Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Determinan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru Christine Vita Gloria; Zulmeliza Rasyid; Sherly Vermita W; Elmia Kursani; Bizanti Umayyah
Jurnal Kesmas Asclepius Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jka.v1i2.919

Abstract

This study aims to see whether the determinants are related to treatment compliance for pulmonary tuberculosis patients at the 2019 health center. This type of research is a quantitative observational cross-sectional design. The results showed that with a P value of 0.05, there was a significant relationship between knowledge (P value = 0.005 and POR = 14.276), attitudes (P value = 0.506 and POR = 1.615), family support (P value = 0.038 and POR = 1,961), the role of health workers (P values = 0.026 and POR = 4.440), with medication adherence for pulmonary tuberculosis patients. Conclusions, of the 4 variables there are 3 variables related to adherence to taking pulmonary TB drugs in the Work Area of the Siak Hulu II Health Center, namely knowledge, family support, and the role of health workers and 1 unrelated variable, attitude. Keywords: Obedience, Medicine, Lung Tuberculosis
PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN PERSALINAN DI FASILITAS KESEHATAN DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BENTENG Syukaisih Syukaisih; Alhidayati Alhidayati; Elmia Kursani; Muhamad Ali
Menara Ilmu Vol 16, No 1 (2022): VOL. XVI NO.1 JANUARI 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i1.3115

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2017 tentang persalinan di faskes, menyatakan bahwa dari  27 puskesmas yang ada, UPT Puskesmas Benteng merupakan yang paling rendah, hanya 4,7%.Jumlah ibu hamil yang bersalin di fasilitas kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Benteng tahun 2017 hanya 12 orang (4,8%) dari 257 ibu bersalin. Padahal target program berdasarkan renstra adalah 77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, tingkat pendidikan, sikap, jarak tempat tinggal, ketersediaan fasilitas kesehatan, dukungan suami/keluarga, dan pendapatan keluarga ibu bersalin di rumah berpengaruh terhadap rendahnya cakupan persalinan di fasilitas kesehatan.Penelitian ini bersifat kualitatif. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan , tingkat pendidikan, sikap, jarak tempat tinggal, ketersediaan fasilitas kesehatan, dukungan suami/keluarga, dan pendapatan keluarga. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Informan penelitian adalah 8 orang ibu bersalin di rumah sebagai informan utama, 1 orang bidan sebagai  informan kunci,  dan 1 orang dokter umum sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan di wilayah kerja UPT Puskesmas Benteng melalui wawancara mendalam  dan observasi.Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan ibu bersalin di rumah sudah baik, tingkat pendidikan tidak berpengaruh, sikap negatif, jarak tempat tinggal  jauh, ketersediaan fasilitas kesehatan pemberi layanan persalinan terbatas, dukungan suami/keluarga bukan ke fasilitas kesehatan dan pendapatan keluarga tidak berpengaruh terhadap pemilihan tempat bersalin.Disarankan kepada seluruh tenaga kesehatan yang ada di UPT Puskesmas Benteng lebih meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai persalinan di faskes. menambah jumlah faskes yang menyediakan layanan persalinan, dan menyediakan transportasi untuk keperluan persalinan.Kata kunci : Rendahnya cakupan persalinan, UPT Puskesmas Benteng 
Determinan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (Kek) Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Siak Hulu III Kabupaten Kampar Sintia Sintia; Winda Septiani; Novita Rany; Elmia Kursani
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol7.Iss1.775

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) pregnant women is a situation where a pregnant woman experiences nutritional deficiencies (calories and protein) that have long or chronic competition. In 2018, national the prevalence of CED in pregnant women is 17,3%, and the Siak Health Center prevalence of CED deficiency in pregnant women was 21,4%. The purpose of this research was to determine the factors that influence the CED in pregnant women in the working area of the Siak Hulu III Health Center of Kampar district. The method of this research was a descriptive quantitative analytical study with a cross-sectional design. The sample was 70 respondents in the working area Puskesmas Siak Hulu III. The sampling technique was consecutive sampling with the dependent variable, namely pregnant women with CED if the upper circumference <23,5 cm, and the dependent variable was knowledge, infectious disease, family income, parity, and hyperemesis gravidarum. The data analysis was a bivariate analysis with the Chi-Square test. The instrument used questionnaires and data processing using computerized. The results showed a correlation between knowledge on pregnant women CED (p-value 0,158 OR = 2,602), the influence of infectious diseases on pregnant women CED (p-value 0,003 OR = 5,881), family income (p-value 0,025 OR = 0,231), parity) (p-value 0,025 OR = 4,333), and hyperemesis gravidarum (p-value 0,017 OR = 3,934). It can be concluded that there is an influence between infectious disease, family income, parity, hyperemesis gravidarum, and health workers, in particular, are expected to be able to provide information.  
Effectiveness Of Giving Ambon Banana To Blood Pressure Reduction On Elderly Patients With Hipertension In The Work Area Of Harapan Raya Public Health : Efektifitas Pemberian Pisang Ambon Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya Elsy Syafrina Putri; Elmia Kursani; Syukaisih Syukaisih
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.305 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.24

Abstract

ABSTRAK Hipertensi disebut juga penyakit tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling sering muncul di negara berkembang seperti Indonesia. Nilai tekanan darah sistolik ? 140 mmHg atau diastolik ? 90 mmHg. Prevalensi untuk lansia penderita hipertensi lebih dari 60 tahun diestimasikan lebih dari 60%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah sistole dan diastole lansia penderta hipertensi dengan pemberian pisang ambon di Wilayah Kerja Puskesmas Harapan Raya. Penelitian ini ekperimen dengan jenis penelitian Quasy Experiment dan menggunakan Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan pada kelompok kontrol 16 orang dan kelompok perlakuan 16 orang. Kelompok kontrol tidak diberikan pisang ambon dan hanya dilakukan pengukuran tekanan darah dan kelompok perlakuan diberikan pisang ambon dan dilakukan pengukuran tekanan darah selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian pisang ambon. Dari hasil uji efektifitas dengan mann whitney dapat disimpulkan bahwa pemberian pisang ambon kepada lansia efektif terhadap penurunan tekanan darah (tekanan darah sistole p value 0,000 dan tekanan darah diastole p value 0,006). ABSTRACT Hypertension, also known as high blood pressure, is one of the most common diseases in developing countries like Indonesia. Systolic blood pressure values ??? 140 mmHg or diastolic ? 90 mmHg. The prevalence for elderly people with hypertension more than 60 years is estimated to be more than 60%. This study aims to determine the differences in systolic and diastolic blood pressure of the elderly with hypertension with the provision of Ambon banana in the work area of ??the Harapan Raya Community Health Center.This research is an experiment with Quasy Experiment and uses the Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. This research was conducted in a control group of 16 people and a treatment group of 16 people. The control group was not given Ambon banana and only measured blood pressure and the treatment group was given Ambon banana and measured blood pressure for 7 days. The results showed that there were differences in the average blood pressure before and after giving Ambon banana. From the results of the effectiveness test with Mann Whitney, it can be concluded that giving Ambon banana to the elderly is effective in reducing blood pressure (systolic blood pressure p value 0.000 and diastolic blood pressure p value 0.006).
ANALISIS TINGKAT RISIKO PADA AKTIVITAS MANUAL MATERIAL HANDLING (MMH) DENGAN METODE REBA DI PELABUHAN JAYA PEKANBARU : The RISK LEVEL ANALYSIS ON MANUAL MATERIAL HANDLING ACTIVITY WITH REBA METHOD AT JAYA PORT PEKANBARU 2020 Fenti Pratiwi fenti; Elmia Kursani Kursani; Firman Edigan Edigan
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.017 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.66

Abstract

Aktivitas manual material handling merupakan sebuah aktivitas memindahkan beban oleh tubuh secara manual dalam rentang waktu tertentu. Kegiatan bongkar muat barang yang dilakukan dalam jangka panjang akan mengakibatkan cedera otot dan gangguan kesehatan bagi pekerja. Hal ini disebabkan oleh postur tubuh yang janggal. Berdasarkan hasil survei awal pekerja di Pelabuhan Jaya melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan ergonomi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat risiko pada aktivitas manual material handling dengan metodek REBA di Pekabuhan Jaya Pekanbaru Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian ini berjumlah 7 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan menilai skor REBA. Berdasarkan hasil pengukuran postur kerja dengan menggunakan metode REBA terdapat postur kerja yang ada dalam kategori tingkat risiko ergonomis tinggi. Berat beban maksimal yang diangkat secara manual oleh pekerja sudah memenuhi standar yaitu berada di bawah batas standar yaitu 55 kg. Namun tidak didukung kondisi lingkungan kerja yang aman, seperti material yang berserakan dilantai, getaran akibat pengoperasian alat-alat berat serta ruang gerak yang cukup terbatas. Durasi kerja pekerja yaitu dari pukul delapan pagi hingga pukul empat sore. Dengan jam istirahat sebesar 1 jam. Saran kepada pihak pelabuhan untuk dapat memberikan perhatian terhadap aktivitas manual material handling sehingga dapat meminimalisir terjadinya gangguan otot dan juga terjadinya kecelakaan kerja akibat postur tubuh yang tidak benar dalam bekerja. Manual material handling activity is an activity to move loads manually by the body within a certain time. Long-term loading and unloading activities will result in muscle injuries and health problems for workers. This is due to the awkward posture. Based on the results of the initial survey, workers at Pelabuhan Jaya did work that was not in accordance with body ergonomics. The purpose of this study was to analyze the level of risk in manual material handling activities with the REBA method at Pekabuhan Jaya Pekanbaru in 2020. This study uses a descriptive research methodology with a qualitative approach. The informants in this study were 7 people. Data collection was carried out by interview and assessing the REBA score. Based on the results of measuring work posture using the REBA method, there are work postures that are in the high ergonomic risk level category. The maximum weight that is lifted manually by workers has met the standard, which is below the standard limit of 55 kg. However, it is not supported by a safe working environment, such as material strewn on the floor, vibrations due to the operation of heavy equipment and quite limited space. The duration of work for workers is from eight in the morning to four in the afternoon. With a rest hour of 1 hour. Suggestions to the port to be able to pay attention to manual material handling activities so as to minimize the occurrence of muscle disorders and also the occurrence of work accidents due to improper posture at work.
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PETUGAS LABORATORIUM DI RS JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU: ANALYSIS OF WORK SAFETY AND HEALTH APPLICATION IN LABORATORY OFFICERS IN PSYCHIATRIC HOSPITAL TAMPAN RIAU PROVINCE Siti Khanifaturrohmah; Elmia Kursani Kursani; Muhamadiah Muhamadiah; Leon Candra; Yesica Devis
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.171 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.87

Abstract

Laboratorium salah satu prasarana kesehatan yang berpotensi terhadap gangguan kesehatan bagi tenaga medis petugas laboratorium. Untuk wilayah Riau pada tahun 2019 terdapat jumlah kecelakaan kerja sebanyak 14.325 kasus. RS Jiwa Tampan mempunyai beberapa prasarana kesehatan salah satunya adalah laboratorium klinik yang merupakan prasarana kesehatan yang berpotensi terhadap gangguan kesehatan bagi tenaga medis petugas laboratorium. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Petugas Laboratorium Di RS Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2020. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jumlah informan 3 (Tiga) orang, 1 informan kunci (IK), 1 informan utama (IU), dan 1 informan pendukung (IP). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis triangulasi data yaitu dengan membandingkan hasil wawancara dengan hasil pengamatan (observasi) dan membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa, secara keseluruhan semua petugas laboratorium sudah menggunakan APD secara tepat, APD yang petugas gunakan seperti masker, jas lab, penutup kepala, sepatu pelindung, handscoon, hanya saja sepatu booth khusus untuk di laboratorium yang belum rumah sakit sediakan. Rumah sakit juga sudah mempunyai standar operasional K3 tetapi belum terarah dan masih ada SOP yang belum dibuat dan semua petugas di laboratorium RS Jiwa Tampan juga melakukan pekerjaannya sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Petugas laboratorium pun sudah mengikuti pelatihan K3 umum dari rumah sakit tetapi mereka belum mendapatkan pelatihan K3 khusus untuk laboratorium. Laboratory is one of the health infrastructures that has the potential to cause health problems for laboratory medical personnel. For the Riau region in 2019 there were a total of 14,325 work accidents. Tampan Mental Hospital has several health infrastructure, one of which is a clinical laboratory which is a health infrastructure that has the potential to cause health problems for medical laboratory personnel. The purpose of this study was to determine how the application of occupational safety and health to laboratory personnel at the Tampan Mental Hospital in Riau Province in 2020. This type of research is descriptive qualitative with 3 (three) informants, 1 key informant (IK), 1 main informant (IU). ), and 1 supporting informant (IP). In this study, researchers used a qualitative descriptive research method. The analysis used is data triangulation analysis by comparing the results of interviews with observations (observations) and comparing the circumstances and perspectives of a person with various opinions and views. The results showed that, overall, all laboratory personnel had used PPE appropriately, the PPE the officers used such as masks, lab coats, headgear, protective shoes, handscoons, only special booth shoes for laboratories that the hospital did not provide. The hospital also has K3 operational standards but it is not yet targeted and there are still SOPs that have not been made and all the staff in the Tampan Mental Hospital laboratory also carry out their work in accordance with the SOPs set by the hospital. Laboratory staff have also attended general K3 training from the hospital but they have not received special K3 training for laboratories.
HUBUNGAN KEBIASAAN JAJAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RAWAT INAP RSUD PETALA BUMI PROVINSI RIAU TAHUN 2020 : CORRELATION BUYING SNACK HABITS AND TYPHOID FEVER IN CHILDREN AT SCHOOL AGE IN IN – PATIENT AT PETALA BUMI HOSPITAL, RIAU PROVINCE IN 2020 Nada Khairunnisa; Novita Rany; Elmia Kursani Kursani
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.583 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.134

Abstract

Demam typhoid merupakan penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran cerna dan gejala demam lebih dari satu minggu, gangguan pada saluran pencernaan dan gangguan kesadaran. Kejadian demam typhoid di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau pada tahun 2018 sebanyak 151 kasus terjadi peningkatan pada tahun 2019 yaitu 179 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan jajan anak  dengan kejadian demam typhoid pada anak usia sekolah di rawat inap RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif observasional dengan desain case control. Lokasi penelitian di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau dengan jumlah sampel kasus 20 orang dan sampel kontrol 20 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data adalah kuesioner. Analisis data dengan univariat dan bivariat (chi-square). Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan signifikan antara frekuensi jajan (p-value = 0,026) cuci tangan sebelum makan (p-value = 0,011) kemasan jajan (p-value = 0,024) dengan kejadian demam typhoid di RSUD Petala Bumi Provinsi Riau. Saran untuk instansi kesehatan agar lebih meningkatkan edukasi kepada orangtua anak yang menderita demam typhoid selama pasien dirawat. Yaitu dengan memberikan informasi kepada orangtua dalam mendidik dan memberikan pendidikan gizi diluar pendidikan formal sekolah perlu ditingkatkan agar anak dapat memilih dan membedakan antara makanan jajanan sehat dan tidak sehat.   Typhoid fever is an acute infectious disease that is usually found in the gastrointestinal tract and symptoms of fever are more than one week, the digestive tract disorder and consciousness disturbance. The case of typhoid fever in Petala Bumi Regional Hospital, Riau Provinc, for 2018 were 151 cases, and got  increase in 2019, those were 179 cases. This research goal to determine the correlation between children's buying snack habits and the incidence of typhoid fever in children at school-age hospitalized in Petala Bumi Hospital, Riau Province. This research type is an observational quantitative analytic with a case control design. The research location is in Petala Bumi Regional Hospital, Riau Province, with a total cases sample are 20 people and a control samples are 20 people. The sampling technique used purposive sampling. The measuring instrument which used in data collecting was a questionnaire. Data analysis was using univariate and bivariate (chi-square). The results showed that there were significant correlation between the frequency of buying snacks (p-value = 0,026) washing hands before eating (p-value = 0,011) snack packs (p-value = 0,024) and the incidence of typhoid fever at Petala Bumi Regional Hospital, Riau Province. It is suggested for health agencies to do further improving education for parents of children that suffering of typhoid fever while the patient is treated. Those be like, providing information to parents in educating and providing nutrition education outside of formal school education, it needs to be improved so that children can select and distinguish between healthy and unhealthy snack foods.
Meningkatkan Kesehatan Lansia Pre-Menapouse Pada Masa Pandemi Covid 19 Di RT 02 Perum Yepupa Kota Pekanbaru Elmia Kursani; Rara Wita; Gusti Shanti Pratiwi
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2021): COMSEP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.068 KB) | DOI: 10.54951/comsep.v2i3.173

Abstract

Old age will certainly experienced by someone a long life. There are those who use term old age, elderly. Based on data compiled by COVID-19 Task Force of June 20, 2020, percentage of elderly affected by COVID-19 is 13.8% positive elderly, 11.7% treated 12.5% recovered, and 43,7% died. Although  number of positive patients and treated is not too high for elderly group, number of deaths is the highest compared to other age groups, reaching 43.7%. This service aims to describe and improve the health of pre-menopausal elderly during the Covid-19 pandemic at RT 02 Perum Yepupa Pekanbaru City. The method used in service  to provide counseling and exercise for  elderly in the group of pre-menopausal elderly women in RT 02 Perum Yepupa Pekanbaru. hoped that with this counseling and practice of elderly gymnastics,  level of knowledge of pre-menopausal mothers will increase and make them more concerned about their health conditions.
PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA REMAJA PRIA YANG TINGGAL DI KOS DAN YANG TINGGAL DENGAN ORANG TUA DI KECAMATAN SAIL KOTA PEKANBARU Elmia Kursani; Titah Nuraudah
Jurnal Doppler Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual pranikah adalah tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik yang dilakukan sendiri dengan lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan sebelum adanya hubungan resmi sebagai suami istri. Berdasarkan survei pada tiga remaja yang tinggal di kos pernah melakukan hubungan seksual pranikah Ditanya pernah berciuman bibir mulut dengan pacar. Dua remaja yang lain tinggal dengan orang tua mengaku pernah mengajak pacar kerumah dengan alasan memperkenalkan pacar dengan orang tua pria. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan antara gaya hidup media massa pengetahuan reproduksi dan teman sebaya. Penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain case-control. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja pria yang ada di kecamatan sail berjumlah 170 responden. Pengambilan sampel secara quota sampling alat ukur yang digunakan kuesioner. Analisa dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil uji statistik dengan menggunakan chi square diketahui variabel independen dan dependen yaitu terdapat hubungan antara gaya hidup (p value = 0,000), media massa (p value = 0,000) teman sebaya (p-value = 0,000) dengan perilaku seksual pranikah remaja pria, sedangkan variabel pengetahuan reproduksi tidak ada hubungan dengan perilaku seksual pranikah pada remaja pria. Diharapkan ibu kos dan orang tua dapat tetap memantau perilaku remaja pria yang akan menjerumus melakukan perilaku yang menyimpang.
Pengabdian Masyarakat Tentang Personal Hygiene Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru Syukaisih Syukaisih; Elmia Kursani; Alhidayati Alhidayati; Dita Novia
COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): COMSEP : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.724 KB)

Abstract

Personal hygiene is an action to maintain one's cleanliness and health for physical and psychological well-being, lack of self-care is a condition where a person is unable to carry out hygiene care for himself. Seeing this, personal hygiene is defined as personal hygiene which includes all activities aimed at achieving body hygiene including washing, bathing, caring for hair, nails, teeth, and gums, and cleaning the genital area. If someone is sick, usually less attention to personal hygiene. This happens because they think that cleanliness is a trivial problem, even though if it is not paid attention to it it can affect personal health problems in terms cleanliness which will lead to skin diseases. The correctional institution is a correctional business unit that accommodates, treats, and fosters prisoners. A skin disease that usually occurs in prisoners is scabies. This is due to the condition of the correctional facilities not being fully optimal, the habits are not clean and personal hygiene is not maintained.