Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Simulasi Dan Analisis Pengaruh Sensing Scheduling Terhadap Kinerja Throughput Pada Cognitive Radio Network Rezzy Ferli Yanza; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tekonologi telekomunikasi saat ini terus berkembang, salah satunya ialah di jaringan nirkabel yang telah mengalami pertumbuhan pesat selama dua dekade terakhir. Perkembangan ini telah menyebabkan masalah kelangkaan spektrum, karena banyak dari spektrum utama telah dilisensi untuk aplikasi tertentu. Namun, menurut pengukuran terakhir penggunaan spektrum nirkabel, spektrum berlisensi sebenarnya sangat kurang dimanfaatkan. Untuk mengatasi masalah kurang effisiennya penggunaan spektrum dapat diatasi dengan penggunaan teknologi cognitve radio. Oleh karena itu, dikembangkan teknologi cognitive radio dengan fungsi spectrum sensing untuk mendeteksi spektrum yang tidak terpakai lalu bisa digunakan untuk pengguna lain agar lebih efisien dan efektif. Pada tugas akhir ini, dilakukan simulasi dan analisis teknologi cognitive radio menggunakan metode deteksi energy pada Matlab R2011b. Sinyal Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) digunakan sebagai sinyal primary user (PU) dan kemudian ditransmisikan melalui kanal Rayleigh yang ditambahkan Additive White Gaussian Noise (AWGN). Pada tugas akhir ini dilakukan analisis pengaruh kinerja throughput terhadap sensing scheduling yang dilakukan pada secondary user (SU) dalam mendeteksi spectrum primer. Hasilnya simulasi dan analisis yang dilakukan diperoleh bahwa semakin lama waktu sensing yang dilakukan pada saat sensing scheduling maka throughput yang dihasilkan akan semakin kecil karena waktu untuk transmisi data menjadi lebih sedikit. Hal tersebut dapat terlihat pada sensing scheduling dengan waktu jeda 15 ms yang menghasilkan throughput rata-rata sebesar 6.995572 bit/ms, sedangkan rata-rata throughput yang dihasilkan pada saat sensing scheduling dengan waktu jeda 200 ms adalah sebesar 113.6951 bit/ms. Kata kunci : cognitive radio, sensing spectrum¸ sensing scheduling, Matlab, Throughput
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Ultra Wideband (uwb) Pada Frekuensi 500-3000 Mhz Untuk Radar Penembus Dinding Yudha Tarigan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan di bidang teknologi salah satunya antena UWB sekarang ini pemegang peranan penting sebagai aplikasi yang banyak digunakan untuk sarana komunikasi seperti sistem pendeteksi radar dan radio[1]. UWB dapat diterapkan di lingkungan indoor dengan sangat baik karena keuntungan dari UWB adalah kecepatan transmisi data yang sangat tinggi dengan daya transmit yang sangat rendah. Proses pengerjaan yang dilakukan adalah merancang design antena mikrostrip UWB dengan menentukan patch wire bowtie dan menggunakan bahan substrat Epoxy FR-4 dengan nilai (εr = 4,3 dan h=1,6 mm). Prototype kemudian diukur, dihitung dan dibandingkan dengan hasil simulasi[5]. Dalam penelitian ini, dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip UWB dengan patch wire bowtie untuk aplikasi radar penembus dinding yang bekerja pada frekuensi 500- 3000 MHz dengan pola radiasi omnidirectional; gain ≥ 3dBi ; polarisasi linear; return loss ≤ -10 dB; dan VSWR ≤ 2.0. Kata kunci : Mikrostrip, Ultra Wideband, Radar Penembus Dinding.
Perancangan Dan Realisasi Fir Filter Untuk Inter Satellite Links (Isl) Pada Frekuensi 50-90 Mhz Dengan Menggunakan FPGA Lutfi Jamil Setiawan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

th sebesar 40 Mhz pada frekuensi 50-90 Mhz dan direalisasikan pada FPGA. Filter FIR ini diimplemantisikan untuk digunakan pada ISL (Inter Satellite Links) . Metode filter FIR dipilih dengan alasan komunikasi yang dilakukan pada ISL adalah komunikasi data. Pada komunikasi data yang dibutuhkan adalah respon fasa yang linear, sedangkan filter yang bisa menjamin respon fasanya linear adalah filter FIR. Metode equiripple dipilih karena metode ini adalah metode yang paling handal atau paling optimal karena melakukan pendekatan terhadap besarnya error antara respon frekuensi yang diinginkan dengan respon frekuensi sesungguhnya yang menyebar merata pada passband dan stopband sehingga dapat meminimalkan besarnya error. Perancangan filter FIR ini dilakukan dengan menggunakan program simulasi matlab R2012b. Perealisasian menggunakan FPGA dengan VHDL sebagai bahasa pemrogramanya dengan bantuan Xilinx ISE Design Suite 14.5. Pada perancancangan filter FIR dibutuhkan orde sebesar 272. Dalam pengimplementasian filter FIR digital dalam FPGA GENESYS Xilinx Virtex-5 XC5VLX50T dibutuhkan resource FPGA yaitu : jumlah slice register 13 %, jumlah slice LUT 39 %, jumlah bonded IOB 3%, jumlah BUFG/BUFGCTRLs 9%, jumlah PLL_ADV 16 %, dan Jumlah DSP48 93%. Kata Kunci : Filter FIR, equiripple, FPGA, VHDL
Perancangan Dan Realisasi Osilator 1.2 Ghz Untuk Up Converter Pada Aplikasi Synthetic Aperture Radar Erza Yoga Pamungkas; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan radar yang memliliki keluaran berupa citra/gambar. Dalam pembuatan SAR di butuhkan osilator sebagai bagian dari Up Converter. Osilator merupakan komponen penting dari transmitter yang berfungsi menghasilkan gelombang yang amplitudonya berubah terhadap waktu. Dalam penerapannya, SAR membutuhkan transmitter dengan frekuensi 1.27 GHz yang akan dipantulkan ke bumi sebagai pendeteksi objek. Pada peneitian ini akan dirancang sebuah osilator dengan frekuensi 1.2 GHz yang digunakan sebagai lokal osilator pada Up Converter L-band Transmitter. Dalam perancangannya akan digunakan software Advance Design System (ADS) sebagai software simulatornya. Osilator ini akan dirancang menggunakan komponen transistor. Metode yang digunakan dalam perancangan osilator ini adalah metode resistansi negatif. Hasil akhir dari penelitian ini adalah osilator dengan frekuensi 964.646  1.413 MHz, dengan daya keluaran -15.86  1.303183 dBm, derau fasa -45.65 dBc/Hz @152 kHz, dengan factor kualitas 3215. Kata kunci: Synthetic Aperture Radar, osilator, ADS, Up converter, L-Band transmitter, daya keluaran, derau fasa, factor kualitas.
Perancangan Dan Realisasi Antena Pita-jamak Fractal Planar Inverted-f Untuk Handset Gps, Gsm, Umts, Lte Dan Wifi Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari; Heroe Wijanto; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perangkat seluler saat ini ditutut untuk memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. Teknologi seluler nirkabel yang saat ini sedang berkembang di Indonesia adalah Wi-Fi (Wireless Fidelity), GPS, 3G/UMTS (Universal Mobile Telecommunications System), 3,5G/HSPA (High- Speed Packet Access), dan 4G/LTE (Long Term Evolution). Masing-masing teknologi tersebut memiliki frekuensi kerja yang berbeda-beda. Wi-Fi bekerja pada frekuensi 2400 MHz – 2.483,5 MHz dan 5.725 MHz – 5.825 MHz, 3G/UMTS dan 3,5G/HSPA bekerja pada frekuensi 1.910 – 2.110 MHz, 2.100 MHz – 2.170 MHz, serta 4G/LTE akan bekerja pada frekuensi 1.805 MHz – 1.880 MHz. Salah satu jenis antena yang dapat digunakan pada perangkat mobile adalah antena planar Inverted-F (PIFA) karena mereka memiliki desain yang ringan, biaya produksi sederhana dan relatif rendah. Dalam penelitian ini ini telah dirancang dan direalisasikan antena Fractal PIFA dikombinasikan dengan dua slot paralel terhadap Groundplane sehingga strip berbentuk antena bekerja di masing-masing frekuensi GPS L2, GSM, UMTS, LTE dan WIFI.Fractal PIFA ini dibentuk dari bahan cooper setebal 0,3 dan substrat yang digunakan adalah udara. . Pada frekuensi 1.227 MHz nilai VSWR yang dihasilkan adalah 1,37 dan nilai Gain 1,37 dB ,Pada frekuensi 1.842,5 MHz nilai VSWR yang dihasilkan adalah 1,7 dan nilai Gain 2,734 dB, pada frekuensi 1960 MHz nilai VSWR yang dihasilkan adalah 1,4 dan nilai Gain 3,5 dB, pada frekuensi 2140 MHz nilai VSWR yang dihasilkan adalah 1,95 dengan nilai Gain sebesar 3,23 dB, pada frekuensi 2.442,5 MHz nilai VSWR yang dihasilkan adalah 2,99 nilai Gain 3,89 dB dan pada frekuensi 5.775 MHz nilai VSWR yang dihasilkan adalah 1,53 dengan nilai Gain 4,227 dB Sementara pola radiasi yang dihasilkan masing-masing frekuensi adalah omnidirectional dan polarisasi Linear. Kata Kunci : Planar, PIFA, fractal,Ground plane, VSWR dan Gain
Implementasi Dan Analisis Kinerja Sistem Automatic Tracking Control Polarisasi Antena Penerima Frekuensi 433 Mhz Berbasis Gps Edy Rahmat Juma; Heroe Wijanto; Unang Sunarya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada subsistem antena tracker, selain pengarahan antena, perlu diperhatikan kecocokan polarisasi antena dengan polarisasi gelombang datang. Ketidakcocokan polarisasi antara antena penerima dengan gelombang datang, mengakibatkan level daya terima sinyal rendah. Untuk mengoptimalkan daya terima sinyal, pada antena penerima dirancang sebuah system control tracking polarisasi antena secara otomatis. Dengan bantuan GPS yaitu untuk menentukan koordinat letak Mobile Antena sebagai objek . Modul GPS u-blox NEO-6M adalah teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi untuk menentukan koordinat antena kemudian proses selanjutnya meneruskan ke mikrokontoler yang akan mengirimkan data protokol NMEA ke Stasiun Kontrol sebagai sistem control tracking polarisasi penerima, blok kontrol menginstruksikan blok penggerak motor untuk mencari sudut polarisasi sesuai data koordinat yang diterima dari Mobile Antena. Setelah koordinat diperoleh, data tersebut diumpankan ke blok kontrol untuk menginstruksikan blok motor penggerak agar bergerak (arah) sesuai data yang diterima untuk pointing pada Mobile Antena. Hasil yang didapatkan pada tracking polarisasi secara otomatis ini adalah antena tracker dapat bergerak mengikuti arah Mobile Antena sesuai dengan koordinatnya. Kinerja antena trackingnya memiliki error sudut sebesar 200 atau 8,3% begitupula pada jarak >150m sudah kehilangan data terima,selain itu daya terima rata-rata 10.932 dBm tiap 1m dan kondisi indoor mempengaruhi latitude dan longitude yang kurang akurat karena keterbatasan alat. Kata Kunci: Polarisasi,Tracker,GPS
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Slot Rectangular Untuk Wifi 2.4 Ghz Dan 5.68 Ghz Primananda Andhika Putra Priyatama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan bentuk fisik dan kemampuan multiband adalah persyaratan penting untuk antena pada perangkat wireless di masa yang akan datang. Antena mikrostrip adalah antena berbentuk kecil, ringan dan murah sehingga penggunaannya lebih mudah untuk perangkat komunikasi yang kecil dan portable. Wifi (Wireless Fidelity) merupakan teknologi komunikasi wireless yang banyak digunakan saat ini, baik di perkantoran, pusat perbelanjaan maupun cafe-cafe. Wifi menggunakan antena sebagai alat penerima dan pengirim informasi. Pada Tugas Akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip dual band menggunakan slot berbentuk  rectangular untuk aplikasi Wifi. Substrat yang digunakan adalah FR-4 dengan nilai permitivitas relatif 4.6, menggunakan teknik pencatuan Inset Feed. Untuk penentuan dimensi antena sebelum direalisasikan dilakukan cara perhitungan secara teoritis dan proses optimasi dengan simulator. Untuk proses simulasi antena ini,menggunakan CST Studio Suite 2014. Hasil realisasi menunjukkan bahwa antena bekerja pada frekuensi 2.442 Ghz menghasilkan VSWR 1.330 gain 3.351 dBi dan  bandwidth 36 MHz,sedangkan untuk  frekuensi  5.68  dihasilkan VSWR 1.115 gain 4.101 dBi dan bandwidth 213 MHz.Pola radiasi antena ini adalah unidirectional dengan polarisasi antena berbentuk elips mendekati linear. Kata kunci : Mikrostrip, Dual Band, Rectangular, Wifi
Perancangan Dan Realisasi Antena Susunan Linier Mikrostrip Patch Persegi Dengan Catuan Proximity Coupled Untuk Radio Altimeter Pesawat 4,2 – 4,4 Ghz Bayu Heri Prabowo; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Altimeter adalah sebuah instrumen untuk mengukur ketinggian pesawat berdasarkan tekanan udara [17]. Pengukuran ketinggian altimeter berdasarkan MEA (mean sea level). Tekanan udara semakin dekat dengan ground maka semakin tidak akurat karena molekul udara tertarik gravitasi bumi sehingga diperlukan pengukuran yang lebih akurat apabila posisi pesawat berada di ketinggian minimum yaitu 11000 feet (flight level 130). Radio altimeter adalah sebuah perangkat yang berada di pesawat terbang yang berfungsi untuk mengukur ketinggian pesawat terhadap ground level[14]. perangkat radio altimeter ini beroperasi pada frekuensi 4.3 GHz[14]. Antena pengirim dan penerima pada perangkat ini biasanya dipisahkan[14]. Pada praktek penggunaannya, antena penerima harus mendeteksi sinyal pantul yang berasal dari landasan saja, bukan langsung dari antena pengirim.[18][14] Tujuan dari pemisahan pada antena pengirim dan penerima adalah untuk menghindari efek crosstalk[14]. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan antena mikrostrip array dengan catuan proximity coupling untuk aplikasi radio altimeter. Perancangan dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak CST Studio Suite 2014 untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan melalui simulasi. Antena yang dirancang untuk mampu bekerja pada frekuensi 4.3 GHz, dengan return loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz, gain ≥ 9.25 dBi, pola radiasi unidireksional, dan polarisasi linier. Substrat yang digunakan adalah Rogers RT5880 yang memiliki permitivitas relatif ( r) sebesar 2.2 dan ketebalan sebesar 1,57 mm. Antena bekerja pada frekuensi tengah 4,3 GHz yang menghasilkan VSWR 1,005, polarisasi elips , Gain 13,46 dB, dan pola radiasi unidireksional, impedansi 50,113,-J228,123mΩ. Return loss -51,890 dB, effective bandwidth 286 MHz (4.175-4.461)MHz. Kata kunci : Antena Susunan Linear, Proximity Coupled , Radio Altimeter
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Multilayer Parasitic Pada Frekuensi 2,35 Ghz Untuk Aplikasi Lte Sumartono Sumartono; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

yang diberikan pada sebuah project dari Third Generation Partnership Project (3GPP) untuk memperbaiki standard mobile phone generasi ke-3 (3G) yaitu UMTS/HSPA. Jaringan antarmuka-nya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah . LTE memiliki kemampuan transfer data mencapai 300 Mbps pada sisi downlink dan 75 Mbps pada sisi uplink. Salah satu komponen penting dalam subsistem komunikasi LTE adalah antenna. Antenna yang dirancang adalah prototype Transmitter pada E-nodeB. Antena mikrostrip mempunyai gain, bandwith, dan efisiensi yang rendah. Sehingga, untuk mengatasi kelemahan tersebut, dalam tugas akhir ini dirancang antena mikrostrip susun menggunakan multilayer parasitic substrat untuk meningkatkan gain antena [1]. Jarak antara patch dengan parasitic lapisan pertama dan jarak antara parasitic lapisan pertama ke parasitic lapisan kedua dioptimalkan untuk memaksimalkan kopling elektromagnetik dan main lobe antena. Antena mikrostrip ini dirancang dengan bantuan perangkat lunak bantu berbasis Finite Integration Technique dengan menggunakan substrat epoxy FR-4 dengan nilai = 4,2. Antena yang dirancang pada tugas akhir ini menghasilkan polarisasi ellips dengan nilai Axial Ratio = 22,16 dB dan pola radiasi unidireksional dengan beamwidth azimuth yang terukur 70 0 . Antena bekerja pada frekuensi SBand 2,333 sd 2,377 GHz pada VSWR ≤ 2 dan Gain = 8,23 dBi dapat terealisasi dengan antena mikrostrip multilayer parasitic berdimensi 151,5 × 151,5 mm. Sedangkan untuk lebar pita VSWR diperoleh 44 MHz. Kata Kunci : antena mikrostrip, multilayer parasitic, gain, long term evolution (LTE)
Perencanaan Coverage Dan Capacity Jaringan Long Term Evolution (lte) Frekuensi 700 Mhz Pada Jalur Kereta Api Dengan Physical Cell Identity (pci) Nico Baihaqi; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi telekomunikasi nirkabel generasi ke-4 yang berbasis Internet Protocol (IP). Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi paket data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Pada teknologi sebelumnya yaitu 3G dan 2G kurang optimal dan stabil dalam melayani kebutuhan trafik dikondisi  user  bergerak dengan kecepatan tinggi atau kondisi user berada pada alat transportasi darat yaitu kereta api. Pada paper ini, dibahas tentang Perencanaan jaringan LTE FDD 700 MHz di sepanjang jalur kereta api Bandung – Gambir  dengan kecepatan user mencapai 350km/jam dan jarak  tempuh sejauh 258 km ini dilakukan berdasarkan metode konvensional yaitu coverage dan capacity dari segi radio access. Kemudian dilakukan perencanaan berdasarkan neighbour relation dan physical cell identity (PCI). Berdasarkan hasil perhitungan dan simulasi, Dengan adanya PCI terutama yaitu sepanjang jalur kereta api Bandung – Gambir dapat mengurangi level interferensi yang ditunjukkan meningkatnya probabilitas  daerah  dengan  nilai  BLER  dan  nilai  rata-rata  C/(I+N)  naik  sehingga  average  user throughput mengalami kenaikan. Sedangkan penggunaan PCI tidak berpengaruh besar terhadap RSRP dan signal level. Kata kunci : Long Term Evolution, macro cell, coverage, capacity, neighbour relation, physical cell identity, BLER, C/(I+N), throughput.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi