Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Duplexer Jenis Ferrite Circulator Untuk Aplikasi Synthetic Aperture Radar (sar) Muhammad Anshar Arif; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duplexer merupakan perangkat yang berfungsi untuk mengisolasi receiver dari transmitter saat keduanya menggunakan satu antena yang sama. Duplexer yang ideal menghasilkan isolasi yang sempurna tanpa ada loss, dari dan ke antena. Teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) -yang merupakan salah satu teknologi pencitraan profil permukaan bumi dari ruang angkasa untuk mendapatkan profil bumi secara keseluruhan-, merupakan teknologi yang menggunakan satu antena dan satu frekuensi untuk proses receiver dan transmitter. Karena daya yang dikirim oleh transmitter besar, maka pada penelitian ini direalisasikan sebuah duplexer jenis ferrite circulator bentuk-Y yang berfungsi untuk meredam pembalikan sinyal ke input, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada perangkat tersebut. Hasil pengukuran menunjukkan nilai insertion loss pada port 1 (S21) sebesar -10,483 dB, pada port 2 (S32) sebesar -12,535 dB, pada port 3 (S13) sebesar -10,933 dB, nilai return loss pada port 1 (S11) sebesar -16,045 dB, pada port 2 (S22) sebesar -10,898 dB, pada port 3 (S33) sebesar -9,7252 dB, dengan nilai VSWR di port 1 sebesar 1,3156, pada port 2 sebesar 1,6869, dan pada port 3 sebesar 1,9543. Kata kunci: Synthetic Aperture Radar, duplexer, ferrite circulator
Desain Dan Realisasi Bandpass Filter 2,425 Ghz Dengan Coupled Line Untuk Receiver Stasiun Bumi Pada Sistem Nano Satelit Muhammad Irfan Riswandi; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filter merupakan komponen telekomunikasi yang berperan untuk membatasi frekuensi yang di inginkan untuk sinyal yang akan dipancarkan maupun yang di terima. Pada jurnal ini telah dilakukan perancangan dan realisasi Bandpass Filter bagian receiver dengan pembatasan bandwidth 40 MHz yang digunakan untuk aplikasi ground station sistem satelit nano. Filter yang direalisasikan memiliki frekuensi center 2,425 GHz. Dalam realisasinya, sebuah filter harus memiliki beberapa karekteristik yang harus dipenuhi, seperti loss yang kecil (s12 dan s21), vswr yang mendekati 1, dan impedansi 50 Ohm. Serta loss tidak lebih dari 3 dB (setengah daya). Pada penelitian ini direalisasikan filter dengan menggunakan metode Coupled line band pass filter. Bahan yang digunakan dalam filter ini adalah FR4 yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 4,3. Hasil pengukuran dari filter yang direalisasikan memiliki bandwidth sesuai spesifikasi, yaitu 40MHz. Nilai return loss sebesar -11.42, VSWR sebesar 1.73 dB, dan nilai insertion loss sebesar -3.14 dB. Kata Kunci : filter, receiver, bandpass, coupled line
Design And Realization Cloverleaf Antenna And Helix Antenna For Fpv (First Person View) Antenna In Quadcopter Agil Setiawan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengambilan gambar video melalui udara memiliki banyak manfaat, misalnya membantu melakukan pemetaan ataupun monitoring pada suatu lokasi. Namun, sering kali pengambilan gambar video dari udara membutuhkan biaya sangat besar karena harus menggunakan jasa seperti penggunaan helikopter. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah menggunakan wahana seperti quadcopter yang memiliki biaya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan helikopter. Tapi, permasalahannya adalah sering kali kinerja pengambilan gambar video dari quadcopter tidak maksimal dikarenakan jarak yang hanya mencapai kemampuan minimal dari transceiver video. Pada penelitian ini diimplementasikan penggunaan antena cloverleaf yang dipasang pada transmitter video pada quadcopter serta antena helix yang dipasang pada receiver video quadcopter yang berada pada ground station dengan frekuensi 5,8 GHz yang digunakan sebagai alat bantu untuk memaksimalkan pengambilan gambar video dari udara atau yang biasa dikenal dalam istilah dunia aeromodelling yaitu First Person View (FPV). Hasil dari penelitian ini  menunjukkan pola  radiasi dari antena  cloverleaf dan antena  helix dengan mode normal memiliki pola radiasi omnidireksional dengan nilai VSWR pada antena cloverleaf sebesar 1,433 sedangkan nilai VSWR pada antena helix sebesar 1,389. Kemudian dari segi pengukuran jarak didapatkan hasil sejauh 500 m dengan ketinggian 40 m. Dari hasil tersebut, maka antena cloverleaf dan antena helix cocok untuk digunakan pada quadcopter karena selain memiliki bobot yang ringan serta dapat memaksimalkan jarak pengiriman dan penerimaan video. Kata kunci: antena cloverleaf, antena helix, transmitter, receiver, quadcopter, ground station, FPV
Power Combiner 3-way Untuk Aplikasi Electronic Support Measures 2-18 Ghz (uwb) Rizal Ritaudin; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Electronic Support Measures (ESM) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut diproses dan dianalisa dengan tujuan untuk mendeteksi dan membuat pengukuran terhadap pancaran gelombang elektromagnetik dari sistem radar disekitarnya. Frekuensi kerjanya berada pada 2-4 GHz (S-Band), 4-8 GHz (C Band) dan 8-18 GHz (X Ku-Band).Dalam tugas akhir ini, telah dirancang dan direalisasikan sebuah komponen pasif yang terdapat pada aplikasi Electronic Support Measures (ESM) . Dengan banyaknya antena susunan maka dibutuhkan suatu komponen pasif yaitu power combiner. Frekuensi kerja alat tersebut 2-18 GHz yang mempunyai tiga input dan satu output . Alat tersebut dirancang menggunkan software CST Microwave Studio.Adapun hasil pengukuran dari 3-way power combiner pada 2-18 Ghz yaitu didapatkan nilai untuk parameter S11 pada 2 GHz yaitu -9.184 dB, 10 GHz sebesar -17.374 dB dan 18 GHz sebesar -12.638 dB, nilai untuk parameter S22 pada 2 GHz yaitu -6.864 dB, 10 GHz -20.635 dB, 18 GHz -10.524 dB, nilai untuk parameter S33 2 GHz -8.827 dB, 10 GHz -16.125 dB, 18 GHz -12.480 dB, nilai untuk parameter S44 pada 2 GHz yaitu -6.864 dB, 10 GHz -20.635 dB,  18 GHz -10.524 dB. Nilai untuk parameter S12 pada 2 GHz yaitu -5.003 dB, 10GHz -5.115 dB,  18 GHz -6.184 dB, Nilai untuk parameter S13 pada 2 GHz yaitu -5.259 dB, 10 GHz -5.497 dB,18 GHz -6.269 dB, Nilai untuk parameter S14 pada 2 GHz yaitu -4.901 dB, 10 GHz -4.976 dB, 18 GHz -5.923 dB, Nilai untuk parameter S21 pada 2 GHz yaitu –4.153 dB, 10 GHz -5.274 dB, 18 GHz -5.759 dB, Nilai untuk parameter S31 pada 2 GHz yaitu -5.341 dB, 10 GHz -6.171 dB, 18 GHz -6.613 dB, Nilai untuk parameter S41 pada 2 GHz yaitu -4.178 dB, 10 GHz -5.547 dB, 18 GHz -5.880 dB. Nilai untuk parameter S23 pada 2 GHz yaitu-9.739 dB, 10 GHz -20.033 dB, 18 GHz -24.165 dB, Nilai untuk parameter S34 pada 2 GHz yaitu -10.821 dB, 10GHz -20.932 dB, 18 GHz -46.673 dB, Nilai untuk parameter S24 pada 2 GHz yaitu -6.643 dB, 10 GHz -12.589dB, 18 GHz -25.086 dB, Nilai untuk parameter S32 pada 2 GHz yaitu -10.383 dB, 10 GHz -11.659 dB, 18 GHz-10.995 dB, Nilai untuk parameter S43 pada 2 GHz yaitu -13.636 dB, 10 GHz -11.931 dB, 18 GHz -14.807 dB,dan Nilai untuk parameter S42 pada 2 GHz yaitu -10.305 dB, 10 GHz -11.367 dB, 18 GHz -11.511 dB.
Antena Crossed Bowtie Untuk Penerima Tv Digital 478 - 694 Mhz Stevy Francisca Yolanda Novitasari; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyiaran televisi, kini mengalami perkembangan yang awalnya menggunakan sistem siaran analog kini sedang berkembang menggunakan sistem penyiaran digital. Tahun 2018 merupakan tahun perubahan di Indonesia dari Televisi Analog menjadi Televisi Digital. Oleh karena itu, penulis akan merealisasikan sebuah antena yang dapat menerima sinyal dengan sistem digital sehingga dapat digunakan pada saat perpindahan teknologi dari sistem analog ke sistem digital di Indonesia. Pada penelitian tugas akhir ini telah direalisasikan sebuah antena crossed bowtie sebagai antena penerima televisi digital pada frekuensi 478 – 694 MHz. Perhitungan awal penelitian ini menggunakan dimensi yang sesuai dengan spesifikasi antena. Setelah mendapatkan dimensi awal, dilakukan simulasi model dengan menggunakan software untuk mendapatkan hasil optimal dimensi yang direkomendasikan oleh software. Pada simulasi dilakukan perubahan paramenter – parameter seperti tinggi segitiga dari 121.6 mm sampai 129 mm, alas segitiga dari 141.6 mm sampai 160 mm, ketebalan bahan dari 0.5 mm sampai 1.5 mm, dan jarak antenna dan reflector dari 127.5 mm sampai 150 mm. Setelah didapatkan hasil optimasi yang diinginkan, kemudian antena direalisasikan untuk dapat dilakukan pengukuran terhadap antena yang telah dibuat. Setelah dilakukan pengukuran, didapatkan hasil dari tugas akhir ini, yaitu nilai VSWR=1.266 untuk frekuensi 478 MHz, nilai VSWR=1.179 untuk frekuensi 586 MHz, dan nilai VSWR= 1.259 untuk frekuensi 694 MHz. Gain yang didapatkan yaitu 7 dBi. Pola pancar yang didapatkan yaitu berbentuk unidireksional yang berarti pola pancar yang tajam dan terarah.
Analisa Dan Perencanaan Implementasi Radio Trunking Digital Pada Uptd Pemadam Kebakaran Untuk Wilayah Dki Jakarta Harry Pratama; Heroe Wijanto; Kris Sujatmoko
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radio Trunking Digital adalah salah satu teknologi telekomunikasi wireless digital yang distandarkan oleh badan standardisasi eropa yaitu European Telecommunication Standard Institute ( ETSI ). Radio trunking digital diciptakan untuk memenuhi kebutuhan jaringan telekomunikasi wireless khusus. Di Negara eropa, teknologi ini ditujukan untuk keperluan militer, kepolisian, bandara, perusahaan pertambangan dan perusahaan transportasi. Tetra dapat melayani layanan voice dan data. Salah satu hasil pengerjaan tugas akhir ini adalah jumlah base station yang diperlukan untuk mengcover dan menampung permintaan trafik yang dibuthkan oleh Unit Pelaksana Teknis ( UPTD ) Pemadam Kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Untuk mendapatkan jumlah sel yang paling optimum, digunakan dua buah metode yaitu Planning Base on Capacity dan metode Planning Base on Coverage. Metode planning Base on capacity adalah metode planning yang menitikberatkan pada kemampuan suatu site untuk melayani penggunaan kanal trafik. Sedangkan planning base on coverage adalah suatu metode planning yang menitikberatkan kemampuaan site untuk mengcover suatu lokasi yang diukur berdasarkan parameter-parameter radio. Setelah dilakukan perencanaan dengan kedua metode tersebut kemudian hasilnya dibandingkan dan selanjutnya ditentukan berapa jumlah site yang paling optimum untuk mengcover dan menampung penggunaan saluran di daerah tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan diatas, parameter yang harus diperhatikan adalah, sensitifitas penerima, Free Space Loss, MAPL, traffic tiap pelanggan, jumlah pelanggan, luas wilayah dan EIRP. Hasil pengerjaan tugas akhir ini adalah jumlah base station yang diperlukan untuk mencover area Wilayah DKI Jakarta serta dapat menampung permintaan trafik dari pengguna. Pada skenario 1, dibutuhkan 6 site dengan lokasi plotting pada Sudin dan pos pemadam agar memudahkan monitoring dan controling. Pada skenario ini dihasilkan sinyal terima paling rendah sebesar -95 dBm, number of server pada overlaping zone sebesar 4 server dan Bit of Error Rate sebesar 0<= BER< 0,09. Pada sisi backhaul, dari 6 link yang direncanakan terdapat 1 link yg mengalami pelemahan sinyal terima sebesar 0,4. Pada skenario 2, dibutuhkan 5 site dengan lokasi plotting pada Sudin, pos pemadam serta lokasi lain yang strategis.Skenario menghasilkan sinyal terima paling rendah sebesar -95 dBm, number of server pada ov erlaping zone sebesar 4 server serta Bit of Error Rate sebesar 0<= BER< 0,09. Pada sisi backhaul, semua link yang direncanakan memenuhi batas clearence dan tidak mengalami pelemahan sinyal terima. 
Perancangan Dan Realsasi Antena Ultra-wideband 800-2400 Mhz Untuk Aplikasi Kognitif Radio Putra Kurniawan; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keperluan masyarakat akan komunikasi nirkabel atau wireless belakangan ini semakin meningkat dan sudah seperti kebutuhan utama. Dengan adanya sarana telekomunikasi yang handal dan murah membuat masyarakat menjadi lebih mudah untuk melakukan komunikasi. Karena itu, informasi yang dapat di transmisikan mulai berubah dari komunikasi suara menuju data dan multimedia. Namun ketersediaan spektrum frekuensi berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi akan sarana telekomunikasi nirkabel, maka bandwidth yang dibutuhkan semakin besar. Tetapi, sebagian besar spektrum frekuensi sudah dialokasikan pengguna tertentu, atau layanan tertentu. Masih jarang tersedianya jenis antena yang mampu mendukung teknologi cognitive radio dikarenakan Bandwidth yang kecil. Dalam tugas akhir ini, dengan menggunakan simulator elektromagnetik, akan dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip UWB dengan coplanar waveguide untuk aplikasi Radio Cognitive yang dapat digunakan pada frekuensi 800-2400 MHz. Hasil dari perancangan dan realisasi antena yang bekerja dari frekuensi 800-2400 MHz dengan pola radiasi omnidirectional; gain ≥ 3dBi ; impedansi input = 50 Ω ; dan VSWR ≤ 2.0. Kata kunci : cognitive radio, antenna microstrip, antennaUWB with coplanar waveguide.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Bentuk E Modifikasi Dengan Elemen Parasit Untuk Radio Altimeter Pada Frekuensi 4.2 – 4.4 Ghz Sitia Gamawati Erta Lestari; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Radio altimeter adalah sebuah perangkat yang sangat penting dalam dunia penerbangan. Pada umumnya, radio altimeter penerbangan memiliki antena pengirim dan penerima yang terpisah. Antena yang dibutuhkan untuk digunakan pada sistem radio altimeter adalah antena yang mampu menghasilkan pola radiasi unidireksional dengan bandwidth yang lebar. Antena mikrostrip dipilih karena kelebihannya yaitu memiliki masa ringan dan mudah untuk dipabrikasi. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan antena mikrostrip untuk aplikasi radio altimeter. Perancangan dilakukan menggunakan bantuan perangkat lunak CST Studio Suite untuk mendapatkan karakteristik yang diinginkan melalui simulasi. Antena yang dirancang untuk mampu bekerja pada frekuensi 4.3 GHz, dengan return loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz, gain ≥ 9.25 dBi, pola radiasi unidireksional, dan polarisasi linier. Substrat yang digunakan adalah Rogers RT5880 yang memiliki permitivitas relatif (ℰr) sebesar 2.2 dan ketebalan sebesar 1,57 mm. Antena hasil realisasi perancangan pada tugas akhir ini memiliki return loss sebesar -15.121 dB, VSWR sebesar 1.425, bandwidth 185.188 MHz, dan gain sebesar 9.276 dBi. Antena mikrostrip parasitik ini menghasilkan pola radiasi unidireksional dan polarisasi linier vertikal. Kata kunci : radio altimeter, antena mikrostrip, elemen parasit
Analisis Perencanaan Jaringan Lte Multi-rat Umts Existing Study Kasus Di Kota Bandung Iqbal Tawakal; Heroe Wijanto; Hafiddudin Hafiddudin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan jaringan LTE pada frekuensi 1800 MHz di kota Bandung ini dilakukan berdasarkan metode konvensional yaitu berdasarkan kriteria coverage dan capacity dari segi radio access serta memperhitungkan interferensi inter-RAT UMTS release 5 site existing berdasarkan salah satu operator di Indonesia ini. Perencanaan jaringan LTE ini menggunakan bandwidth selebar 20 MHz dan antenna mimo 2x2. Dengan skenario ini dapat meningkatkan kapasitas dan data rate pada user. Parameter yang dianalisis adalah jumlah site, RSRP, CINR, BLER dan persentase user reject berdasarkan simulasi menggunakan skema Mimo 2x2 dan Bandwidth 20MHz pada Software. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan LTE multi-RAT di daerah Kecamatan Sukajadi yang membutuhkan site sebanyak 2, mendapatkan nilai rata-rata dari RSRP level -96.42dbm, mendapatkan nilai rata-rata dari C/(I+N) 4.81db, mendapatkan nilai rata-rata dari BLER 0.03 dan rata-rata persentase connected user 98,4 %. Sedangkan daerah Kecamatan Buah Batu dibutuhkan site sebanyak 4, mendapatkan nilai rata-rata dari RSRP level -76.7dbm, mendapatkan nilai rata-rata dari C/(I+N) 3.46db, mendapatkan nilai rata-rata dari BLER 0.03 dan rata-rata persentase connected user 98,7%. Kemudian daerah Kecamatan Bojongloa Keler dibutuhkan site sebanyak 3, mendapatkan nilai rata-rata dari RSRP level -75.72dbm, mendapatkan nilai rata-rata dari C/(I+N) 3.46db, mendapatkan nilai rata-rata dari BLER 0.04 dan rata-rata persentase connected user 99%. Kata Kunci : LTE, inter-RAT, multi-RAT, bandwith, throughput, BLER, RSRP dan C/(I+N).
Perancangan Filter Square Loop Resonator Pada Frekuensi 2350 Mhz Untuk Aplikasi Satelit Nano Muhammad Purwa Manggala; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Universitas Telkom sedang melakukan penelitian terkait satelit nano dengan ukuran 10cm x 10cm x 10cm  menggunakan  frekuensi  2350     MHz  untuk  transmisi  data  muatan  kamera  dengan  dengan  misi penginderaan jarak jauh. Filter merupakan salah satu bagian transmitter menyeleksi sinyal pada band frekuensi tertentu  agar  tidak  menyebabkan interferensi  dari  frekuensi  yang  berdekatan.  Dalam  proses  implementasi digunakan filter yang menghasilkan dimensi yang kecil serta bandwidth yang sempit. Loop resonator merupakan metode filter yang terdiri atas saluran transmisi yang dibentuk pada loop tertutup melingkar, feed line dan gap kopling. Proses realisasi filter menggunakan material substrat FR4 dan material stripline cooper. Hasil pengukuran realisasi filter menunjukkan performansi filter pada frekuensi tengah 2350 MHz dengan bandwidth 50MHz serta return loss -44 dB lebih baik dari spesifikasi dibawah -15 dB, Insertion loss -6.3 dB atau sekitar 0.5 data yang ditransmisikan, dan impedansi 49 Ohm mendekati nilai impedansi karakteristik sebesar 50 Ohm. Kata Kunci: Satelit nano, filter, mikrostrip, resonator
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi