Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Beberapa Campuran Amelioran Plus Mikoriza terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Ketan di Tanah Pasiran (Zea Mays Var. Ceratina) Yudistiran; Wahyu Astiko; Jayaputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i1.6231

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh beberapa campuran amelioran plus mikoriza terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ketan ditanah pasiran. Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lahan kering di Moncok Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Percobaan berlangsung selama 5 bulan mulai dari bulan februari 2024 sampai dengan juni 2024. percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima campuran amelioran yaitu : A1: 50% pupuk kandang sapi+50%pupuk hayati mikoriza, A2: 50% kompos+50% pupuk hayati mikoriza, A3: 50% pupuk organik “subur”+50% pupuk hayati mikoriza, A4: 50% arang sekam padi+50% pupuk hayati mikoriza, A5: 50% Campuran +50 % pupuk hayati mikoriza. Data yang diperoleh di analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf nyata 5%. Apabila terdapat berbeda nyata atau signifikan maka dilakukan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian ini campuran amelioran terbaik untuk produksi jagung ketan yaitu KS 50%+M 50% dapat memicu tinggi tanaman, jumlah daun, Konsentarsi P tersedia dan N total tanah, serapan N dan P oleh tanaman, jumlah spora dan kolonisasi pada akar serta bobot brangkasan basah dan kering tanaman di tanah pasiran. Campuran amelioran KS 50%+M 50% menghasilkan bobot kering akar, bobot kering tajuk, dan hasil yang tertinggi.
SOIL FERTILITY STATUS AND SOYBEAN [Glycine max (L) Merr] PERFORMANCE FOLLOWING INTRODUCTION OF INDIGENOUS MYCORRHIZA COMBINED WITH VARIOUS NUTRIENT SOURCES INTO SANDY SOIL Astiko, Wahyu; Sastrahidayat, Ika Rocdjatun; Djauhari, Syamsuddin; Muhibuddin, Anton
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 35, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v35i2.249

Abstract

The experiment tested four treatments, namely inoculation of soil with mycorrhiza, inoculation of soil with mycorrhiza and cattle manure, inoculation of soil with mycorrhiza and rock phosphate, and inoculation of soil with mycorrhiza and inorganic fertilizers. Soil without any inoculation was provided as control. The treatments were arranged in a Completely Randomized Design with four replications. Soil fertility status was based on the concentrations of N, P, K, and organic-C as well as soil pH. Plant performance was determined based on its ability to uptake nutrients (N, P, K, and Ca), its growth and yield. Then, the activity of mycorrhiza was measured based on total population and percentage of root infection. Overall, results of the present study showed that, compared with other treatments, inoculation of mycorrhiza into soil and amended with cattle manure significantly performed higher concentrations of N, P, K, and organic-C. This soil condition caused soybean to absorb significantly higher nutrients, grew well with higher yield compared with plant performance in other treatments. Therefore, results of this study implies that the application of mycorrhiza into soil amended with organic matter is promising to sustain soil productivity under soybean cropping system.  Keywords: Arbuscular Mycorrhiza, soil fertility, soybean yield, dryland
PEMBUATAN DEMPLOT BUDIDAYA JAGUNG KETAN DENGAN APLIKASI AMELIORAN Astiko, Wahyu; Fauzi, Mohamad Taufik; Muthahanas, Irwan; Sudantha, I Made; Sudirman, Sudirman; Ernawati, Ni Made Laksmi
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i1.1417

Abstract

Tingkat pengetahuan, ketrampilan, dan penerapan teknologi kelompok tani yang relatif rendah menyebabkan tingkat produksi jagung ketan masih rendah. Meskipun demikian, limbah kotoran sapi, kompos sisa-sisa hasil pertanian, dan sekam padi yang belum digunakan semuanya tersedia di sekitar petani. Dimungkinkan untuk mengubah limbah ini menjadi "pembenah tanah" tanah, yang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan tanah, serta meningkatkan hasil tanaman. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang manfaat amelioran yang diperkaya dengan mikoriza pada jagung ketan, yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan hasil tanaman. Metode kegiatan yang dilakukan dengan metode andragogi digunakan untuk melakukan kegiatan penyuluhan. Sebagai bagian dari pelatihan, materi manfaat amelioran digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesuburan tanah jagung ketann, dengan porsi teori 20% (penyuluhan, ceramah, dan diskusi), dan porsi praktek 80% (demplot dan praktek pembuatan ameliorant). Hasil demplot aplikasi ameliorant dengan dosis 20 t per ha memberikan hasil tertinggi terhadap bobot biomassa basah dan kering per petak, bobot tongkol basah dan kering per tanaman, dan bobot tongkol basah per petak. Di Kelurahan Pejeruk Karya, Kecamatan Ampenan Kota Mataram, aplikasi amelioran harus dilakukan dengan campuran bahan amelioran. Campuran ini harus terdiri dari dua puluh persen pupuk kandang sapi, dua puluh persen kompos, dua puluh persen petroganik, dua puluh persen arang sekam padi, dan dua puluh persen pupuk hayati mikoriza. Untuk membantu petani memahami dan menerapkan teknik dilahan ini, kegiatan ini melibatkan demonstrasi langsung di lapangan. Penyuluhan pertanian dapat meningkatkan pemahaman petani tentang amelioran menjadi 88%. Penyuluhan berhasil mengajarkan petani bagaimana menggunakan amelioran untuk meningkatkan produktivitas jagung ketan.
PENYULUHAN PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI BAHAN AMELIORAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG KETAN DI MUNCUK KARYA, AMPENAN Astiko, Wahyu; Fauzi, Mohamad Taufik; Sudirman, Sudirman; Muthahanas, Irwan
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1751

Abstract

Glutinous corn is popular due to its delicious taste, savory flavor, and soft texture, with a very high amylopectin content of up to 90%, which is beneficial for diabetics. Its popularity is increasing as an alternative food, such as corn porridge and instant corn rice. However, the productivity of glutinous corn in the "Karya Ushaha Bersama" farmer group remains low, around 2-2.5 tons per hectare. This activity aims to enhance farmers' understanding of utilizing organic waste as ameliorant materials to increase glutinous corn productivity. The methods used include lectures, discussions, Q&A sessions, demonstrations, and hands-on practice. The training also covers the use of organic materials such as compost, manure, and rice husk charcoal as ameliorants. The sessions were conducted smoothly and received active participation from the farmers. The results showed a significant increase in participants' understanding and skills regarding the production and use of ameliorants from organic waste. The use of a mixture of 50% cow manure and 50% mycorrhizal biofertilizer proved effective in improving the growth and yield of glutinous corn. This ameliorant also enhances the development of mycorrhiza in the soil and improves soil fertility. The use of a 50% cow manure and 50% mycorrhizal biofertilizer mixture is recommended to boost plant growth, yield, mycorrhiza development, and soil fertility. Increased productivity of glutinous corn is expected to improve the welfare of farmers in the area.
STRATEGI PENGELOLAAN LAHAN BERKELANJUTAN DALAM UPAYA MENGURANGI DEGRADASI LAHAN TANAMAN PANGAN DI INDONESIA: PENDEKATAN DAN INOVASI Ayu, Candra; Astiko, Wahyu
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1479

Abstract

Degradasi lahan pertanian di Indonesia menjadi masalah serius yang berdampak langsung pada kemampuan suatu wilayah dalam produksi pangan dan ketahanan pangan nasional. Karena penurunan kualitas lahan mengakibatkan penurunan hasil panen, meningkatkan kerentanan terhadap kekurangan pangan, dan memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat petani sehingga diperlukan strategi penangan yang tepat melalui praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara teoritis dan empiris tentang degradasi lahan pertanian tanaman pangan dan inovasi strategi pengelolaan lahan berkelanjutan untuk mengurangi degradasi lahan pertanian pangan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan penggunaan data sekunder dari artikel ilmiah, jurnal terakreditasi, buku referensi, serta laporan resmi organisasi internasional dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Strategi inovatif yang dikembangkan meliputi pertanian organik, pertanian terpadu (integrasi tanaman, ternak, ikan, unggas), pertanian vertikal, bioinformatika, konservasi tanah dan air, pemilihan varietas tanaman tepat, analisis kesehatan tanah, serta model pertanian konservasi untuk pemulihan lahan terdegradasi. Dukungan kebijakan yang kuat diperlukan untuk mendorong adopsi praktik ramah lingkungan, meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanah jangka panjang, serta mencegah degradasi lebih lanjut. Upaya ini penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Assessment and Analysis of Sustainable Agroecosystem Management Through the Implementation of an Integrated Farming System (IFS) In Lempenge Hamlet, Rempek Village Zainab, Zainab; Astiko, Wahyu
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.11018

Abstract

Tropical drylands in Indonesia face serious challenges in maintaining food security due to limited water availability, soil degradation, and low production efficiency. This study aims to evaluate the potential application of an Integrated Farming System (IFS) integrated with the Internet of Things (IoT) as a model for sustainable agroecosystem management in Lempenge Hamlet, Rempek Village, North Lombok Regency. The research employed a case study approach through the analysis of primary literature, field observations, and national policy reviews related to agriculture and food security. The findings indicate that the major constraints in the agroecosystem include limited water resources, soil degradation, the dominance of monoculture systems, and the low socio-economic capacity and digital literacy among farmers. The implementation of IoT-based IFS demonstrates significant advantages, including a 15–50% increase in land productivity, up to 30% efficiency in water and fertilizer use, and a 17% reduction in carbon emissions through organic waste recycling and precision input management. Moreover, the model contributes to higher farmer income, enterprise diversification, and stronger village institutions. However, implementation remains limited by high investment costs, inadequate internet infrastructure, and insufficient technical skills among farmers. Therefore, policy support such as equipment subsidies, institutional strengthening, digital literacy training, and the use of low-power communication networks like LoRaWAN is required to promote adaptive and sustainable smart farming systems in Indonesia’s tropical dryland regions.
PENGARUH BIOAMELIORAN TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR SERTA HASIL TUMPANGSARI JAGUNG-KEDELAI Astiko, Wahyu; Mohamad Taufik Fauzi; Lolita Endang Susilowati; Lalu Zulkifli
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.11421

Abstract

Lahan suboptimal memiliki potensi besar sebagai lahan pertanian produktif di masa depan. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, sistem tumpangsari merupakan alternatif budidaya yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai formulasi bioamelioran terhadap serapan nitrogen (N), fosfor (P), dan hasil tumpangsari jagung–kedelai. Penelitian dilaksanakan pada Juni–Agustus 2025 di Dusun Sumur Mual, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Analisis biologi dan kimia tanah dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan lima perlakuan dan tiga ulangan, yaitu: P0 (tanpa bioamelioran), F1 (10% kompos, 10% pupuk kandang, 10% biochar sekam, 70% pupuk hayati mikoriza), F2 (15%, 15%, 15%, 55%), F3 (20%, 20%, 20%, 40%), dan F4 (25%, 25%, 25%, 25%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan F4, yang terdiri atas campuran 25% kompos, 25% arang sekam, 25% pupuk kandang, dan 25% pupuk hayati mikoriza, menunjukkan hasil terbaik dalam meningkatkan populasi spora mikoriza dan persentase kolonisasi akar. Perlakuan ini juga memberikan hasil panen jagung dan kedelai yang lebih tinggi, serta meningkatkan konsentrasi hara tanah (N total dan P tersedia) dan serapan hara oleh tanaman. Aplikasi bioamelioran F4 mampu meningkatkan efektivitas bioamelioran dalam mendukung pertumbuhan dan produktivitas tumpangsari jagung- kedelai.