Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Antena Mimo 4x4 Mikrostrip Patch Persegi Panjang 5,2 Ghz Untuk Wifi 802.11N Angga Budiawan Adipurnama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan transfer data cepat dan dalam jumlah yang banyak pada pengguna Wifi mendorong munculnya teknologi dan standar baru. IEEE telah merilis standar 802.11n, dengan perubahan dari standar sebelumnya adalah datarate lebih tinggi, bandwidth lebih lebar dan mendukung teknologi MIMO. Tantangan dari penggunaan teknik MIMO ini pada terminal pengguna adalah bagaimana mendesain multiple antena yang antarantenanya memiliki nilai mutual coupling kecil namun tidak membuat dimensi antena keseluruhan menjadi terlalu besar. Jurnal ini membahas perancangan antena mikrostrip 4x4 MIMO untuk Wifi yang bekerja di frekuensi 5,180-5,220 GHz. Desain dan simulasi dilakukan pada software CST Studio Suite 2014. Setelah hasil simulasi sesuai spesifikai, kemudian dibuat prototypenya dan dilakukan pengukuran secara langsung. Antena yang direalisasikan memiliki dimensi 49,475 mm x 49,475 mm, dapat bekerja pada frekuensi 5,180-5,220 GHz. Keempat antena memiliki VSWR ≤ 1,5 dan mutual coupling ≤ -20 dB. Bandwidth antena 1 hingga 4 berturut-turut 92 MHz, 96 MHz, 68 MHz, dan 83 MHz. Gain yang dihasilkan antena 1 hingga 4 berturut-turut 3,306 dBi, 3,428 dBi, 3,38 dBi, dan 3,315 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan unidirectional dengan polarisasi elips. Kata kunci : antena MIMO, Wifi, rectangular pacth
Antena Mikrostrip Bentuk-g Monopole Pita-ganda Untuk Lte 1,8 Dan 2,1 Ghz Irfan Ridho Fikri; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu aplikasi antena mikrostrip adalah untuk mendukung sistem komunikasi nirkabel LTE, karena frekuensi operasi sistem tersebut dialokasikan cukup tinggi, sehingga dapat dibuat antena mikrostrip dengan dimensi yang memadai untuk penerapannya Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan, simulasi dan realisasi antena dengan memodifikasi antena monopole berbentuk G yang akan menghasilkan dual frekuensi untuk diaplikasikan pada LTE. Dalam tugas akhir yang berjudul “Antena mikrostrip bentuk-G monopole pita-ganda untuk LTE 1,8 dan 2,1 GHz” perancangan antena menggunakan catuan mikrostrip linefeed dan dilakukan analisis dengan CST Studio Suite dengan spesifikasi return loss ≤ -10 db, VSWR ≤ 2, bandwidth 60 MHz dan 70 MHz, gain ≤ 3 dBi, pola radiasi omnidireksional dan polarisasi linier. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4. Antena yang dihasilkan mempunyai polarisasi linier dengan pola radiasi omnidireksional yang bekerja pada frekuensi 1,8 dan 2,1 GHz. Dengan bandwidth pada frekuensi 1,8 GHz sebesar 121,3 MHz dan pada frekuensi 2,1 GHz sebesar 312,5 GHz. Gain yang dihasilkan pada perancangan antena bentuk G ini pada frekuensi 1,8 GHz adalah sebesar 0,9521 dB sedangkan pada frekuensi 2,1 GHz gain yang dihasilkan sebesar 1,325 dB. Kata kunci: Antena, Mikrostrip, Monopole, Compact G Shape, LTE (Long Term Evolution) Abstract One of the applications the antenna mikrostrip is to support LTE wireless communication system, because the system operation frequency allocated is quite high, so that the antenna can be made mikrostrip with adequate dimensions to its application. This research has been done on the design, simulation and realization of antenna by modifying the antenna-shaped monopole G which will generate a dual frequency for applied on LTE. In the final project, with the title "dual band G-shaped monopole microstrip antenna for LTE 1.8 GHz and 2.1 GHz" antenna design using microstrip supply linefeed and done analysis with CST Studio Suite with specifications return loss ≤ -10 db, VSWR ≤ 2, bandwidth 60 MHz and 70 MHz, gain ≤ 3 dBi, omnidireksional radiatio pattern and linear polarization. The materials used for the substrate is FR-4. The resulting antenna has a linear polarization with omnidireksional radiation pattern that works on a frequency of 1.8 and 2.1 GHz frequency bandwidth. with 1.8 GHz of 121,3 MHz and on the frequency of 2.1 GHz amounted to 312,5 GHz. the resulting Gain on design of antenna shapes the G at the frequency of 1.8 GHz is 0.9521 dB while the 2.1 GHz frequency generated gains of 1.325 dB Keywords: Antenna, Microstrip,Monopole,Compact G Shape, LTE
Antena Mikrostrip Planar Array 2x2 Untuk Wifi 802.11 Ac 5,2 Ghz Yassir Aulia; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi wireless communication pada masa kini tergolong sangatlah cepat. Meningkatnya perkembangan teknologi pada saat ini sangat berpengaruh pada kecepatan dan cakupan transfer data yang ada salah satunya yang ada pada wireless. Penggunaan wireless pada saat ini sudah hampir ada dimana mana dan dimasa mendatang teknologi wireless tersebut akan membutuhkan peningkatan kualitas karena semakin banyak kuantitas dari teknologi tersebut dibutuhkan pula kualitas yang baik. IEEE sebagai lembaga standarisasi internasional untuk perangkat elektronik telah menetapkan sebuah standar khusus untuk mengatur regulasi penggunaan jaringan nirkabel ini. Pada tahun 1997, IEEE telah menyetujui dan menetapkan IEEE 802.11 sebagai standar regulasi untuk penggunaan jaringan nirkabel secara global. [1] Pada penelitian kali ini merancang antena mikrostrip planar array untuk teknologi 802.11 ac pada frekuensi 5.2 GHz. Perancangan antena dilakukan dengan menggunakan substrat FR-4 (Epoxy) dengan konstanta dielektrik εr= 4.6 dan ketebalan h= 1.6 mm. Antena bekerja pada frekuensi 5 GHz dengan bandwidth diatas 100 Mhz. Antena planar array yang disimulasikan dengan posisi penempatan pada acces point tertentu untuk menganalisa kondisi terbaik dari hasil simulasi. Hasil antena pengukuran menghasilkan antena planar array 2x2 dengan pola radiasi bi-directional, return loss 34.068 dB,, Bandwidth yang didapat 270 Mhz. Nlai VSWR 1,04. Gain 4,06 dBi, nilai impedansi 52.01 –,004 j40 ohm, dan hasil tersebut menunjukkan antena sesuai dengan spesifkasi yang dibutuhkan. 
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Mimo Bowtie Pada Frekuensi 2.3 Ghz Untuk Aplikasi Lte Halomoan Togatorop; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi telekomunikasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi LTE, teknologi ini menawarkan kualitas komunikasi yang lebih baik dari teknologi-teknologi sebelumnya. Salah satu perangkat yang dibutuhkan pada teknologi tersebut adalah antena. Teknik MIMO adalah teknik antena yang dapat memperbaiki kualitas performansi dan kapasitas dari sistem LTE. Sistem ini menggunakan multiantena baik di sisi transmitter maupun di sisi receiver. Pada tugas akhir ini akan dirancang dan direalisasikan antenna Mikrostrip MIMO Bowtie untuk LTE pada frekuensi tengah 2,3 GHz, pada range frekuensi 2,2647 GHz - 2,3336 GHz dengan pencapaian gain ≥ 2 dBi dan bandwidth mencapai 60 MHz. Dari hasil simulasi dengan menggunakan software CST, didapatkan bandwidth yang sudah memenuhi syarat VSWR ≤ 1,5 dan Gain sekitar 1.02 dBi. Pada hasil pengukuran antena didapatkan hasil VSWR ≤ 1,5 dengan bandwidth 60 MHz pada antena pertama, 60 MHz pada antena kedua, dan Gain sekitar 1,02 dB pada antena pertama, 1,02 dB pada antena kedua. Pola radiasi berbentuk bidireksional didapat ketika simulasi dan pengukuran. Polarisasi yang didapatkan adalah linier. Dari perancangan frekuensi, Bandwidth dan Gain ini, maka antena ini dapat digunakan sebagai Antena indoor pada teknologi LTE. Kata Kunci: Antena, Mikrostrip MIMO Bowtie,LTE,VSWR
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Polarisasi Sirkular Pada Frekuensi 5,8 Ghz Dengan Catuan Proximity Coupled Untuk Aplikasi First Person View Pesawat Tanpa Awak Pada Sisi Ground Segment Ramtsal Eka Putra; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengambilan video udara seperti pemetaan, aerialshooting, surveillance, atau monitoring suatu lokasi terkadang membutuhkan jarak yang cukup jauh. Permasalahannya adalah sering kali ditemukan kinerja pengambilan gambar  video  dari  UAV  tidak  maksimal  dikarenakan jarak  yang  tidak  mencapai  kemampuan  maksimal  dari transceiver video. Pada penelitian ini dirancang antena mikrostrip dengan menggunakan teknik perturbasi yaitu pemotongan bagian tepi pada patch berbentuk sirkular dengan sudut 315° dan 135° untuk mendapatkan polarisasi LHCP terhadap sumbu catuan. Teknik catuan yang digunakan menggunakan proximity coupled dengan ketinggian lapisan atas dan bawah dibuat sama. Hasil dari penelitian ini menunjukkan teknik perturbasi dapat memodifikasi polarisasi antena mikrosrip menjadi berpolarisasi sirkular dengan parameter dimensi yang mempengaruhi kesirkularan adalah lebar patch (l),  kedalaman perturbasi (tr),  panjang catuan (pl), dan lebar ground (GH,GV). Setelah dirancang, dari hasil simulasi menggunakan software simulasi didapatkan bandwidth impedansi sebesar 471,2 MHz untuk return loss <-10 dB. Gain capaian pada simulasi didapatkan sebesar 8,401 dB pada frekuensi resonansi 5,825 GHz. Pada hasil pengukuran didapatkan bandwidth impedansi sebesar 605 MHz untuk return loss <-10 dB dengan gain capaian sebesar 8,098 dBi. Pola radiasi yang dihasilkan antena mikrostrip array yang dibuat adalah unidireksional. Polarisasi yang dihasilkan adalah sirkular dengan nilai axial ratio 0.7775 dB pada frekuensi resonansi 5,825 GHz. Kata kunci : antena mikrostrip, polarisasi sirkular, first person view, UAV (Unmanned Aerial Vehicle)
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Uhf 436 Mhz Dengan Polarisasi Sirkular Untuk Telemetry, Tracking, And Command Satelit Mikro Ardian Nugraha; Heroe Wijanto; Agus Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena merupakan salah satu komponen subsistem komunikasi satelit, baik di sisi space segment dan di sisi ground station. Telkom University mengembangkan satelit berukuran mikro yang umumnya disebut satelit mikro. Satelit ini berbentuk kubus yang akan mengorbit pada lintasan Low Earth Orbit (LEO) pada ketinggian 500-1500 km dari permukaan bumi. Satelit memiliki fungsi dasar operasi yaitu melakukan Telemetry Tracking and Command (TT&C) yaitu operasi telemetri, penjejakan (tracking) satelit dan operasi pengiriman data perintah (command). Data operasi TT&C tersebut dikirim melalui antena UHF transmitter ke stasiun bumi. Untuk mengirim informasi data dari payload TT&C ke stasiun bumi, transmitter bekerja pada frekuensi UHF yaitu 436 MHz. Pada penelitian ini jenis antena dipilih mikrostrip karena bobotnya yang ringan, mendukung polarisasi sirkular, ukuran yang relatif kecil, dan konfigurasi yang low profile. Sehingga antena ini dapat disesuaikan dengan desain bentuk dan kebutuhan peralatan komunikasi modern, khususnya teknologi satelit mikro. Antena mikrostrip dirancang dengan menggunakan truncated corner agar didapatkan polarisasi sirkular untuk mengantisipasi efek rotasi Faraday akibat putaran ion yang ada di atmosfer. Teknik catuan yang digunakan adalah probe coaxial. Hasil perancangan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu berbasis Finite Integration Technique (FIT) dengan menggunakan bahan substrat epoxy FR-4 dengan nilai µr = 4.3. Hasil antena yang dirancang pada penelitian ini bekerja pada frekuensi UHF-Band 435 sd 437 MHz pada VSWR ≤ 1,5 menghasilkan polarisasi sirkular (AR < 3 dB) yaitu sebesar 0.37 dB dan pola radiasi omnidireksional. Sedangkan lebar pita yang bekerja atau effective bandwidth pada antena tersebut saat VSWR ≤ 1,5 dengan AR < 3 dB adalah ≈ 1.117 MHz. Kata Kunci : Antena mikrostrip, Telemetry Tracking and Comand (TTC), Satelit Mikro
Desain Dan Realisasi Antena Bts Gsm Frekuensi 1710-1805 Mhz Omnidirectional Dengan Metode Discone Wire Riga Marga Limba; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dikembangkan antenna yang dapat digunakan untuk telekomunikasi mobile. Antenna yang dirancang dengan modifikasi dari antenna discone, yang terdapat 2 bagian, patch dan ground. Patch yang berbentuk dish dan groun berbentuk cone. Perancangan antenna ini untuk dipergunakan pada teknologi pikocell atau microcell yang dapat di gunakan pada posisi blank area, seperti di dalam gedung bertingkat, di daerah perkantoran dan mall. Antenna yang dirancang pada frekuensi 1,71 GHz sampai dengan 1,805 GHz dengan memiliki kelebihan dari polaradiasi berbentuk omni direksional, kesegala arah pada satu bidang tertentu, dengan besar gain sebesar 1,786 dBi pada simulasi dan 2,444 dBi pada pengukuran fabrikasi. VSWR yang di dapat bernilai 1,22 untuk simulasi dan 1,071 untuk fabrikasi. Secara keseluruhan, antenna yang dirancang, di simulasikan dan fabrikasi tidak banyak mengalami perbedaan, dan spesifikasi antenna yang di rancang sesuai dengan kebutuhan dari antenna picocell dan microcell. Kata Kunci : GSM, Antena, Gain dan discone
Perancangan Dan Implementasi Antena Mikrostrip Fraktal Koch Untuk Aplikasi Ultra Wideband (3.1 Ghz – 10.6 Ghz) Satria Taruna Wirawan; Heroe Wijanto; Zulfi Zulfi
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian tugas akhir ini dirancang sebuah antena mikrostrip fraktal Koch pada iterasi orde ke-2 dengan merekayasa bentuk feed strip line dan optimasi pada kombinasi bentuk groundplane. Setelah itu antena fraktal disimulasikan dan direalisasikan pada aplikasi UWB (3.1-10.6) GHz yang kemudian dibandingkan antara hasil simulasi dan pengukuran. Sehingga dari ke dua teknik ini akan dianalisa perubahan parameter antena agar bekerja secara optimal untuk dapat digunakan pada aplikasi UWB. Hasil dari tugas akhir ini menunjukan bahwa dengan merekayasa teknik catuan micostrip line dengan menempelkan patch fraktal Koch serta mengkombinasikan bentuk groundplane dengan bentuk lingkaran mampu memperbaiki return loss pada performansi antena. Dari hasil optimasi perancangan antena didapatkan, untuk ukuran dimensi antena 38.3 mm × 24.5 mm × 1 mm. Kemudian untuk hasil parameter antena pada frekuensi kerja 3.1 GHz, 6.85 GHz, dan 10.6 GHz nilai VSWR berturut-turut 1.382, 1.413, dan 1.462. Serta besarnya gain dengan frekuensi kerja yang sama pula, berturut-turut yaitu 2.211 dB, 1.275 dB, 2.486 dB, dan polaridiasi yang dihasilkan yaitu bidireksional, serta polarisasi ellips. Kata kunci : Antena Fraktal, Koch, Ultra Wideband, Iterasi Orde-2
Perencanaan Capacity Coverage Pada Access Link Dan Backhaul Menggunakan Minilink Pada Jaringan Lte Di Daerah Kota Bandung Muchlisin Muchlisin; Heroe Wijanto; Hafidudin Hafidudin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan teknologi berbasis Internet Protocol (IP) yang mendukung transfer paket data dengan rate yang tinggi dibandingkan teknologi sebelumnya pada HSDPA release 5, meskipun user bergerak dengan kecepatan tinggi. Teknologi ini akan dapat memenuhi kebutuhan para user akan komunikasi data yang terus meningkat beberapa tahun belakangan. Meningkatnya kebutuhan user akan data rate yang tinggi berdampak pada meningkatnya kebutuhan jaringan untuk dapat menyalurkan seluruh data source trafik dari eNodeB ke user (access) maupun eNodeB ke jaringan inti (backhaul). Perangkat Microwave Minilink merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyalurkan data dari eNodeB ke jaringan core (backhaul) dengan kapasitas yang tinggi hingga 1 Gbps. Pada hasil tugas akhir ini backhaul yang di rancang menggunakan Minilink TN menghasilkan nilai network througput sebesar 7,38 Gbps, dengan hasil tersebut untuk jaringan akses didapatkan Mandalajati : 5 site, Cidadap : 5 site,dan Sukasari 8 site. Pada perencanaan jaringan backhaul skenario 1 diperoleh free space loss rata-rata 121,47 dB, signal level rata-rata -64 dBm, fading margin rata-rata 30,79 dB, membutuhkan 4 hop dan 64 backhaul minilink. Sedangkan pada skenario 2 diperoleh free space loss rata-rata 119,08 dB, signal level rata-rata -64 dBm, fading margin rata-rata 27,24 dB, membutuhkan 4 hop dan 34 backhaul minilink Hasil yang dicapai pada tugas akhir ini pada skenario 1 memiliki jalur yang lebih banyak, sehingga kemungkinan paket gagal terkirim lebih sedikit, karena memiliki banyak jalur alternatif atau jalur cadangan. Dan handover lebih efektif karena jalur trafiknya melewati X2 interface sehingga tidak perlu ke MME. Sedangkan untuk skenario yang kedua memiliki free space loss rata-rata yang lebih rendah, sehingga power yang disediakan tidak banyak hilang. Dan fading margin kecil sehingga asumsi terjadi fading lebih kecil. Karena itu pada perancangan jaringan backhaul dalam tugas akhir ini dipilih skenario pertama. Hal ini disebabkan karena secara teknis enodeB harus saling terhubung agar handover yang terjadi lebih efektif.. Kata kunci: LTE, minilink TN, C/(I+N) , hop , throughput,star, mesh
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Inset-fed Rektangular Dengan U-slot Untuk Aplikasi Radio Over Fiber Pada Frekuensi 10 Ghz Rissa Rahmania; Heroe Wijanto; Pamungkas Daud
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan telekomunikasi jaringan pada komunikasi nirkabel dan optik juga berkembang. Penggunaan fiber optik dengan memanfaatkan perkembangan komunikasi nirkabel dikenal sebagai radio over fiber. Pada jaringan tersebut dibutuhkan suatu antena untuk mendukung proses penerima menangkap gelombang radio kemudian dimodulasi dengan gelombang cahaya. Antena pada Radio over Fiber dapat bekerja pada frekuensi 10 GHz dalam komunikasi WPAN. Frekuensi wireless yang ditangkap melalui antena kemudian dapat dimodulasi dan langsung didistribusikan melalui seutas serat optik sesuai dengan kebutuhan. Karakteristik antena yang harus dipenuhi diantaranya berukuran kecil, memiliki tingkat matching yang baik, hanya mengkonsumsi sedikit arus listrik, dan memiliki pola radiasi unidirectional. Pada Tugas Akhir ini, dengan menggunakan simulator elektromagnetik, dirancang dan disimulasikan antena mikrostrip array inset fed rektangular dengan U-Slot untuk aplikasi Radio over Fiber dalam komunikasi WPAN yang dapat digunakan secara optimal pada frekuensi 10 GHz. Hasil simulasi dengan performa optimum selanjutnya diimplementasikan dan diamati performanya pada frekuensi 10 GHz. Hasil dari perancangan dan realisasi ini adalah antena mikrostrip array inset-fed patch rektangular dengan U-Slot yang bekerja pada frekuensi 10 GHz dengan pola radiasi unidirectional; gain ≥ 3dBi ; impedansi input = 50Ω; dan VSWR ≤ 1,5. Kata kunci : WPAN, Radio over Fiber, Antena Mikrostip Array Inset Fed Rektangular, U-Slot.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi