Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Bandpass Filter Coupled Line Compact 5250 Mhz Untuk Wifi 802.11ac Romario Johanes Impola Tamba; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dengan perkembangan teknologi dan informasi sekarang yang semakin cepat maka diperlukan suatu sistem yang dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat kepada user. Ditambah dengan kebiasaan user yang sering berpindah tempat(mobile) maka diperlukan teknologi dengan sistem nirkabel yang dapat memenuhi kebutuhan user yang mobile tersebut. Salah satu teknologi dari komunikasi nirkabel adalah Wi-Fi (802.11). Karena alasan tersebut, maka perlu dibuatlah sebuah filter yang dapat megakomodir dari sistem kanal dari 802.11AC yaitu band pass filter yang memiliki lebar pita 160 MHz. Perancangan bandpass filter ini menggunakan metode coupled line compact, dan menggunakan respon frekuensi chebyshev, karena filter ini diharuskan memiliki tingkat selektivitas yang bagus. Filter ini dirancang dengan menggunakan substrat bahan dielektrik Roger 4003 dengan nilai permitifitas relatif 3,38 dan dengan tebal substrat 0,813 mm. dimensi filter yang dihasilkan adalah 60.45 mm x 41,8 mm dengan lebar bandwidth 160 MHz. hasil pengukuran return loss pada frekuensi tengah (5250 MHz) adalah -23,370 dB, insertion loss sebesar -2,374 dB, VSWR sebesar 1,1478 dan Impedansi sebesar 57,05 Ω. Kata Kunci: filter, WiFi 802.11ac, Coupled line compact, Chebyshev Abstract With the development of technology and information which now is more faster. Then, needed a system that can convey information quickly and accurately to the user. Coupled with the habits of users who are often mobile (mobile) is required technology with a wireless system that can meet the needs of the mobile user. One of the technologies of wireless communication is Wi-Fi (802.11). For this reason, it is necessary to construct a filter that can accommodate from a channel system of 802.11AC that is a band pass filter having a bandwidth of 160 MHz. The design of this bandpass filter uses the coupled line compact method, and uses the chebyshev frequency response, since this filter is required to have a good selectivity level. The filter was designed using a Roger 4003 dielectric material substrate with a relative permissive value is 3.38 and with a substrate thickness is 0.813 mm. the result of filter dimension are 60.45 mm x 41.8 mm with a bandwidth of 160 MHz. result of return loss measurement at middle frequency (5250 MHz) is -23,370 dB, insertion loss is -2,374 dB, VSWR is 1,1478 and impedance is 57,05 Ω. Keywords : filter, WiFi 802.11ac, Coupled line compact, chebyshev
Antena Mikrostrip Persegi Panjang Dengan Celah-t Untuk Stasiun Bumi Ads-b 1,09 Ghz Evi Nur Cahyanti; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) adalah sistem pengawas udara yang dapat melacak posisi pesawat udara, kecepatan, karakteristik, cuaca dan data lainnya secara berkala. Sistem ADS-B menggunakan teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS), dimana pesawat akan terus memancarkan informasi ke stasiun bumi, satelit dan pesawat udara lainnya, sehingga setiap pergerakan dapat terdeteksi. Antena penerima ADS-B bekerja pada frekuensi 1090 MHz dengan polarisasi linier vertikal, karena tidak terkena efek rotasi Faraday. Karakteristik antena penerima ADS-B yaitu memiliki gain yang tinggi dan memiliki pola radiasi omni direksional agar dapat menerima sinyal dari segala arah. Pada penelitian ini, dirancang antena mikrostrip menggunakan bahan dielektrik (𝜺𝒓) bernilai 2,2. Untuk melebarkan bandwidth, digunakan teknik pertubasi pada ground plane dan slotted patch. Teknik pencatuan antena menggunakan proximity coupled. Setelah melakukan perancangan, antena direalisasi dan diukur. Hasil pengukuran antena pada penelitian ini menghasilkan polarisasi linier vertical dengan bandwidth 128 MHz, dimana return loss ≤ -14 dB, dan gain yang didapat sebesar 5,2 dBi.  Kata Kunci: ADS-B, antena, mikrostrip, DGS.  Abstract Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) is an air surveillance system that can track aircraft position, speed, characteristics, weather and other data regularly. The ADS-B system uses the technology of Global Navigation Satellite System (GNSS), where the aircraft will continue to transmit information to earth stations, satellites and other aircraft, so that any movement can be detected. The ADS-B receiver antenna works at a frequency of 1090 MHz with vertical linear polarization, because it is not affected by Faraday's rotation. The characteristics of ADS-B receiving antennas are high gain and and omnidirectional radiation pattern in order to receive signals from all directions. In this study, a microstrip antenna was designed using dielectric material (𝜺𝒓) valued at 2,2. To expand bandwidth, the pertubation technique is used in ground plane and slotted patch. The feeding method of the antenna uses proximity coupled. After doing the design, the antenna is realized and measured. The results of antenna measurements in this study produce vertical linear polarization with a bandwidth of 128 MHz, where the return loss is 14 -14 dB, and the gain obtained is 5.2 dBi.  Key word: ADS-B, microstrip antenna, DGS.  1
Antena Susunan Vivaldi Planar 2×4 S-band Untuk Airport Surveillance Radar (asr) Wanda Triandi Edwin; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Radio Detecting and Ranging (RADAR) adalah suatu sistem deteksi gelombang radio yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan memetakan benda – benda seperti pesawat terbang, militer, dan lain - lain. Salah satu radar digunakan untuk Airport Surveillance Radar (ASR) yaitu radar untuk memantau pergerakan pesawat komersial pada saat memasuki/keluar wilayah bandara. Salah satu komponen yang krusial dalam sistem ASR adalah antena yang digunakan merupakan array antenna yang terdiri dari beberapa elemen antena, dan menggunakan variabel fasa atau pengontrolan time-delay pada masing-masing port untuk memindai beam nya. Antena direalisasikan menggunakan bahan substrat epoxy FR 4 (εr=4,35 and h=1,6 mm) yang bekerja pada frekuensi S-Band (2,97 GHz – 3,03 GHz). Antena ini disusun sebanyak 𝟐 × 𝟒 dengan menghasilkan VSWR sebesar 1,156, Gain yang tinggi serta mempunyai sifat pola radiasi unidirectional serta memiliki dimensi 404 mm × 257,9 mm × 91 mm dengan bandwidth ≈ 378 MHz.  Kata Kunci : Antena Array, S-Band, Vivaldi, ASR, Radar Abstract Radio Detecing and Ranging (RADAR) is a system for the detection of radio waves that are useful for detecting, measuring distances and map objects such as airplanes, military, and others. One type of radar using for Airport Surveillance Radar (ASR) used to monitor the movements of commercial aircraft when it enters / exites a certain airport area. One of the crucial components in the Airport Surveillance Radar (ASR) system is an antenna. The antenna used is a array antenna which consist of several elements of antenna, and use variable phase or time-delay control of each port to scan the beam. Antenna was realized using epoxy substrate material FR-4 (εr=4,35 and h=1,6 mm). Antena works at the frequency of the S-Band (2.1 to 3.1 GHz) which produces VSWR = 1,156, Gain 14,63 dBi and unidirectional radiation pattern. The dimensions of realized antenna is 404 mm × 257,9 mm × 91 mm that has effective bandwidth ≈ 378 MHz.  Keywords : Antenna Array, S-Band, Vivaldi, ASR, Radar
Perancangan Dan Simulasi Pengolahan Citra 3d Untuk Sinyal Ground Penetrating Radar (gpr) Menggunakan Gprmax Yuda Nugraha; Heroe Wijanto; Antonius Dharma Setiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ground Penetrating Radar (GPR) merupakan salah satu jenis radar yang digunakan untuk mendeteksi suatu objek yang berada didalam tanah tanpa harus menggalinya. Antena GPR mengirimkan sinyal elektromagnetik kedalam tanah lalu menyentuh benda atau target sehingga menghasilkan gelombang pantul yang kemudian diterima oleh antena penerima. Beberapa pemrosesan sinyal yang dilakukan meliputi A-scan, B-scan, dan C-scan. Pada A-scan dilakukan scanning GPR vertikal satu dimensi serta pembersihan sinyal. Pada tahan Bscan dilakukan pemrosesan sinyal bersih sehingga diperolah data sinyal secara 2 dimensi irisan vertikal dari permukaan tanah. Pada tahap C-scan dilakukan pengolahan sinyal beberapa informasi B-scan bersih menjadi data estimasi profil objek tanah sehingga diperoleh pengolahan sinyal berupa 3 dimensi. Pada Tugas Akhir ini akan dilakukan proses deteksi keberadaan pipa bawah tanah menggunakan pengolahan pemrosesan sinyal berbasis C-scan pada GPR. Secara umum pengolahan C-scan melibatkan tahap pengaturan data masukan (data B-scan), tahap pengkonstruksian data C-scan horizontal view (raw dan interpolated information), secara tahap estimasi lokasi keberadaan objek bawah tanah. Pada tahap pengaturan data masukkan, dibutuhkan data-data B-scan yang telah memenuhi syarat yang telah ditentukan. Pada tahap pengkonstruksian horizontal view, diperlukan teknik interpolasi dan teknik penskalaan terhadap data aktual lapangan. Pada tahap estimasi keberadaan objek bawah tanah , semua informasi keberadaan objek dari data Cscan yang meliputi koordinat tiga dimensi objek divisualisasi dalam informasi dengan pensekalaan aktual lapangan. Kata kunci : GPR, C-Scan, Pengolahan sinyal ABSTRACT Ground Penetrating Radar (GPR) is one type of radar that is used to detect an object that is inside the ground without having to dig it. GPR antenna sends electromagnetic signals into the ground and then touches objects or targets to produce reflected waves which are then received by the receiving antenna. Some of the signal processing carried out includes A-scan, B-scan, and C-scan. On A-scan, one-dimensional vertical GPR scanning and signal cleaning are performed. On B-scan resistance, signal processing is carried out so that signal data is obtained in 2- dimensional vertical slices from the ground. In the C-scan stage, the signal processing of some B-scan information is carried out to become an estimation of soil object profile data so that signal processing in the form of 3 dimensions is obtained. In this Final Project, the detection process of underground pipes will be carried out using C-scan-based signal processing at GPR. In general, C-scan processing involves setting the input data (B-scan data), constructing the data C-scan horizontal view (raw and interpolated information), estimating the location of underground objects in stages. In the data entry stage, B-scan data is needed that has fulfilled the conditions that have been determined. At the horizontal view construction stage, interpolation techniques and scaling techniques are needed for the actual field data. In the stage of estimating the existence of underground objects, all information on the existence of objects from C-scan data which includes three-dimensional coordinates of objects is visualized in the information with actual field alignment. Keyword : GPR, C-Scan, Signal Processing
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Celah Pita-ganda 2,4 Ghz Dan 5,8 Ghz Untuk Drone Evan Benedick Nathaniel; Heroe Wijanto; Edwar Edwar
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bekembangnya teknologi pada saat ini membuat semuanya terasa lebih mudah dan efesien dalam mengerjakan sesuatu, begitu halnya teknologi komunikasi, khususnya dalam pemantauan dan pengintaian menggunakan drone saat ini. Membuat drone membutuhkan alat transmisi yaitu antena. Pada pembuatan drone sebelumnya masih banyak menggunakan antena berjenis cavity yaitu cloverleaf dan monopole yang berdimensi cukup besar. Selain dimensi cukup besar, antena pada umumnya masih menggunakan singleband yang menyebabkan bentuk dari drone sendiri tidak terlihat sederhana karena membutuhkan jarak untuk antena Tx dan Rx. . Untuk mengatasi masalah tersebut, antena mikrostrip yang memiliki dimensi kecil dan menggunakan antena dual band untuk menyederhanakan bentuk drone menjadi pilihan yang tepat untuk digunakan pada drone. Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan susunan antena mikrtostrip celah pita-ganda untuk drone. Dengan menggunakan patch rectangular bercelah pada antena. Untuk mengatasi nilai bandwidth yang rendah, digunakan teknik pencatuan proximity coupled dan menggunakan metode Wilkinson untuk membagi sinyal masukan menjadi beberapa sinyal keluaran dengan fasa yang sama. Realisasi antena menggunakan bahan FR-4. Antena yang dihasilkan mempunyai polarisasi linier dengan polaradiasi unidireksional, bekerja pada frekuensi 2,4 dan 5,8 GHz dengan bandwidth pada frekuensi 2,4 GHz selebar 171 MHz dan pada frekuensi 5,8 GHz selebar 643,6 MHz. Drone dirancang dengan dimensi 9 cm x 6 cm x 0.16 cm, dan mempunyai massa 27 gram. Kata kunci : Antena, Mikrostrip, Rectangular Patch, Dual band, Drone Abstract The development of technology at this time makes everything feel easier and efficient in doing something, as well as communication technology, especially in monitoring and reconnaissance using current drones. Making a drone requires a transmission device, namely an antenna. In making the previous drone there were still many using cavity type antennas, namely cloverleaf and monopole which had quite large dimensions. In addition to the large enough dimensions, the antenna generally still uses singleband which causes the shape of the drone itself to not look simple because it requires distance for Tx and Rx antennas. . To overcome this problem, microstrip antennas that have small dimensions and use dual band antennas to simplify the shape of the drone are the right choice for use on drones. In this research, a double band double band micrtostrip antenna for drones was designed and realized. By using a rectangular patch on the antenna. To overcome the low bandwidth value, the proximity coupled technique is used and use the Wilkinson method to divide the input signal into several output signals with the same phase. Realization of the antenna using FR-4 material. The resulting antenna has linear polarization with unidirectional polaradiation, works at frequencies 2.4 and 5.8 GHz with bandwidth at a frequency of 2.4 GHz as wide as 171 MHz and at a frequency of 5.8 GHz as wide as 643.6 MHz. Drones are designed with dimensions of 9 cm x 6 cm x 0.16 cm, and have a mass of 27 grams Keywords: Antenna, Microstrip, Rectngular Patch, Dual band, Drone
Antena Susun Mikrostrip Catuan Seri Untuk Wifi 802.11ac 5,3 Ghz Rizwan Herliady; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan antenna mikrostrip susun dengan menggunakan konfigurasi series yang digunakan untuk aplikasi Wifi generasi 802.11 AC dengan catuan mikrostrip feed line. Perancangan dan simulasi antena mikrostrip dilakukan di software perancang antena. Realisasi antena akan menggunakan bahan ROGER 4003C sebagai substrat dan tembaga sebagai ground plane serta patch. Antena hasil realisasi pada penelitian ini bekerja pada frekuensi 5,3 Ghz dengan polarisasi linier. Dengan nilai return loss sebesar --38,128 dB, VSWR 1,0555, gain 6,980 dBi, dan bandwidth 272 MHz. Antena hasil realisasi memiliki dimensi 11,7 cm x 5,4 cm x 0,0813 cm. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, Susunan Catuan Seri,802.11 ac Abstract In this research will be designed and realized stacking microstrip antenna using a series of configurations used for Wifi generation 802.11 AC applications with a microstrip feed line. The design and simulation of microstrip antennas is done in the antenna designer. The realization of the antenna will use ROGER 4003C as a substrate and copper as a ground plane and patch.The antenna results of the evaluation in this study work at a frequency of 5.3 Ghz with linear polarization. With a return loss value of --38.128 dB, VSWR 1.0555, gain 6,980 dBi, and bandwidth of 272 MHz. The results of the realization of the antenna have dimensions of 11.7 cm x 5.4 cm x 0.0813 cm Keywords: Microstrip Antenna,Series-Fed Arrays,802.11 ac
Antena Inverted Planar F Compact S-band Untuk Penerima Wireless Body Area Network Darryl Juneldo Lumban Tobing; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu perangkat WBAN (Wireless Body Area Network) yang kini menjadi sorotan, yaitu body worn antenna yang bisa terintegrasi dengan perangkat tertentu. Perangkat tersebut digunakan, antara lain dalam bidang kesehatan, seperti aplikasi medis yang mengumpulkan data kondisi pasien berupa denyut jantung, laju pernapasan, atau kadar oksigen pada darah. Pengukuran PIFA menghasilkan antenna yang bisa diaplikasikan untuk komunikasi WBANs yang bekerja pada rentang frekuensi bluetooth (2,440 – 2,448 GHz), VSWR ≤ 1.5, return loss ≤ –15 dB dengan menggunakan substrat FR-4. Hasil pengukuran pada frekuensi tengah (2.444 GHz) adalah return loss -23.484 dB, VSWR 1.1497 dan impedansi 43.547 Ω. Kata Kunci: Wireless Body Area Network, Planar Inverted F-Antenna, Mikrostrip Abstract One of the WBAN Wireless Body Area Network (WBAN) devices that is now in the spotlight is a worn antenna body that can be integrated with certain devices implemented in the health field such as medical applications that collect patient condition data such as heart rate, respiratory rate, or blood oxygen level. The design and simulation of PIFA is expected to produce antennas that can be applied to WBANs communication working on the bluetooth frequency range (2.440 – 2448 GHz), VSWR ≤ 1.5, and return loss ≤ −15�� by using FR-4 substrate. The results of meaasurement of return loss at the middle frequency 2.444 GHz) are -23.484, VSWR 1.1497 and impedance 43.547Ω. Keywords: Wireless Body Area Network, Plannar Inverted F-Antenna, Microstrip
Antena Array 2x2 Dengan Polarisasi Ganda Untuk Radar Cuaca X-band Daniel Christviyana Manafe; Heroe Wijanto; Yussi Perdana Saputera
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia memiliki wilayah dengan bandara yang banyak, untuk mengetahui keadaan cuaca, alat pemantau yang cukup efektif dan effisen yaitu radar cuaca. Jangkauan pantauan alat tersebut dapat mencapai 10-150 km dari pusat observasi. Aplikasi antena array 2x2 ini difokuskan untuk radar cuaca dan pelayanan penerbangan khususnya untuk bandara perintis dan peringatan dini cuaca ekstrim. Pada tugas akhir ini sudah merancang bangun antena microstrip array 2x2 untuk radar cuaca, frekuensi X-Band yaitu 9,4 GHz dan digunakan karena memiliki keunggulan dimensi yang lebih kecil dan praktis untuk diaplikasikan, juga memiliki dual polarisasi merupakan peningkatan yang sangat signifikan dalam dunia penelitian cuaca, ini dikarenakan sudah memiliki gambaran dua-dimensi (horizontal dan vertikal). Antena microstrip telah menjadi objek utama tugas akhir ini karena memiliki banyak kelebihan antara lain mudah untuk di fabrikasi, relatif terjangkau, mudah untuk dicatu, dan mudah diaplikasikan dalam konfigurasi tunggal ataupun susun. Perancangan antena dilakukan dengan menggunakan duroid 4003 bekerja pada frekuensi 9,4 GHz dengan bandwidth diatas 60 MHz. Hasil pengukuran antena array 2x2 dual polarisasi yaitu VSWR 1,287 dan 1,282, polaradiasi directional, Polarisasi horizontal linier dan vertikal linier. Hasil pada saat pengukuran telah memenuhi spesifikasi yang di butuhkan untuk radar cuaca. Kata kunci : Radar cuaca, Antena microstrip, Polarisasi ganda, X-band Abstract Indonesia has many areas with airports, to know the weather conditions, a fairly effective monitoring tool and an effisen namely weather radar. The range of monitoring of these devices can reach 10-150 km from the observation center. This 2x2 array antenna application is focused on weather radar and flight services especially for pioneer airports and extreme weather early warnings. In this final project I have designed a 2x2 microstrip array antenna for weather radar, XBand frequency of 9.4 GHz and is used because it has smaller and practical dimensions to be applied, also has dual polarization which is a very significant increase in the world of research weather, this is because it already has a twodimensional picture (horizontal and vertical). The microstrip antenna has become the main object of this final project because it has many advantages such as easy to fabricate, relatively affordable, easy to supply, and easy to apply in a single or stacking configuration. The antenna design is done using duroid 4003 working at a frequency of 9.4 GHz with bandwidth above 60 MHz. The results of measuring 2x2 dual polarization arrays are VSWR 1,287 and 1,282, directional polaradiation, horizontal linear and vertical linear polarization. The results at the time of measurement meet the specifications needed for weather radar. Keywords: Weather radar, microstrip antenna, dual polarization, X-band
Realisasi Bandpass Filter Hairpin Chebyshev Dengan Dgs Untuk Synthetic Aperture Radar L-band Ahmad Faiz Rusydi; Heroe Wijanto; Bambang Sumajudin
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut UNESCO, hutan tropis di Indonesia telah masuk ke kategori In Danger. Hutan tropis yang memiliki luas sekitar 2,5 Juta Hektar itu menjadi rumah dari ribuan spesies tanaman, dan ratusan spesies mamalia dan burung. Melihat fakta tersebut dibutuhkan sebuah sistem yang bisa melakukan pemetaan. Salah satu perangkat pemetaan yang biasa digunakan dalam pengindraan jarak jauh adalah Synthetic Aperture Radar (SAR). Filter yang didesain adalah sebuah filter disisi penerima dari SAR. Rencana untuk melakukan sebuah perancangan ini dilakukan pada Bandpass Filter (BPF) Microstrip Chebyshev, dengan cara membandingkan kinerjanya pada Frekuensi L Band. Metode Hairpin dipilih karena kelebihannya dalam desain resonator yang ringkas dan singkat, sedangkan Defected Ground Structure (DGS) telah diaplikasikan pada sistem ini namun justru keberadaan DGS membuat adanya penurunan performa dari filter. Variabel perbandingan yang akan dibandingkan antara lain adalah jenis substrat. Substrat yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah substrat FR-4 epoxy dan Taconic. Nilai insertion loss dan return loss filter setelah disimulasikan adalah sebesar -0.4908 dB dan -21.801 dB untuk Substrat Taconic RF-35 sedangkan untuk substrat FR-4 Epoxy adalah sebesar -2.405 dB dan -31.116 dB. Hasil ini menjadikan filter dengan substrat Taconic RF-35 yang lebih baik performanya. Setelah filter dengan substrat FR-4 Epoxy direalisasikan hasilnya menjadi cukup berbeda dengan hasil insertion loss dan return loss menjadi -3.8784 dB dan -20.95 dB. Kata kunci : BPF Chebyshev , Hairpin, DGS , Microstrip, SAR, L Band. Abstract According to UNESCO, tropical forests in Indonesia have entered the In Danger category. The tropical forest, which has an area of around 2.5 million hectares, is home to thousands of species of plants, and hundreds of species of mammals and birds. Seeing this fact requires a system that can do mapping. One of the mapping devices commonly used in remote sensing is Synthetic Aperture Radar (SAR). The filter designed is a filter on the side of the receiver from SAR. The plan to do this design was done on Microstrip Chebyshev's Bandpass Filter (BPF), by comparing its performance to the Frequency L Band. The Hairpin method was chosen because its advantages in the resonator design are concise and concise, while the Defected Ground Structure (DGS) has been applied to this system, but the existence of the DGS makes a decrease in the performance of the filter. Comparison variables that will be compared include the type of substrate. The substrate used in this study was FR-4 epoxy and Taconic substrate. The insertion loss and return loss filter values after being simulated are -0.4908 dB and -21.801 dB for Taconic RF-35 substrate while those for Epoxy FR-4 substrate are -2.405 dB and -31,116 dB. This result makes the Filter with Taconic RF-35 substrate a better performing filter. After the filter with FR-4 Epoxy substrate was realized the results became quite different with the insertion loss and return loss results being - 3.8784 dB and -20.95 dB. Keywords: BPF Chebyshev , Hairpin, DGS , Microstrip, SAR, L Band
Penguat Daya 500 Miliwatt Untuk Radar Cuaca 5,5-5,7 Ghz Asri Fevi Sari Sidabutar; Heroe Wijanto; Yaya Sulaeman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keadaan cuaca yang tidak menentu dan ekstrim dapat menimbulkan bencana, sehingga diperlukan sebuah teknologi yang dapat mengetahui keadaan cuaca dengan cepat dan tepat dengan menggunakan alat yang dapat membantu manusia mendeteksi fenomena alam untuk memprediksi keadaan cuaca. Alat yang digunakan menggunakan pancaran gelombang radio atau yang lebih dikenal dengan sebutan radar. Salah satu yang dibutuhkan pada sistem radar yaitu penguat daya pada gelombang RF dengan daya yang dikeluarkan cukup besar. Tugas akhir ini membuat sebuah High Power Amplifier (HPA) dimana pada blok diagram radar HPA merupakan salah satu bagian yang sangat dibutuhkan dalam sebuah sistem radar pada sistem radar, HPA merupakan komponen yang sangat krusial untuk menguatkan power yang nantinya diteruskan ke antena kemudian dipancarkan dengan cara meningkatkan level daya sinyal pada masukan di rentang frekuensi yang telah ditentukan sampai dengan level daya yang diinginkan pada keluarannya. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan penyepadan impedansi single stub pada sisi input dan sisi output menggunakan mikrostripline. Tugas akhir ini didesain dan direalisasikan suatu HPA untuk implementasi Radar cuaca C-Band yang bekerja pada frekuensi 5,5-5,7 GHz. Beberapa pertimbangan utama dalam desain HPA diantaranya stabilitas (K), efisiensi, gain, bias DC, Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), power input dan power output. Komponen aktif yang digunakan dalam merancang HPA yaitu MIC GALI 2+. Perancangan dan simulasi HPA dilakukan dengan software Advanced Design System (ADS). Hasil simulasi HPA pada frekuensi 5,6 GHz menghasilkan gain sebesar 27,695 dB, efisiensi sebesar 61 %, VSWR input sebesar 1,016, VSWR Output sebesar 1,008. Hasil pengukuran HPA pada frekuensi 5,6 GHz menghasilkan gain sebesar 25,470 dB,VSWR input sebesar 1,131, VSWR output sebesar 1,522, efisiensi sebesar 39,15% dan bandwidth 200 MHz. Kata Kunci : Radar cuaca, Penguat Daya , C-band Abstract Uncertain weather condition and extreme could cause disaster , so that required a technologies that could be knowledge of weather with quickly and correctly by the use of a that can help a man detect natural phenomena to predict weather .An instrument used use sending out radio wave propagation or more known as radar. One who required in radar system that is amplifier the power on waves rf to the power issued large enough This Final task makes a high power amplifiers ( HPA ) whereby on the block diagram radar hpa is one part which is very much needed in a system radar on a system radar , hpa is a component a crucial to strengthen power which will continued to antennae then emitted by raising the level of signal power in entries on frequencies as specified until with the level of the power desired in its output. The methodology that was used is by using matching impedance single stub in the sight of the input and output using mikrostripline. The final task is actually designed for the implementation and realized a hpa weather radar c-band who works at the frequency of 5,5-5,7 ghz .Some major consideration in design hpa of them stability ( k ) , efficiency , the gain , dc bias , a standing wave voltage ratio ( vswr ) , power input and power output .Active component and used in designing hpa namely the mic dig for 2 + .The design and simulation software hpa performed with advanced design system ( ads ) .The results of the hpa simulation at the frequency of 5.6 ghz produce the gain ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 4393 as much as 27,695 dB , as much as 61 % efficiency , vswr 1,016 input as much as , vswr 1.008 output as much as .Hpa measurement result at the frequency of 5.6 ghz produce the gain as much as 25,470 dB , vswr 1,131 input as much as , vswr 1,522 output as much as , efficiency of 39,15 % and bandwidth 200 Mhz . ~ Keywords: Weather Radar, Power Amplifier, C-band
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi