Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PRAKTEK PIJAT OKSITOSIN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DI RW 19 KELURAHAN SIALANG MUNGGU PEKANBARU Elmia Kursani; Sherly Vermita Warlenda; Yuni Purwanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19339

Abstract

ASI merupakan suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa, dan beragam garam anorganik yang dikeluarkan oleh kelenjar payudara ibu yang bermanfaat sebagai makanan pertama bayi. ASI eksklusif merupakan ASI yang diberikan pada bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain, kecuali obat, vitamin, dan mineral. Produksi ASI yang lancar pada ibu menyusui akan membantu kesuksesan pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan, sehingga membantu bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, tidak semua ibu menyusui dapat mengeluarkan ASI dengan lancar dan mudah, sehingga dapat menghambat pemberian ASI eksklusif pada bayi, sehingga berpengaruh pada capaian ASI eksklusif yang dicanangkan pemerintah, dimana target nasional cakupan ASI eksklusif adalah sebesar 80%. Pijat oksitosin merupakan salah satu cara untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pijat oksitosin dapat menjadikan ibu merasa rileks dan menghilangkan stress, sehingga merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang dapat memperlancar pengeluaran produksi ASI. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah dengan melakukan penyuluhan dan pelatihan pijat oksitosin pada ibu menyusui di RW 19 Kelurahan Sialang Munggu Pekanbaru. Tujuan penyuluhan dan pelatihan pijat oksitosin ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui dan keluarganya tentang pijat oksitosin dan manfaatnya, serta dapat mengaplikasikannya pada orang terdekat. Hasil pengabdian ini akan di publikasikan didalam jurnal pengabdian sinta 5.
A Factors Associated with the Incidence of Skin Diseases among Scavengers at Muara Fajar Landfill, Pekanbaru City in 2023: Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit kulit pada pemulung di TPA mura fajar kota pekanbaru tahun 2023 Deoni titriani indah sari Deoni; Elmia Kursani; Henny Maria Ulfa
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Olah Raga dan Kesehatan (ORKES)
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol2.Iss3.96

Abstract

Tropical climate conditions in Indonesia increase the development of fungi that cause skin diseases, which is related to the high prevalence rate of skin diseases in Indonesia. Skin diseases are increasing, as evidenced by data from the Indonesian Ministry of Health in 2012. The prevalence of skin diseases in Indonesia was 8.46%, then increased in 2013 to 9% (Ministry of Health, 2013). According to Riskesdas data (2013), it also shows the high prevalence rate of skin diseases in Indonesia at 6.78%. Based on the results of an initial survey conducted by researchers through observations and interviews with 10 respondents who worked around the Muara Fajar TPA, 5 of them experienced skin health problems. The aim of this research is to determine the factors associated with the incidence of skin disease among scavengers at the Muara Fajar TPA, Pekanbaru City in 2023. This research method is quantitative analytical using a cross sectional research design. The sampling technique uses accidental sampling with a population of 250 people and a sample of 71 person. Data collection was carried out using questionnaires and observations. From the research results, it was found that factors related to the incidence of skin disease were length of service (P value= 0.027, POR = 8.850), use of PPE (P value = 0.009, POR = 8.813), length of work (P value = 0.001, POR = 9.000) , and environmental sanitation (P value= 0.127, POR = 5.971). It is recommended that scavengers increase awareness of the importance of using PPE in order to reduce the risk of skin diseases.
KESEHATAN REPRODUKSI PADA KOMUNITAS ANAK PUNK KOTA PEKANBARU Hastuti Marlina; Elmia Kursani; Hayana Hayana
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Punk berasal dari bahasa Inggris yang lahir di London pada pertengahan tahun 1970. Punk adalah singkatan dari “Public United Not Kingdom”. Secara kasat mata penampilan anak PUNK sangat bertentangan dengan nilai sosial pada umumnya serta saat ini banyak anak PUNK yang telah melakukan seks pranikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam tentang kesehatan reproduksi pada komunitas anak PUNK Kota Pekanbaru. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara dan observasional. Pengambilan sampel dengan teknik snowball. Jumlah sampel 6 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Rentang usia 11-19 tahun. Hasil penelitian diketahui bahwa pengetahuan informan tentang konsep kesehatan reproduksi masih rendah, cara informan menjaga/merawat organ reproduksi belum sesuai ketentuan, sebagian besar informan tidak mengetahui mengenai hak-hak reproduksi dan anak PUNK hampir kehilangan semua hak reproduksi mereka, 2 laki-laki dan 2 perempuan dari informan telah melakukan seks pranikah, 1 informan laki-laki dan 1 informan perempuan pernah terkena Penyakit Menular Seksual. Diharapkan bagi pihak terkait khususnya dinas sosial agar dapat meningkatkan konseling kesehatan reproduksi terhadap anak PUNK.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU TAHUN 2016 Elmia Kursani; Dewi Rahmawati
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 8 No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inspeksi visual asam asetat (IVA) ialah salah satu metode deteksi dini kanker serviks yang sama populer dengan pap smear. Indonesia ialah salah satu negara dengan jumlah penderita kanker serviks tinggi di dunia. Setiap 1 menit muncul 1 kasus baru setiap 2 menit meninggal 1 orang wanita karena kanker serviks. diketahui di Puskesmas Simpang Tiga terdapat 15 kasus lesi pra kanker yang termasuk dalam 10 besar penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga tahun 2015.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan wanita usia subur (WUS) dalam metode IVA di Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru Tahun 2016.Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan desain penelitian Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah WUS yang berusia 15-44 tahun yang berkunjung di Puskesmas Simpang Tiga dengan jumlah 95 WUS. Pengambilan sampel dengan menggunakan Sampling Kuota. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan pendidikan dengan kunjungan IVA (P value = 0,529>0,05, nilai POR = 0,703), terdapat hubungan pekerjaan dengan kunjungan IVA (P value = (0,000<0,05, nilai POR=0,194), terdapat hubungan akses informasi dengan kunjungan IVA (P value=0,000<0,05, nilai POR = 5,231), terdapat hubungan peran kader kesehatan dengan kunjungan IVA (P value = 0,028<0,05, nilai POR =2,762) dan juga terdapat hubungan penyuluhan kesehatan dengan kunjungan IVA (P value = 0,035<0,05, nilai POR = 2,656). Disarankan pada instansi terkait yaitu Pukesmas Simpang Tiga untuk meningkatkan konseling atau penyuluhan pada WUS tentang metode IVA agar segera terdeteksi sedini mungkin penderita kanker serviks.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI KOTA PEKANBARU TAHUN 2025 Nurhidayah; Emy Leonita; Elmia Kursani
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 14 No 2 (2025): Al-Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/kesmas.v14i2.3111

Abstract

Hipertensi  merupakan  penyakit  kelainan  pada  jantung  dan pembuluh darah  yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia menunjukkan 34,1% dari penduduk dewasa mengalami hipertensi. Berdasarkan data rekapitulasi 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Rejosari tahun 2024, diketahui bahwa hipertensi merupakan peringkat tertinggi dengan kasus terbanyak yang tercatat sebesar 844 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengendalian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Adapun jumlah sampel diambil dari keseluruhan jumlah populasi yaitu sebanyak 80 responden (accidental sampling). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariate mengunakan uji chi-square . Hasil penelitian menunjukkan responden yang memiliki perilaku yang tidak mengendalikan hipertensi sebanyak 53,7% dan mengendalikan hipertensi sebanyak 46,3%. analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan (P-value = 0,030), sosial ekonomi (p-value = 0,017), pelayanan kesehatan (p-value = 0,031), dukungan keluarga dan lingkungan sekitar (p-value = 0,031) dengan pengendalian hipertensi. Disarankan agar pasien hipertensi rutin memeriksakan tekanan darah, memanfaatkan layanan seperti Posbindu atau Prolanis, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk memperoleh pengobatan dan edukasi yang sesuai kemampuan. Pasien juga dianjurkan melibatkan keluarga dalam pengingat minum obat, penyediaan makanan sehat, dan pembentukan aktifitas fisik yang teratur