Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PESTA PERKAWINAN DI DESA PENIRAMAN KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH MENURUT TOKOH AGAMA Sugiarti, Lilis; Marluwi, Marluwi; Muzammil, Sa'dulloh
Al-Usroh Vol. 2 No. 1 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i1.588

Abstract

Pelaksanaan pesta pernikahan atau walimatul ursy merupakan tradisi ajaran Islam di kalangan masyarakat umat muslim. Tradisi tersebut merupakan gambaran atau perbedaan suatu kehidupan di kalangan masyarakat luas. Pada pernikahan sangat dianjurkan untuk melaksanakan pesta perkawinan dan diperlukan untuk memperbaiki dan mengetahui keberadaan untuk menyesuaikan keadaan masyarakat dengan tuntutan perkembangan zaman, sehingga penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui Pelaksanaan walimatul ursy di Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun yang menjadi subyek penelitian dalam skripsi ini adalah Kepala Desa Peniraman, Tokoh Agama dan masyarakat. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data, yaitu: Observasi, wawancara/interview, dan dokumentasi. Peneliti mendapatkan hasil diantarnya: Pertama, pelaksanaan pesta perkawinan atau walimatul ursy di Desa Peniraman Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah sudah berjalan dengan baik dan sudah menjadi tradisi dari dahulu. Namun mayoritas penduduk masyarakat Desa Peniraman dalam pelaksanaan pesta perkawinan/ walimatul ursy rata-rata berlebihan dan bahkan bermewah-mewahan tidak sesuai dengan ajaran Islam. Kedua dalam ajaran Islam melaksanakan pesta perkawinan/ walimatul ursy sangat dianjurkan dan di sunnahkan untuk melaksanakan pesta perkawinan tersebut yang tidak berlebih-lebihan atau bermewah-mewahan dan dianjurkan juga untuk mengundang khususnya kepada orang-orang yang tidak mampu, kerabat dan tetangga sekitar. Sedangkan orang yang di undang dalam pesta perkawinan hukumnya wajib untuk menghadiri. Selain itu, dalam ajaran Islam mengadakan pesta perkawinan yang berlebih-lebihan tidak dianjurkan bahkan diaharamkan, karena bisa menimbulkan rasa riya’ dan ingin disanjung. Dan juga membawa mudharat kepada orang yang melaksanakan pesta seperti: makanan yang tidak di makan, setelah melaksanakan pesta perkawinan meninggalkan hutang.
Edukasi ISPA pada Musim Hujan di Masa Pandemi Bersama Yatim Piatu Desa Jepang Mejobo Kudus Lina, Rifda Naufa; Rahmawaty, Annis; Pratiwi, Yulia; Wijaya, Hasty Martha; Setyoningsih, Heni; Sugiarti, Lilis
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.390

Abstract

Pada bayi, anak-anak, dan orang lanjut usia ISPA mempunyai tingkat mortalitas sangat tinggi. Kurangmya pengetahuan tentang ISPA menjadi salah satu penyebab terjadinya ISPA. Musim hujan dapat meningkatkan resiko terjadinya ISPA karena dapat menurunkan imunitas tubuh, Sehingga diperlukan edukasi ISPA pada saat musim hujan di masa pandemik untuk mencegah terjadinya ISPA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi bagaimana cara mencegah ISPA pada musim hujan di masa pandemik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan memberikan edukasi berupa ceramah, diskusi, pretest dan posttest. Kegiatan ini dilakukan di Aula Soekusno ITEKES Cendekia Utama Kudus yang diikuti oleh Yatim Piatu di Desa Jepang Mejobo Kudussebanyak 30 anak. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan anak yatim piatu di desa jepang tentang bagaimana cara mencegah ISPA di musim hujan pada saat pandemik. Hasil pretest tentang ISPA yang paling banyak yaitu pengetahuan kurang sebanyak 16 orang (53,33%) sedangkan setelah diberikan edukasi berupa sosialisasi ISPA, terjadi peningkatan pengetahuan peserta menjadi tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 orang (43,33%). Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini, mempunyai dampak dalam meningkatkan pengetahuan anak yatim piatu tentang ISPA, sehingga diharapkan dapat mengurangi kejadian ISPA pada anak yatim piatu di desa Jepang Mejobo Kudus.
Penyuluhan DAGUSIBU Obat di Desa Pait Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan Endriyatno, Nur Cholis; Afiani, Tia; Azimah, Nailis Syahidatul; Sugiarti, Lilis; Kartikasari, Ayu Andini; Mersita, Meri
DARMADIKSANI Vol 2 No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v2i2.1951

Abstract

ABSTRAK Pengabdian pada masyarakat adalah bagian dari implementasi Tri Darma Perguruan Tinggi untuk memberikan informasi yang dapat digunakan oleh suatu kelompok masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan sebuah edukasi serta pemahaman kepada masyarakat di desa Pait mengenai bagaimana pengelolaan obat yang baik dan benar. Pengabdian ini diakukan menggunakan metode penyuluhan dalam bentuk penyampaian informasi berupa materi kepada kelompok sasaran pengabdian. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini diantaranya dapat dijelaskan bahwa kegiatan pengabdian dilakukan dengan penyuluhan secara langsung kepada kelompok sasaran yang dilakukan secara luring dengan tujuan supaya kelompok sasaran pengabdian dapat teredukasi. Setelah kegiatan penyuluhan dengan tujuan kelompok sasaran pengabdian dapat mengetahui bagaimana cara mendapatkan obat, menggunakan obat, menyimpan obat, dan membuang obat secara baik dan benar dengan metode DApat, GUnakan, SImpan, dan BUang yang disingkat DAGUSIBU. Dari hasil diskusi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, para peserta pengabdian merasa lebih paham mengenai DAGUSIBU dibandingkan sebelum ada kegiatan pengabdian ini. Selain itu, peserta juga berpendapat bahwa materi yang disampaikan sangat menarik, mudah difahami, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat disana. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah bahwa secara garis besar masyarakat sasaran kegiatan pengabdian ini mayoritas lebih mengetahui, tertarik dan mampu memahami tentang bagaimana penggunaan obat dengan baik dan benar. ABSTRACT This community service program (CS) is part of the implementation of "university values" that aims to provide information that can be used by the community group in Pait village. It aims at educating the community on how to get drugs, use drugs, store drugs, and dispose drugs properly and correctly using the DAGUSIBU method. It was conducted through direct offline counseling by delivering materials about the importance of understanding the correct and proper use of drugs to the village community. The results show that the participants understood about the DAGUSIBU method more than before this service activity had been conducted. In addition, participants also thought that the material presented was very interesting, easy to understand, useful, and in accordance with the needs of the community there. The conclusion is in general the target community of this CS are more knowledgeable, interested, and able to understand about how to use drugs properly and correctly.
Pemberdayaan UMKM Atsiri Desa Selokarto Batang dalam Pembuatan Cat Aromaterapi Antimikroba dan Aplikasinya Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Hersugondo, Hersugondo; Zainuri, Muhammad; Sugiarti, Lilis
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 4 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i4.20440

Abstract

Tanaman atsiri merupakan unggulan ciri khas Kabupaten Batang dimana produk minyak atsirinya menempati peringkat ke 3 di Indonesia dan utamanya terdiri dari minyak cengkeh, nilam, dan serai wangi. Minyak atsiri Indonesia mempunyai pangsa pasar lebih dari 90% kebutuhan dunia atau sekitar 35-40% dari total nilai ekspor minyak atsiri. Kabupaten Batang memiliki sekitar 30 UMKM yang bekerja secara sinergis di bidang wirausaha produksi dan pengolahan minyak atsiri. Meskipun demikian, harga minyak atsiri sangat mudah naik turun bergantung pada pasar. Hal ini menyebabkan perlunya upaya diversifikasi berbagai produk berbasis atsiri yang dapat dikerjakan oleh UMKM (Usaha Menengah Kecil dan Mikro) dan Kelompok Wanita Tani (KWT)  dan diversifikasi produk berbasis atsiri yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan bertujuan melatih pembuatan diversifikasi produk berbasis atsiri.  Kegiatan dilakukan melalui pelatihan diversifikasi produk atsiri berupa pembuatan bahan tambahan cat aromaterapi antimikroba. Hasil kegiatan memperlihatkan UMKM dan KWT mengerti dan mampu membuat produk yang disuluhkan dengan baik dan bernilai ekonomi. Selain itu mereka juga sangat tertarik untuk mengaplikasikan cat aromaterapi antimikroba di lingkungan mereka agar tercipta lingkungan yang lebih sehat.
UJI FISIK SABUN CAIR EKSTRAK ANGGUR LAUT (Caulerpa sp) DAN EFEKTIVITAS TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans Sugiarti, Lilis; Palupi, Dian Arsanti; Susiloningrum, Dwi
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.384

Abstract

Vaginal discharge is excessive fluid discharge from the vagina which is caused by Indonesia's humid temperatures making it easy to become infected with the fungus Candida albicans. One alternative way to overcome this is with natural ingredients, namely sea grapes which contain chemical compounds in the form of alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. The aim of this research was to determine the antifungal activity of sea grape liquid soap (Caulerpa sp) against Candida albicans. Sea grapes (Caulerpa sp) were extracted using the UAE method with 70% ethanol solvent. The extract was formulated into liquid soap with formula 0 (0%), formula 1 (8%) and formula 2 (16%) which were tested against the Candida albicans fungus using the well diffusion method with control (+), namely Resik V Godokan Sirih. The research results obtained on sea grape liquid soap (Caulerpa sp) can inhibit Candida albicans with the diameter of the inhibition zone of formula 0, formula 1 and formula 2 respectively 5.9 ± 0.177 mm (weak); 9.62 ± 0.180 mm (weak) and 10.14 ± 0.404 mm (moderate). Control (+) had an inhibition zone diameter of 19.66 ± 0.499 (strong). The optimum formula for sea grape extract liquid soap (Caulerpa sp) in inhibiting Candida albicans is formula 1.
SALTED FISH PRESERVATION MENGGUNAKAN HERBS EDIBLE COATING DARI NANOPARTIKEL BAWANG PUTIH, DAUN PANDAN DAN SERAI DAPUR Doktorasaintifika, Heradita Kaniaazzahra; Nurkertamanda, Denny; Shasabila, Analies Devi; Kusumaningrum, Hermin Pancasakti; Sugiarti, Lilis; Wahyuningsih, Candra; Herida, Azalia Puspa; Hapsari, Hererapratita Aysha
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 9, No 3 (2025): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v9i3.385

Abstract

Global consumption trends show a tendency to choose natural food preservatives, especially those derived from plants, especially to avoid chemical and synthetic preservatives that are harmful to health. Nanotechnology is an important development and an efficient choice to extend the shelf life of food. This study aims to create and carry out seafood preservation using herbs edible coating from garlic nanoparticles, pandan leaves and lemongrass to determine its use as a preservative for salted mackerel and tigawaja salted fish. As a comparison, a mixture of the three ingredients. The study used four treatments where each was repeated 3 times. A hedonic test was also carried out in the form of observations of dryness, color, texture and odor of salted fish. The research method consisted of making garlic nanoparticle extract, pandan leaf extract, lemongrass extract, and a mixture of the three ingredients followed by microscopic observation. Antibacterial activity was carried out using the TPC test. The hedonic test was carried out to see the potential of consumers for the product. Furthermore, a PASS analysis was carried out to see the potential of antimicrobial compounds in the three ingredients. The results showed that the edible coating layer was made into nanoparticle form. Edible coating from pandan is most suitable for use on salted mackerel. Edible coating from garlic is most suitable for use on tigawaja salted fish. The TPC test results showed that garlic, pandan and lemongrass were able to prevent microbial growth effectively for 48-96hours and have the potential to be used as edible coating.
Peran Edukasi Penggunaan Obat Melalui Kegiatan DAGUSIBU bagi Peningkatan Pengetahuan Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus Sukarno, Sukarno; Rahmawaty, Annis; Hidayati, Rakhmi; Sugiarti, Lilis; Islamiyati, Ricka; Pratitis, Mera Putri; Firmansyah, Gunawan; Pujiastuti, Endra; Wachid, Abdul; Annur, Zahroh Sayyidah; Anggorowati, Angelica Dinar; Dhita, Ananda Rahma; Astuti, Enggar Dwi; Revalina, Linda; Azlina, Putri Nirma
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v2i4.81

Abstract

Rendahnya tingkat pengetahuan dan literasi masyarakat mengenai penggunaan obat masih menjadi persoalan penting dalam bidang kesehatan. Banyak individu yang belum memahami cara memperoleh obat dengan benar, membaca aturan pakai, menentukan dosis yang tepat, menyimpan obat sesuai standar, maupun membuang obat kedaluwarsa secara aman. Keadaan tersebut tidak hanya berdampak pada keamanan dan efektivitas terapi, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih luas, termasuk efek samping, kegagalan pengobatan, hingga pencemaran lingkungan. Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) hadir sebagai upaya untuk memperbaiki perilaku pengelolaan obat melalui peningkatan pengetahuan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas edukasi DAGUSIBU dalam meningkatkan pengetahuan khususnya Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus terhadap penggunaan obat. Metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat ini berupa pemberian edukasi melalui kegiatan DAGUSIBU. materi edukasi DAGUSIBU disajikan dalam bentuk slide dan leaflet. Peningkatan pengetahuan diketahui dari penyebaran instrumen pretest–posttest dalam 3 soal pilihan dan essay singkat yang berisikan pengetahuan dasar mengenai DAGUSIBU. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa edukasi DAGUSIBU mampu meningkatkan pengetahuan Siswa MTs Miftahul Ulum Kudus terhadap penggunaan obat. Soal 1 meningkat dari 6 siswa benar menjadi 57 siswa benar, Soal 2 meningkat dari 10 siswa benar menjadi 60 siswa benar dan Soal 3 meningkat dari 0 siswa benar menjadi 63 siswa benar. Kesimpulan edukasi DAGUSIBU menjadi pendekatan yang relevan dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat.
UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL UMBI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA MENCIT (Mus musculus) DENGAN METODE TRANSIT INTESINAL Megawati, Annik; Khoiruzzad, Muhammad; Sugiarti, Lilis; Wijaya, Hasty Martha; Nafi'ah, Rohmatun
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 10, No 1 (2026): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i1.412

Abstract

Diare merupakan keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal ditandai dengan kandungan air yang lebih dari biasanya yaitu lebih dari 200 ml/24 jam, serta tinja berbentuk encer dan frekuensi pengeluarannya lebih dari 3 kali sehari. Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antidiare adalah umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiare ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dalam menghambat diare pada mencit. Desain penelitian menggunakan Post test only Control Group Design. Mencit putih Jantan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok. Mencit diinduksi dengan minyak jarak secara peroral, setelah 1 jam diberi perlakuan pada masing masing kelompok secara peroral. Kelompok kontrol negatif (K-) diberi CMC-Na 0,5%.Kelompok kontrol positif (K+) diberi loperamid 0,052 mg/20g BB. Kelompok P1 diberi ekstrak etanol umbi bawang merah 150 mg/kgBB. Kelompok P2 diberi ekstrak etanol umbi bawang merah 300 mg/kgBB. Kelompok P3 ekstrak etanol umbi bawang merah 450 mg/kgBB. Nilai antidiare kemudian dihitung. Hasil dari skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang merah mengandung flavonoid, tanin dan fenol. Hasil rata rata nilai antidiare pada masing masing Kelompok yaitu : Kontrol negatif yaitu 0,84, kontrol positif yaitu 0,35, dosis 150mg/kg BB yaitu 0,24, dosis 300mg/kg BB yaitu 0,23, dosis 450mg/kg BB yaitu 0,33 . Hasil SPSS menunjukkan data yang dianalisa bersifat normal, tidak homogen dan terdapat perbedaan yang signifikan. Dari Ekstrak etanol umbi bawang merah dapat memberikan aktivitas antidiare pada mencit yang diinduksi minyak jarak. Dosis efektif ekstrak etanol umbi bawang merah adalah 150mg/KgBB.