Claim Missing Document
Check
Articles

Found 124 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Antena Dual Band Microstrip Compact G-shaped Monopole Untuk Aplikasi Wifi 2,4 Dan 5,5 Ghz. Andy Sastrawinata; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antena microstrip adalah salah satu perangkat yang mampu mendukung komunikasi nirkabel yang saat ini sedang berkembang pesat. Antena microstrip yang dibutuhkan pada saat ini tidak hanya harus memiliki kehandalan, namun juga diperlukan agar dapat bekerja pada dual frekuensi dalam satu perangkat. Pada penelitian ini telah dilakukan perancangan, simulasi, dan realisasi antena dengan memodifikasi antena monopole berbentuk huruf G yang akan menghasilkan dual frekuensi untuk di aplikasikan pada WLAN. Menurut IEEE 802.11 frekuensi WIFI bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5.5 GHz. Antena Compact G-shaped menggunakan metode modifikasi antenna monopole dengan ukuran yang telah di perhitungkan sehingga menghasilkan patch berbentuk huruf G yang menghasilkan dual frekuensi. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan suatu antenna yang dapat bekerja pada dual frekuensi yaitu di 2.4 GHz dan 5.5 GHz. Antena menggunakan catuan microstrip linefeed dan dilakukan analisis dengan CST Studio Suite dengan target spesifikasi yang diinginkan berupa hasil Return loss < -10db, VSWR <2, bandwidth 150 MHz, gain >3 dBi, pola radiasi unidireksional dan polarisasi elips. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4 dengan permitivitas relatif 4.4 dan ketebalan 1.6 mm. Hasil perancangan yang telah dilakukan menunjukan bahwa Antena yang terealisasi bekerja pada frekuensi tengah 2,4 GHz dan 5,5 GHz yang menghasilkan VSWR 1,451 untuk frekuensi 2.4 GHz dan VSWR 1,243 untuk 5,5 GHz, polarisasi elips, gain 3,578 dB untuk 2.4 GHz dan 5.458 dB untuk 5,5 GHz , pola radiasi unidirectional, return loss -14.785 dB untuk 2,4 GHz dan -19,272 dB untuk 5,5 GHz, dan effective bandwidth 266,4 MHz untuk 2,4 GHz dan 771,8 MHz untuk 5.5 GHz, dan impedansi 39.98 ohm untuk 2.4 GHz dan 49.90 untuk 5.5 GHz. Kata Kunci : antena monopole, WIFI, return loss, pola radiasi, gain antena
Filter Band-pass Hairpin Dengan Defected Ground Structure Untuk Synthetic Aperture Radar 1.27 Ghz Dimas Adhitama; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Synthetic Aperture Radar yang lebih dikenal dengan SAR adalah suatu teknologi penginderaan jarak jauh (remote sensing) langsung pada permukaan bumi. Agar mendapatkan hasil penginderaan yang baik, maka dibutuhkan sebuah filter. Filter yang dibutuhkan adalah Band-pass filter agar dapat melewatkan frekuensi yang diinginkan dan memotong frekuensi yang tidak diharapkan. Spektrum elektromagnetik yang terbatas dan harus di bagi, digunakan oleh filter untuk membatasi dan memilih sinyal gelombang mikro RF dengan spectral terbatas. Filter memiliki banyak jenis dan salah satunya adalah band pass filter yang meloloskan frekuensi cut off atas dan cut off bawah. Penelitian ini melakukan peningkatan performansi dari filter dengan memodifikasi membetuk Hairpin line dengan penambahan Defected Ground Structure agar dapat memiliki nilai insertion loss mendekati nilai 0 pada frekuensi tengah 1.27 GHz. Bahan yang digunakan dalam filter ini adalah FR-4 Epoxy yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 4.3. Hasil pengukuran dari filter yang direalisasikan berada pada frekuensi 1231 MH. Nilai return loss sebesar -17.619 dB dan nilai insertion loss sebesar -5.499 dengan bandwidth filter sebesar 65 MHz. Nilai dari frekuensi stopband bawah filter terletak pada frekuensi 1120 MHz sebesar -22.678 dB, dan nilai frekuensi stopband atas filter 1360 MHz sebesar –49.904 MHz.Kata Kunci: Band Pass Filter DGS Hairpin, Insertion Los, Synthetic Aperture Radar
Bandpass Filter Hairpin Line Dengan Dumbbell Defected Ground Structure Pada Receiver Enodeb Untuk Lte Fdd 1.8 Ghz Muhammad Fadhil Maulana; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Term Evolution (LTE) merupakan salah satu sistem seluler versi mutakhir saat ini yang bekerja pada band 3 (1800 MHz), yaitu LTE FDD pada 1710-1785 MHz untuk uplink dan 1805-1880 MHz untuk downlink, sesuai rekomendasi 3GPP.Untuk meloloskan sinyal pada frekuensi tersebut diperlukan perangkat bandpass filter. Pada penelitian ini, suatu bandpass filter dirancang, direalisasikan, dan dievaluasi untuk meloloskan frekuensi uplink pada band 3 untuk eNodeB LTE. Filter ini memerlukan slope yang tajam untuk memperkecil terjadinya interferensi pada frekuensi yang berdekatan. Filter dirancang menggunakan metode mikrostrip hairpin line dengan penambahan Dumbbell Defected Ground Structure dan menggunakan respon frekuensi Chebyshev dengan ripple 0.01 dB. Dimensi filter yang dihasilkan adalah sebesar 80.43 mm × 48.34 mm dengan menggunakan jenis substrat Duroid RT-5880 (εr = 2.2) dan mempunyai bandwidth sebesar 75 MHz. Pengukuran filter pada frekuensi tengah (1.7475 GHz) menghasilkan nilai insertion loss sebesar -2.027 dB, return loss sebesar -18.944 dB, VSWR sebesar 1.255, dan impedansi resonator sebesar 57.006 – 5.026j Ω. Kemudian pada frekuensi 1.8 GHz menghasilkan nilai stopband rejection sebesar -9.8994 dB. Kata Kunci: Bandpass filter, hairpin line, Dumbbell Defected Ground Structure, Chebyshev-2, eNodeB LTE
Perancangan Dan Realisasi Antena Mikrostrip Fractal-bowtie Frekuensi Dual Band (900 Mhz & 1800 Mhz) Pada Wireless Communication Ishak Garlie Delano Girsang; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan semakin bertumbuhnya kebutuhan masyarakat untuk berkomunikasi, maka teknologi untuk berkomunikasi pun yang dulunya masih menggunakan telepon kabel biasa juga mengalami perkembangan yang begitu pesat juga. Wireless communication merupakan salah satu sistem komunikasi yang paling mampu untuk memenuhi kebutuhan manusia sekarang ini karena wireless communication memungkinkan kita untuk bisa berkomunikasi tanpa harus dibatasi oleh jarak yang ada. Maka, pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip fractal-bowtie yang bekerja pada frekuensi dual band yaitu pada frekuensi 900MHz dan 1800MHz sehingga bisa mendukung untuk komunikasi wireless pada GSM. Pembuatan antena terlebih dahulu dilakukan perhitungan secara matematis lalu disimulasikan di software CST dan setelah di dapat spesifikasi yang tepat maka antena akan dirancang, kemudian setelah antena selesai dirancang akan dilakukan pengukuran secara langsung kepada antena tersebut. Kesimpulannya pada tugas akhir ini didapatkan antena dengan penggunaan substrat FR-4 epoxy yang mampu bekerja di dua frekuensi yaitu 900 MHz dan 1800 MHz . Dengan return loss -10 dB , pola radiasi omnidirectional, dan bandwith yang lebih besar yaitu 40 MHz pada frekuensi 900 MHz dan 100 MHz pada frekuensi 1800 MHz dengan ukuran dimensi antena 6 cm x 10 cm. Kata kunci : Antena mikrostrip,bowtie,fractal,GSM.
Perancangan Dan Implementasi Rectifier Antena Dengan Menggunakan Teknik Voltage Multiplier Untuk Frekuensi Uhf Aditya Putra Aviantoro; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energy harvesting atau pemanenan energi merupakan proses dimana energi berasal dari sumber eksternal seperti surya atau matahari, panas, gelombang radio frekuensi (RF), dan gelombang elektromagnetik lain yang memancarkan sinyal. Salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk memanen energi adalah berupa rectifier yang diintegrasikan dengan antena. Antena digunakan sebagai penangkap gelombang elektromagnetik dari ruang bebas, sedangkan rectifier atau penyearah gelombang yang digunakan sebagai converter sinyal listrik AC yang telah diterima oleh antena menjadi sinyal listrik DC. Pada Tugas Akhir ini dirancang rangkaian penyearah voltage multiplier yang digunakan untuk mengubah energi RF dengan frekuensi TV UHF yaitu 470-806 MHz dan mengkonversikannya menjadi daya DC, yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi alternatif dari sumber daya yang belum di manfaatkan. Penelitian ini terfokus dalam mendesain, fabrikasi, dan pengukuran rangkaian penyearah sebagai calon yang akan diintegrasikan selanjutnya kedalam sistem Rectenna. Dari hasil pengujian dan pengukuran yang diperoleh menunjukan bahwa rangkaian rectifier dapat mengubah sinyal AC yang diterima pada sumber tersebut menjadi tegangan listrik DC. Pada pengujian rangkaian rectifier, rangkaian mampu mengeluarkan tegangan DC sebesar 0,4 V pada level daya -30 dbm, 0,493 pada level daya -20 dbm, dan 1,2 V pada level daya 0 dbm. Sementara itu data yang diperoleh pada pengukuran tegangan output signal rectifier menggunakan antena jenis Quad yang terbesar mencapai 2,777 V saat diukur dengan jarak 500 m dari relay station. Kata kunci: Energy Harvesting, Rectifier, Voltage multiplier
Antena Mikrostrip E-ganda Dengan Celah T-ganda Untuk Multi-pita 2.4-3.4-5.8 Ghz Hamdan Mubarokah; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan antenna mikrostrip sebagai salah satu komponen pendukung komunikasi nirkabel merupakan salah satu solusi dalam pemenuhan desain antenna yang memiliki berbagai keunggulan. Salah satu keunggulannya adalah mikrostrip memiliki patch yang dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Double E-Shaped merupakan salah satu bentuk modifikasi patch untuk antenna mikrostrip dengan beberapa variasi elemen yang membuat antenna ini memungkinkan untuk bekerja pada beberapa frekuensi berbeda. Pada tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan antenna microstrip modifikasi patch Double E-Shaped yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz, 3.4 GHz, dan 5.8 GHz dalam satu perangkat antena. Perancangan dilakukan dengan menggunakan tambahan slot pada patch antenna serta menggunakan pencatuan microstrip line feed. Lalu dilakukan analisis dengan menggunakan software CST Studio Suite untuk mendapatkan hasil berupa Return Loss < -10 dB, VSWR < 2, bandwidth 100 MHz untuk 2.4 GHz dan 3.4 GHz, 125 MHz untuk 5.8 GHz, gain > 3 dBi, pola radiasi unidireksional dan polarisasi jenis linier. Bahan yang digunakan untuk substrat adalah FR-4 epoxy dengan permitivitas relatif 4.4 dan ketebalan 1.6 mm. Hasil pengukuran menghasilkan Return Loss di masing-masing frekuensi kerja sebesar -11.72, -11.792, dan -21.33 dengan nilai VSWR 1.774, 1.683, 1.157. Impedansi yang didapatkan 43.28 ohm, 34.112 ohm, 43.082 ohm. Gain sebesar 3.47 dB, 3.51 dB, dan 3.53 dB, bandwidth 64.2 MHz, 67.52 MHz, dan 100.08 MHz, pola radiasi unidirectional dan polarisasi elips. Kata Kunci : Double E-Shaped, mikrostrip, multiband
Antena Mimo 4×4 Mikrostrip Persegi Panjang Hibrida Patch Dan Slot Untuk Access Point Pada Wifi 2,4 Ghz Dan 5,8 Ghz Ramaska Prima Agusta; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan akan kecepatan data yang tinggi dan kapasitas yang semakin besar termasuk pada teknologi sistem komunikasi seperti Wireless Fidelity (Wi-Fi). Salah satu solusi agar antena pada Wi-Fi memiliki performasi yang baik maka digunakan sistem antena Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO). Penelitian ini membahas perancangan dan realisasi antena mikrostrip dual band patch rectangular MIMO 4X4 untuk access point pada aplikasi Wi-Fi yang bekerja pada frekuensi 2,441 dan 5,8 GHz. Pada patch antena akan digunakan teknik slot sehingga antena tersebut dapat bekerja di dua frekuensi yang diinginkan. Pada penelitian ini didapatkan nilai dari pengukuran antena mikrostrip MIMO yang dapat bekerja di frekuensi 2,441 dan 5,8 GHz. Nilai return loss yang didapatkan yaitu ≤ -10 dB. Bandwidth ≥ 40 MHz untuk 2,441 GHz dan ≥ 100 MHz untuk 5,8 GHz. Gain ≥ 3 dB. Mutual coupling ≤ -20 dB. Pola radiasi yang dihasilkan untuk frekuensi 2,441 GHz dan 5,8 GHz adalah unidirectional. Polarisasi yang dihasilkan untuk frekuensi 2,441 GHz dan 5,8 GHz adalah berpolarisasi elips. Kata Kunci : antena, mikrostrip, Wi-Fi, mimo, slot , patch rectangular Abstract The need for high data rates and greater capacity including communication system technologies such as Wireless Fidelity (Wi-Fi). One of the solutions so that the antenna on Wi-Fi has a good performance is used the Multiple-Input and Multiple-Output (MIMO) antenna system. This study discusses the design and realization of a rectangular MIMO 4X4 dual band patch microstrip antenna for access points on Wi-Fi applications that work at frequencies 2.441 and 5.8 GHz. In the patch antenna will be used a slot technique so that the antenna can work on the two desired frequencies. In this study, the values obtained from the measurement of MIMO microstrip antenna that can work at frequencies 2.441 and 5.8 GHz. The return loss value is ≤ -10 dB. Bandwidth ≥ 40 MHz for 2.441 GHz and ≥ 100 MHz for 5.8 GHz. Gain ≥ 3 dB. Mutual coupling ≤ -20 dB. The radiation pattern produced for frequencies of 2.441 GHz and 5.8 GHz is unidirectional. The resulting polarization for frequencies 2.441 GHz and 5.8 GHz is elliptical polarization. Keywords : antenna, microstrip, Wi-Fi, mimo, slot , patch rectangular
Antena Susunan Log Periodik Dipole Cetak Untuk Esm S-band Heri Sulistiyo; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki wilayah yang sangat besar, maka diperlukan suatu sistem yang dapat menjaga kedaulatannya. Electronic Support Measure (ESM) merupakan salah satu bagian dari Electronic Warfare yang memiliki kemampuan untuk melacak posisi suatu perangkat pengirim gelombang elektromagnetik. Untuk mendukung kinerja dari sistem ESM tersebut dibutuhkan antena yang berfungsi sebagai komponen penerima gelombang elektromagnetik sebelum di proses oleh system signal processing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan perancangan antena susunan log periodik dipole cetak untuk ESM s-band. Pada perancangan antena dilakukan metode optimasi fractal Koch yang dicetak pada PCB dengan Substrate FR4 Eproxy (𝜺𝒓 = 𝟒, 𝟔) yang memiliki tebal Substrate 1,6 mm dan konduktor sebagai bahan patch peradiasi menggunakan copper (𝝈 = 𝟓, 𝟖 𝒙 𝟏𝟎𝟕 ) yang memiliki tebal sebesar 0,035 mm. Dengan menggunakan metode optimasi geometri fraktal Koch antenna yang dirancang mendapatkan dimensi sebesar 62,6542x107,293244 mm. Hasil pengukuran menunjukkan antena yang dirancang memiliki frekuensi bawah 2 GHz yang dengan nilai VSWR sebesar 1,87 serta nilai return loss sebesar -10,34 dB dan frekuensi atas sebesar 4 GHz yang memiliki nilai VSWR sebesar 1,80 serta nilai return loss sebesar -10,87 dB. Serta gain antena sebesar 7.68 dBi, dengan pola radiasi directional yang memiliki mainlobe menuju ke satu sisi antena, serta polarisasi elips dengan nilai |AR| sebesar 6.745 dB. Kata kunci: ESM, log periodik, S-band, Fractal koch
Bandpass Filter Mikrostrip X-band Untuk Radar Cuaca Dengan Metode Square Ring Resonator Intan Nuraeni Agfah; Heroe Wijanto; Budi Syihabuddin
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radar cuaca bisa disebut juga dengan radar pengawas cuaca atau weather surveillance radar (WSR) dan radar cuaca Doppler, adalah sebuah jenis radar yang digunakan untuk mencari curah hujan, menghitung pergerakan, memperkirakan jenis objeknya (hujan, salju, hujan es, dan lain-lain). Dalam hal ini, agar radar cuaca mendapatkan hasil penginderaan yang baik, maka frekuensi lain yang tertumpang atau tidak diinginkan dan interferensi pada saat modulasi dalam perangkat seharusnya dihilangkan. Untuk menghilangkan kendala interferensi tersebut maka dibutuhkan perangkat dengan nama filter. Filter yang dibutuhkan adalah Band-pass Filter agar dapat meloloskan frekuensi passband dan memotong frekuensi stopband . Pada penelitian tugas akhir ini dirancang dan direalisasikan sebuah Band-pass Filter yang bekerja pada frekuensi X-Band, menggunakan metode Square Ring Resonator with edge coupled to I/O lines berbasis mikrostrip agar dapat memiliki bandwidth frekuensi sebesar 50 MHz pada frekuensi tengah 9.475 GHz. Bahan yang digunakan dalam filter ini adalah Rogers Duroid 5880 yang memiliki konstanta dielektrik sebesar 2.2. Hasil pengukuran dari filter yang direalisasikan berada pada frekuensi tengah 9.475 GHz. Nilai return loss sebesar - 20.551 dB dan nilai insertion losssebesar -3.234 dB. Bandwidth filter sebesar 46 MHz. Kata Kunci: Filter, Band-pass Filter, Radar Cuaca, frekuensi X-Band, Open Loop Square Resonator, Rogers Duroid 5880.
Pemisahan Verse Dan Reff Secara Otomatis Pada Musik Mp3 Menggunakan Korelasi Antar Frame Berbasis Ciri Modified Discrete Cosine Transform (mdct) Gavrila Nathania Calosa Baskara; Heroe Wijanto; Yuyu Wahyu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi komunikasi nirkabel telah berkembang sangat cepat untuk memenuhi permintaan kapasitas trafik yang tinggi pada perangkat elektronik. Teknologi 5G menggunakan pita frekuensi yang lebih tinggi untuk menyediakan kemampuan data besar untuk mendukung kecepatan data multi-Gbps. Alokasi frekuensi teknologi 5G ini terdapat pada frekuensi 24,25 GHz sampai 27,5 GHz. Antena Bow-Tie merupakan pengembangan dari antena bikonikal. Antena bow-tie memiliki bandwidth dan impedansi lebar yang membuat antena ini mampu bekerja pada ultra wide band frekuensi (UWB). Agar antena dapat bekerja pada ultra wide band frekuensi (UWB) dibutuhkan teknik penskalaan. Teknik penskalaan dapat dilakukan untuk melaksanakan pengukuran antena yang berhubungan dengan struktur yang sangat besar. Teknik penskalaan bertujuan untuk minimisasi biaya pembuatan antena pada struktur yang sangat besar dan mendapatkan hasil parameter antena yang sesuai dengan pengukuran frekuensi yang lebih terjangkau. Pada Tugas Akhir ini, suatu antena planar bow-tie frekuensi 27 GHz dirancang, direalisasikan, dan dievaluasi untuk mengukur resonansi yang diinginkan, dimana ditetapkan pada frekuensi 2,7 GHz dengan proses pengecilan skala (scaling down) menggunakan bahan substrat Rogers 5880/DUROID (Ԑr=2,2 dan h=1,6 mm). Dari hasil simulasi melalui CST Microwave Suite 2017 dan hasil realisasinya diperoleh kesebandingan kedua frekuensi dengan nilai VSWR≤ 1,3 ; return loss ≤ -10 dB serta Pola radiasi omni-directional. Kata kunci : Antena bow-tie, Teknik scaling down Abstract Wireless communication technology has grown very quickly to meet the needs of users. The 5G technology uses higher frequency bands to provide large data capabilities to support multi-Gbps data rates. The frequency allocation of this 5G technology occurs at a frequency of 24.25 GHz to 27.5 GHz. Bow-Tie antenna is a development of biconical antenna[1] . The bow-tie antenna has bandwidth and wide impedance that makes this antenna work on ultra wide band (UWB) frequencies. For antennas to work on ultra wide band (UWB) frequencies, scaling techniques are required. Scaling techniques can be performed to perform antenna measurements associated with very large structures. Scaling technique aims to minimize the cost of making the antenna on a very large structure and get the antenna parameter results in accordance with a more affordable frequency measurement. In the study of this Final Project, a 27 GHz planar bow-tie antenna is designed, realized and evaluated to measure the desired resonance, which is set at a 2.7 GHz frequency by scaling down using Rogers 5880 substrate material / DUROID (Ԑr = 2.2 and h = 1.6 mm). From the simulation result through CST Microwave Suite 2017 and the realization result obtained the comparison of both frequencies with VSWR value ≤ 1,3; return loss ≤ -10 dB and omni-directional radiation pattern. Keywords: Bow-tie antenna, Scaling down technique.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Munir Adhie Surya Ruswanditya Aditya Putra Aviantoro AFIEF DIAS PAMBUDI Afief Pambudi Agie Vadhillah Putri Agil Setiawan Agung Rachman Agus D. Prasetyo Agus Dwi Prasetyo Agus Dwi Prasteyo Agus Prasetyo Ahmad Faiz Rusydi Aidil Fitriadi Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq Aldino Priyatna Ali Muayyadi Ali, Erfansyah Alief Kusumaningtyas Krishnanti Alif Randhy Pratama Amin, Muhammad Alief Faisal Andi Andriana Andy Sastrawinata Angga Budiawan Adipurnama Angga Harwi Yanto Aninditya Esti Pratiwi Antonius Dharma Setiawan Aprilia Pustpita Sari Aqil Aztris Ardhana, Garin Ardian Nugraha Arfianto Fahmi Arie Setiawan Arif Pratama ARIS HARTAMAN Arnold Nicolas Aryo Prihawi Septano Asep Suhendi Asep Yudi H Asri Fevi Sari Sidabutar Bagas Dwi Putera Bambang Setia Nugroho Bambang Sumajudin Basuki Rahmat Bayu Heri Prabowo Binarti Fauziah Fitriani Budi Herdiana Budi Herdiana Budi Prasetya Budi Syihabuddin Budianto Budianto Cahya Budi Muhammad Christian Budi Eko Saputro Claudia Kurniaty Danang Hary Nursidik Daniel Christviyana Manafe Darryl Juneldo Lumban Tobing Desti Madya Saputri Destia Rahmawati Dewi Septia Anzani Dharu Arseno Dhoni Putra Srtiawan Dian Prastiwi Dickie Hervianto Dida Tuhu Putranto Dimas Adhitama Donny Noviandi DWI ANDI NURMANTRIS Edwar EDWAR EDWAR Edy Rahmat Juma Egi Ari Wibowo Eka Rezky Syitha Erza Yoga Pamungkas Evan Benedick Nathaniel Evi Nur Cahyanti Fahmi Darmawan Wijayanto Faizal Ramadhan Fajar Siddiq Fanny Octaviany Farid Farhan Fadhlurrahman Fasny F. A Rafsanzani Fasny F. A Rafsanzani, Fasny F. A Fauzia Kurnia Hadist Fiky Y. Suratman Fitriani, Binarti Fauziah Gavrila Nathania Calosa Baskara Ghazwa Azizul Asdhar Girardi Soejatman H, Asep Yudi Habibullah, Wahid Hafiddudin Hafiddudin Hafidudin . Halomoan Togatorop Hamdan Mubarokah Hanif, Amirul Iqbal Hanifah Husnul Chotimah Harfan Hian Ryanu Harry Pratama Haryanto Sachrawi S Hendra Winata Heri Sulistiyo I Gede Oka Mahendra Ihsan Nuur Razzak Hantriono Ikbar, Naufal Imam Ichwani Imam Muaffiq Intan Nuraeni Agfah Iqbal Tawakal Irfan Ridho Fikri Ishak Garlie Delano Girsang Iswahyudi Hidayat Jamil Setiawan, Lutfi Joko Haryatno Joko Suryana Ken Paramayudha Ken Paramayudha Ken Paramayudha, Ken Koredianto Usman Kris Sujatmoko Krisna Maulana Laila Prakasita Levy Olivia Nur Lia Astari Linda Ulifaturrosyidah Purnamasari Lita Kurnia Fitriyanti Lutfi Jamil Setiawan M. Pasaribu M. Ramdhani M. Shiddiq S.H Mardaputri Rannu Pairunan Marsahala Situmorang Merghita Zahrah Yuliandari Mohamad Azka Rijalfaris Mohammad Andi Pamungkas Muchlisin Muchlisin Muhammad Anshar Arif Muhammad Denny Muhammad Fadhil Maulana Muhammad Iqbal Muhammad Irfan Riswandi Muhammad Miftakhus Sahid Muhammad Purwa Manggala Muhammad Raudhi Azmi Muhammad Zulfikri Hasan Mukhammad Ajie Saputra Nadya Sabrina Narulita Fubian Nico Baihaqi Nurul Hidayah Nurwijayanti Pamungkas Daud Pandu Andika Darmawan Perdana S, Yussi Perdana, Yussi Pramadhan, Iqbaldi Primadita Banu Anggra Primananda Andhika Putra Priyatama Purnomo, Garin Ari Putra Kurniawan Rabbani, Rafif Hilmy Raeida Widyananda Rahmat Ardiansyah Rahmayati Alindra Raja Patar Silitonga Rama Putra Ilyas Eka Cipta Ramaska Prima Agusta Ramtsal Eka Putra Ratih Tryas Prodoningrum Rekan Karyono Remon Riyanto Renaldy Wibisono Rezzy Ferli Yanza Riga Marga Limba Rissa Rahmania Rizal Ritaudin Rizka Amalia Rizwan Herliady Romario Johanes Impola Tamba Ryan Rivaldo Ryo Wisman Fransiscus Gultom S, Haryanto Sachrawi Santosh Poudel Sari, Aprilia Pustpita Satria Taruna Wirawan Septiono, Reza Fahreza Setiawan, Antonius Darma Shiddiq S.H, M. Shofa, Nabila Sitia Gamawati Erta Lestari Stevy Francisca Yolanda Novitasari Sugihartono Sugihartono Suhartono Tjondronegoro Sulma Agida Yusfandini Sumartono Sumartono Suryo Novantara Suryo Sasono Sus Sulianti Natalia Aritonang Suyatno Suyatno Syadza Haifa Ami Dwinanda Syakirotunnikmah, Ukhty Syifa Haunan Nashuha Taryana, Yana Tengku Ahmad Riza Uke Kurniawan Usman Ukhty Syakirotunnikmah Unang Sunarya Varhantz Reinardy Vinsensius Sigit Wahyu Ananda Sabilla Pradina Wahyu Setiaji Wanda Triandi Edwin Widi Anggun Fitriana Yan Bagus Yana Taryana Yassir Aulia Yaya Sulaeman Yuda Nugraha Yudha Eko Bimantoro Yudha Tarigan Yudi Adityawarman YUNITA, TRASMA Yussi Perdana Saputera Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Yuyu Wahyu Zilliah Mankusa Zilliah Zillya Fatimah Zulfi Zulfi