Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Rectenna Pada Frekuensi Wifi Untuk Elektomagnetic Harvesting ( Panen Gelombang Elektromagnetik ) Sus Sulianti Natalia Aritonang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi tidak akan dapat dimusnakan oleh siapa pun akan tetapi dapat dirubah bentuknya dalam energi yang satu ke energi yang lainnya.hal ini lah yang menyebabkan manusia mau berusaha untuk dapat mencari energi yang baru agar dapat di gunakan dan memanfaatkan energi yang terbuang atau berhamburan terbuang dengan sia-sia agar menjadi bermanfaat bagi manusia. Getaran pada suatu benda dapat menyimpan potensi energi yang dapat di bangkitkan dan dapat juga digunakan sebagai energi alternatif. Penelitian ini membahas tentang perancangan dan pembuatan rectenna (rectifier antenna) sebagai pengubah daya elektromagnetik menjadi output DC yang bekerja pada frekuensi WIFI. Pemanenan energi ini merupakan salah satu alternatif konversi energi, di mana melalui proses ini dapat menghasilkan daya listrik yang dapat digunakan pada perangkat yang membutuhkan daya yang kecil. Dalam proses perancangan dan pembuatan rectenna ini dilakukan simulasi dengan menggunakan software NI Multisim untuk mengetahui kinerja dan daya yang dihasilkan dari rectifier. Rangkaian rectifier yang digunakan dalam rectenna ini adalah Voltage Doubler tiga stage. Pada rangkaian rectifier ini menggunakan enam buah diode schottky tipe BAT17. Pada tugas akhir ini, nilai VSWR, return loss dan impedansi bergerser pada frekuensi 2,470 GHz – 2,521 GHz. VSWR pada frekuensi 2.47 GHz setelah pengukuran sebesar 1.889, frekuensi 2,492 GHz sebesar 1,453 dan pada frekuensi 2,521 GHz sebesar 1,908 dan hasil gain pada frekuensi 2,4 GHz sebesar 3,32 dBi. Pada pengujian rectenna voltage doubler tiga stage saat pengukuran nilai tegangan pada jarak lima puluh cm meter lebih besar dibandingkan dengan jarak satu meter. Semakin dekat jarak yang ditentukan semakin besar tegangan yang didapatkan dan semakin besar frekuensi yang dittentukan maka semakin kecil tegangan yang didapatkan. Kata kunci : rectenna, rectifier, antenna, panen energi, dioda schottky Abstract Energy will not be destroyed by anyone but can be changed the shape of in one energy to other energy. This is the reason why people want to be looking for a new energy to be used and take advantages of energy is wasted or strew to be useful for people. Vibration of an object can save the potential energy that can be raised up and also can be used as an alternative energy.This research discuss about design and manufacture of rectenna (rectifier antenna) as a modifiers of electromagnetic power become DC Output working on WIFI frequency. Harvesting is one of energy conversy alternative, by this process can generate electrical power can use on device that need a little power. In the process of rectenna design the simulation do by using NI Multisim software to find out the performance and the power results from the rectenna. A series of rectifier that used in this Voltage Doubler 3 stage. In this series of the rectifier using six schottky diode with BAT 17 type. In this final project, the value of VSWR, return loss and impedance move to the frequency of 2,470 GHz – 2,521 GHz. VSWR at frequency 2.47 GHz after the measurement amount to 1889, the frequency of 2,492 amount to 1,453 and on the frequency of 2,521 amount to 1,908. The gain at frequency of 2.4 GHz amount to 3,32 dBi, in testing of rectenna and the series of rectifier voltage doubler 3 stage when the measurement value of the voltage on the rectifier is higher than antenna of rectifier and the closer distance is determine that it is the larger voltage obtained. Kata kunci : rectenna, rectifier, antenna, energy harvesting, dioda schottky
Analisis Perencanaan Jaringan Long Term Evolution Menggunakan Metode Soft Frequency Reuse Di Kawasan Telkom University Muhammad Iqbal; Heroe Wijanto; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah mahasiswa Telkom University bertambah setiap tahunnya yang menyebabkan kebutuhan trafik semakin meningkat serta penggunaan layanan berbasis data semakin meningkat setiap tahunnya. Jaringan UMTS (3G) masih belum mampu memberikan layanan yang optimal untuk peningkatan trafik yang selalu bertambah. Badan standarisasi 3GPP memperkenalkan generasi ke-4 Long Term Evolution (LTE) guna mengatasi peningkatan permintaan kebutuhan akan layanan komunikasi. Dalam perancanaan LTE dibutuhkan skema yang dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan mengoptimalkan kualitas sinyal di cell edge. Soft Frequency Reuse (SFR) dapat mengefisiensi spektrum frekuensi dan interferensi di cell edge pun kecil. SFR menerapkan sebuah skema 2 sel yaitu cell center dan cell edge dengan menggunakan daya pancar yang berbeda untuk mengatasi permasalahan akan kurang optimalnya jaringan di cell edge. Tugas akhir kali ini, perencanaan jaringan LTE FDD 1800 MHz studi kasus yang dilakukan pada wilayah Telkom University menggunakan SFR. Perencanaan coverage pada wilayah Telkom University dirancang jaringan micro cell dengan radius sebesar 1,5 km dan didapat nilai kapasitas cell centre 72,04 Mbps dan cell edge 36 Mbps sehingga didapat 1 site untuk perencanaan di Telkom University. Perencanaan ini dianalisis dengan membandingkan perencanaan SFR dengan non SFR (Frekuensi Reuse 1).Beberapa parameter yang dianalisis menggunakan skema SFR dapat meningkatkan nilai rata – rata quality -0,01, throughput 713 kbps, nilai C/(I+N) 0,71 dB , dan coverage daya signal sejauh 2 meter. Kata Kunci : Long Term Evolution (LTE), cell edge, cell centre, coverage, capacity, Soft Frequency Reuse .
Antena Log Periodik Mikrostrip Ku-band Untuk Electronic Support Measure Muhammad Denny; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah negara harus dilengkapi dengan kekuatan militer yang memadai. Peran militer sangat penting untuk melindungi daerah teritorial negara dari serangan luar. Electronic Support Measure (ESM) adalah perangkat teknologi Electronic Warfare (EW) yang berfungsi menerima gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh suatu benda kemudian diproses dan didapatkan titik koordinat dimana lokasi benda berada serta identitas dari pengirim gelombang elektromagnetik tersebut. Perancangan ESM bekerja pada rentang frekuensi KU-Band (12-18 GHz). Metode yang digunakan adalah Log Periodic Dipole Array (LPDA) dengan menggunakan substrat Rodger 5880 yang memiliki tebal 2,2 mm dan konduktor sebagai bahan patch berupa copper (tebal = 0,035mm). Metode Log periodic dipole array menggunakan sembilan elemen. Dengan melakukan optimasi, diperoleh dimensi antena sebesar 13,9x5.02 cm. Hasil pengukuran antena menghasilkan beberapa parameter. VSWR pada frekuensi 12 GHz adalah 1,32, pada 13 GHz sebesar 1,39, pada 14 GHz sebesar 1,43, pada 15 GHz sebesar 1,42, pada 16 GHz sebesar 1,53, pada 17 GHz 1,92, pada 18 GHz sebesar 1,77. Polarisasi yang terbentuk ellips. Gain 7,53 dB. Pola radiasi bidireksional.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Sirkular Susunan Linier S-band Untuk Radar Kapal Aidil Fitriadi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indones ia memiliki luas perairan dua kali lipat dari luas kepulauannya. Kayanya s umber daya laut Indones ia membuat kapal-kapal as ing dengan leluas a memas uki wilayah perairan Indones ia. Karena keterbatas an panca indera manus ia, diperlukan teknologi untuk mendeteks i keberadaan kapal -kapal as ing ters ebut. Teknologi ini dinamakan RADAR (Radio Detection and Ranging ). Alat ini dapat mendeteks i keberadaan s uatu objek yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik pada jarak tertentu melebihi indra penglihatan manus ia. Radar ini bekerja pada S -Band, bagus untuk cuaca hujan dan berkabut. Salah s atu komponen penting pada RADAR yaitu antena. Antena berfungs i untuk mengirim dan menerima s inyal. Pada Tugas Akhir ini perancangan dibantu dengan s imulator CST 2014 untuk s imulas i antena mikrostrip dengan bentuk patch s irkular menggunakan teknik pencatuan mikrostrip line yang memiliki 8 elemen yang dibuat s ecara bers us un. Setelah dilakukan perancangan lalu antena direalis as ikan dan diukur. Has il pengukuran parameter-parameter antena menunjukkan bahwa pada frekuens i 3 GHz, memiliki VSWR s ebes ar 1,035 dengan return loss -35,254 dB, impedans i 48,455 Ω - j711,027 mΩ , gain 11.975 dB dan bandwidth 166 MHz pada perpotongan VSWR 1,5 . Kata kunci : Radar, Antena Mikros trip, Sirkular.
Desain Dan Realisasi Mikrostrip Hybrid Coupler 90º Frekuensi 2300 Mhz Time Division Duplex (tdd) Untuk Aplikasi 4g Lte Ryo Wisman Fransiscus Gultom; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan komunikasi bergerak semakin mengalami peningkatan dalam dunia teknologi yang ada saat ini, dan kini telah hadir teknologi terbaru yaitu Long Term Evolution (LTE). Dengan teknik duplex jenis Frequency Division Duplex (FDD), dirancanglah duplexer yang mampu melakukan proses pengiriman dan penerimaan dalam satu waktu dengan frekuensi yang berbeda antara uplink dan downlink. Pada penelitian ini penulis mencoba merancang dan merealisasikan sebuah mikrostrip hybrid coupler 900. Dimana salah satu tujuan jangka panjang dari penelitian ini yaitu penulis bisa memasarkan alat ini kepada para operator seluler. Tugas akhir ini dimulai dengan menghitung dimensi coupler sesuai rumus yang ada. Dimensi hasil perhitungan akan digunakan pada proses simulasi. Modifikasi dimensi coupler digunakan sebagai cara untuk mendapatkan hasil yang optimum dalam simulasi, kemudian dimensi optimum tersebut digunakan dalam proses pabrikasi. Hybrid Coupler yang dirancang menggunakan metode Hybrid Coupler 90º, yaitu Coupler yang memiliki kopling -3 dB serta beda fasa 90º pada keluarannya. Dengan frekuensi resonan berada pada 2300 MHz. Pada tugas akhir ini, secara keseluruhan hasil simulasi dan pengukuran sudah sesuai dengan spesifikasi awal.Semoga ada kelanjutan dari penelitian ini, sehingga ada perkembangan yang lebih baik dari penelitian ini. Kata Kunci : Coupler, Uplink, Downlink dan Hybrid
Desain Dan Implementasi Turbo Encoder Menggunakan Field Programmable Gate Array (fpga) Untuk Aplikasi Satelit Nano Laila Prakasita; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pada tugas akhir ini telah dibandingkan performansi tanpa channel coding, dengan turbo coding (rate 1/3 dan ½ ), dan dengan convolutional coding (rate ½) untuk pengiriman gambar melalui satelit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Turbo code rate 1/3 memiliki performansi yang baik dibandingkan dengan turbo code rate ½, convolutional code rate 1/2 dan tanpa pengkodean kanal. EbNo terhadap BER 10-6 hasil simulasi sebesar 5.55 dB untuk turbo code rate 1/3, 9.67 dB turbo code rate ½, 9.45 dB untuk convolutional code rate 1/2 , dan 16.6458 dB untuk sistem tanpa pengkodean kanal. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan prototype rangkaian encoder turbo code rate 1/3 yang digunakan untuk aplikasi satelit nano menggunakan Field Programmable Gate Array (FPGA) ATLYS Spartan-6 XC6SLX45 CSG324C yang akan digunakan sebagai salah satu pusat pemrosesan data pada space segment nano satelit. Hasil sintesis sistem yang dirancang memiliki periode minimum 5.913 ns dan frekuensi clock maksimal FPGA yaitu 169.122 MHz. Resources FPGA yang terpakai untuk sistem turbo encoder 0.0044% Number of Slice Registers, 3% Number of Slice LUTs, 25% Number of fully used LUT- FF, 1% Number of bounded IOBs, dan 12% Number of BUFG/ BUFGCTRL/ BUFHCEs. Dari hasil sintesis sistem ditunjukkan bahwa perancangan prototype Turbo encoder dapat diimplementasikan pada board ATLYS Spartan- 6 XC6SLX45 CSG324C. Kata Kunci : satelit nano, turbo code, convolutional code, FPGA
Perancangan Dan Realisasi Antena Parabola Dengan Feed Point Mikrostrip S-Band Polarisasi Sirkular Menggunakan Metode Tumpuk Untuk Stasiun Bumi Renaldy Wibisono; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telkom University AXC (Aerospace and eXploration Center) tengah mengembangkan sebuah proyek pembuatan satelit mikro yang mempunyai misi SAR (Synthetic Aperture Radar). Demi menunjang keberlangsungan satelit di orbit, maka diperlukan stasiun bumi untuk mengontrol seluruh payload satelit. Maka dari itu dibutuhkan sebuah antena sebagai media komunikasi antara stasiun bumi dengan satelit dalam menjalankan misinya. Antena yang dibuat dalam tugas akhir ini yaitu antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan frekuensi kerja 2,35 GHz. Dalam tugas akhir ini dipilih antena parabola karena antena ini mempunyai gain yang tinggi sehingga mampu mengirimkan gelombang elektromagnet dengan jarak komunikasi stasiun bumi dan satelit sekitar 700 km. Kemudian feed point yang dipakai adalah mikrostrip agar lebih efektif karena memiliki dimensi yang kecil. Mikrostrip dibuat dengan polarisasi sirkular karena komunikasi stasiun bumi dengan satelit pada umumnya menggunakan polarisasi sirkular untuk menanggulangi loss yang disebabkan oleh perbedaan fasa antena. Hasil akhir yang diperoleh dari Tugas Akhir ini adalah antena parabola dengan feed point mikrostrip polarisasi sirkular dengan VSWR sebesar 1,043 pada frekuensi kerja 2,35 GHz, lebar pita sebesar 150 MHz, dan gain sebesar 29,5 dBic. Kata kunci: Antena Parabola, Mikrostrip Polarisasi Sirkular, Stasium Bumi.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Rektangular Bercelah Untuk Triple Band (900 Mhz, 1800 Mhz, Dan 2400 Mhz) Raja Patar Silitonga; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena merupakan perangkat yang sangat penting dalam bidang telekomunikasi wireless. Antena sendiri berfungsi sebagai pengirim dan penerima informasi, yaitu sebagai transformator gelombang elektromagnetik di udara. Pada dasarnya antena memiliki banyak jenis, dari yang sederhana sampai bentuk yang sangat komplek, dan setiap jenis antena tersebut memiliki perbedaan karakteristiknya masing-masing. Tiap karakteristik antena tersebut tidak hanya diciptakan untuk alat yang ringan dan fungsi tunggal tetapi juga harus memenuhi syarat mampu beroperasi pada triple band maupun multiband sehingga dapat beroperasi pada beberapa band yang cukup mencakup operasi yang dimungkinkan. Dalam tugas akhir ini, antena yang akan dirancang direalisasikan adalah antena mikrostrip yang memiliki bentuk rektangular dengan penambahan celah pada sisinya yang mampu bekerja pada frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, dan 2400 MHz. Dengan karakteristik triple band frekuensi ini, maka antena dapat digunakan untuk mendukung komunikasi GSM (Global System for Mobile Communication) dan WiFi (Wireless Fidelity). Proses perancangan dimulai dengan perhitungan secara matematis, kemudian disimulasikan dengan menggunakan software CST Studio Suite. Pabrikasi prototype dilakukan dengan proses photoetching. Dan terakhir dilakukan pengukuran antena. Hasil yang didapatkan dari perancangan dan realisasi antena mikrostrip rektangular dengan penambahan celah ini adalah bekerja pada frekuensi 900 MHz, 1800 Mhz yang kemudian bergeser menjadi 1869 MHz, dan 2400 MHz. Nilai VSWR yang didapatkan adalah 1.047 pada frekuensi 900 MHz, 1.442 pada frekuensi 1869 MHz, dan 1.052 pada frekuensi 2400 MHz . Kemudian pola radiasi yang didapatkan adalah omnidireksional. Kata kunci: Antena Mikrostrip, Slot, Rektangular, Triple Band
Perancangan Dan Realisasi Filter Hairpin Band-pass Chebyshev Orde-8 Untuk Synthetic Aperture Radar Donny Noviandi; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Synthetic Aperture Radar (SAR) adalah teknologi yang digunakan dalam sistem komunikasi satelit yang digunakan untuk remote sensing atau yang biasa disebut dengan pengindraan jarak jauh. Sistem SAR menggunakan Frekuensi 1,265-1,275 MHz. Penggunaan frekuensi ini mengacu kepada penilitian LAPAN dan refrensi dari ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) dimana penggunaan L band dapat sampai kebentuk tanah permukaan bumi untuk orbit LEO (Low Earth Orbit). Pada kondisi ini banyak interferensi yang dialami oleh satelit SAR sendiri, untuk kondisi tersebut maka dalam Tugas Akhir ini dirancang band pass filter yang ditempatkan pada transmitter. Dengan bandwidth yang cukup sempit yaitu hanya 10 MHz maka dibutuhkan slope yang tajam untuk itu dipilih metode chebyshev yang memiliki selektifitas tinggi Hasil analisis perancangan dan realisasi filter hairpin ini panjang lengan, spasi antar resonator, lebar resonator, slide factor serta posisi pencatuan sangat berpengaruh pada hasil frekuensi kerja. Hasil yang didaptkan pada perancangan ini mendapatkan bandwith sebesar 16.6 MHz dari rentang frekuensi 1,2594 GHz – 1,276 GHz Kata kunci : Band pass filter, Hairpin, Bandwith
Antena Mikrostrip Polarisasi Sirkular 5,8ghz Dengan Front-end Parasitik Untuk Video Pemantauan Udara Pada Ground Control Station Uav Yan Bagus; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasteyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah terbesar dari sistem pengiriman video pada UAV adalah jarak tempuh yang jauh dan pergerakan UAV yang tidak beraturan. Semakin jauh jarak yang ditempuh maka semakin kecil daya yang diterima oleh receiver video. Oleh karena itu dibutuhkan antena dengan gain yang besar , agar daya yang diterima oleh receiver tetap maksimal meskipun jarak yang ditempuh sangat jauh dan memiliki polarisasi yang baik untuk mengakomodasi UAV yang bergerak secara tidak beraturan. Antena dirancang menggunakan teknik front-end parasitik untuk meingkatkam gain dan menggunakan teknik Diagonally Asymmetric-Slotted Microstrip Patch (DASMP) untuk menghasilkan polarisasi sirkular [15]. Hasil dari penelitian ini menunjukan DASMP dapat menghasilkan antena dengan polarisasi sirkular dengan rasio aksial sebesar 1,301dB dengan arah RHCP pada frekuensi 5,8GHz. Bandwidth antena bekerja pada (5,74–6,025)GHz atau sebesar 295MHz pada VSWR ≤ 2. VSWR pada frekuensi 5,8GHz didapatkan 1,2918, dengan returnloss -17,900dB. Polaradiasi dari antena ini adalah unidirectional dengan beamwidth 20o dan rasio aksial ≤ 3dBi. Dengan menggunakan teknik front-end parasitik 6 direktor dapat menghasilkan gain sebesar 12,945dB.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi