Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effect of Organic Stimulant and Inorganic Fertilizer on Two Rice Varieties (Oryza sativa L.) Widyaswari, Erningtyas; Santosa, Mudji; Maghfoer, Moch. Dawam
The Journal of Experimental Life Science Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.857 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2016.007.01.09

Abstract

Increased the yield of rice could be done by organic stimulant application and inorganic fertilizer, as well as the used of appropriate variety. The field experiment was aimed to study the interaction of fertilizer application and the using of variety on rice. The research was conducted at April until July 2016 in Sekarputih Hamlet, Pendem Village, Junrejo District, Batu City. This research used the Randomized Complete Block Design (RCBD) Factorial methods with 2 factors are Rice Variety (V) and Fertilizers Doses (P) with 3 replications. Cows Biourine application by dissolved 1 L biourine with 10 L water sprayed on soil and plants. EM-4 application was doing by dissolved 100 cc EM-4 with 10 L water sprayed on soil. The result of research showed that interaction of Mapan-P.05 hybrid variety (V2) added with fertilizer doses 100 kg phonska+100 kg urea+cows biourine+EM-4 (P6) can increase yield on rice in parameter 1000 grain weight to 15.29% against which added fertilizer doses 200 kg phonska+200 kg urea (P1). Keywords: Inorganic Fertilizer, Organic Stimulant, Rice, Variety.
The Effect of Plant Growth Promoting Rhizobacteria and Arbuscular Mycorrhiza Fungi on the Growth and Essential Oil Yield of Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) under Different Soil Water Content Aini, Nurul; Kurniawan, Agus Prayitno; Maghfoer, Moch. Dawam; Yamika, Wiwin Sumiya Dwi; Kusuma, Restu Rizkyta
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 48, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v41i0.4045

Abstract

Patchouli produces essential oils, which are a crucial raw material for various industries, but its main limitation is its low essential oil content and yield. Water management, integrated with the use of beneficial microorganisms, serves as an alternative strategy. This study aims to evaluate the single and dual application of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) and Arbuscular Mycorrhizal Fungi (AMF) on the growth and essential oil production of patchouli under different Soil Water Content (SWC) levels. A two-factor factorial experiment was carried out in a randomized block design with three replications. The first factor was SWC levels (100, 75, 50, and 25% Field Capacity (FC)). The second factor was bioinoculant treatments (no inoculation (control), PGPR, AMF, and PGPR+AMF). The results showed that PGPR+AMF at various SWC levels improved growth and essential oil yield up to 96-190%. A reduction in growth was observed starting at 50% FC, as indicated by the number of leaves (>35%), leaf area (>44%), and plant dry weight (>32%). SWC at 75% FC resulted in 18% higher Water Use Efficiency (WUE) than 100% FC, while PGPR+AMF inoculation increased WUE up to 66%. In conclusion, maintaining SWC at 75% FC and treating the plant with PGPR+AMF inoculations optimized patchouli essential oil yield.
Pengaruh Pemberian Kompos Bekas Maggot dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Irawan, Afina Nurzahra; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.02

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman sayuran yang unggul di Indonesia. Bawang merah berperan dalam produksi terbanyak dari total produksi tanaman sayuran di Indonesia. Budidaya tanaman bawang merah menghadapi permasalahan yang menghambat produktivitasnya, salah satunya adalah penggunaan pupuk kimia dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dengan menggunakan obat-obatan dengan dosis yang tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh kombinasi dosis kompos kasgot dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang tepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang maksimal. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Februari-Mei 2024 di Desa Temas, Kota Batu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang meliputi dua faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama meliputi K0 : tanpa kompos kasgot, K1 : kompos kasgot 10 ton ha-1, dan K2 : kompos kasgot 20 ton ha-1. Faktor kedua meliputi P0 : tanpa PGPR, P1 : PGPR 10 ml L-1, P2 : PGPR 20 ml L-1, dan P3 : PGPR 30  ml L-1. Hasil penelitian mengindikasikan tidak terdapat interaksi pada perlakuan kompos kasgot dengan PGPR pada seluruh parameter pengamatan. Perlakuan kompos kasgot 20 ton ha-1 dapat memberikan peningkatan pertumbuhan tanaman bawang merah secara nyata terhadap panjang tanaman pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST, jumlah daun pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST, luas daun pada umur 14, 28, 42, dan 56 HST, jumlah umbi per rumpun, dan bobot kering matahari umbi. Pemberian PGPR tidak memberi pengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan.
Survey dan Pendokumentasian Sayuran Lokal di Pasar Tradisional Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur Kartika Yurlisa; Moch. Dawam Maghfoer; Nurul Aini; Wiwin Sumiya D.Y.; Paramyta Nila Permanasari
Jurnal Biodjati Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Biodjati, Vol II, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v2i1.1287

Abstract

Upaya pendokumentasian sayuran lokal sangatlah penting untuk dilakukan. Hal ini disebabkan keragaman sayuran lokal yang terancam punah oleh perubahan zaman, alih fungsi lahan, dan pola konsumsi masyarakat. Paper ini mendiskusikan keragaman sayuran lokal di Kabupaten dan Kota Kediri, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan survey eksplorasi melalui teknik wawancara terstruktur. Daerah survey mencangkup 15 pasar tradisional yaitu Gurah, Pare, Induk Pare, Pagu, Plemahan, Ngadiluwih, Grogol, Wates, Gempengrejo, Papar, Mojo, Pahing, Setono Betek, Grosir Ngronggo dan Bandar. Responden yang diwawancarai pada saat survey adalah pedagang sayur yang menjual sayuran lokal. Total jumlah responden di 15 pasar tradisional adalah 40 orang. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif menggunakan software excel. Paper ini mendokumentasikan 28 spesies dari 16 famili tanaman. Sayuran lokal yang banyak diperjualbelikan adalah kenikir, kacang panjang, kangkung dan kemangi. Sedangkan sayuran yang dijumpai sedikit diperjualbelikan adalah kucai, selada air, nangka, dan terung pokak. Sayuran lokal khas daerah tersebut adalah sintrong dan sembukan. 61% sayuran lokal yang ditemui sudah dibudidayakan, 21% dibudidayakan tetapi masih dipungut dari alam, sisanya sebanyak 18% merupakan sayuran yang masih dipungut dari alam. Sayuran yang dipungut dari alam seperti pakis, sintrong, sembukan, bambu dan lamtoro mempunyai potensi untuk didomestikasi menjadi tanaman budidaya.