Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kandungan Timbal (Pb), Tembaga (Cu) dan Kadmium (Cd) pada Air Sungai Malakutan Kota Sawahlunto Eldrin, Nadya Eka Handayani; Puryanti, Dwi; Budiman, Arif
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.1.41-45.2019

Abstract

Penelitian identifikasi logam timbal, tembaga dan kadmium pada air Sungai Malakutan Kota Sawahlunto telah dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan pada lima lokasi pada hilir sungai dengan jarak antara lokasi adalah 500 m. Pada setiap lokasi diambil sampel pada tiga titik, yaitu dua di pinggir sungai dan satu di tengah sungai. Identifikasi dilakukan berdasarkan parameter nilai pH, konduktivitas listrik, Total Disolved Solid (TDS), dan kandungan logam berat Pb, Cu dan Cd. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH rata-rata sebesar 8,2. Hal ini mengindikasikan bahwa air Sungai Malakutan sudah mulai mengalami pencemaran. Nilai rata-rata konduktivitas listrik sampel adalah 153,4 μS/cm. Nilai rata-rata TDS sampel adalah 109, ppm. Konsentrasi tertinggi kandungan logam berat Pb, Cu dan Cd berturut-turut adalah 0,458 mg/L, 0,062 mg/L dan 0,012 mg/L. Berdasarkan parameter tersebut dapat dikatakan bahwa air Sungai Malakutan Kota Sawahlunto tercemar karena nilai-nilai parameter tersebut berada di atas nilai standar baku mutu air sungai kelas II menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.Kata kunci: kandungan logam berat, konduktivitas listrik, pH, TDS
Identifikasi Pencemaran Logam Berat Air Kolong dan Air Sumur di Sekitar Bekas Tambang Timah Perayun Kundur, Kepulauan Riau Kartika, Puteri; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.329-335.2019

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi pencemaran logam berat pada air sumur yang berada di sekitar kolam bekas tambang timah (air kolong) di Perayun Kundur, Kepulauan Riau. Pengujian pada penelitian ini adalah pengukuran nilai pH, konduktivitas listrik, total dissolved solid (TDS) dan kandungan logam berat berupa timbal (Pb), tembaga (Cu) dan kadmium (Cd). Nilai pH air kolong berada antara 4,38-5,24 dan air sumur berkisar antara 3,28-7,32. Nilai rata-rata kondutivitas listrik pada air kolong sebesar 164,91 µS/cm, dan untuk air sumur berkisar antara 42,83-164,1 µS/cm. Nilai TDS rata-rata pada air kolong adalah 544 ppm dan pada air sumur berkisar antara 27-614 ppm sesuai dengan tingkat salinitas air tawar. Hasil pengujian logam berat menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS) diperoleh nilai konsentrasi rata-rata untuk Pb pada air kolong sebesar 0,005 mg/L, pada air sumur <0,03 mg/L. Konsentrasi logam Cd pada air kolong sebesar 0,006 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,007 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada air kolong adalah 0,06 mg/L dan pada air sumur sebesar 0,011 mg/L. Konsentrasi logam Cu pada pengukuran di kolong bekas tambang timah telah berada di luar batas ambang baku mutu Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Nilai baku mutu untuk logam Pb sebesar 0,03 mg/L, Logam Cd sebesar 0,001 mg/L dan logam Cu sebesar 0,02 mg/L.Kata kunci: air kolong, konduktivitas listrik, total disolved solid, atomic absorption spectroscopy.
Pemurnian Mangan Oksida dengan Metode Pengendapan Selektif Menggunakan Karbon Alamsah, Ihsan; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 8 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.8.4.348-354.2019

Abstract

Penelitian pemurnian mangan oksida dari bijih mangan Nagari Aie Ramo, Kecamatan Kamang, Kabupaten Sijunjungdilakukan dengan mengunakan metode pengendapan selektif dan adsorbsi. Biji mangan diekstraksi dengan asam sulfat kemudian direduksi dengan asam oksalat dalam suasana asam dan diendapkan dalam larutan NaOH menggunakan media adsorbsi karbon.Karbon yang digunakan berasal dari cangkang kelapa sawit (CKS), cangkang biji karet (CBK), cangkang buah ketaping (CKP), dan tandan kosong kelapa sawit (TKS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karbon cangkang kelapa sawit merupakan karbon yang paling tinggi persen adsorbsinya yaitu 94,225 % dibandingkan dengan sumber karbon lainnya. Analisis Atomic Adsorbtion Spectroscopy(AAS) menunjukkan kadar mangan meningkat setelah proses pemurnian yaitu dari 13,6123 ppm hingga 21,8867 ppm untuk karbon cangkang kelapa sawit. Kadar mangan meningkat setelah proses pengendapan selektif dan adsorbsi. Kadar pengotor yang terkandung dalam bijih mangan seperti Fe, Al, Si, K, Ba, P, Mg, Ca dan Ti dianalisis menggunakan X-Ray Fluoresense (XRF).Proses pengendapan selektif dapat menghilangkan pengotor Fe sekitar 98%. Proses pemurnian dengan metode adsorbsi dapat menghilangkan pengotor sebanyak 98 % Fe.Hasil karakterisasi menggunakan X-Ray Difraktion (XRD) untuk MnO2 murni menunjukkan bahwa sistem kristal yang dihasilkan adalah tetragonal dengan puncak tertinggi pada sudut 2θ = 25,3591o dengan indeks miller (111) dan ukuran kristal MnO2 diperoleh sebesar 53,08 nm.Kata Kunci : Bijih Mangan, Mangan Oksida, Pengendapan Selektif, Adsorbsi, Karbon
Pengaruh Penambahan Serat Daun Nanas terhadap Sifat Fisis dan Mekanik Papan Semen Gipsum Oktaviani, Siska; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.31-37.2020

Abstract

Penelitian tentang pengaruh penambahan serat daun nanas terhadap sifat fisis dan mekanik papan semen gipsum telah dilakukan dalam bentuk komposit laminat. Persentase serat daun nanas yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, 8%. Sifat fisis yang diuji meliputi densitas dan daya serap air. Nilai densitas terendah diperoleh pada persentase serat daun nanas 8% yaitu 1,41 kg/cm3. Nilai densitas berbanding terbalik dengan nilai daya serap air. Persentase serat daun nanas 8% memiliki nilai densitas terkecil tetapi daya serap air yang besar. Nilai daya serap air pada persentase serat daun nanas 8% yaitu 39,17%. Pengujian mekanik yang diuji meliputi kuat tekan dan kuat lentur. Alat uji yang digunakan untuk kuat tekan dan kuat lentur adalah Universal Testing Machine (UTM). Nilai kuat tekan 5 kg/cm2 hingga 11,67 kg/cm2 telah memenuhi SNI 03-3449-2002. Nilai kuat lentur tertinggi pada persentase serat 2% dan 6% yaitu 21 kg/cm2 telah memenuhi SNI 01-4449-2006. The research on the effect of pineapple leaf fiber addition to the physical and mechanical properties of gypsum cement board has been carried out in the form of laminate composites. The percentage of pineapple leaf fiber used is 0%, 2%, 4%, 6%, 8%. Physical properties that were tested including density and water absorption. The lowest density value obtained at pineapple leaf fiber percentage of 8% that is 1.41 kg / cm3. The value of density inversely proportional to the value of water absorption. Percentage of 8% pineapple leaf fiber has the smallest density value but large water absorption. The value of water absorption at pineapple leaf fiber percentage 8%, that is 39.17%. Mechanical properties that were tested including compressive strength and flexural strength. The compressive strength and flexural strength were measured using Universal Testing Machine (UTM). The value of compressive strength that is           5 kg/cm2 to 11.67 kg/cm2 meets SNI 03-3449-2002. Highest flexural strength at fiber percentage 2% and 6%, that is 21 kg / cm2 meat SNI 01-4449-2006. 
Analisis Sifat Magnetik Kalsium Ferit yang Disintesis Menggunakan Metode Metalurgi Serbuk Rinanda, Rahmad; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.224-230.2020

Abstract

Sintesis kalsium ferit telah dilakukan dengan metode metalurgi serbuk.  Kalsium ferit dihasilkan dari bahan dasar  Fe2O3 hasil oksidasi dari pasir besi dan CaCO3 yang diproduksi oleh Merck. Variasi persentase massa CaCO3 yang digunakan yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%.  Variasi persentase massa CaCO3 dilakukan untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat magnet sampel yang dihasilkan.  Hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Vibrating Sampel Magnetometer (VSM). Hasil pola difraksi dengan XRD menunjukkan fasa kalsium ferit (Ca-Fe-O) yang terindikasi dari pola puncak XRD antara lain CaFe2O4 dan CaFe4O7 pada persentase massa 5% dan 10%. Sifat magnetisasi saturasi (MS) yang dihasilkan dari karakterisasi VSM yaitu 0,58 em/g pada persentase massa 5% dan 0,68 em/g pada persentase massa 10%. Magnetisasi remanen (MR) yang dihasilkan pada persentase massa 5% yaitu 0,23 em/g dan pada persentase massa 10% yaitu 0,24 em/g. Nilai medan koersivitas (HC) yang berada pada range 19936 A/m hingga 30303 A/m. Research on daily rainfall predictions have made by using artificial neural networks with some backpropagation and radial basis training functions. This study used daily rainfall data from the Meteorology Climatology and Geophysics Agency in Class II of the Minangkabau International Airport Padang Pariaman from 2008 to 2018. The purposes of the study is to compare the predicted performance of rainfall in Backpropagation and Radial Neural Networks and determine which one the best artificial neural network architecture for rainfall predictions at Minangkabau International Airport is. For the backpropagation method, optimization is performed on the number of hidden layers, the number of neurons in the hidden layer, the transfer function, the training function and the amount of input data on the training data. For the radial basis optimization method is performed on the number of hidden layer neurons, the amount of input data on the training data and the spread value. From this study found the best results for the backpropagation method were obtained with trainlm and architectural training functions (60-70-6-1) with a prediction accuracy level of 86.4876%. The best results for the radial basis method by value of a spread is 0.01 with architecture (60-120-1) and a predictive accuracy rate of 95.3107%. Thus the best method for the prediction of daily rainfall in the area of the Minangkabau International Airport is the radial basis method.
Sintesis Nanopartikel Zink Ferit (ZnFe2O4) dengan Metode Kopresipitasi dan Karakterisasi Struktur Kristalnya Gestarila, Cinthia; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.299-303.2020

Abstract

Penelitian mengenai sintesis nanopartikel ZnFe2O4 telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Sintesis nanopartikel dilakukan dengan variasi konsentrasi NH4OH yaitu 1,5 M, 3 M, dan 6 M. Nanopartikel ZnFe2O4dikarakterisasi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope). XRD (X-Ray Diffraction) dilakukan untuk mengetahui fasa yang terbentuk dan ukuran kristal yang dihasilkan pada sampel. Ukuran kristal dihitung menggunakan persamaan Schrerer dan diperoleh berturut-turut adalah 26 nm; 26 nm; dan 27nm. SEM (Scanning Electron Microscope) dilakukan untuk mengetahui morfologi permukaan dan ukuran partikel. Hasil perhitungan menggunakan image-j diperoleh ukuran partikel berturut-turut adalah 49 nm; 43 nm; dan 34 nm. Nilai suseptibilitas magnet ZnFe2O4yang dihasilkan berturut-turut adalah 997,3×10-8m3kg-1; 102,6×10-8m3kg-1; dan 739×10-8m3kg-1.  Research on synthesis of zinc ferrite (ZnFe2O4) nanoparticles has been conducted using the coopresipitation method. Synthesis of nanoparticles was carried out with variations in NH4OH concentrations of 1.5 M, 3 M, and 6 M. ZnFe2O4 nanoparticles were characterized using XRD (X-Ray Diffraction) and SEM (Scanning Electron Microscope). XRD (X-Ray Diffraction) is carried out to determine the phases contained and the size of the crystal produced in the sample. The size of crystals is calculated using the Scherrer equation obtained that the results are 26; 26; and 27 nm. SEM is performed to determine the surface morphology and particle size. The results of characterization using image-j are 49 nm; 43 nm; and 34 nm. The susceptibility test using bartington MS2 magnetic susceptibility meters was perfomed to determine the value of magnetic contained in the material. The result of successive magnetic susceptibility are 997.3×10-8m3kg-1;   102.6×10-8m3kg-1; and 739×10-8m3kg-1.
Pengaruh Konsentrasi NH4OH terhadap Ukuran Nanopartikel Nikel Ferit (NiFe2O4) yang disintesis dengan Metode Kopresipitasi Safitri, Tria Rizki; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.318-322.2020

Abstract

Sintesis nanopartikel NiFe2O4 berbahan dasar pasir besi telah dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Pasir besi yang digunakan berasal dari Nagari Surian Kabupaten Solok. Pasir besi yang telah diekstrak dilarutkan dalam HCl. Larutan yang diperoleh dicampurkan dengan NiCl2 dan NH4OH sehingga menghasilkan endapan nikel ferit (NiFe2O4). Variasi konsentrasi NH4OH yang diberikan adalah 3 M, 5 M dan 10 M. Karakterisasi fasa dan ukuran kristal pasir besi dan NiFe2O4 dilakukan menggunakan XRD (X-Ray Diffractometer). Karakterisasi morfologi dan ukuran partikel NiFe2O4 dilakukan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy), sedangkan suseptibilitas magnetiknya diukur menggunakan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. Hasil analisis XRD menunjukkan pola difraksi pasir besi yang sesuai dengan pola difraksi Fe3O4 sebesar 82,55%. Ukuran kristal sampel NiFe2O4 dengan variasi konsentrasi NH4OH 3M, 5M dan 10M berturut – turut yaitu 27 nm; 27 nm; 20 nm. Hasil SEM menunjukkan diameter rata – rata ukuran partikel masing – masing sampel NiFe2O4 yaitu 60 nm; 41 nm; 35 nm. Suseptibilitas sampel NiFe2O4 dengan variasi konsentrasi NH4OH 3M, 5M dan 10M berturut – turut yaitu 444,8×10-8m3kg-1; 215,6× 10-8m3kg-1; 204,2×10-8m3kg-1. Variasi konsentrasi NH4OH memperkecil ukuran kristal serta partikel. Synthesis of NiFe2O4 nanoparticles from iron sand using coprecipitation method has been done. Iron sand was obtained  from Surian, Solok Regency. The extracted iron sand was dissolved in HCl. The acquired solution was mixed NiCl2 and NH4OH, to produce ferrite nickel deposits (NiFe2O4). The NH4OH concentration was varied 3 M, 5 M and 10 M. Characterization of phase and  size of the iron sand and NiFe2O4 particle  was performed using XRD (X-Ray Diffractometer). Morphology and particle size of NiFe2O4 were characteristic using SEM (scanning electron microscope). Magnetic susceptibility of NiFe2O4 was  measured using Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. XRD results indicate that the iron sand diffraction pattern corresponds to Fe3O4 diffraction pattern (82.55%). NiFe2O4 crystal size of  sample prepared using NH4OH 3M, 5M and 10M are respectively 27 nm; 27 nm; 20 nm. SEM results indicate that the average diameters of NiFe2O4 particle are 60 nm; 41 nm; 35 nm.  Susceptibility of NiFe2O4 samples for variation NH4OH 3M, 5M and 10M are 444.8×10-8m3kg-1; 215.6×10-8m3kg-1; 204.2×10-8m3kg-1, respectively. Concentration variations triggering the size of the crystal and particles.
Sintesis Nanopartikel Manganese Ferrite (MnFe2O4) dari Pasir Besi dan Mangan Alam dengan Metode Kopresipitasi Putri, Nixcoriani; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.3.375-380.2020

Abstract

Sintesis nanopatikel Mangananese ferrite telah dilakukan menggunakan metode kopresipitasi dengan memvariasikan konsentrasi NH4OH 1,5 M; 5 M; dan 10 M. Bahan baku yang digunakan adalah pasir besi dan mangan alam. X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), dan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter masing-masing digunakan untuk mengkarakterisasi struktur, ukuran partikel dan sifat magnetik mangan ferit yang dihasilkan. Ukuran kristal dihitung menggunakan persamaan Scherrer dimana ditemukan bahwa ukuran kristal meningkat seiring dengan berkurangnya konsentrasi NH4OH sebesar 27 nm, 26 nm, dan 20 nm. Ukuran partikel dihitung menggunakan Software Image-J menunjukan bahwa ukuran partikel tidak berubah yaitu sebesar 27 nm. Variasi konsentrasi NH4OH berada dalam rentang mineral hematite 86,51 - 423,75 (x10-8m3kg-1) yang memiliki sifat antiferomagnetik. Mangan ferit yang dihasilkan termasuk dalam karakteristik mangan lunak. Nanoparticles manganese Ferrite have been synthesis using copresipitacion method with various concentration of NH4OH 1,5 M; 5 M; and 10 M. Raw materials used are iron sand and natural manganese. X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM), and Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter we used to characterize the structure, particle size, and magnetic properties of the resulted manganese ferrite. The crystal size was estimated using the Scherrer formula the particle size  increased 27 nm; 26 nm; dan 20 nm  with the decrease of NH4OH. The particle size was estimated using software Image-J were found that the particle size of 27 nm increased with the decrease of concentration of NH4OH. Magnetic characterization of manganese ferrite nanoparticles was investigated by using a magnetic susceptibility. NH4OH concentration various is on the range of hematite minerals 86,51-423,75 (x10-8m3kg-1) which have antiferomagnetic properties.
Penentuan Kualitas Air Muara Sungai Batang Arau Melalui Pengujian Total Dissolved Solid (TDS), Total Suspended Solid (TSS), dan Kandungan Logam Berat Ofiyen, Charlie; Puryanti, Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 3 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.3.278-284.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi logam berat, suhu, pH, konduktivitas listrik, total padatan terlarut (TDS) dan total padatan tersuspensi (TSS) pada sampel air muara Sungai Batang Arau. Nilai konsentrasi logam berat diukur menggunakan alat inductively coupled plasma (ICP), suhu diukur menggunakan termometer, pH diukur menggunakan pH meter, konduktivitas listrik diukur menggunakan konduktiviti meter, TDS dan TSS ditentukan menggunakan metode gravimerti. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata rata-rata suhu sebesar 28,52 ℃. Nilai rata-rata pH sebesar 6,76. Nilai rata-rata konduktivitas listrik sebesar 176,43 µS/cm. Nilai rata-rata TDS sebesar 1040,5 ppm. Berdasarkan PP. No. 82 Tahun 2001 nilai rata-rata TDS di muara Sungai batang Arau telah melebihi standar baku mutu air kelas II yaitu sebesar 1000 mg/l. Nilai rata-rata TSS sebesar 204,9 ppm, nilai rata-rata TSS juga telah melebihi baku mutu PP. No. 82 Tahun 2001 kelas II yaitu sebesar 50 mg/l. Nilai kosentrasi logam berat Cd, Cu, dan Hg di muara Sungai Batang Arau telah melebihi baku mutu yang ditetapkan PP. No. 82 Tahun 2001. Dari hasil yang didapatkan dapat disimpulkan bahwa kualitas air di muara Batang Arau telah terjadi pencemaran. This study aims to determine the concentration of heavy metals, temperature, pH, electrical conductivity, totally dissolved solids (TDS) and totally suspended solids (TSS) in the estuary samples of the Batang Arau River. The value of heavy metal concentration was measured using an inductively coupled plasma (ICP), temperature was measured using a thermometer, pH was measured using a pH meter, electrical conductivity was measured using a conductivity meter, TDS and TSS were determined using the gravimerity method. From the results of the study, the average value of the temperature was 28.52. The average value of pH is 6.76. The average value of electrical conductivity is 176.43 S/cm. The average value of TDS is 1040.5 ppm. Based on PP. No. 82 of 2001 the average TDS value at the estuary of the Batang Arau River has exceeded the class II water quality standard, which is 1000 mg/l. The average TSS value is 204.9 ppm, the TSS average value has also exceeded the PP quality standard. No. 82 of 2001 class II that is equal to 50 mg/l. The concentration values of Cd, Cu, and Hg heavy metals in the Batang Arau River estuary have exceeded the quality standards set by PP. No. 82 of 2001. From the results obtained, it can be concluded that the water quality in the Batang Arau estuary has been polluted.
Profil Kualitas Air Sumur Akibat Intrusi Air Laut di Kawasan Pantai Air Manis Kota Padang Qathrunnada, Nabila; Puryanti, Dwi; Purwanto, Eko
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.1.144-150.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan tingkat pencemaran air sumur akibat intrusi air laut di kawasan Pantai Air Manis melalui pengujian beberapa parameter pencemaran. Pengujian nilai konduktivitas listrik dan Total Dissolved Solid (TDS) dilakukan untuk menentukan tingkat keasinan air sumur. Pengujian Total Suspend Solid (TSS), pH dan temperatur dilakukan untuk mengetahui kualitas air sumur. Nilai konduktivitas listrik yang didapatkan dari 15 sumur berkisar antara 47,33 µS/cm - 719,67 µS/cm dimana nilai ini termasuk kategori air tawar. Dari hasil pengujian TDS, terdapat 2 sampel yang melebihi standar air tawar menurut Panitia Ad Hoc Intrusi Air Asin (PAHIAA) yaitu sampel 1 (1265,5 mg/L) dan sampel 2 (1028 mg/L) dimana lokasi sampel ini sangat dekat dengan pantai di arah barat.  Kecilnya indikasi adanya intrusi air laut dikarenakan lokasi yang dekat dengan perbukitan yang dapat menjadi daerah resapan sehingga air tanah mengalir ke arah laut dengan tekanan tinggi. Hasil pengujian nilai TSS menunjukkan terdapat 1 sampel yang melebihi standar mutu air bersih. Sedangkan berdasarkan hasil pengujian pH dan temperatur, 15 sampel air sumur masih memenuhi standar mutu air bersih. Nilai Indeks Pencemaran (IP) rata-rata air sumur pada lokasi penelitian adalah 0,6050 sehingga dapat dikategorikan dalam kondisi tidak tercemar.
Co-Authors A. Fadhil Desafa A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ahmad Furqan Alamsah, Ihsan Alimin Mahyudin Ardian Putra Ardian Putra Arif Budiman Arif Budiman Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Bukasir, Yennie Puspa Charlie Ofiyen Cinthia Gestarila Dahlianum, Dahlianum Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Delvihardini, Rani Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dori Andani Dori Andani, Dori Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Eka Putra Sutantyo, Tringginas Eko Purwanto Eko Purwanto Eldrin, Nadya Eka Handayani Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Elvaswer Faizah Faizah Faizah Faizah Febri Naldi Febriati Nanda Feriska Handayani Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Frizky Norman Furqan, Ahmad Gestarila, Cinthia Haldis Alvaro Hanifah, Rahmatul Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Helfi Syukriani Helfi Syukriani Hermansyah Aziz Herviya, Herviya Herviyana, Herviyana Ihsan Alamsah Ilham Perdana Imam Taufik Imam Taufiq Imam Taufiq Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan Irfan Nursa Isdi, Muhammad Ridho Iswandi Iswandi Iza Faizah Kartika, Puteri M. Ali Shafii Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Meqorry Yusfi Merry Thressia Meydiyati, Yusrina Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mora Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Faisal Muhammad Faisal Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muhammad Rinaldi Muhammad Rizki Muhammad Rizki Muhammad Rizki Muldarisnur, Mulda Musra, Faizah Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Mutya Vonnisa Nabila Qathrunnada Nadya Eka Handayani Eldrin Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Najihah, Yeni Fathatun Nanda, Febriati Nengsi, Sisri Wahyu Nini Firmawati Nixcoriani Putri Norman, Frizky Nursa, Irfan Nurul Hasanah Nurwijayanti Ofiyen, Charlie Oktaviani, Siska Olly Norita Tetra Puteri Kartika Putri Putri Putri Putri, Putri Putri, Nixcoriani Qathrunnada, Nabila Rahmad Rasyid Rahmad Rinanda Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Rahmatil Hayati Rahmatil Hayati, Rahmatil Rahmatul Hanifah Rahmatul Hanifah Ramacos Fardela Rani Delvihardini Repiani, Repiani Rinanda, Rahmad RR. Ella Evrita Hestiandari Runi Sahara Runi Sahara, Runi Safitri, Tria Rizki Santi Dewi Rosanti Santi Dewi Rosanti, Santi Dewi Siska Oktaviani Sisri Wahyu Nengsi Solly Aryza Sri Agustianingsih, Maharani Sri Handani Sri Mulyadi Dt. Basa Sri Oktamuliani Syukriani, Helfi Trengginas Eka Putra Trengginas Eka Putra Sutantyo Tria Rizki Safitri Usna, Sri Rahayu Alfitri Veithzal Rivai Zainal Wargiyana, Sarah Widya Anggraini Widya Anggraini Wildian Wildian Yeni Fathatun Najihah Yennie Puspa Bukasir Yuli Yetri Yuli Yetri Yusrina Meydiyati Zozy Aneloi Noli Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi