Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

The Impact of Basic Life Support Education on Knowledge Among Youth Red Cross Members at SMAN 12 Bekasi City, 2024 Medi Ety, Intan; Pelawi, Arabta M Peraten; Meliyana, Ernauli
AACENDIKIA: Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2025): AACENDIKIA: Journal of Nursing
Publisher : Althar Cendikia Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59183/aacendikiajon.v4i1.55

Abstract

One of the leading causes of death in Indonesia—such as cardiac arrest—requires rapid intervention through Basic Life Support (BLS). Cardiac arrest can occur at any time and may be fatal if not addressed immediately. BLS is a fundamental skill that everyone should possess, as it plays a critical role in increasing the chances of survival in life-threatening situations. Many cardiac arrest cases happen outside of medical settings, known as Out-of-Hospital Cardiac Arrest (OHCA). This study aimed to assess the effect of BLS education on the knowledge of Youth Red Cross (PMR) members at SMAN 12 Bekasi City, considering the observed lack of BLS knowledge among members. A quantitative method with a pre-experimental design was applied, using a one-group pre-test post-test approach. The study involved all 59 PMR members through total sampling. Data analysis using a paired sample t-test showed a significant difference between pre-test and post-test scores, with a p-value of 0.000 < 0.05, indicating that the null hypothesis was rejected. The findings confirm that BLS education had a significant positive effect on the participants’ knowledge levels. The study concluded that there was a notable increase in BLS knowledge among PMR members after the educational intervention.
Postpartum Anxiety and Stress during the Covid-19 Pandemic Meliyana, Ernauli; Sirait, Lenny Irmawaty; Suratmi
International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research Vol. 3 No. 11 (2022): International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Res
Publisher : Future Science / FSH-PH Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijmaber.03.11.30

Abstract

This study aims to obtain information about the anxiety and stress of postpartum mothers during the COVID-19 pandemic. This study used a descriptive survey method on a sample of pregnant women and women giving birth by purposive sampling, namely those who visited the Independent Practice Midwife (BPM) clinic in Bekasi City from April to July 2020, totaling 78 people. Data were collected using the DASS-21 questionnaire which was packaged in a google form and distributed online via WhatsApp social media. The data collected was then analyzed descriptively to be presented as a result of the research. The results showed that the psychological response to anxiety was normal 50 (64.10%), mild 14 (17.95%), moderate 11 (14.10%), severe 2 (2.56%), and very heavy 1 (1.28 %) of respondents. While the psychological response to normal stress was 59 (75.64%), mild 11 (14.10%), moderate 6 (7.69%), and severe 2 (2.56%) experienced psychologically normal but some experienced anxiety and stress. Most of the psychological responses to normal anxiety, but there are mild, moderate, severe, and very severe anxiety, as well as psychological responses to stress, although most normal, there is also mild, moderate, and severe stress.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT MODEL PACE (PACING, ACCEPTING, CONNECTING, EMPHATY) MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN LANSIA Marlina, Ina; Indrawati, Lina; Meliyana, Ernauli
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.823

Abstract

Pendahuluan: Lanjut usia (lansia) adalah individu yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok rentan yang sering mengalami masalah kesehatan fisik maupun mental, termasuk kecemasan. Kecemasan pada lansia yang dirawat di rumah sakit dapat disebabkan oleh stres, pengalaman traumatis, dan perubahan suasana hati yang berlebihan. Berdasarkan data, terdapat 32 pasien lansia yang mengalami kecemasan selama menjalani perawatan di rumah sakit. Kurangnya komunikasi terapeutik antara perawat dan pasien menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi tersebut, sehingga pasien merasa kesepian dan kurang memperoleh informasi. Komunikasi yang dilakukan perawat kepada pasien lansia sering bersifat satu arah, kurang memperhatikan kondisi emosional pasien, serta tidak menggunakan pendekatan yang sesuai. Selain itu, keterbatasan waktu, beban kerja yang tinggi, dan kurangnya pelatihan komunikasi terapeutik khusus untuk lansia juga menjadi kendala dalam membangun hubungan yang efektif. Akibatnya, pasien lansia merasa tidak nyaman, kurang dipahami, dan mengalami peningkatan kecemasan selama dirawat. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan dalam komunikasi perawat, salah satunya melalui model komunikasi PACE (Pacing, Accepting, Connecting, Empathy) yang dapat membantu membangun hubungan efektif antara perawat dan pasien, sehingga mampu menurunkan kecemasan lansia selama perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan model PACE terhadap tingkat kecemasan pasien lansia. Metodologi: Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Rawalumbu pada tahun 2024 dengan menggunakan metode survei analitik kuantitatif dan pendekatan cross-sectional, di mana variabel independen dan dependen diamati secara bersamaan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 72 pasien lansia yang dirawat di ruang rawat inap. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Analisis uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p-value = 0,000 yang lebih kecil dari nilai α (0,05), sehingga H₀ ditolak. Artinya, terdapat hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan model PACE dan tingkat kecemasan pasien lansia. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik perawat dengan model PACE dan tingkat kecemasan pasien lansia. Komunikasi yang dibangun melalui model PACE mampu menciptakan rasa nyaman dan membuat pasien lansia merasa lebih dipahami selama menjalani perawatan. Kata Kunci: Komunikasi terapeutik, Model PACE, Kecemasan, Pasien lansia
Hubungan Karakteristik Ibu dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-36 Bulan Nisya, Devia Ainun; Meliyana, Ernauli; Indrawati, Lina
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.2795

Abstract

Stunting merupakan gambaran terhambatnya pertumbuhan yang disebabkan akumulasi malnutrisi yang berlangsung lama sejak kehamilan sampai usia 24 bulan. Keadaan ini diperburuk oleh tidak terimbangi nya pengejaran pertumbuhan bagi anak-anak yang sebelumnya stunting (catch up growth) yang memadai. Dijadikan perhatian khusus dan memerlukan pengetahuan yang cukup untuk orang tua. Menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan kejadian stunting pada anak umur 6-36 bulan Di Wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.penelitian ini bersifat observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study yaitu jenis variabel bebas (independen) maupun variabel terikat (dependen) dan teknik sampling purposive sampling yaitu memilih sampel berdasarkan distribusi frekuensi karakteristik responden pasien. Sampel yang digunakan Ibu yang memiliki balita stunting usia 6-36 bulan diwilayah kerja puskesmas pengasinan Didapatkan hasil P value antara Usia Ibu (0,000), Tingkat Pendidikan ibu (0,002), Status Pekerjaan (0,051), Tinggi Badan Ibu (0,002) dan Tingkat pendapatan keluarga (0,001) dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.Ada hubungan Usia ibu, Tingkat Pendidikan ibu, Tinggi Badan ibu dan tingkat pendapatan keluarga, Sedangkan Status Pekerjaan Ibu Tidak memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-36 bulan di wilayah kerja Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi.
Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Stunting Agustiani, Rahma; Meliyana, Ernauli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2847

Abstract

Pola hidup bersih dengan ketersediaan fasilitas sanitasi dan penatalaksanaan lingkungan baik merupakan faktor penting dalam stunting untuk mencegah stunting pada anak. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak. Sanitasi lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi faktor risiko penyakit stunting pada anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. Pencegahan stunting dapat dipengaruhi tiga point penting dan mendasar yaitu pola asuh yang baik, perbaikan pola makan serta perbaikan sanitasi lingkungan. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih (PHBS). Tujuan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah membangun masyarakat yang sadar kesehatan dan dibekali pengetahuan untuk menjalani pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan menjaga taraf kesehatan. Tujuan Penelitian ini Untuk mengidentifikasi hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Wilayah Puskesmas Pengasinan Kota Bekasi Tahun 2023. Peneliti ini menggunakan metode deskriptif analitik yaitu untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting, diuraikan dalam penelitian dengan desain cross sectional dan teknik purposive sampling serta menggunakan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan hasil uji Chi Square dengan sig. (2-tailed) dan nilai α 0.050 diperoleh p value = 0.0090 sehingga dapat disimpulkan H0 diterima artinya tidak ada hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting di Wilayah Puskemas Pengasinan Kota Bekasi Tahun 2023.
Hubungan Edukasi Keluarga dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat pada Pasien TB Paru Ananda, Dea Fitri; Pelawi, Arabta Malem Peraten; Meliyana, Ernauli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2875

Abstract

Tuberkulosis telah menjadi masalah kesehatan global yang sebagian besar terjadi di Negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu penentu keberhasilan terapi TB paru adalah kepatuhan pengobatan atau minum obat, ketidakpatuhan dapat mengakibatkan kekambuhan atau kegagalan pengobatan. Edukasi sangat mempengaruhi aturan pasien dalam minum obat. Oleh karena itu salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat yaitu edukasi keluarga terhadap penderita TB paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan edukasi keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Mustika Jaya, Kota Bekasi, menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan jenis penelitian analitik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien TB paru di wilayah kerja Puskesmas Mustika Jaya, sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling (Proportione Stratifed Sampling) dan Purposive Sampling. Hasil analisa statistic menggunakan Uji Fisher’s diperoleh nilai P Value sebesar 0,003≤0,05. Hal ini menunjukan bahwah H0 ditolak. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan antara edukasi keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB paru di Puskesmas Mustika Jaya.
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Cahyaningrum, Arliyanti; Indrawati, Lina; Meliyana, Ernauli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2898

Abstract

Penyakit ginjal merupakan kelainan pada organ ginjal yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti, infeksi, tumor, kelainan kongenital, penyakit metabolik atau degeneratif dan lain-lain. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi terutama untuk menjaga homeostasis tubuh. (Dewi dan Hendrati 2022). Penyakit ginjal merupakan, penyakit yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya adalah Penyakit Ginjal kronis (Gagal Ginjal Kronik). menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menguraikan suatu fenomena berdasarkan data-data yang didapatkan. Penelitian ini memiliki tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut Tujuan umum: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Tujuan khusus: Mengetahui karakteristik responden (Usia dan Jenis Kelamin) pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi frekuensi Tingkat Kecemasan pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi Frekuensi Kualitas Hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Menganalisa Hubungan Tingkat Kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.Peneliti ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 121 responden dan menggunakan teknik sampling Non Probability dengan metode teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan didapatkan hasil P-value sebesar P-value sebesar 0.038 (P-value <0.05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Aisah; Ernauli Meliyana; Lisna Nuryanti; Sismanto, Bayu Aji
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 1 (2025): Agustus
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/3bddmk29

Abstract

Background: Anxiety is an excessive and unclear feeling of worry, and it is also a response to both external and internal stimuli that causes emotional, cognitive, physical, and behavioral symptoms. Anxiety is different from fear because, in fear, the object is clearly known and threatens the well-being of the person, while in anxiety, the object is unknown. Anxiety is an experience that everyone goes through (universal) throughout their life. Anxiety has a positive function because it can motivate people to take actions that can resolve their issues. Anxiety is considered normal when it is proportionate to the situation and will disappear once the situation is resolved. Objective: To determine the effect of the deep breathing relaxation technique on anxiety levels in pre-operative patients at the hospital. Methods: This study uses a pre-experimental design, quantitative correlation, with primary data from pre-operative patients aged 17-50 years, consisting of 126 respondents. Sampling was calculated using Slovin's formula. Data collection was done using a questionnaire and interviews with the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: From the 126 respondents, 14 (11.1%) had no anxiety, 51 (40.5%) had mild anxiety, 58 (46.0%) had moderate anxiety, and 3 (2.4%) had severe anxiety. The Chi-square statistical test showed a p-value of 0.000 (p <0.05), indicating that there is an effect of the deep breathing relaxation technique on anxiety levels in pre-operative patients at the hospital. Conclusion: There is an effect of the deep breathing relaxation technique on anxiety levels in pre-operative patients at the hospital (p=0.000).
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA Amir, Nurhidayah; Simamora, Rotua Suriany; Meliyana, Ernauli; Roulita; Pelawi, Arabta M.Peraten; Nuryanti, Lisna
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.358

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko demensia dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya dengan komunikasi terapeutik yang didukung oleh penggunaan media visual. Media visual diyakini mampu meningkatkan pemahaman, perhatian, dan daya ingat lansia dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam berkomunikasi terapeutik terhadap risiko demensia pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dengan bantuan media visual dilakukan secara terstruktur, sedangkan risiko demensia diukur menggunakan instrumen penilaian kognitif yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko demensia sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada kelompok yang mendapatkan komunikasi terapeutik dengan media visual. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dalam komunikasi terapeutik berpengaruh terhadap penurunan risiko demensia pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan demensia pada lanjut usia.
PENGARUH EDUKASI BERBASIS MEDIA BOOKLET TERHADAP PENCEGAHAN TB (TUBERCULOSIS) PADA KELUARGA DI UPTD PUSKESMAS BOJONG RAWALUMBU TAHUN 2024 Simamora, Rotua Suriany; Meliyana, Ernauli; Rohanah, Pipit; Deniati, Kiki; Pelawi, Arabta M Peraten
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2824

Abstract

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacteria Tuberculosis, bakteri TB tidak hanya menyerang paru-paru saja tapi juga bisa menyerang organ dan jaringan lainnya, penularan dapat terjadi ketika penderitan tuberkulosis batuk, bersin, meludah, atau ketika memercikan kuman basil tuberkulosis ke udara. Sehingga diperlukan edukasi berbasis media booklet terhadap pencegahan TB (tuberculosis) untuk meningkatkan pencegahan responden. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi berbasis media booklet terhadap pencegahan TB (tuberculosis) pada keluarga di UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu Tahun 2024, Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Design, Pre-Experimental Design menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi pada penelitian ini adalah keluarga pasien TB (tuberculosis) di UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu berjumlah 67 orang. Teknik pengambilan data dengan menggunakan jenis simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. didapatkan jumlah sampel sebanyak 56 responden setelah dihitung menggunakan rumus slovin. Hasil Penelitian: Hasil uji statistic didapatkan nilai p-value = 0.000 (a 0,05). Maka hal ini menunjukan H0 ditolak yang artinya bahwa terdapat pengaruh edukasi berbasis media booklet terhadap pencegahan TB (tuberculosis) pada keluarga di UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu Tahun 2024. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh edukasi berbasis media booklet terhadap pencegahan TB (tuberculosis) pada keluarga di UPTD Puskesmas Bojong Rawalumbu Tahun 2024.