Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Triple Proximity-fed Dengan Polarisasi Sirkular Untuk Inter-satellite Link (isl) Pada Satelit Mikro Fahmi Darmawan Wijayanto; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dikenal sebagai teknologi yang memiliki manfaat yang luas. Telkom University sedang mengembangkan teknologi remote sensing yang akan digunakan pada platform satelit mikro berfungsi untuk mendapatkan citra bumi. Misi pertama yaitu Remote Sensing Payload (RSPL) yang menggunakan teknologi kamera. Kemudian dikembangkan dengan sistem Synthetic Aperture Radar (SAR) yang menggunakan teknologi radar imaging. Dan misi selanjutnya adalah mengembangkan sistem Inter-Satellite Link (ISL), yaitu komunikasi data antar satelit untuk menunjang pengembangan sistem SAR Interferometry (InSAR). Dalam sistem ISL dibutuhkan sebuah media transmisi berupa antena. Antena yang dirancang harus memiliki karakteristik polarisasi sirkular untuk mengatasi efek rotasi faraday yang akan mengakibatkan polarization loss factor (PLF), karena disebabkan putaran ion yang ada di atmosfer. Dalam penelitian ini dirancang sebuah antena mikrostrip triple proximity-fed untuk menghasilkan polarisasi sirkular. Antena dirancang dan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu dan direalisasikan menggunakan bahan substrat FR-4 Epoxy dengan nilai (εr = 4,3 dan h=1,6 mm). Antena bekerja pada frekuensi S-Band (2,4 – 2,45 GHz) yang menghasilkan VSWR = 1,197, polarisasi sirkular (AR = 0,112 dB), gain = 5,314 dBi, pola radiasi unidireksional (HPBW ≥ 80°), dengan effective bandwidth ≈ 50,5 MHz, dan memiliki dimensi (54 × 50 x 16,4 mm). Kata Kunci: Inter-Satellite Link (ISL), Antena Mikrostrip, Satelit Mikro, Synthetic Aperture Radar (SAR), Triple Proximity-Fed, SAR Interferometry (InSAR).
Design, Implementation, And Analysis Of Adaptive M-ary Frequency Shift Keying On Gsm Voice Channel I Gede Oka Mahendra; Sugihartono Sugihartono; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A mobile voice channel is a high priority service in cellular communication systems, has a wide coverage, and is almost always available. With these advantages, mobile voice channels can be used to transmit digital data remotely in rural areas that are not covered with 3G/4G networks. Non-adaptive modulation configuration must work on the lowest AMR rate, so the configuration is not optimal for higher channel rates. To optimize the data transmission rate within an AMR channel, we proposed an adaptive M-ary Frequency Shift Keying (MFSK) modulation method with a zero crossing demodulator. The Adaptive MFSK modulation is designed to adjust its modulation configurations based on a quality of the channel that shown by vocoder rate. In this project, using signal quality indicator provided by GSM modem, the modulator adjust its symbol time length to fit the maximum bit error rate (BER). Demodulator detects the symbol without need the symbol length information and counts the bit error rate. The adaptive MFSK modulation proposed in this research has higher data rate than fixed lower rate modulation in the similar BER range. The adaptive modulation has lower BER than fixed higher rate modulation in the similar data rate range. Keywords: adaptive modulation, MFSK, voice channel, zero crossing demodulator, adaptive multi rate.
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Array Patch Segitiga Sama Sisi Untuk S-Band Transmiter Satelit Mikro Faizal Ramadhan; Heroe Wijanto; Agus Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi antariksa yang begitu pesat berperan serta pada perkembangan teknologi komunikasi satelit. Sebagai salah satu bentuk wahana pembelajaran, Telkom University mengembangkan riset teknologi satelit Satelit mikro yang berbasis satelit mikro yang digunakan untuk payload Syntetic Aperture Radar (SAR). SAR merupakan instrument aktif gelombang mikro yang menggunakan prinsip kerja radar (radio detection and ranging) yang digunakan untuk memproduksi citra beresolusi tinggi dari permukaan bumi dalam segala kondisi. Data image tersebut dikirim melalui antena S-Band Transmitter ke stasiun bumi. Antena mikrostrip adalah sebuah jenis antena ringan dengan volume yang kecil yang cocok dengan kebutuhan S-Band transmitter satelit mikro dilihat dari segi ketersediaan ruang yang terbatas. Konfigurasinya yang sederhana mempermudah proses perakitan dan penyesuaian dengan kondisi satelit mikro itu sendiri. Selain itu, antena mikrostrip juga mendukung jenis polarisasi sirkular yang akan berguna dalam mengatasi efek rotasi Faraday akibat putaran ion yang ada di atmosfer serta pola radiasi unidireksional untuk keperluan komunikasi point to point dengan stasiun bumi. Untuk mengatasi gain dan bandwidth rendah yang secara teoretis dimiliki, dalam tugas akhir ini dirancang antena mikrostrip secara array dengan menggunakan teknik catu proximity coupled. Guna mencapai polarisasi sirkular penelitian ini juga mengusulkan desain catuan dengan sub-feed orthogonal. Hasil perancangan disimulasikan dengan bantuan perangkat lunak bantu berbasis Method of Moment (MoM) dengan menggunakan bahan substrat epoxy FR-4 dengan nilai µr = 4.3. Hasil pengukuran menunjukkan performansi antenna dengan frekuensi tengah 2.35 GHz mendapatkan bandwidth impedansi 230 MHz untuk target return loss ≤ -10 dB, bandwidth axial ratio mencapai 32 MHz guna memenuhi prasyarat polarisasi sirkular, dan gain rata-rata 5.27 dBic. Sementara pola radiasi unidireksional dengan nilai HPBW azimuth 63,8 0 dan HPBW elevasi 89 0 .Kata Kunci : satelit mikro, S-Band Transmitter, antenna mikrostrip, antena array, proximity coupled
Rancangan Dan Realisasi Antena Horn Conical Pada Frekuensi Ku-band 12-18 Ghz Untuk Electronic Support Measure Hanifah Husnul Chotimah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam era  perkembangan teknologi  seperti  saat  ini  Indonesia  memerlukan perangkat  elektronik  yang canggih yang dapat membantu sistem pertahanan keamanan Indonesia, dimana Indonesia memiliki beribu pulau dengan 2/3 bagiannya merupakan wilayah lautan. Untuk meningkatkan kemampuan  pertahanan dalam menjaga dan mengawasi wilayah Indonesia, Indonesia membutuhkan perangkat Electronic Support Measure (ESM). ESM ini sedang dikembangkan oleh LIPI untuk nantinya digunakan dalam sistem keamanan Indonesia. ESM secara umum merupakan sebuah peralatan   elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut  diproses  dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal  dan  parameter  lainnya.  Salah  satu  subsistem penting  dalam ESM  adalah  subsistem antena  sebagai penerima sinyal gelombang elektromagnetik. Pada perancangan ESM ini dibutuhkan antena horn conical yang bekerja dalam frekuensi Ku-Band (12GHz sampai 18GHz). Antena horn conical dibutuhkan pada ESM karena antena horn conical memiliki gain yang relatif besar sehingga daya terima sinyal gelombang elektromagnetik lebih sensitif dan akurat terharap sinyal musuh. Antena horn conical dirancang di frekuensi Ku-Band (12 GHz sampai 18 GHz) dengan  dimensi diameter cone 116.66 mm dan panjang cone 200 mm. Dari hasil perealisasian antena pada tugas akhir ini menunjukkan pada frekuensi 12GHz menunjukkan nilai impedansi 51.81+j0.488Ω dan VSWR 1.076, pada frekuensi 15GHz menunjukkan nilai impedansi 43.81-j5.10Ω dan VSWR 1.216, dan pada frekuensi 18GHz menunjukkan nilai impedansi 42.92-j1.97Ω. Dengan nilai gain antena sebesar 12dB, memiliki pola radiasi unidireksional, memiliki polarisasi berbentuk sirkular Kata Kunci - Antena Horn Conical, Ku-Band, ESM.
Rancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Log Periodik Pada Frekuensi C-band Untuk Electronic Support Measure Aryo Prihawi Septano; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia penerbangan di Indonesia saat ini sedang dalam kondisi mengkhawatirkan akibat marak terjadi kecelakaan dan hal tersebut mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penerbangan di Indonesia sedikit demi sedikit. Salah satu cara meningkatkan kembali rasa aman dan percaya masyarakat adalah dengan ikut berinovasi dalam kemajuan teknologi. Permasalahan yang menjadi perhatian lebih dalam pembuatan tugas akhir kali ini adalah kurangnya pencegahan yang dilakukan. Untuk membantu menurunkan angka kecelakaan moda transportasi terbang, salah satu caranya adalah dengan menggunakan sebuah perangkat elektronik bernama Electronic Support Measure (ESM). ESM secara umum adalah peralatan elektronik yang berfungsi menerima sinyal gelombang elektromagnetik untuk selanjutnya diproses dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi dan parameter lainnya. Dalam hal ini ESM akan mengidentifikasi pesawat – pesawat yang terbang dalam ruang lingkup ESM itu sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan antena sebagai penerima sinyal dan dapat bekerja pada rentang frekuensi Ultra Wideband (UWB) 2 – 18 Ghz. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah antenna mikrostrip log periodic untuk frekuensi kerja pada rentang C-Band yaitu 4 – 8 Ghz. Antena dilengkapi dengan pola radiasi direksional untuk mendukung fungsi dari ESM sebagai penentu lokasi pesawat dan memiliki gain ≥ 6 dB. Antena mikrostrip log periodik dirancang menggunakan bahan yang bernama FR4 dengan teknik pencatuan proximity coupling karena membutuhkan bandwidth lebar dan memiliki VSWR < 2 karena sifat antena sebagai penerima (receiver).Kata Kunci: Electronic Support Measure, antenna mikrostrip log periodik, ultra wideband, proximity coupling
Pemrosesan Raw Data Sar (synthetic Aperture Radar) Menjadi Sar Image Space Syifa Haunan Nashuha; Erfansyah Yudhi Eka Ali; Heroe Wijanto
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar (SAR) merupakan teknologi penginderaan jauh yang potensial untuk diterapkan di Indonesia. Dengan menggunakan gelombang radio sebagai ‘mata’-nya, penginderan jauh dengan SAR memungkinkan pengamatan dilakukan pada kondisi iluminasi rendah dan cuaca apapun. Hal ini jelas lebih baik dibandingkan menggunakan sensor optis. SAR memanfaatkan informasi yang dihasilkan dari kombinasi pantulan sinyal dan pergerakan plarform. Dengan informasi tersebut, platform seolah-oleh meiliki antena yang jauh lebih besar dari antena sesunguhnya dan dapat dihasilkan citra beresolusi tinggi. Penelitian ini membahas tentang bagaimana menerapkan proses pengolahan raw data SAR menjadi bentuk SAR image space. Adapun sinyal raw data SAR yang digunakan sebagai sumber dan data referensi dalam penelitian ini didapatkan dari file citra GIF berupa target titik tunggal dan jamak. Pemrosesan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB dengan optimalisasi untuk menambah efisiensi dan mengurangi durasi proses. Didapatkan hasil pemrosesan pada single target dengan akurasi sebesar 98.22%. Kata kunci : SAR, Imaging, Spotlight SAR, MATLAB
Antena Microstrip Fractal – Bowtie 2-18 Ghz Untuk Electronic Support Measure Imam Ichwani; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era perkembangan teknologi seperti saat ini Indonesia memerlukan perangkat elektronik yang canggih yang dapat membantu pertahanan sistem keamanan Indonesia, dimana 2/3 wilayah Indonesia merupakan lautan yang perlu pengamanan ekstra. Oleh karena itu untuk meningkatkan keamanan dalam menjaga dan mengawasi wilayah Indonesia, dibutuhkan sistem yang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Electronic Support Measure (ESM). ESM ini sedang dikembangkan oleh LIPI untuk nantinya digunakan dalam sistem keamanan Indonesia. ESM secara umum merupakan sebuah peralatan elektronik yang berfungsi untuk menerima sinyal gelombang elektromagnetik, kemudian sinyal tersebut diproses dan dianalisa sehingga diperoleh lokasi, kuat sinyal dan parameter lainnya. Salah satu subsistem penting dalam ESM adalah subsistem antena sebagai penerima sinyal gelombang elektromagnetik. Pada penelitian tugas akhir ini akan dirancang antena mikrostrip fractal-bowtie yang bekerja pada frekuensi Ultra Wideband yaitu 2-18 GHz untuk memenuhi kebutuhan Electronic Support Measure (ESM). Maka pada Tugas Akhir ini akan dirancang antena mikrostrip pada software Ansoft HFSS 15.0 yang nantinya akan direalisasikan. Namun untuk mengatasi kekurangan pada antena microstrip yaitu berupa bandwidth yang kecil, kombinasi dilakukan pada proses perancangan dibagian patch yang berbentuk bowtie dengan fraktal sierpinski gasket, saluran transmisi, dan groundplane partial agar antena memiliki bandwith yang lebih lebar dan membuat antena bekerja pada frekuensi Ultra Wideband yaitu 2 - 18 GHz. Kata Kunci : Antena Microsrip Fractal-bowtie, Ultra Wideband, ESM.
Analisis Interferensi Radio Penyiaran Fm Di Sekitar Bandar Udara Husein Sastranegara Terhadap Frekuensi Penerbangan Agie Vadhillah Putri; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerbangan adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pemanfaatan wilayah udara,pesawat udara, bandar udara, angkutan udara, navigasi penerbangan, keselamatan dan keamanan, lingkungan hidup, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya. Komunikasi penerbangan antar Bandar udara berfungsi untuk memberikan pelayanan berupa informasi penerbangan dari satu Bandar udara ke Bandar lainnya. Selain itu, juga ada komunikasi penerbangan antar petugas ATC (Air Traffic Control) dan pesawat. Sistem komunikasi penerbangan antar petugas Air Traffic Control dan pesawat disebut sistem komunikasi penerbangan bergerak. Di Indonesia sistem komunikasi penerbangan bergerak ini sering mengalami gangguan karena adanya interferensi dari frekuensi lain yang berpropagasi di sekitar pesawat maupun ATC. Gangguan ini dapat menyebabkan bahaya yang besar untuk keselamatan penerbangan tersebut.Pada tugas akhir ini, dilakukan analisis terhadap sistem komunikasi radio penerbangan bergerak dengan radio penyiaran FM disekitar Bandar Udara Husein Sastranegara. Dari hasil perhitungan daya yang diterima oleh pesawat dari pemancar ADC dan APP di bandar udara Husein Sastranegara adalah –54.264 dBm dan -61.414 dBm. Nilai ini sudah sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh ICAO dengan minimal penerimaan di pesawat adalah –85 dBm.Kata kunci : interferensi, sistem komunikasi penerbangan, radio penyiaran fm
Perbandingan Antena Mikrostrip Patch Lingkaran Dan Persegi Polarisasi Sirkular Untuk Synthetic Aperture Radar Frekuensi 1.27 Ghz Fanny Octaviany; Heroe Wijanto; Agus Dwi Prasetyo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini, beberapa sensor SAR yang telah mengudara merupakan sistem polarisasi linier pada antena. Secara umum polarisasi linier sangat sensitif terhadap rotasi Faraday di ionosfer yang disebabkan interaksi antara gelombang elektromagnetik yang merambat dan medan magnet bumi. Untuk mengatasi hal tersebut dapat diterapkan CP-SAR (Circularly Polarization-Synthetic Aperture Radar). Tujuan utama dari sensor ini adalah untuk mengurangi efek rotasi Faraday ketika radiasi gelombang elektromagnetik merambat melalui ionosfer. Untuk mengatasi hal tersebut dibuatlah antena spesifikasi frekunsi 1.27 GHz, impedansi 50Ω, vswr ≤1.5, pola radiasi unidirectional, polarisasi sirkular putar kanan (RHCP), axial ratio ≤ 3 dB dengan bahan substrat FR-4 Epoxy memiliki konstanta dielektrik 4.3, dan teknik catuan proximity coupled microstrip feed. Pada penelitian kali ini dibandingkan dua buah bentuk patch yaitu lingkaran dan persegi. Lalu dipilih salah satu dengan performansi terbaik dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Kemudian didapatkan hasil antena dengan bentuk patch lingkaran memiliki performansi paling baik dan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Antena patch lingkaran memiliki bandwidth 27 MHz, polaradiasi unidirectional, axial ratio ≤3 dB serta polarisasi sirkular putar kanan. Kata Kunci : SAR, polarisasi sirkular, proximity coupled
Antena Mimo 2x2 Mikrostrip Dual Band Patch Rektangular Bercelah Untuk Lte 1.8 Ghz Dan 2.1 Ghz Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq; Heroe Wijanto; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Long Term Evolution (LTE) merupakan evolusi lanjutan dalam standar jaringan bergerak yang ditentukan oleh 3 rd Generation Partnership Project (3GPP). Teknologi LTE menawarkan performansi data rate yang lebih tinggi dari teknologi sebelumnya. Teknologi ini juga menggunakan konsep Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang memungkinkan antena mempunyai kapasitas dan kehandalan yang lebih baik. Antena multi band sekarang ini sudah banyak digunakan karena lebih praktis, sehingga dapat meminimalisasi space yang digunakan pada sebuah sistem. Pada Tugas Akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip MIMO 2x2 dengan rectangular patch yang dapat bekerja pada frekuensi 1,8 GHz dan 2,1 GHz Long Term Evolution (LTE). Dalam pencantuannya digunakan pencatuan microstrip line feed dan untuk memperoleh dua frekuensi resonansi yang berbeda akan diberikan beban berupa slot pada patch antena. Hasil antena MIMO 2x2 dual band setelah difabrikasi dan dilakukan pengukuran memiliki nilai VSWR ≤ 2 dengan bandwidth ≥ 60 MHz, gain ≥ 2,82 DBi dengan pola radiasi bidireksional dan polarisasi elips, serta memiliki nilai mutual coupling ≤ -26,33 dB. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, Dual Band, LTE, MIMO, Rectangular Patch. Abstract Long Term Evolution (LTE) is an advanced evolution in mobile network standards determined by the 3rd Generation Partnership Project (3GPP). The LTE technology offers a higher data rate performance than the previous technologies. This technology also uses the concept of Multiple Input Multiple Output (MIMO) which allows the antenna to have a better capacity and reliability. The Multi-band antennas are widely used now because of their more practical function, therefore the space used in the system is minimized. This Final Project is designed and realized the 2x2 MIMO microstrip antenna with a rectangular patch which is able towork on 1.8 GHz and 2.1 GHz Long Term Evolution (LTE) frequencies. In the inclusion, a microstrip line feed is used and in order to obtain two different resonant frequencies, a slot is applied to the antenna patch. The results of the 2x2 MIMO antenna after being fabricated and measured have a VSWR value ≤ 2 in the bandwidth of ≥ 60 MHz, gain ≥ 2.82 DBi with a bidirectional radiation pattern along with the elliptical polarization, and a mutual coupling values of ≤ -26.33 dB. Keywords : Microstrip Antenna, Dual Band, LTE, MIMO, Rectangular Patch.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi