terletak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Tujuan dari pembangunan bendungan ini adalah memasok air baku, menyediakan energi listrik, dan mengendalikan banjir. Membangun sebuah bendungan membutuhkan modal yang sangat besar, oleh karena itu perlu dilakukan pertimbangan dalam aspek kelayakan ekonomi. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk menganalisa potensi energi listrik, kebutuhan air baku, biaya pembangunan, kelayakan ekonomi, dan sensitivitas dari bendungan tersebut. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa potensi energi listrik sebesar 10.676,55 MWh dalam satu tahun, kebutuhan air baku sebesar 274.551,70 m3 /hari, dan biaya pembangunan sebesar Rp.1.835.277.893.220,12. Sedangkan hasil analisa kelayakan ekonomi menunjukan bendungan ini layak secara ekonomi berdasarkan parameter Net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Kemudian hasil dari analisa sensitivitas menunjukan untuk perubahan usia guna sebesar 20% terjadi penurunan NPV energi listrik 50,28%, air baku 49,39%, dan pengendalian banjir 5,54%.Kuwil Kawangkoan Dam is located in Tondano Watershed, Minahasa Utara Regency, North Sulawesi Province. The purpose of this dam is to supply electrical energy form hydropower plant, clean water supply, and flood control. However, building a dam requires huge amount of money for both initial investment and operating costs. Therefore, we should take economic feasibility into account. The objective of this study is to analyze the potential of energy generated, forecasting clean water demand, calculating initial investment costs, analyzing economic feasibility, and sensitivity analysis. Result from this study shows that this dam could generate 10.676,55 MWh in a year, the peak clean water demand is 274.551,70 m3 /day, and initial investment costs to build is Rp.324.864.370.824,93. Result from economic feasibility analysis shows that economically feasible by NPV, BCR, IRR, and PP metrics. Result from sensitivity analysis showing for 20% reduction in project lifetime, the NPV for electrical energy drop to 50.28%, clean water supply 49.39%, and flood control 5.54%. 
El-nino effect on reservoir volumetric (A case study of the Batujai Dam on the island of Lombok) Yasa, I Wayan; Bisri, M.; Sholichin, M.; Andawayanti, Ussy
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2019.00202.1

Abstract

El-Nino has been occurred from 1952 to 2016 with the types of weak, medium, strong and very strong. The event of El-Nino has significant impact on all aspects of economy, social, industry and agriculture. There is a decrease in the quantity of water resources such as in the reservoir where the reservoir inflow becomes very small and the water outflow becomes high. At the event of very strong El-Nino is occurred some of the reservoirs will dry. The aim of the research is to investigate the deficit capacity of the reservoir in the event of El-Nino. The data analyzed in this article were the volume of the half-month reservoir, especially in the event of El-Nino events. The analysis of frequency deficit probability was using Weibull probability and Log Pearson Type III distribution. The results show significant decrease in reservoir water volume over a very long-time period. The reservoir volume never reached maximum water level and persists for almost one year. The deficit of reservoir volumes reached was 16,01x106 m3, 18.64x106 m3, and 21,07x103 m3 for weak, moderate, and very strong El-Nino, respectively.
Analysis of Drainage Capacity and Rehabilitation Subjected to Rainfall and Reverse Flow of Marengan River as a Main Drain in Sumenep City, Indonesia Cahya, Evi Nur; Andawayanti, Ussy; Resmani, Eva
Civil and Environmental Science Journal (CIVENSE) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.civense.2018.00102.5

Abstract

Land use changing in Sumenep city in recent years has caused runoff in several locations. Therefore, rehabilitations of existing channel to suit the surface runoff are needed. This paper presents capacity determination of existing drainage channels subjected to rainfall with 5-year flood discharge plan and consideration of sea tides effect to Marengan River which crossed Sumenep city. The proposed flood control methods in Sumenep city area was also discussed. The catchment of specified rural area was modelled using SWMM instrument to compare channel conditions before and after rehabilitation. Channel size and height of water level in channel due to rainfall together with the effect of backwater occurred in Marengan River caused by the sea tides was observed during the time. From the analysis, it was found that most of existing secondary drainage channels are uncapable to accommodate rainfall with 5-year flood discharge plan. From the available eight secondary drainage channels outlets, the last three outlets were subjected to reverse flows effect in Marengan River due to sea tides. In order to reduce the occurance of surface runoff inundation, secondary drainage channel rehabilitation was planned at each outlet, and these proven capable to accommodate rainwater runoff and reverse flow as well
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Marzuqi, Achmad Adelia Riska Pratama Agasi, Angga alif, chalid jul Aliyah, Firda Samaniyatul Andre Primantyo Hendrawan Andriantari, Nur Fadhlillah Anggara WWS Anis, Mizun Bariroh Arief, Amalia Mardhatillah Arif Rahmad Darmawan Aulia Zahira, Nabila Azhar Adi Darmawan Azzahra, Arrum Bagaskoro, Qistan Maraghi Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Cahyani Ainin Dewanti, Wahyuning Dian Sisinggih Dini Rosvita Tri A. Donny Harisuseno Edison Hukom Elang Timur M. Patih Ragananda Emma Yuliani Endang Purwati RN Erryanto, Sandi Ery Suhartanto Ery Suhartanto evanur Hendrasari, evanur Evi Nur Cahya Fitriani, Deshinta Fitriyasari, Ammy Furqani, Fahma Handoko, Shubhananda Aulia hari siswoyo Hariyanto, Andri Kwin Haromain, Safira Anisah Harya Muldianto Hidayah, Mita Nur Hidayat, Mustafa Mukti I Gusti Ngurah Antariza I Wayan Yasa, I Wayan Imani, Reyhan Satya Irenne Ismayanti Romadona Kusumabrata, Luffi Lailatul Mukarromah, Lailatul Laksono Trisnantoro Lenny Febriana Ideawati, Lenny Febriana Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Luh Natasya Karini Putri Lukman Hakim M. Amar Sajali M. Bisri M. Janu Ismoyo Maharani, Fiadita Maharani, Yasinta Surya Moch Rizky Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Bisri Muhammad Adhitya Aldi nama, arnoldus Napitupulu, Ruth Erditha Nashrullah, Imam Nurrohma Amalia, Nadhea Paksi, R. Susenatama Jatayu Pancaputri, Widyaiswara Parmawati, Rita Pitojo Tri Juwono Pradany, Ahmad Dwiki Pramesi, Gading Komala Pratama, Rizki Ramadani Pratama, Rizki Ramadhani Pratiwi, Mitha Aprilia Pulasari, Luh Ayu Putri Wedayanti Putra, Farhan Akbar Darma Putra, Rizky Almarendra Wirawan Putri, Angelina Satya Qomariyatus Sholihah Qomarul Huda, Qomarul Rachmanto, Fariz Bayu Rahmah Dara Lufira Ramadhani, Tresna Asih Utami Ramadhania, Salsabila ramdhani, fitroh Resmani, Eva Respatiningrum, Amalia Wara Rispiningtati Rispiningtati Rita Parmawati Rizki Ramadhani Runi Asmaranto Santi Sari Sapto Dwi Hari Oktavianto Saputra, Candra Tri Sariyanti, Ni Komang Yuli Satria, Bagus Harjo Secilia, Melinda Priskila Sekar Padma Lestari Shabrina, Salsabila Sholichin, M. Sholichin, Moch. Sofriansyah, Rafi Satria Sri Wahyuni Suhardjono Suhardjono Suhartanto , Ery Sumiadi Sumiadi, Sumiadi Suwanto Marsudi Tri Budi Prayogo, Tri Budi Tsuyoshi Imai, Tsuyoshi Tuhepaly, Firman Syarif Tyas Daru, Tyas Utami, Rizki Tri Very Dermawan Widandi Soetopo Yudianto, Engelbertus Fajar Zalma, Nasywah Miftahul