Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Cahyaningrum, Arliyanti; Indrawati, Lina; Meliyana, Ernauli
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 4 (2024): Agustus 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i4.2898

Abstract

Penyakit ginjal merupakan kelainan pada organ ginjal yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti, infeksi, tumor, kelainan kongenital, penyakit metabolik atau degeneratif dan lain-lain. Ginjal merupakan salah satu organ tubuh manusia yang memiliki banyak fungsi terutama untuk menjaga homeostasis tubuh. (Dewi dan Hendrati 2022). Penyakit ginjal merupakan, penyakit yang perlu mendapatkan perhatian, salah satunya adalah Penyakit Ginjal kronis (Gagal Ginjal Kronik). menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menguraikan suatu fenomena berdasarkan data-data yang didapatkan. Penelitian ini memiliki tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut Tujuan umum: Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Tujuan khusus: Mengetahui karakteristik responden (Usia dan Jenis Kelamin) pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi frekuensi Tingkat Kecemasan pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Mengetahui distribusi Frekuensi Kualitas Hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi. Menganalisa Hubungan Tingkat Kecemasan dengan kualitas hidup pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.Peneliti ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 121 responden dan menggunakan teknik sampling Non Probability dengan metode teknik purposive sampling. Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan didapatkan hasil P-value sebesar P-value sebesar 0.038 (P-value <0.05), maka dapat disimpulkan terdapat hubungan antara Tingkat Kecemasan dengan Kualitas Hidup pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi.
Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Aisah; Ernauli Meliyana; Lisna Nuryanti; Sismanto, Bayu Aji
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 1 No 1 (2025): Agustus
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6594/3bddmk29

Abstract

Background: Anxiety is an excessive and unclear feeling of worry, and it is also a response to both external and internal stimuli that causes emotional, cognitive, physical, and behavioral symptoms. Anxiety is different from fear because, in fear, the object is clearly known and threatens the well-being of the person, while in anxiety, the object is unknown. Anxiety is an experience that everyone goes through (universal) throughout their life. Anxiety has a positive function because it can motivate people to take actions that can resolve their issues. Anxiety is considered normal when it is proportionate to the situation and will disappear once the situation is resolved. Objective: To determine the effect of the deep breathing relaxation technique on anxiety levels in pre-operative patients at the hospital. Methods: This study uses a pre-experimental design, quantitative correlation, with primary data from pre-operative patients aged 17-50 years, consisting of 126 respondents. Sampling was calculated using Slovin's formula. Data collection was done using a questionnaire and interviews with the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Results: From the 126 respondents, 14 (11.1%) had no anxiety, 51 (40.5%) had mild anxiety, 58 (46.0%) had moderate anxiety, and 3 (2.4%) had severe anxiety. The Chi-square statistical test showed a p-value of 0.000 (p <0.05), indicating that there is an effect of the deep breathing relaxation technique on anxiety levels in pre-operative patients at the hospital. Conclusion: There is an effect of the deep breathing relaxation technique on anxiety levels in pre-operative patients at the hospital (p=0.000).
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DALAM BERKOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP RESIKO DEMENSIA PADA LANSIA Amir, Nurhidayah; Simamora, Rotua Suriany; Meliyana, Ernauli; Roulita; Pelawi, Arabta M.Peraten; Nuryanti, Lisna
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i1.358

Abstract

Demensia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat menurunkan kualitas hidup. Upaya pencegahan risiko demensia dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya dengan komunikasi terapeutik yang didukung oleh penggunaan media visual. Media visual diyakini mampu meningkatkan pemahaman, perhatian, dan daya ingat lansia dalam proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media visual dalam berkomunikasi terapeutik terhadap risiko demensia pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi-eksperimental. Subjek penelitian adalah lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi berupa komunikasi terapeutik dengan bantuan media visual dilakukan secara terstruktur, sedangkan risiko demensia diukur menggunakan instrumen penilaian kognitif yang telah tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko demensia sebelum dan sesudah pemberian intervensi pada kelompok yang mendapatkan komunikasi terapeutik dengan media visual. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dalam komunikasi terapeutik berpengaruh terhadap penurunan risiko demensia pada lansia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan dalam upaya pencegahan demensia pada lanjut usia.