Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ISOLASI DAN UJI DAYA HAMBAT BAKTERI SIMBION SPONS TERHADAP Vibrio parahaemolyticus Febria, Fuji Astuti; Ramadhani, Novi
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i1.2592

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang upaya pengendalian bakteri Vibrio parahaemolyticus patogen yang merugikan bagi kegiatan budidaya ikan, dan udang. Pengendalian secara fisik dan kimia tidak efisien, membutuhkan biaya mahal dan tidak aman bagi lingkungan. Solusi alternatif pengendalian V. parahaemolytcus secara hayati menggunakan isolat bakteri potensial penghambat pertumbuhan V. parahaemolytcus.  Tujuan penelitian adalah mengisolasi dan menguji kemampuan isolat bakteri simbion spons dalam menghambat V. parahaemolytcus, serta mengkarakterisasi isolat bakteri simbion spons yang mampu menghambat pertumbuhan V. parahaemolytcus. Penelitian menggunakan metode survei dan pengambilan sampel dilakukan secara purposiv sampling. Hasil penelitian ditemukan masing-masing dua isolate bakteri BSA1 dan BSA2 yang bersimbion dengan Aplysina aerophoba dan isolat BSX1 dan BSX2 yang bersimbion dengan spons Axinella dissimilis. Tiga dari empat isolat bakteri simbion spons terindikasi memiliki aktivitas antibiotik. Zona hambat terbesar ditemukan pada isolat BSA 1 dengan zona hambat mencapai 7,25 mm. Karakterisasi isolat bakteri simbion spons yang mampu menghambat Vibrio parahaemolyticus diperoleh satu isolat bakteri gram positif coccus dan dua isolat bakteri gram negatif coccus, serta tiga isolat bakteri bersifat positif katalase dan tiga isolat bakteri bersifat motil.
ISOLASI DAN PENGUJIAN ISOLAT BAKTERI DARI LIMBAH POME (PALM OIL MILL EFFLUENT) SEBAGAI AGEN DEKOLORISASI DALAM UPAYA PENYEHATAN LINGKUNGAN Putri, Grescia Eka; Febria, Fuji Astuti
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i2.2159

Abstract

ABSTRAKPalm Oil Mill Effluent (POME) merupakan limbah cairppabrik kelapapsawit yang dihasilkan dari pengolahanptandan buahpsegar menjadi minyak sawitykasar. Warna kecoklatan pada POME menjadi salah satu masalah yang meresahkan karena dapat mencemari badan air sehingga diperlukan upaya untuk memperbaiki kualitas air limbah cair (POME) dan mengurangi warna kecoklatan melalui dekolorisasi POME oleh bakteri indigen. Penelitian ini bertujua untuk mengisolasi bakteri indigen limbah cair POME serta menguji kemampuan isolat bakteri dalam memperbaiki kadar warna pada limbah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan 11 isolat bakteri indigen dari limbah POME. Semua isolat diuji kemampuan dekolorisasi untuk penurunan warna POME. Seluruh isolat yang diujikan mampu mengurangi warna pada POME. Persentase mencapai 28,98% oleh isolat IBDP-5. Hasil karakterisasi didapatkan dua isolat bakteri gram positif berbentuk coccus yaitu (IBDP-3 dan IBDP-6), tiga isolatubakteri gramupositif berbentukpbasil yaitu (IBDP-5, IBDP-7, serta IBDP- 11), dan enam isolat bakteri gram negatif berbentuk basil yaitu (IBDP-1, IBDP-2, IBDP-4, IBDP-8, IBDP-9, IBDP-10).Keyword : Degradasi; dekolorisasi; fenol; indigenous; POME.ABSTRACTPalm Oil Mill Effluent (POME) is liquid waste from palm oil mills produced from processing fresh fruit bunches and fruit into crude palm oil. The brownish color of POME is a disturbing problem because it can pollute water bodies, so efforts are needed to improve the quality of liquid waste water (POME) and reduce the brownish color through decolorization of POME by indigenous bacteria. This research aims to isolate indigenous bacteria from POME liquid waste and test the ability of bacterial isolates to improve the color content of waste. This research uses a survey method and the sampling technique is purposive sampling. The results of the research found 11 isolates of indigenous bacteria from POME waste. All isolates were tested for decolorization ability to reduce POME color. All isolates tested were able to reduce the color of POME. The percentage reached 28.98% for the IBDP-5 isolate. The characterization results showed that there were two isolates of gram-positive bacteria in the form of coccus, namely (IBDP-3 and IBDP-6), three isolates of gram-positive bacteria in the form of bacilli, namely (IBDP-5, IBDP-7, and IBDP-11), and six isolates of gram-negative bacteria in the form of bacilli, namely (IBDP-1, IBDP-2, IBDP-4, IBDP-8, IBDP-9, IBDP-10).Keyword : Degradation; decolorization; fenol; isolation; POME (Palm Oil Mill Effluent).
Analisis Pengelolaan Limbah Medis Padat pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Kota Padang Nella, Rahma; Febria, Fuji Astuti; Mahdi, Mahdi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 2 (2022): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i2.344

Abstract

Abstrak Pengelolaan limbah medis padat merupakan tahapan dimulai dari pemilahan hingga pemusnahan. Pada pelaksanaan pengelolaan limbah medis padat masih ditemukan beberapa tahapan yang belum sesuai dengan kebijakan seperti penggunaan kantong plastik belum sesuai dengan jenis dan karakteristik limbah, penggunaan desinfeksi terhadap wadah limbah medis yang telah digunakan, masih minimnya penggunaan Alat Pelindung Diri. Disamping itu pengetahuan dan sikap petugas pengelola limbah medis masih rendah, sehingga diperlukan dukungan pimpinan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengelolaan limbah medis padat dan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan pimpinan terhadap pengelolaan limbah medis padat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebesar 58 sampel dengan analisis Regresi Berganda. Untuk FKTP sebagian besar telah melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai dengan peraturan yang telah. Hasil regresi berganda bahwa pengetahuan, sikap dan dukungan pimpinan berpengaruh nyata terhadap pengelolaan limbah medis padat. Untuk FKTP seperti Puskesmas dan Klinik sudah melaksanakan pengelolaan limbah medis sesuai standar yang ditetapkan namun untuk praktek dokter gigi masih rendah dalam penerapan peraturan pengelolaan limbah medis padat. Diharapkan untuk seluruh FKTP mempunyai komitmen dalam pengelolaan limbah medis padat serta adanya konstribusi dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, Manajemen dari FKTP serta stake holder lainnya. Kata Kunci: Pengelolaan limbah medis, FKTP, pengetahuan, sikap, dukungan pimpinan  AbstractSolid medical waste management is a stage starting from sorting to destruction. In the implementation of solid medical waste management, several stages were found that were not following the policy. The purpose of this study was to analyze the management of solid medical waste and determine the effect of the level of knowledge, attitude and leadership support on the management of solid medical waste in the First Level Health Service Facility (FKTP) Padang City. This study uses a quantitative descriptive method with a sample of 58 samples with multiple regression analysis. Most of the FKTP have implemented medical waste management following existing regulations. Multiple regression results show that knowledge, attitudes and leadership support have a significant effect on solid medical waste management. For FKTPs such as Puskesmas and Clinics, they have implemented medical waste management according to the standards set, but for dentistry, the implementation of solid medical waste management regulations is still low. It is hoped that all FKTPs commit to solid medical waste management as well as contributions from the Environment Service, Health Service, Management from FKTP and other stakeholders. Keywords: Medical waste management, FKTP, knowledge, attitude, leadership support
EFFECT OF FERMENTED FIG FLOUR (Ficus racemosa L.) SUBSTITUTION ON PROTEIN AND LIPID RETENTION IN GIANT GOURAMI (Osphronemus goramy Lacepede, 1801) Fitra, Ramadani; Zakaria, Indra Junaidi; Febria, Fuji Astuti; Winanda, Witri; Fathia, Mona
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 4 (2025): Desember (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.4.2025.329-338

Abstract

Ficus racemosa has considerable potential as a plant-based ingredient for partially replacing soybean meal in diets for giant gourami. Fermenting fig flour with Effective Microorganisms-4 (EM-4) is expected to enhance protein quality and improve nutrient utilization. This study evaluated the effects of substituting artificial feed with fermented fig flour on protein and lipid retention in giant gourami cultured under aquaculture conditions. The experiment employed a completely randomized design with five dietary treatments containing 0%, 10%, 20%, 30%, and 40% fermented fig flour, each with five replicates. All diets were formulated to be isonitrogenous, with a crude protein content of 32%. Fig flour was aerobically fermented for 72 hours using EM-4 prior to diet formulation. A total of 250 juvenile giant gourami (initial body weight 15–20 g) were reared for 70 days and fed twice daily at a feeding rate of 3% of total biomass. Fish length and weight were recorded at 14-day intervals. Protein and lipid retention were determined based on proximate analyses conducted at the beginning and end of the experiment. The results showed that dietary inclusion of fermented fig flour significantly affected protein and lipid retention (p < 0.05). The highest protein retention (18.41 ± 0.86%) and lipid retention (36.03 ± 1.60%) were observed in fish fed the diet containing 30% fermented fig flour. These findings indicate that partial substitution of artificial feed with 30% fermented fig flour improves nutrient retention efficiency and represents a promising strategy for developing cost-effective and sustainable diets for giant gourami culture.Ficus racemosa memiliki potensi yang besar sebagai bahan pakan nabati untuk menggantikan sebagian tepung kedelai dalam pakan ikan gurami. Fermentasi tepung buah ara menggunakan Effective Microorganisms-4 (EM-4) diharapkan dapat meningkatkan kualitas protein dan memperbaiki pemanfaatan nutrien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi pakan buatan dengan tepung buah ara terfermentasi terhadap retensi protein dan lipid pada ikan gurami yang dibudidayakan dalam lingkungan terkontrol. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan pakan yang mengandung tepung buah ara terfermentasi sebesar 0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%, masing-masing dengan lima ulangan. Seluruh pakan diformulasikan secara isonitrogenus dengan kadar protein kasar sebesar 32%. Tepung buah ara difermentasi secara aerob selama 72 jam menggunakan EM-4 sebelum diformulasikan ke dalam pakan. Sebanyak 250 ekor benih ikan gurami (bobot awal 15–20 g) dipelihara selama 70 hari dan diberi pakan dua kali sehari dengan dosis 3% dari total biomassa. Panjang dan bobot ikan diukur setiap 14 hari. Retensi protein dan lipid ditentukan berdasarkan analisis proksimat yang dilakukan pada awal dan akhir percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung buah ara terfermentasi dalam pakan berpengaruh nyata terhadap retensi protein dan lipid ikan gurami (p < 0,05). Retensi protein tertinggi (18,41 ± 0,86%) dan retensi lipid tertinggi (36,03 ± 1,60%) diperoleh pada ikan yang diberi pakan dengan kandungan 30% tepung buah ara terfermentasi. Temuan ini menunjukkan bahwa substitusi sebagian pakan buatan dengan 30% tepung buah ara terfermentasi dapat meningkatkan efisiensi retensi nutrien dan merupakan strategi yang menjanjikan untuk pengembangan pakan ikan gurami yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.